Pernah dengar soal kawasan Chinatown? Bukan hanya di luar negeri, ternyata beberapa kota di Indonesia memiliki kawasan pecinan seperti ini lho, sobat tiket. Dalam salah satu kota di pulau Sulawesi juga terdapat Chinatown, lho, yaitu di Makassar.
Makassar merupakan kota dengan sejarah panjang yang menarik untuk disimak. Selain memiliki keterikatan sejarah dengan zaman kolonial Belanda, ibukota Sulawesi Selatan ini juga memiliki sejarah dengan negara China. Itu sebabnya terdapat kawasan Chinatown di kota ini.
Baca juga:
Jalan-Jalan ke Chinatown yang Penuh Sejarah
Chinatown sendiri biasanya jadi destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Corak Tionghoa yang kuat di kawasan ini menjadi daya tarik tersendiri. Nggak heran, Chinatown biasanya dijaga dengan baik dan dipelihara keasliannya, termasuk Chinatown yang terdapat Makassar.
Sobat tiket, tertarik untuk mampir ke Chinatown saat di Makassar? Letaknya mudah dijangkau kok, karena berada di tengah kota. Lalu, ada hal seru apa saja yang bisa kamu temukan di Chinatown Makassar? Kuy, simak pembahasannya di bawah ini!
1. Sejarah Chinatown yang Menarik untuk Disimak
Sesuai namanya, ada banyak bangunan dengan arsitektur Tionghoa bertebaran di kawasan ini. Awal mula dibangunnya daerah ini adalah sejak kedatangan Etnis Tionghoa yang diperkirakan menapakkan kaki pertama kali di Makassar pada abad ke-14.
Informasi ini tertulis pada sebuah nisan pekuburan Tionghoa yang terdapat di Pasar Sentral. Ketika abad ke-16 yang dikenal sebagai zaman Dinasti Ming, seorang berkebangsaan China datang ke pesisir pantai selatan Sulawesi untuk menjalankan bisnis.
Usahanya pun menjadi maju pesat, hal ini membuatnya memutuskan untuk menetap dan membentuk komunitas di daerah Chinatown sekarang.
Selain dalam sejarahnya, kini Etnis Tionghoa yang bermukim di Makassar pun rata-rata tinggal di sekitar Jalan Jampea, Sumba, dan Sulawesi.
2. Mengenal Budaya Tionghoa
Sensasi liburan seolah sedang berada di negeri tirai bambu akan kamu rasakan kalau ke sini nih, sobat tiket. Selain menjadi destinasi wisata sejarah, setiap sudut kawasan ini instagenic abis. Sambil menikmati sejarah, kamu yang hobi fotografi bisa banget menuangkannya di sini.
Kamu juga akan menjumpai bangunan-bangunan tua peninggalan China yang kini menjadi tempat wisata. Bahkan, untuk beberapa bangunan ada yang masih mempertahankan ciri khas zaman penjajahan Belanda.
3. Mengunjungi Klenteng Xian Ma
Setelah puas berfoto, kamu bisa mengunjungi Klenteng Xian Ma alias Klenteng Naga Sakti. Meski dibangun sebagai tempat beribadah, kamu tetap bisa mengunjungi kok, sobat tiket. Karena klenteng ini memang dibuka untuk umum.
Dibangun sejak tahun 1864, klenteng ini jadi yang tertua di Makassar, lho. Kini umurnya sudah hampir mencapai dua abad lamanya. Namun, saat memasuki area ini kamu harus mematuhi beberapa peraturan yang ada ya, sobat tiket. Terutama ketika sedang adanya peribadatan.
4. Berburu Barang Unik dan Melihat Festival Imlek di Pasar Chinatown
Puas mengunjungi destinasi peribadatan, kamu juga bisa mencoba belanja di pasar Chinatown yang jadi pasar tradisional di sini. Pasar ini akan sangat ramai menjelang Tahun Baru Imlek.
Melangkah ke jalan Sulawesi, kawasan ini sering dijadikan pusat pertunjukkan kesenian rakyat seperti tarian, barongsai, dan perayaan tahun baru Imlek. Di lokasi ini juga terdapat bangunan modern seperti Hotel Dinasti, Hotel Yasmin, dan bioskop.
Saat hari raya Imlek, banyak masyarakat yang juga antusias untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini meski bukan keturunan Tionghoa, lho, sobat tiket. Keramaian saat perayaan ini pun jadi daya tarik untuk para wisatawan setempat maupun luar kota.
Saat Imlek datang, kawasan ini akan disulap dengan beragam dekorasi yang identik dengan budaya China. Selain itu, ada pula pertunjukan khas Imlek seperti barongsai yang jadi pertunjukan utama. Aneka ragam kuliner juga bisa kamu temui di kawasan ini, sobat tiket.
5. Di Sinilah Awal Mula Kuliner Mie Titi Tercipta
Buat para penggemar kuliner Makassar, tentu kamu pernah dengar soal hidangan bernama Mie Titi, kan? Mungkin, kamu sempat merasa bingung mengapa makanan bernuansa oriental ini begitu khas di Makassar? Ternyata, ada sejarah panjang di baliknya yang masih berhubungan dengan Chinatown ini.
Nah, kalau berkunjung ke Chinatown kamu nggak boleh melewatkan kenikmatan Mie Titi langsung dari asalnya, nih! Mie Titi merupakan mie kering sejenis ifu mie yang disajikan dengan siraman kuah kental yang dimasak bersama ayam, udang, bakso, kol, wortel, dan sawi.
Sedangkan sejarah terciptanya Mie Titi khas Makassar ini bermula dari seorang keturunan Tionghoa bernama Ang Kho Tjao. Pada awalnya, Ang menyajikan makanan ini untuk sesama orang Tionghoa. Namun kelezatan hidangan ini akhirnya tersebar di kalangan pribumi saat itu.
Setelah itu, resep ini diwariskan kepada ketiga anak Ang Kho Tjao, yakni Henky, Awa, dan Titi. Ketiga nama ini populer dengan warung makannya masing-masing yang ada di sekitaran kawasan Chinatown.
6. Lokasi dan Cara ke Chinatown Makassar
Chinatown terletak di seputaran jalan Ahmad Yani. Kawasan pecinan ini terbagi menjadi ke dalam dua wilayah kecamatan yakni Kecamatan Wajo dan Kecamatan Ujung Pandang. Nggak sulit kok menemukan kawasan ini, gerbang utamanya hanya berjarak 400 meter dari lapangan Karebosi.
Lapangan Karebosi sendiri berada di pusat Makassar. Selain itu Chinatown ini juga berada dekat dengan Benteng Fort Rotterdam dan Pantai Losari. Kamu bisa menaiki angkutan umum seperti pete-pete, taksi, ataupun becak kalau ingin ke sini.
Mengenal Budaya Tionghoa di Chinatown Makassar Ternyata Seru!
Siapa sangka kalau di Makassar terdapat kawasan wisata budaya etnis Tionghoa seperti Chinatown? Berlibur ke kawasan ini tentu akan membawa kamu seakan berada di China sungguhan. Pas banget kan, untuk masuk ke dalam list liburan kamu saat di Makassar?
Mau cobain kuliner malam saat di Makassar? Kamu bisa menjadikan kuliner malam Makassar berikut ini sebagai referensinya lho. Gimana, sobat tiket? tertarik buat datang liburan ke Makassar? Pesan segera tiket pesawat ke Makassar di tiket.com ya!




