• Download tiket.com App
  • Ke tiket.com
  • Indonesia
blog tiket.com
  • Home
  • mau ke mana?
  • Info Buat Kamu
  • Promo
  • Press Release
  • Community
blog tiket.com
Link berhasil disalin.
Back To Editing

Mengunjungi Desa Wisata Sukarara, Penghasil Kain Tenun Istimewa dari Lombok

Nadya Elianna
Nadya Elianna
24 Feb 2021

Bagikan :

Share on FacebookShare on Twitter
Salin Tautan
Desa Sukarara
Nadya Elianna
Nadya Elianna
24 Feb 2021

Desa Sukarara merupakan desa wisata yang terletak di Lombok Tengah. Desa ini merupakan bagian dari Rebound Desa Wisata, program kerjasama Kemenparekraf RI dan Dinas Pariwisata NTB, yang bertujuan untuk mengembangkan Destinasi Wisata Super Prioritas, Mandalika.

Nah, Desa Sukarara ini adalah desa wisata hijau lho! Pernah mendengar tentang konsep Desa Wisata Hijau, sobat tiket?

Desa wisata hijau merupakan desa wisata yang berbasis konsep pelestarian, termasuk pelestarian alam, ekonomi, hingga sosial budaya masyarakat setempat. Artinya, pariwisatanya nggak bikin makin merusak tempat tersebut, justru malah semakin melestarikan, sobat tiket!

Nah, Desa Sukarara ini menarik banget untuk kamu kunjungi, sobat tiket. Selain bisa mempelajari kebudayaan lokal, kamu juga berkesempatan untuk mendorong roda perekonomian masyarakat setempat lho.

Kuy, kali ini tiket.com akan memperkenalkanmu kepada Desa Sukarara, penghasil kain cantik dari Lombok Tengah!

Baca juga:

  • Desa Sasak Sade, Mengenal Tradisi Unik Asli Lombok yang Begitu Memesona!
  • Bukan Hanya Alam, Lombok Juga Punya Tempat Wisata Budaya Menarik Ini 
  • Wisata Unik ke Desa Trunyan Bali, Tradisi Pemakaman yang Penuh Misteri

Cara Menuju Desa Sukarara

Desa Sukarara terletak di Kabupaten Lombok Tengah. Kamu dapat menuju ke sini dengan kendaraan umum, pribadi, ataupun menyewa mobil di Lombok. Jika berangkat dari Mataram, sobat tiket bisa menggunakan jalur Mataram – Cakranegara – Kediri – Sukarara. 

Sementara itu, kalau memilih untuk memakai jasa angkutan umum, kamu dapat melewati Mataram – Bertais, selanjutnya Bertais – Praya, dan turun di Renteng. Kemudian, sobat tiket dapat menggunakan cidomo, delman khas Lombok menuju Desa Sukarara.

Harga tiket masuk Desa Sukarara: gratis*

Jadwal buka: setiap hari.

Lokasi: Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (buka di Google Maps).

Keistimewaan Desa Sukarara

1. Menenun, Tradisi Turun-temurun Suku Sasak

Desa Sukarara terkenal sebagai desa penghasil kain tenun tradisional. Yup, di sini kamu akan menemukan banyak perempuan yang sehari-hari duduk di depan rumah sambil menenun. Ternyata, menenun sudah menjadi tradisi turun-temurun bagi penduduk perempuan, lho!

Tradisi menenun atau “nyesek” dalam bahasa Suku Sasak ini juga merupakan mata pencaharian utama Suku Sasak selain bertani. Apabila laki-laki pergi ke sawah, kaum perempuan akan diam di rumah sambil menenun.

Hasil dari nyesek ini adalah sarung songket khas Lombok yang banyak digunakan untuk acara adat Suku Sasak, misalnya dalam Begawe Beleq, acara hajatan orang tua pengantin Suku Sasak.

2. Mahir Menenun adalah Syarat Wajib untuk Menikah

Kalau kamu bertanya-tanya kenapa semua perempuan wajib mahir menenun, jawabannya adalah karena ini merupakan syarat untuk menikah. Sejak berumur kurang dari 10 tahun, perempuan Desa Sukarara sudah mulai belajar untuk menenun lho!

