perluasan peraturan ganjil genap Jakarta

,

Info Lengkap Peraturan Ganjil Genap Jakarta 2020 Terbaru

Peraturan ganjil genap Jakarta sudah lama menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan di kota Jakarta. Peraturan yang diterapkan oleh Pemkot Kota Jakarta ini tadinya adalah untuk mendukung kelancaran mobilisasi atlet yang berpartisipasi dalam event Asian Games 2018.

Namun, setelah Asian Games 2018 berakhir, penerapan peraturan ganjil genap Jakarta ini masih tetap dipilih sebagai solusi untuk mengurangi kemacetan di ibukota.

Pengertian ganjil genap adalah pembatasan kendaraan untuk melalui ruas jalan tertentu dengan syarat kendaraan berpelat nomor genap hanya boleh melalui jalan tersebut di tanggal genap dan sebaliknya.

Nah, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui mengenai peraturan yang ada di Jakarta ini. Yang pertama adalah jadwal ganjil genap Jakarta beserta areanya. Berikut informasi selengkapnya.

Catat, Jam Ganjil Genap Jakarta

Telah dijelaskan di atas bahwa pada tahun 2020, peraturan ganjil genap Jakarta masih tetap diterapkan dengan area yang diperluas.

peraturan ganjil genap Jakarta

Uji coba perluasan peraturan ganjil genap dilakukan mulai tanggal 12 Agustus sampai 6 September 2019. Perluasan peraturan ganjil genap Jakarta ini mulai diberlakukan pada 9 September 2019.

Peraturan ini berlaku setiap hari Senin hingga Jumat dan tidak berlaku saat hari libur nasional. Jam ganjil genap Jakarta 2020 adalah pukul 06.00 – 10.00 WIB dan pada pukul 16.00 – 21.00 WIB.

Jangan lupa kalau adanya peraturan ini membuat kendaraan berplat nomor genap melalui jalur ganjil genap hanya di tanggal genap, sedangkan kendaraan berplat nomor ganjil hanya bisa melewati jalur ganjil genap pada tanggal ganjil. Oiya, Angka nol (0) dianggap genap, ya.

Setelah mengetahui tentang jam ganjil genap, kamu juga perlu untuk mengetahui jalur ganjil genap Jakarta terbaru. Simak pembahasan di bawah ini untuk informasi selengkapnya, sobat tiket.

Jalur Ganjil Genap Jakarta Terbaru

Hal selanjutnya yang harus kamu tahu tentang peraturan ini tentu saja tentang jalur atau ruas jalan yang diberlakukan.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, area penerapan peraturan ganjil genap diperluas per tanggal 9 September 2019.

Berikut ini adalah jalan yang kena ganjil genap di Jakarta beserta perluasannya. Ada 25 ruas jalan yang antara lain adalah:

  1. Jalan Medan Merdeka Barat;
  2. Jalan M.H. Thamrin;
  3. Jalan Jenderal Sudirman;
  4. Sebagian Jalan Jenderal S. Parman (mulai dari simpang Jalan Tomang Raya sampai dengan simpang Jalan KS. Tubun);
  5. Jalan Gatot Subroto;
  6. Jalan Jenderal M.T. Haryono;
  7. Jalan Jenderal D.I. Panjaitan;
  8. Jalan Jenderal Ahmad Yani; dan
  9. Jalan H.R. Rasuna Said.
  10. Jl. Pintu Besar Selatan
  11. Jl. Gajah Mada
  12. Jl. Hayam Wuruk
  13. Jl. Majapahit
  14. Jl. Panglima Polim
  15. Jl. Sisingamangaraja
  16. Jl. RS Fatmawati (dari simpang Jl. Ketimun 1 sampai simpang Jl. TB Simatupang)
  17. Jl. Balikpapan
  18. Jl. Suryopranoto
  19. Jl. Kyai Caringin
  20. Jl. Tomang Raya
  21. Jl. Pramuka
  22. Jl. Salemba Raya
  23. Jl. Kramat Raya
  24. Jl. Senen Raya
  25. Jl. Gunung Sahari

Jalur Ganjil Genap Jakarta

Sanksi untuk Pelanggar Peraturan Ganjil Genap

Peraturan ganjil genap dibuat untuk dipatuhi oleh para pengguna jalan di Jakarta. Maka dari itu, diberlakukan sanksi tersendiri untuk para pelanggar peraturan ganjil genap di Jakarta.

Sanksi peraturan ini diberlakukan sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta. Sanksi ganjil genap Jakarta dibedakan menjadi:

1. Sanksi Slip Biru

Pengendara kendaraan bermotor yang tertangkap melanggar peraturan ganjil genap bisa memilih untuk meminta jenis slip sanksi yang akan dia dapatkan, sobat tiket.

