Jika mendengar kata “Lombok”, pasti yang terlintas di pikiran sobat tiket adalah keindahan alamnya. Nggak salah, Lombok memang memiliki beragam pesona alam yang menawan. Tapi, ternyata Lombok juga punya sisi lain yang nggak kalah menarik, yaitu desa wisata hijaunya.
Apa itu desa wisata hijau? Ini adalah program pengembangan desa wisata berbasis konsep pelestarian dari segi alam, ekonomi, dan sosial budaya. Tujuannya adalah untuk menciptakan konsep pariwisata berkelanjutan yang memperhatikan aspek pembangunan berkelanjutan.
Salah satu desa wisata hijau yang bisa kamu jelajahi adalah Desa Rambitan Sade yang berlokasi di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Penasaran keseruan yang menantimu di desa ini? Baca terus artikelnya, ya!
Baca juga:
- Ganti Suasana Liburan dengan Menginap di Villa Lombok Unik, Kuy!
- Liburan Sambil Bulan Madu di Lombok, Intip Rekomendasi Tempat Romantis Ini!
- Fakta Mandalika Lombok, Keindahan dan Kemegahan Menjadi Satu
Desa Rambitan Sade, Desa Wisata Eksotis di Lombok Tengah
Berlokasi di Lombok Tengah, sobat tiket bisa berkunjung ke Desa Rambitan Sade dengan beberapa pilihan jalur. Kamu bisa pergi ke Lombok lewat jalur darat dengan road trip ataupun lewat jalur udara dengan naik pesawat menuju Bandara Lombok Internasional.
Setelah sampai di Lombok, kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan menyewa mobil atau transportasi umum. Pilihan transportasi umum yang bisa dipilih adalah bus dari Terminal Mandalika menuju Desa Rambitan Sade.
Saat pertama kali melangkahkan kaki di desa ini, sobat tiket akan disambut dengan gerbang utama Desa Rambitan Sade yang terbuat dari kayu dan dihiasi dengan jerami. Kesan tradisional sudah sangat terasa di sini. Jangan lupa berfoto di gerbang ikonik ini, ya!
Desa ini memiliki luas sekitar 5 hektar yang terdiri dari 150 rumah dengan total penduduk sekitar 700 orang. Konon katanya, desa ini sudah ada sejak 600 tahun yang lalu dan saat ini telah dihuni oleh 15 generasi.
Desa Rambitan Sade
Harga Tiket Masuk: Gratis*
Cara menuju ke sini: Dari Bandara Lombok, berkendara sejauh 10,6 km atau selama 17 menit perjalanan menuju lokasi.
Jam buka: 08.00 – 19.00 WITA (setiap hari)
Alamat: Rembitan, Pujut, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat 83573 (buka di Google Maps)
Kegiatan yang Bisa Dilakukan di Desa Rambitan Sade Lombok
1. Mengeksplorasi Bangunan Tradisional
Hal pertama yang langsung bisa kamu lakukan di Desa Rambitan Sade adalah mengeksplorasi bangunan-bangunan tradisionalnya. Rumah tradisional ini dinamakan Rumah Bale Tani yang merupakan peninggalan nenek moyang Suku Sasak.
Bentuk bangunan tradisional mereka khas dengan dinding dari anyaman bambu, tiang dari kayu, dan atap dari ijuk atau alang-alang kering. Tidak hanya rumah, tempat umum seperti masjid, lumbung padi, dan tempat pertemuan umum mempunyai karakteristik yang sama.
Lantai rumah mereka terbuat dari tanah liat yang dicampur sedikit sekam padi. Uniknya, masyarakat di desa ini mempunyai kebiasaan membersihkan lantai rumah dengan kotoran kerbau yang dicampur dengan air. Setelah kering, lantai akan disapu dan digosok dengan batu.
Cara membersihkan lantai yang nggak biasa ini dipercaya bisa membersihkan debu serta membuat lantai terasa lebih halus dan kuat. Mereka juga percaya cara ini ampuh untuk mengusir serangga serta memberikan kehangatan dalam rumah, terutama saat malam hari yang dingin.
2. Menikmati Atraksi Kebudayaan Suku Sasak
Dengan kearifan lokal yang kental, kamu bisa melihat budaya Suku Sasak yang masih dilestarikan. Salah satunya adalah kebudayaan seninya. Pada waktu tertentu, sobat tiket bisa menyaksikan langsung beragam atraksi kebudayaan suku ini di Desa Rambitan Sade.