Dalam kebudayaan Suku Sasak, perempuan punya peran besar dalam menyumbangkan penghasilan untuk keluarganya. Makanya, keahlian menenun dan menciptakan pakaian akan mempermudah perempuan Sasak untuk mencari pasangan, sobat tiket.

Jika belum bisa menenun, perempuan ini nggak diperbolehkan untuk menikah lho. Selain itu, perempuan yang menikah wajib menggunakan songket sebagai lambang kelanggengan suatu hubungan.

3. Menenun tanpa Bantuan Mesin

Semua kain tenun songket di Desa Sukarara masih dikerjakan secara manual lho. Yup, mereka masih menggunakan alat tradisional dari kayu dengan sistem yang sederhana. 

Dengan alat ini, penduduk Sukarara dapat menghasilkan berbagai jenis oleh-oleh, mulai dari pakaian tradisional, songket, kain ikat, sarung, alas tidur, hiasan, dan gantungan kunci.

Umumnya, penenun dapat menyelesaikan satu kain songket dalam waktu tiga minggu hingga lima bulan, tergantung tingkat kesulitan motifnya. Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp300.000-an sampai jutaan rupiah*.

4. Hasil Tenunan Punya Corak Unik

Kain tenun Desa Sukarara punya keunikan tersendiri, yakni semua motifnya original, nggak meniru tenunan lain dan nggak digambar terlebih dahulu di kertas lho! Perempuan Sukarara membuat motif ini atas kreativitas dan imajinasi mereka sendiri. Keren ya?

Namun umumnya, ada beberapa motif yang dapat kamu temukan, mulai dari motif Keker, Subanala, dan Nanas. Motif Keker memiliki gambar burung bangau yang berhadapan, umumnya dipakai saat pernikahan. 

Sementara itu, motif Subanala merupakan motif yang memiliki tingkat kesulitan paling tinggi dan waktu pengerjaan paling lama lho. Nama motif ini berasal dari kata “Subhanallah”, karena para penenun sering mengucapkan kata tersebut ketika sedang mengerjakan motif ini.

Ada juga beberapa motif lain, seperti motif berbentuk rumah tradisional Sasak, lumbung padi, tokek, atau binatang lain yang memiliki makna berbeda. Motif-motif ini terinspirasi dari kehidupan sehari-hari masyarakat Sasak, lho.

Dalam proses pewarnaan, Desa Sukarara menggunakan pewarna alami dan kimia. Kamu dapat membedakan pewarnanya dengan melihat hasil kainnya. Hasil pewarnaan alami biasanya lebih soft dan nggak mudah luntur, sementara pewarna kimia cenderung lebih terang dan mencolok.

5. Memiliki Rumah Sasak Berbentuk Unik

Hal unik lainnya yang dapat sobat tiket lihat saat berkunjung ke Desa Sukarara adalah Rumah Sasak. Rumah ini merupakan rumah tradisional Suku Sasak yang terbuat dari anyaman bambu pada bagian dinding, serta gunungan alang-alang pada bagian atap.

Keunikan lainnya, lantai dari rumah adat ini menggunakan campuran tanah liat, kotoran kerbau, abu jerami, dan bahan lainnya. Penggunaan kotoran kerbau ini dipercaya dapat menghaluskan lantai dan membersihkan lantai, hingga menangkal serangan magis. Unik ya? 

Pembangunan Rumah Sasak ini nggak boleh sembarangan lho, sobat tiket. Masyarakat setempat percaya bahwa tempat pembangunan rumah dapat menentukan nasib baik atau buruk di masa depan.

Aktivitas Menarik di Desa Sukarara

1. Melihat dan Belajar Proses Menenun

Saat datang ke sini, kamu akan diajak untuk menyaksikan langsung proses pembuatan kain tenun, mulai dari pemintalan kapas menjadi benang, hingga proses penenunan.