Kalau pelanggar memilih diberikan slip biru, berarti pelanggar tersebut nggak perlu menjalani sidang terlebih dahulu, tetapi harus membayar denda maksimal 500 ribu Rupiah.

Ketika seorang pengendara diketahui melanggar peraturan ganjil genap, pengendara tersebut harus menyerahkan SIM atau STNK kendaraan bermotornya. Surat-surat ini akan disita sampai denda sanksi peraturan ganjil genap ini dibayar.

Cara pembayarannya pun nggak langsung bayar di tempat, sobat tiket. Pengemudi yang melanggar aturan tersebut harus datang ke bank BRI yang diinformasikan oleh petugas untuk membayar denda melalui transfer.

Setelah ia mendapatkan bukti pembayaran denda ganjil genap, slip pembayaran tersebut bisa digunakan untuk mengambil SIM atau STNK yang disita oleh petugas.

2. Sanksi Slip Merah

Selain sanksi ganjil genap yang berupa slip biru, ada juga sanksi berupa slip merah. Pengendara yang diketahui melakukan pelanggaran ganjil genap bisa mengajukan banding jika ia nggak terima dengan besaran denda yang harus dibayar.

Maka, satu-satunya cara yang harus dilalui adalah dengan menjalani proses sidang. Nantinya, hakim lah yang akan memutuskan besaran denda yang harus dibayarkan oleh pengemudi kendaraan yang melanggar peraturan ganjil genap ini.

Sanksi ini sudah berlaku sejak tanggal 1 Agustus 2018 hingga sekarang. Sebagai informasi, banyak polisi yang akan berjaga di rute ganjil genap, sobat tiket. Ada sekitar 10 hingga belasan polisi yang ditugaskan berjaga di satu ruas jalan. Maka dari itu, demi kebaikan bersama, lebih baik patuhi peraturan agar nggak terjadi penyesalan gara-gara kena tilang, ya.

13 Kendaraan yang Dibebaskan dari Peraturan Ganjil Genap Jakarta

Peraturan ini diberlakukan utamanya untuk membatasi jumlah mobil pribadi. Jadi, ada beberapa jenis kendaraan yang dibebaskan dari peraturan ganjil genap Jakarta, yaitu:

  1. Kendaraan yang membawa masyarakat disabilitas;
  2. Kendaraan ambulans;
  3. Kendaraan pemadam kebakaran;
  4. Kendaraan angkutan umum (pelat kuning);
  5. Kendaraan yang digerakkan dengan motor listrik;
  6. Sepeda motor;
  7. Kendaraan angkutan barang khusus Bahan Bakar Minyak dan Bahan Bakar Gas;
  8. Kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara Republik Indonesia (Presiden, Wakil Presiden, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Ketua Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, Badan Pemeriksaan Keuangan);
  9. Kendaraan dinas operasional berpelat dinas, TNI, dan Polri;
  10. Kendaran pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara;
  11. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas;
  12. Kendaraan pengangkut uang Bank Indonesia, antar bank, pengisian anjungan tunai mandiri dengan pengawasan dari Polri;
  13. Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Polri, seperti kendaraan pengangkut uang dengan pengawasan Polri.

Terutama buat kamu yang berdomisili di Jakarta, kamu harus ingat jalur dan jadwal peraturan ganjil genap ini biar nggak pedih kalau sekian ratus ribu melayang gara-gara kena tilang.

Oh ya, buat kamu yang berkunjung ke Jakarta dari luar kota, kamu bisa mencari alternatif kendaraan buat muter-muter keliling Jakarta, kamu bisa sewa mobil di Jakarta buat mencicipi pengalaman berwisata anti mainstream di objek wisata khas Kota Jakarta.

Nah kalau kamu tinggal di luar Jakarta gimana dong? Tenang kamu bisa mencari tiket pesawat dan hotel murah di Jakarta untuk memulai petualangan di ibukota. Yang perlu diingat, seseru apapun perjalananmu nanti, kamu harus tetap mematuhi peraturan yang berlaku, ya sobat tiket.

Selamat jalan-jalan!

 

Baca Juga:

Sanksi Ganjil Genap Jakarta, Berapa Denda Tilangnya Jika Melanggar?

Info E-Tilang Jakarta: Apa Itu E-Tilang & Bagaimana Prosedurnya?

Daftar Terminal Bandara Soekarno Hatta

Peta Rute KRL Jabodetabek Terbaru dan Terlengkap