Salah satu yang paling terkenal adalah Gendang Beleq, yaitu pertunjukkan permainan alat musik gendang berukuran besar yang dimainkan secara berkelompok. Dulunya, alat musik ini digunakan untuk mengiringi prajurit Suku Sasak untuk berperang.
Biasanya, orkes musik tradisional ini dimainkan oleh 30-50 orang dengan pengiring alat musik lain, seperti ceng-ceng, suling, dan talempong. Gendang Beleq yang dikalungkan di pundak pemainnya dimainkan dengan alat pukul.
Selain itu, ada juga pertunjukan dalam bentuk pertarungan bernama Tari Peresean. Tarian ini dilakukan oleh sepasang lelaki yang bersenjatakan tongkat rotan (penjalin) dan berperisai kulit kerbau yang tebal dan keras (ende).
Peresean ini dahulu digelar untuk melatih ketangkasan Suku Sasak dalam mengusir penjajah, lho! Ritual ini juga diadakan dalam rangka memohon hujan di musim kemarau. Kini, atraksi ini digunakan untuk menyambut tamu yang datang ke Desa Rambitan Sade.
Ada lagi atraksi kesenian yang bisa kamu nikmati, yaitu teater rakyat tradisional bernama Cupak Gerantang. Cerita rakyat ini menceritakan kakak beradik dengan dua kepribadian. Cupak adalah kakak berwatak antagonis, sedangkan sang adik Gerantang berwatak protagonis.
Mereka mengikuti sayembara untuk menyelamatkan putri raja bernama Dewi Sekar Nitra. Barang siapa yang berhasil menyelamatkan sang putri, ia akan dinikahkan dengan sang putri dan mewarisi tahta kerajaan. Cupak berlaku curang dalam sayembara, tetapi akhirnya kalah juga.
3. Belajar Menenun Songket
Salah satu peraturan adat yang ada di Desa Rambitan Sade adalah kewajiban bagi para perempuan untuk bisa menenun jika ingin menikah. Karena itu, kain tenun menjadi salah satu cinderamata yang terkenal dari desa ini.
Seluruh proses pengerjaannya dilakukan dengan tangan. Alat tenun yang digunakan pun masih sederhana dan terbuat dari kayu. Mulai dari pemintalan kapas menjadi benang, pewarnaan benang, hingga proses menenunnya.
Sobat tiket bisa dengan mudah menemukan wanita Suku Sasak yang sedang menenun selama jalan-jalan di desa ini. Kamu pun bisa mencoba belajar menenun kainnya, lho! Jangan ragu untuk menghampiri mereka dan minta diajarkan cara menenun kain songket.
4. Mencoba Pakaian Adat Suku Sasak
Kamu nggak hanya bisa melihat proses menenun kain, tapi juga bisa mencoba memakai pakaian adat Suku Sasak. Pakaian adat wanita disebut dengan Pakaian Lambung dan pakaian adat pria disebut dengan Pakaian Pegon.
Pakaian Lambung terdiri dari mahkota emas (pangkak), baju berbahan beludru (tangkong), kain sabuk (tongkak), kain tenun panjang untuk dililit di pundak (lempot), kain tenun songket (kereng), serta aksesoris lainnya seperti ikat pinggang dari rantai perak, giwang, dan kalung.
Sedangkan untuk Pakaian Pegon, pakaian ini terdiri dari mahkota (sapuk), baju yang bentuknya seperti jas (pegon), kain songket untuk menyelipkan keris (leang/dodot), kain dengan wiro, dan keris.
Jangan lupa untuk berfoto dengan pakaian adat ini, ya! Kalau dengan pasangan, coba berpose ala pre-wedding. Pasti jadi lebih seru!
5. Membeli Cinderamata Khas Desa Rambitan Sade
Karena kebiasaan menenun kain songket sudah sangat mendarah daging di desa ini, nggak heran kalau kain songket menjadi produk andalan untuk dijual. Kain songket ini memiliki motif khas yang cantik sehingga selalu diburu oleh para wisatawan.
Selain kain songket, kamu juga bisa menemukan cinderamata lainnya, seperti gelang dan kalung dari batu, anting, gelang kain tenun, dan baju dengan motif khas Lombok. Semuanya cantik dan unik banget! Harganya pun nggak mahal, mulai dari Rp5.000 saja.
