,

5 Festival Unik di Jepang yang Wajib Kamu Datangi, Meriah Banget!

Tidak bisa dipungkiri kalau Jepang memiliki aneka ragam budaya yang menarik. Budaya menarik tersebut dapat terlihat lewat karya masyarakatnya dan juga festival menarik yang diadakan saat momen spesial. Ada perayaan yang dilaksanakan setiap tahun, dan ada pula yang dilakukan hanya pada momen tertentu.

Mulai dari Cerahnya Pagi hingga Gemerlapnya Malam 

Jepang dikenal sebagai negara maju di bidang telekomunikasi, permesinan dan robotika. Tidak hanya itu, berbagai budaya Jepang juga dikenal masyarakat dunia. Salah satu bentuk budaya yang masih terus dijalankan adalah perayaan/festival. Mulai dari perayaan musim panas hingga perayaan sakura juga bisa kamu temukan di Jepang.

Aneka ragam perayaan di Jepang dibuat meriah dan besar-besaran. Dalam bahasa Jepang, matsuri artinya perayaan. Tidak heran jika beberapa judul perayaan diikuti dengan kata matsuri. Apa saja festival di Jepang yang bisa kamu kunjungi saat liburan di sana? Simak ulasan dari tiket.com berikut ini ya!

1. Sambut Perayaan Obon dengan Tari Awa

Perayaan Obon di Jepang adalah serangkaian perayaan untuk menyambut arwah leluhur. Tari Awa adalah sebuah tarian yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang disebut ren berasal dari Provinsi Awa, Jepang sebagai tarian menyambut perayaan Obon. Setiap kelompok penari bisa terdiri dari lusinan penari.

Sekitar 400 tahun yang lalu, Festival Tari Awa dilakukan karena perintah dari penguasa Istana Tokushima (Hachisuka Iemasa) kepada penduduk Tokushima. Pada riwayat lain, tarian ini mulai dilakukan sejak Tokushima dijadikan wilayah administrasi tersendiri (han). Tarian Awa juga dikatakan gerakan yang disertai doa agama Buddha.

Sobat tiket dapat bergabung dalam kelompok Niwaka Ren tanpa mendaftar dan gratis untuk turut berpartisipasi dalam festival ini. Gerakan anggun bagi wanita dan dinamis untuk laki-laki serta kostum yang berbeda menarik untuk dicoba. Seru dan meriah!

Lokasi: Tokushima, Provinsi Awa

Jadwal: Diselenggarakan setiap tahun pada tanggal 12-15 Agustus (jadwal bisa berubah setiap tahunnya)

2. Menari dengan Ribuan Payung Shan Shan Matsuri

Pada periode Edo (1603-1867) diceritakan ada seorang lelaki tua bernama Gorosaku menari dengan payung untuk berdoa memohon hujan. Gorosaku menari hingga ajal menjemput dan kekeringan berakhir. Sejak tahun 1965, kelompok penari berlomba menggunakan pakaian yang bagus dan payung berhias untuk Shan Shan Matsuri.

Kata shan shan diambil dari suara gemerincing logam kecil persegi empat yang ada di payung hias khas Jepang. Tarian payung shan shan di Tottori tercatat sebagai tarian payung terbesar di dunia dalam Guinness Book of Records pada tahun 2014. Sebelum menikmati indahnya tarian payung, perhatikan budaya Jepang yang wajib kamu tahu.

Tarian termudah dalam bagian tarian payung Inaba ini memperbolehkan pengunjung untuk mencoba menari payung yang digunakan peserta festival. Pada malam hari, panitia menyuguhkan keindahan kembang api yang bisa sobat tiket nikmati sambil menyantap makanan tradisional khas Jepang. 

Lokasi: Tottori-shi, Tottori

Jadwal: Diselenggarakan setiap tahun pada tanggal 13-15 Agustus (jadwal bisa berubah setiap tahunnya)

3. Berfantasi di Berbagai Bangunan Es

Sounkyo Ice Fall Festival adalah tempat wajib bagi pengagum musim dingin yang indah. Air dari sungai Ishikari yang membeku dipahat hingga membentuk bangunan dan pemandangan yang luar biasa. Sounkyo terletak di kaki gunung Daisetsuzan dengan berbagai formasi alam yang menakjubkan.

