Sumber: Shutterstock.com

,

4 Tempat untuk Berwisata Budaya yang Seru di Kota Semarang

Wisata Budaya di Semarang – Hai, sobat tiket! Liburan kali ini mau ke mana? Tertarik nggak untuk berpetualang ke tempat-tempat wisata budaya di Semarang? Mendapat julukan sebagai Venetie van Java alias Venesia dari Jawa, ada banyak destinasi seru lho, yang bisa kamu sambangi di sini.

Menjadi ibukota dari provinsi Jawa Tengah, Semarang merupakan salah satu kota metropolitan yang cantik dan menawan. Suasana kotanya yang harmonis dan indah seringkali membuat para turis jatuh cinta.

Semarang dikenal dengan makanan sekaligus oleh-olehnya yakni lumpia dan bandeng presto. Selain itu kamu juga tidak akan kesulitan untuk menemukan beragam pilihan makanan lezat di setiap sudut kota.

Sebagai kota terbesar kelima di Indonesia, Semarang pun kerap menjadi pilihan populer untuk berlibur. Ketika akhir pekan tiba, berbagai destinasi wisata yang paling terkenal di sini selalu ramai.

Menilik Kekayaan Budaya di Semarang

Wisata budaya dikenal dengan kegiatan khas mempelajari daya tarik dari kearifan lokal suatu tempat. Dengan mempelajari budaya di suatu tempat, sobat tiket bisa mendapatkan banyak manfaat.

Kamu juga bisa memanfaatkan potensi budaya yang terkandung di tempat yang kamu kunjungi. Jika kamu suka mempelajari hal baru dan tertarik menyerap keragaman kultur, Semarang ini punya pilihan destinasi wisata budaya yang patut dikunjungi.

Kekayaan Kota Semarang akan nilai kultur yang beragam ini tentu tak lepas dari sejarahnya. Heritage Semarang yang kaya akan bangunan tua bergaya kolonial ialah salah satu warisan dengan nilai budaya yang tinggi.

Keramahan penduduk lokalnya yang menyambut hangat para wisatawan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi sektor pariwisata kota ini.

1. Menguji Nyali di Lawang Sewu

Sumber: Shutterstock.com

Pernah mendengar nama Lawang Sewu? Lawang Sewu dalam bahasa Jawa mempunyai arti “Seribu Pintu”. Ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki jumlah pintu yang sangat banyak.

Dirancang oleh arsitek Belanda bernama Cosman Citroen, bangunan bergaya Eropa klasik ini telah menjadi saksi bisu pertempuran lima hari di Semarang yang sangat bersejarah.

Dulunya, Lawang Sewu ialah kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Menurut catatan sejarah, bangunan ini mulai dibangun di tahun 1907 dan baru selesai pada tahun 1919.

Lokasinya berada di bundaran Tugu Muda yang dulu disebut sebagai Wilhelminaplein. Gedung dengan kaca-kaca mozaik nan menawan ini juga pernah menjadi markas kereta api kolonial Belanda. Selain itu, Lawang Sewu juga merupakan tempat penyimpanan arsip-arsip perkeretaapian.

Bangunan yang menjadi salah satu ikon terkenal Kota Semarang ini kini telah beralih fungsi menjadi museum yang menyimpan beraneka tulisan dan gambar soal sejarah kereta api Indonesia.

Nuansa angker yang cukup terkenal dari Lawang Sewu akan terasa saat kamu memasuki ruang bawah tanahnya. Di sini kamu bisa juga mempelajari banyak mengenai arsitektur Lawang Sewu.

Meski berfungsi sebagai saluran air dan drainase, ruang bawah tanah yang lembab ini pernah menjadi penjara terkejam bagi para pejuang Kemerdekaan.

Lokasi bangunan yang cukup strategis membuat orang dapat mengaksesnya dengan mudah. Berani menguji nyali di tempat yang menawan meski seram ini?

Alamat: Jl. Pemuda, Sekayu, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah, 50132.

Harga* tiket masuk: Rp5.000 – Rp10.000 per orang.

Jam Buka: 07.00 – 21.00.

2. Bertualang di Kampung Pelangi

Sumber: Shutterstock.com

Berwisata budaya ke Kampung Pelangi dijamin bakal bikin liburanmu jadi lebih berwarna. Pasalnya, terdapat sekitar 300 rumah yang dicat penuh warna cerah di kampung ini. kesan ceria tampak jelas di lingkungan yang dipenuhi rumah berwarna kuning, pink, ungu, dan biru ini.

Karena sedap dipandang, tak heran banyak wisatawan yang asyik berfoto selama berkunjung ke sini. Bahkan, foto-foto dari kampung yang aslinya bernama Gunung Brintik ini sempat disorot oleh berbagai media internasional.

Rupanya sentuhan warna baru sanggup mengubah nasib para warga di dalamnya. Tak ada lagi kesan kumuh yang mengganggu. Perekonomian lokal pun jadi terbantu. Setelah menjadi viral di media sosial, tempat ini pun semakin ramai dikunjungi wisatawan.

