,

Desa Sasak Sade, Mengenal Tradisi Unik Asli Lombok yang Begitu Memesona!

Pantai dan wisata alam jadi dua daya tarik utama dari pulau yang dijuluki Pulau Seribu Masjid ini. Apalagi kalau bukan Pulau Lombok dengan sejuta keindahan yang ada di dalamnya. Destinasi wisata alam menjadi salah satu alasan banyaknya wisatawan berbondong-bondong datang ke sini.

Eits, tapi sobat tiket tahu nggak sih, ternyata bukan hanya wisata alamnya aja yang bisa kamu eksplor di Lombok. Namun kamu juga bisa mengenal dan melihat kebudayaan serta tradisi Lombok yang otentik, lho. Caranya? Kamu bisa mengunjungi beberapa desa adat yang tersebar di penjuru pulau eksotis ini!

Berkunjung ke Desa Sasak Sade Lombok

Nggak hanya wisata alam seperti pantai yang jadi rekomendasi tempat wisata wajib dikunjungi. Selain kaya oleh pesona alam, Lombok juga menyimpan kekayaan budaya yang menarik untuk diketahui. Wisatawan pun bisa mengenal dan mempelajari budaya Lombok. Salah satunya dengan mengunjungi Desa Sasak Sade yang terkenal sebagai desa wisata budaya di Pulau Seribu Masjid ini. Tertarik buat berwisata kemari? Yuk, cari tahu dulu ulasan dari tiket.com berikut ini!

1. Keunikan Budaya Asli Lombok di Desa Sasak Sade

desa sasak sade lombok
Sumber: shutterstock.com

Ada keunikan tersendiri ketika kamu mengunjungi destinasi wisata budaya satu ini. Sesuai namanya, Desa Sasak Sade Lombok ini jadi salah satu desa dengan penduduk asli Pulau Lombok yang bernama Suku Sasak. Oleh karena itu, desa ini masih menyimpan dengan baik adat istiadat dan kebudayaan suku asli pulau ini, sobat tiket.

Kekentalan tradisi dan budaya ini menjadi sebuah daya tarik eksotis tersendiri bagi wisatawan. Pengunjung bisa menggali tradisi dan kebiasaan unik yang ada. Hal ini juga jadi nilai plus bagi banyak wisatawan. Berlibur sambil mengenal Lombok lebih dekat jadi alternatif wisata yang menyenangkan.

Desa Sade terletak di Lombok bagian tengah. Uniknya, desa ini hanya ditinggali sekitar 152 kepala keluarga saja. Sebagai suku asli Sasak, penduduknya sudah memegang tradisi dengan kuat sejak zaman pemerintahan Kerajaan Penjanggik di Praya Kabupaten Lombok Tengah. Kekayaan budaya dan tradisi tersebut juga mengundang rasa penasaran orang luar, seperti apa kehidupan mereka tersebut?

Jika diperhatikan secara keseluruhan, setiap rumah menjual kerajinan dari tenun, hingga pernak-pernik seperti gelang, gantungan kunci, sampai hiasan kecil buat di rumah. Bagian bale depan rumah tersebut terdapat etalase berisi kerajinan produksi mereka. Bale ini biasanya berada di depan atau samping rumah.

2. Rumah Adat Khas Lombok yang Menarik Disimak

Keunikan desa ini sudah terlihat dari bagian luar. Bentuk rumah adat yang mencolok menimbulkan sebuah kesan mendalam bagi para wisatawan. Terlihat seluruh rumah di desa ini beratapkan ilalang. Saat menginjakan kaki ke dalamnya, suasana yang terasa begitu berbeda dan unik akan dirasakan.

Kalau diperhatikan lebih mendetail, semua bangunan di Desa Sade Lombok ini dibuat dengan bahan-bahan alami dari alam sekitar. Hal ini agar menjaga tradisi dan lebih dekat dengan alam sekitar. Dindingnya dibuat dari anyaman bambu, lantai beralaskan tanah liat, dengan atap yang dibuat dari ilalang atau sekam padi. Rumah tradisional ini disebut dengan nama Bale Tani.

Menariknya, pintu masuk pada setiap Bale Tani ini dibuat rendah. Hal itu jadi pertanda agar setiap tamu yang datang menghormati pemilik rumah. Tamu akan dipersilahkan mengunjungi ruangan depan atau bale luar yang berfungsi menerima tamu. Sedangkan bagian dalam diperuntukkan sebagai tempat tidur wanita dan tempat melahirkan.

desa sasak sade lombok
Sumber: shutterstock.com

Untuk mencapai bale dalam, pengunjung harus menaiki 3 anak tangga terlebih dahulu. Masing-masing anak tangga menjadi sebuah representasi nilai hidup, yakni dilahirkan, berkembang, dan meninggal.

Nah, fakta menarik lainnya dari Bale Tani ini adalah cara merawat rumahnya yang terbilang sangat unik dan tidak biasa. Pemilik rumah biasanya akan mengepel lantai rumah dengan menggunakan kotoran kerbau yang masih fresh, sobat tiket. Hal ini berfungsi untuk mengendapkan debu dan menghindari binatang seperti nyamuk. Tenang, meski begitu kebiasaan ini nggak akan menimbulkan aroma kurang sedap, kok.

Pengepelan ini dilakukan dua kali dalam seminggu, sedangkan untuk atap, ilalang akan diganti sekitar 5 hingga 15 tahun sekali. Bergantung pada kerapatan pemasangan, semakin rapat maka akan semakin awet.