Sumber: Shutterstock.com

Benteng, istana, patung hewan, hingga labirin yang terbuat dari es bisa kamu jelajahi dalam festival ini. Lampu warna warni menemani sobat tiket menjelajah dalam dinginnya es yang menawan. Di Sounkyo suhu paling dingin bisa mencapai minus 10 derajat celcius. Jangan lupa bawa baju hangat!

Menikmati makanan atau minum teh hangat bisa jadi salah satu kegiatan wajib selama di festival ini. Jika berkunjung pada malam hari, kembang api warna warni menemani sobat tiket pada akhir pekan. Festival yang ada sejak tahun 1976 ini selalu dinantikan wisatawan dan masyarakat Jepang karena keindahannya.

Lokasi: Sounkyo Onsen, Taman Nasional Daisetsuzan, Hokkaido

Jadwal: Diselenggarakan setiap tahun pada akhir Januari sampai Maret

4. Parade Obor Sepanjang Malam

Festival Api Kurama atau Kurama no Hi-Matsuri diselenggarakan sejak tahun 940. Festival ini dilakukan untuk menghormati Dewa Kurama yang dipercaya mendiami Gunung Kurama. Festival api yang dipusatkan di Kuil Kurama ini dipercaya masyarakat dapat menjauhkan ibukota dari marabahaya dan roh jahat.

Obor raksasa seberat 50-80 kilogram menjadi sorotan selama festival berlangsung. Anak-anak biasa membawa obor berukuran kecil, untuk obor raksasa dibawa oleh orang dewasa. Festival ini diawali dengan menyalakan api unggun di masing-masing pekarangan rumah penduduk saat matahari akan terbenam.

Api unggun yang sudah menyala dikelilingi dan benda bersejarah seperti pedang, perisai atau lukisan didekatkan. Usai prosesi ini, anak-anak hingga dewasa berganti pakaian dengan warna terang dan berkumpul di jalanan utama sambil membawa taimatsu (sejenis obor). Langit kota Kyoto menjadi terang benderang saat festival ini berlangsung.

Lokasi: Kuil Kurama, Kurama, Kyoto

Jadwal: Diselenggarakan setiap tahun pada tanggal 22 Oktober (jadwal bisa berubah setiap tahunnya)

5. Festival Air dan Cahaya paling Simbolik di Osaka

Tenjin Matsuri adalah sebuah perayaan yang dianggap satu dari tiga festival terbesar di Osaka. Dua festival lainnya adalah Gion Matsuri di Tokyo dan Kanda Matsuri di Tokyo. Osaka dikenal sebagai kota air dan cahaya. Tenjin memiliki arti dewa langit sedangkan matsuri artinya perayaan.

Festival yang diadakan sejak tahun 951 ini menggabungkan festival perahu, ribuan kembang api, dan parade Omikoshi atau kuil berjalan. Kimono musim panas (yukata-yukata) dengan warna beragam dilengkapi dengan sandal kayu (geta) khas Jepang yang unik akan banyak digunakan peserta festival. Siapkan kimono sobat tiket juga, ya!

Sumber: Shutterstock.com

Seorang cendekiawan  bernama Sugawara no Michizane dihormati sebagai Dewa Pembelajaran dan festival ini dilaksanakan untuk memperingati prosesi cendekiawan tersebut diangkat menjadi dewa. Festival ini diawali dengan Yomiya-sai yaitu ritual dan doa untuk kelancaran festival. 

Kucuran keringat kebahagiaan tampak di kening peserta parade baik tua maupun muda. Iringan musik tradisional terus terdengar selama festival berlangsung. Menikmati parade perahu di Sungai Okawa sambil menikmati jajanan di pinggir sungai adalah salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan.

Ribuan kembang api diluncurkan dengan megah dan mewah ketika malam mulai menyelimuti langit Osaka. Sebuah penutup festival yang banyak menjadi sorotan wisatawan dan masyarakat Jepang. Pesan tiket pesawat di tiket.com sekarang untuk mendapatkan harga terbaik dari Indonesia ke Jepang.

Lokasi: Tenmangu Shrine, Osaka

Jadwal: Diselenggarakan setiap tahun pada tanggal 24-25 Juli (jadwal bisa berubah setiap tahunnya)

Festival atau perayaan selalu jadi kegiatan yang menarik dan patut dikunjungi. Kalau di Jepang ada Festival Tari Awa, di Belitung ada Festival Cap Go Meh dan festival lain yang siap menyambut sobat tiket. Mau ke Jepang, Belitung, bahkan keliling dunia pesan akomodasi selama liburan hanya di tiket.com ya!