,

5 Objek Wisata Budaya di Bandung, Liburan Sambil Belajar

Bicara soal kebudayaan Indonesia memang nggak akan pernah ada matinya, mengingat Indonesia punya beragam budaya unik yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Salah satu daerah yang masih melestarikan budaya aslinya adalah Bandung. Ada beberapa objek wisata budaya di kota ini yang bisa kamu kunjungi, lho!

Liburan Sambil Belajar Budaya

Liburan mengunjungi objek wisata alam atau taman hiburan itu sudah menjadi hal yang biasa. Buat sobat tiket yang ingin belajar budaya khas Sunda dengan cara yang menarik, kamu bisa mengunjungi 5 tempat wisata budaya di Bandung ini, lho! Cek tempatnya di sini:

1. Belajar Bermain Angklung di Saung Angklung Udjo

Alamat: Jl. Padasuka No.118, Pasirlayung, Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung

Siapa sih yang tak kenal dengan tempat wisata Saung Angklung Udjo? Kamu yang sering jalan-jalan ke Bandung pasti akrab mendengar objek wisata budaya yang satu ini. Tapi, apa kamu sudah pernah mengunjunginya? Nah, buat sobat tiket yang belum tau, Saung Angklung Udjo merupakan pusat pelestarian serta pertunjukan beberapa kebudayaan tradisional Jawa Barat, salah satunya adalah angklung.

Berdiri sejak tahun 1966, Saung Angklung Udjo selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Jika sobat tiket ingin menikmati pertunjukan seni, kamu bisa menyaksikannya mulai dari 15.30 WIB sampai 17.00 WIB.

Selama 1,5 jam pertunjukan, kamu bakal terhibur oleh sejumlah atraksi menarik. Acara dibuka dengan pagelaran wayang golek yang berlangsung sekitar 10-15 menit. Meski sering diselingi oleh banyolan khas Sunda, namun pementasan wayang golek ini juga mengandung pesan moral.

Selanjutnya ada Helaran, yaitu pertunjukan seni menyerupai pawai yang biasa digelar saat khitanan dan panen raya. Selain bersifat hiburan, Helaran juga bermakna sebagai ucapan syukur kepada Tuhan. Tidak berhenti sampai di situ, kamu juga akan dimanjakan dengan tarian topeng khas Cirebon dan dilanjutkan dengan acara puncak yaitu Angklung Orkestra.

Angklung merupakan alat musik tradisional, tapi lagu yang dimainkan selama pertunjukan cukup beragam, lho! Jadi, selain lagu Sunda, Sobat Tiket juga akan mendengarkan lagu dangdut hingga lagu mancanegara. Acara selanjutnya yaitu bermain angklung bersama dengan arahan dari instruktur. Di akhir acara, penonton diajak untuk menari dan bernyanyi  bersama, nggak peduli muda atau tua.

2. Melihat Karawitan di Taman Budaya Dago

Alamat: Jl. Bukit Dago Sel. No.53A, Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung

Puas menikmati pertunjukan angklung di Saung Angklung Udjo, sobat tiket bisa melanjutkan perjalanan ke Taman Budaya Dago. Berlokasi di wilayah Bandung Utara, Taman Budaya Dago dulunya dikenal sebagai Dago Tea House. Dinamakan demikian karena kawasan tersebut menjadi lokasi orang-orang Belanda zaman dulu untuk melakukan kebiasaan minum teh.

Sekitar tahun 1970, Dago Tea House kemudian dipilih oleh Dirjen Kebudayaan Depdikbud saat itu, Ida Bagus Mantra, sebagai pusat kebudayaan dan kesenian. Sekarang, Taman Budaya Dago sering menggelar acara kebudayaan baik seni tradisional dan kontemporer tiap tahunnya.

Dibangun di atas lahan seluas 4 hektar, di sana kamu bisa menikmati sejumlah fasilitas yang ada. Di antaranya adalah arena panggung terbuka yang sering dijadikan lokasi pertunjukan Pantun Bubun, Tembang Sunda, Wayang Golek, dan Karawitan.

Ada juga teater taman yang juga menjadi lokasi pertunjukan. Kalau mau melihat pameran seni rupa, Taman Budaya Dago juga dilengkapi dengan ruang galeri. Setelah puas berkeliling, nggak ada salahnya mengisi perut dengan menikmati sajian dari kafe Boga Kuring yang ada di lokasi. 

3. “Tanah Suci-nya Bandung” di Kampung Adat Mahmud

Alamat: Jl. Mahmud, RT.02/RW.04, Mekar Rahayu, Kec. Margaasih, Bandung

Sebuah kampung yang dihuni oleh 200 kepala keluarga, Kampung Adat Mahmud dikenal sebagai pusat penyebaran agama Islam di Bandung. Orang-orang bahkan menyebutnya sebagai ‘tanah suci’-nya Bandung. Sebutan tersebut ternyata tidaklepas dari nama Eyang Abdul Manaf yang merupakan pendiri Kampung Adat Mahmud.