3. Menjelajahi Bagian Desa Sasak Sade

Rumah adat Lombok ini terdiri dari beberapa bentuk dan fungsi. Pertama ada Bale Tani yang berfungsi sebagai tempat tinggal warga sehari-hari. Kemudian ada Bale Barugak atau balai pertemuan, menjadi tempat berkumpul untuk membahas atau memecahkan masalah, perkawinan dan sunatan.

Selain itu ada pula lumbung padi dan Bale Kodong yang merupakan rumah sementara bagi pasangan muda. Jika diperhatikan, lumbung penyimpanan padi desa Sasak menjadi simbol Pulau Lombok, lho. Satu lumbung ini bisa dipakai lima sampai enam keluarga.

Ada pula fasilitas umum lainnya seperti tempat beribadah yang merupakan masjid. Masjid di sini hanya digunakan untuk 3 waktu salat, hal ini karena penduduk Desa Sade ini menganut Islam Wetu Tilu. Mereka hanya beribadah 3 kali sehari, mengacu pada nilai filosofis 3 fase kehidupan, lahir, tumbuh, mati.

Namun, seiring kuatnya ajaran Islam di Lombok, mereka pun mengubah waktu telu itu jadi waktu lima. Hingga akhirnya mereka beribadah 5 kali sehari, sama seperti umat muslim lainnya. Hal ini juga menjadi keunikan tradisi yang bisa dikenal oleh para wisatawan.

4. Tradisi Kawin Culik dan Tari Gendang Beleq 

Selain berkenalan dengan rumah-rumah adat yang unik, kamu juga bisa mengenal tradisi-tradisi budaya lainnya. Ada sebuah tradisi unik yang hingga kini masih dipertahankan bernama “Kawin Culik”. Yap, sesuai namanya, tradisi ini merupakan tradisi di mana si pria akan menculik gadis impiannya dari rumah sang gadis. Penculikan ini pun nggak boleh diketahui oleh orang tua si gadis.

Setelah itu, barulah sang pria akan mengungkapkan isi hatinya pada keluarga perempuan. Kemudian, barulah diadakan pernikahan dengan membawa si gadis kembali ke rumahnya yang disebut sebagai “nyokolan”. Selesai menikah, keduanya akan menempati sebuah rumah kecil bernama “Bale Kodong” sebagai tempat memadu kasih dan berbulan madu.

Nggak hanya sampai disitu, ada pula atraksi rakyat yang biasanya dirayakan di Desa Sade Lombok pada hari-hari tertentu. Atraksi yang populer di kalangan wisatawan adalah tarian. Terdapat beberapa tarian, yakni Tari Paresean, Tari Gendang Beleq, dan Tari Amaq Temenges.

Jika kamu beruntung bisa menontonnya, kamu akan mendengar alunan musik dari gendang beleq yang merupakan musik tradisional khas Desa Sade. Suaranya terdengar begitu merdu, dimainkan mengiringi semua tarian tadi.

5. Mengagumi Pembuatan Tenun Tradisional Khas Lombok

desa sasak sade lombok
Sumber: shutterstock.com

Saat berkunjung kemari, beragam kain tenun yang menghiasi setiap sudut desa menarik hati sejak awal. Menenun menjadi pekerjaan sampingan bagi para wanita di desa ini, sedangkan para lelaki akan membuat cinderamata. Menariknya, para wanita sudah harus belajar menenun sejak usia 9 tahun.

Menenun jadi sebuah kewajiban bagi seorang wanita. Jika ia tidak bisa menenun, maka ia belum diperbolehkan untuk menikah. Selain membawa pulang kain tenun sebagai oleh-oleh, kamu juga bisa melihat keseluruhan proses pembuatannya lho, sobat tiket.

Kamu juga bisa mencoba menenun sebagai pengalaman yang menyenangkan. Selain itu, jangan lupa dokumentasikan proses pemintalan benang dari kapas hingga jadi benang, kemudian menenunnya jadi motif yang bagus dan menarik.

Harga kain tenun di sini berbeda-beda, bergantung pada ukuran dan tingkat kesulitan motif. Oh iya, pewarna kain tenun ini juga alami dari alam lho, sobat tiket. Jadi, nggak heran kualitasnya juga juara! Rasanya wajib banget membeli satu kain tenun sebagai kenangan-kenangan bahwa kamu pernah ke desa ini!

Lokasi dan Cara Ke Desa Sasak Sade

Desa Sade ini terletak di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Lokasinya juga nggak jauh dari Bandara Internasional Lombok. Hanya berjarak sekitar 30 menit berkendara. Desa rambitan sendiri sebenarnya nggak jauh dari pusat Kota Lombok.

Desa ini berada tepat di pinggir jalan raya Praya, jalan menuju Pantai Kuta Lombok. Jalan ini menghubungkan antara Kota Mataram dan Pantai Kuta, lho, sobat tiket. Jadi nggak akan sulit kok buat mencarinya karena jauh dari kata terpencil.

Berwisata Mengenal Budaya Lombok di Desa Sade Sulit Dilupakan!

Desa Sasak Sade emang wajib masuk salah satu list destinasi wisata kalau kamu liburan di Lombok. Setelah mengenal wisata alamnya yang cantik, pastinya budaya Lombok juga nggak boleh kamu lewatkan. Selain desa adat, kamu juga bisa mencoba wisata religi dengan mengunjungi tiga masjid megah bersejarah di Lombok ini. Seru kan?

Agar memudahkan kamu untuk pergi ke mana pun saat di Lombok, sewa mobil di Lombok di tiket.com bisa jadi solusinya. Jadi, nggak perlu bingung dengan kendaraan lagi deh, sobat tiket!