Mural dan hiasan daur ulang yang terdapat di dalamnya membuat kesan artistik jadi kian kental di Kampung Pelangi. Temanya pun beragam. Tak hanya tema flora dan fauna, beragam tokoh pewayangan sampai unsur oriental khas etnik Tionghoa pun ada.

Jangan lupa kunjungi Taman Kasmaran, ya! Dari sini, kamu bisa melihat panorama utuh Kampung Pelangi, berfoto, dan istirahat sejenak.

Letaknya yang berada di kawasan perbukitan membuat Kampung Pelangi berhawa sejuk. Untuk menuju ke sini, kamu hanya perlu ke wilayah pasar Bunga Kalisari. Setelah pasar, lurus terus hingga terdapat Tugu Muda. Kampung Pelangi akan langsung terlihat dari situ.

Alamat: Jl. Wonosari III, Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50244.

Harga tiket masuk: Rp3.000 per orang.

Jam buka: Selama hari terang.

3. Menikmati Seni di Semarang Contemporary Art Gallery

Sumber: Shutterstock.com

Galeri seni selalu menyimpan hal menarik untuk dinikmati dan dipelajari. Demikian juga dengan Semarang Contemporary Art Gallery yang artistik.

Sobat tiket yang mau melihat-lihat karya seni di galeri seni kontemporer ini bisa dengan mudah mengakses tempatnya. Ini dikarenakan lokasinya yang berdekatan dengan Gereja Blenduk dan Taman Srigunting. Jaraknya hanya sekitar 100 meter.

Di sini, kamu akan menemukan beraneka karya seni kontemporer yang unik dan menarik. Tak hanya lukisan, patung juga ikut dipamerkan di galeri yang berdesain minimalis ini. Setiap karya seni dilengkapi dengan penjelasan informatif untuk dipelajari.

Sejak Perang Dunia II, modernisasi telah menjamah perkembangan seni dunia. Sejak saat itulah, seni kontemporer semakin banyak bermunculan.

Pada dasarnya, seni kontemporer mencakup tak berlakunya aturan konvensional. Seni kontemporer lebih tertuju kepada seni yang sedang berlangsung atau terjadi di saat tertentu.

Meski tak punya halaman depan, namun terdapat Taman Srigunting yang cantik persis di depannya. Sedangkan di sebelah baratnya, terdapat Gereja Blenduk. Dulunya, bangunan bergaya Spanish Colonial ini dibangun oleh seorang Belanda bernama Tuan Addler pada tahun 1895.

Alamat: Jl. Taman Srigunting No.5-6, Tj. Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah 50174.

Harga tiket masuk: Rp10.000 per orang.

Jam buka: Setiap hari, pukul 10.00 – 16.30.

4. Menelusuri Sejarah di Gereja Blenduk

Sumber: Shutterstock.com

Apa keistimewaan dari Gereja Blenduk ini? Bergaya arsitektur Doria, gereja ini sudah berdiri sejak tahun 1753. Gereja Blenduk menjadi tempat peribadatan tertua bagi umat Kristiani. Dulunya, bangunan dengan kubah merah bata yang menarik perhatian ini dibuat oleh W. Westmaas dan H.P.A. de Wilde.

Sejatinya, Gereja Blenduk bernama Gereja GPIB Immanuel dengan bangunan bergaya a la kuil-kuil Yunani tertua. Meski tampilannya sederhana, namun bangunan ini masih berdiri kokoh hingga sekarang. Ciri khas arsitektur ini yakni tiangnya yang langsung ditegakkan di atas lantai.

Kini, keelokan gereja yang berkesan neo-gothik ini tak hanya sukses menjadi salah satu ikon Kota Semarang. Gereja Blenduk juga telah menjadi salah satu destinasi wisata paling top di kota ini.

Selain itu, gereja ini kini sudah menjadi salah satu bangunan cagar budaya. Bangunan cagar budaya berarti bentuk asli gedung tersebut tak boleh diubah. Dengan membayar retribusi, sobat tiket bisa memasuki gereja dan melihat-lihat interiornya yang cantik—selama kebaktian tak sedang berlangsung.

Alamat: Jl. Letjen Suprapto No.32, Tj. Mas, Kec. Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah 50174.

Harga tiket masuk: Donasi Rp 10.000 per orang.

Jam buka: 06.00 – 12.00.

Jangan Lewatkan Wisata Budaya di Semarang!

Beragam tempat menarik dan sarat akan budaya yang ada di kota Semarang pastinya seru banget untuk dikunjungi. Agar kunjunganmu makin nyaman dan seru, kamu juga bisa pesan hotel dari tiket.com sekarang.

Kalau cari oleh-oleh, kamu bisa menyambangi Jalan Pandanaran untuk membeli buah tangan sebelum pulang. Kuy sobat tiket, lestarikan budaya di Semarang dengan berwisata ke tempat-tempat di atas.

*Harga saat artikel ditulis