Jangan lupa untuk membeli suvenir di sini, ya! Dengan membeli suvenir dari pengrajin lokal di desa ini, kamu nggak hanya membantu sektor ekonominya tetapi juga membuat mereka lebih semangat bekerja dan berkarya.
6. Menikmati Indahnya Alam Desa Rambitan Sade
Karena masih asri, sobat tiket pun bisa menikmati indahnya alam di desa ini. Sawah, pepohonan, dan perbukitan terbentang indah bak lukisan. Pemandangan menyejukkan mata ini pastinya bisa membuatmu lebih rileks.
Keindahan alam ini tentunya ada karena terpelihara. Oleh karena itu, sobat tiket jangan sampai merusak alam dan sarana di desa ini, ya! Agar pesona alam dan kebudayaan di sini terjaga dan awet.
Tips Liburan di Desa Rambitan Sade
Menjelajahi desa yang masih kental adat istiadatnya memang seru. Nah, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan ketika jalan-jalan di Desa Rambitan Sade.
1. Menggunakan Pakaian yang Sopan
Walaupun peraturan ini tidak tertulis, kamu perlu untuk menggunakan pakaian panjang yang sopan. Hal ini karena desa ini masih menjunjung tinggi nilai kesopanan, termasuk dalam berpakaian. Hindari berpakaian minim ya, sobat tiket!
2. Jangan Merokok
Karena rumah-rumahnya terbuat dari jerami dan anyaman bambu, sobat tiket tidak boleh merokok di desa ini. Kalau ada yang tidak sengaja membuang puntung rokok atau ada percikan api dari korek, bisa berpotensi membakar area bangunan di sana.
3. Jangan Buang Sampah Sembarangan
Sebenarnya, sobat tiket tidak boleh membuang sampah sembarangan di mana pun kamu berada. Namun, masyarakat Desa Rambitan Sade selalu menjaga kebersihan desanya hingga dinobatkan jadi desa terbersih. Jadi, jangan sampai mengotori desa ini, ya!
4. Berinteraksi dengan Warga Secara Sopan dan Ramah
Kebanyakan warga desa ini tidak bisa berbahasa Indonesia sehingga cenderung segan dengan tamu yang datang. Dengan begitu, kamu perlu menggunakan ekspresi dan bahasa tubuh yang ramah dan sopan.
Kamu pun bisa ditemani dengan tour guide yang bisa berbahasa Indonesia dan meminta bantuan mereka untuk bisa berinteraksi dengan warga desa. Jangan lupa untuk meminta bantuan dengan sopan juga, ya!
5. Jangan Menolak Tawaran Barang Dagangan dengan Kasar
Hampir semua rumah di desa ini menjual kain tenun songket dan suvenir lainnya. Kalau kamu mampir atau lewat rumah mereka, biasanya ibu-ibu yang tinggal di sana menawarkan jualan mereka.
Kalau kamu tidak tertarik membeli, tolaklah dengan halus agar mereka tidak tersinggung. Jangan menggunakan kata-kata kasar dan ekspresi yang ketus. Tetap berikan senyuman meski kamu menolak, ya!
Rekomendasi Penginapan Dekat Desa Rambitan Sade
Salah satu pilihan hotel yang bisa kamu pesan di dekat Desa Rambitan Sade adalah Grand Kuta Hotel Lombok. Jaraknya hanya 5,3 km dari desa tersebut. Kamu bisa berkendara sekitar 10 menit saja dari hotel ini.
Hotel berbintang 3 ini memiliki fasilitas yang lengkap, seperti kamar tidur dengan kamar mandi dalam, kolam renang, serta restoran. Letaknya di pinggir jalan raya sehingga strategis.
Harga: mulai dari Rp215.600*/kamar/malam
Alamat: Jl. Raya Kuta, Kuta, Pujut, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat 83573 (buka di Google Maps)
Fasilitas: Wi-Fi, restoran, kolam renang outdoor, fasilitas rapat
Ayo Jelajahi Desa Wisata Hijau Lainnya di Lombok!
Selain Desa Rambitan Sade, kamu juga bisa berkunjung ke Desa Sukarara yang nggak kalah eksotisnya! Jangan lupa untuk menikmati lezatnya kuliner khas Lombok yang memanjakan perut.
Tetap taati protokol kesehatan selama menyusuri desa wisata di Lombok ya, sobat tiket. Selamat berlibur!
*harga saat artikel ini dibuat