Menurut cerita, Eyang Abdul Manaf merupakan keturunan ke tujuh dari Syarif Hidayatullah atau dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. Di kampung inilah, Eyang Abdul Manaf mulai menyebarkan ajaran Islam dengan didampingi oleh dua muridnya, yaitu Eyang Agung Zainal Arif dan Eyang Abdullah Gedug.

Berbicara tentang nama asal kampung, kata mahmud diambil dari kata mahmuda yang merujuk pada kata akhlakul mahmudah yang berarti akhlak terpuji. Sebutan ini mulai muncul karena masyarakat setempat memiliki perilaku terpuji seperti amanah, rajin ibadah, dan jujur.

4. Barisan Rumah Tradisional di Kampung Adat Cikondang

Alamat: Lamajang, Kec. Pangalengan, Bandung

Jalan-jalan ke Bandung, sekalian aja mampir ke Kampung Adat Cikondang. Diperkirakan muncul sekitar tahun 1800-an, di sini kamu akan menjumpai deretan rumah tradisional yang terbuat dari kayu, bambu, dan ijuk. Kabarnya, dalam pembangunan rumah adat Cikondang, masyarakat setempat tidak menggunakan paku melainkan tali ijuk sebagai pengikat.

Selain bangunan rumahnya yang masih dijaga keasliannya, masyarakat Kampung Adat Cikondang ternyata masih menjaga sejumlah ritual adat, salah satunya yaitu ritual yang digelar setiap tanggal 15 Muharram.

Pada acara tersebut, masyarakat setempat akan berkumpul untuk mengucapkan rasa syukur dan memanjatkan doa bersama atas datangnya tahun baru. Karena pentingnya ritual ini, persiapannya pun dilakukan dari jauh-jauh hari, biasanya mulai tanggal 1-14 Muharram.

Berkunjung ke Kampung Adat Cikondang, rasanya nggak lengkap kalau kamu belum mencicipi kuliner khasnya. Setidaknya ada sekitar 45 jenis kuliner yang bisa di coba di sini, Klontong, Opak, Raginang, dan Ampeang.

Serupa seperti apa yang yang dilakukan Suku Badui, masyarakat Kampung Adat Cikondang nggak pernah pakai peralatan elektronik seperti  TV, kulkas, dan radio dalam kesehariannya.

Satu lagi yang unik dari Kampung Adat Cikondang yaitu keberadaan Hutan Larangan yang kabarnya sangat keramat dan dipenuhi oleh mitos-mitos. Apalagi nggak semua pengunjung bisa memasukinya, lho. Kaum non-muslim dan wanita yang sedang menstruasi nggak diperkenankan berkunjung ke Hutan Larangan.

5. Mencoba Beras Singkong di Kampung Adat Cirendeu

Alamat: Leuwigajah, Kec. Cimahi Sel., Kota Cimahi

Nama Cirendeu diambil dari nama pohon rendeu yang merupakan bahan alami untuk obat herbal. Konon, pohon rendeu dulunya banyak ditemukan di kampung ini. Inilah alasan mengapa dinamakan sebagai Kampung Adat Cirendeu. Dalam kesehariannya, masyarakat Kampung Adat Cirendeu masih memegang teguh kepercayaan Sunda Wiwitan.

Bila umumnya masyarakat Indonesia mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok, namun tidak demikian dengan masyarakat Kampung Adat Cirendeu. Bukan beras, melainkan singkong yang menjadi makanan pokok orang-orang di Kampung Adat Cirendeu.

Tradisi tidak mengonsumsi nasi ini telah berlangsung sejak tahun 1918 dan termasuk sebagai larangan adat yang harus dipatuhi. Kabarnya, apabila ada masyarakat Kampung Adat Cirendeu yang memakan nasi, maka orang tersebut akan dikenakan sanksi sosial.

Nggak hanya pandai mengolah singkong menjadi rasi (beras singkong), masyarakat setempat juga pandai memanfaatkan bagian tanaman singkong yang lain. Jadi, selain digunakan untuk membuat rasi, bagian umbi juga biasa diolah menjadi cimpring dan opak.

Sementara bagian batang akan dimanfaatkan menjadi bibit, daun singkong dapat dijadikan sebagai lalapan atau sayur. Hampir tidak ingin menyisakan apapun, masyarakat Kampung Adat Cirendeu bahkan memanfaatkan kulit singkong bagian dalam untuk membuat dendeng. Benar-benar kreatif ya, sobat tiket! 

Ingin Berkunjung ke Sana?

Itu dia 5 tempat wisata budaya Bandung yang bisa kamu kunjungi saat liburan. Selain jalan-jalan, kamu juga bisa menyelami kearifan budaya masyarakat setempat. Kamu juga bisa  mengunjungi tempat wisata yang bernuansa Bandung tempo dulu yang tidak kalah menariknya, lho!

Selanjutnya untuk memulai jalan-jalanmu ke bandung, sobat tiket bisa memesan tiket kereta ke Bandung lewat tiket.com. Ada promo khusus kereta yang bisa kasih diskon oke punya. Siapa bilang liburan sambil belajar nggak bisa seru? Ayo ke Bandung sekarang, sobat tiket!