Mau merasakan pengalaman sehari menjadi perempuan Desa Sukarara? Kamu dapat belajar menenun langsung kepada pengrajin yang ada, lho!

2. Membeli Kain Tenun di Toko

Kalau kamu adalah seorang kolektor kain tradisional, wajib banget nih mampir ke toko suvenir yang tersedia di Desa Sukarara. Kamu dapat membeli berbagai jenis kain yang ada, mulai dari kain ikat, songket, sarung, dan jenis produk olahan lainnya.

Bukan penggemar kain tradisional? Kamu masih bisa membeli gantungan kunci, tas, dompet, hingga pigura yang cocok dijadikan sebagai oleh-oleh untuk teman dan kerabat. Dengan begitu, kamu juga bisa sekaligus mendukung UKM lokal, sobat tiket!

3. Belajar Budaya dari Masyarakat Setempat

Saat pertama kali datang, kamu akan mendapatkan informasi mengenai sejarah dan fakta menarik kehidupan Suku Sasak. Nggak hanya itu, sobat tiket pun dapat menyaksikan langsung kebudayaan yang masih berlangsung, yaitu proses tenun.

Kalau beruntung, kamu juga dapat menyaksikan Festival Begawe Jelo Nyesek lho, atau tradisi menenun massal tahunan yang diikuti ribuan pengrajin tenun. Pastikan untuk browsing terlebih dahulu tanggal pengadaan festival ini ya, terutama saat kondisi pandemi.

4. Berfoto di Rumah Sasak

Ini adalah salah satu kegiatan yang nggak boleh terlewatkan: berfoto di Rumah Sasak dengan pakaian adat khasnya! Yup, sebagai bukti sudah pernah ke Desa Sukarara, harus dong memakai pakaian adat dan berfoto langsung di rumah adat khas Sasak!

Penginapan di Sekitar Desa Sukarara

Sobat tiket bisa menginap di kawasan Praya yang terletak nggak jauh dari Desa Sukarara, hanya sekitar 12 menit berkendara. Ada berbagai penginapan yang tersedia di Praya dan bisa kamu pesan di tiket.com.

Rekomendasi hotel: ILLIRA Lite Praya Lombok

Harga: mulai dari Rp370.000-an/kamar/malam*.

Alamat: Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (buka di Google Maps).

Fasilitas: Wi-Fi, restoran, kolam renang, fasilitas rapat, fitness center, tenis meja, klub anak, tiket CLEAN.

Pesan kamar di ILLIRA Lite Praya Lombok

Ayo, Berkunjung ke Desa Sukarara!

Gimana sobat tiket, tertarik untuk berkunjung ke Desa Sukarara? Kuy, dukung kebangkitan pariwisata Indonesia dengan berkunjung ke desa wisata hijau. Dengan mengunjungi destinasi ini, kamu turut memajukan perekonomian lokal juga lho!

Kamu bisa segera merencanakan dan beli tiket penerbangan ke Praya, Lombok. Tentunya, kamu dapat mempercayakan perjalananmu dengan tiket.com ya!

mau ke mana? semua ada tiketnya!

*harga saat artikel ditulis

Bagikan Artikel Ini ke Orang Terdekatmu

ShareTweetSendShare

Artikel Lain Buatmu

Bacaan seru cuma buat kamu.
Menyambut Keseruan Festival Songkran di Thailand: Tradisi, Sejarah, dan Kemeriahan Pesta Air Terbesar di Dunia
Menyambut Keseruan Festival Songkran di Thailand: Tradisi, Sejarah, dan Kemeriahan Pesta Air Terbesar di Dunia
25 Maret 25
museum di semarang
8 Museum di Semarang, Liburan Makin Berkesan & Tambah Ilmu!
05 September 23
museum di jakarta
10 Museum di Jakarta, Wisata Edukasi yang Punya Spot Foto Keren!
23 Juli 23

© 2011-2023 PT. Global Tiket Network. All Rights Reserved

  • Home
  • mau ke mana?
  • Info Buat Kamu
  • Promo
  • Press Release
  • Community
    • Indonesia
  • Download tiket.com App
  • Ke tiket.com
Follow Us