Desa Sasak Sade

,

[Lombok Series]: Mengenal Desa Sasak Sade, Suku Asli Pulau Lombok dengan Segala Kesederhanaannya

Desa Sasak Sade – Mengunjungi suatu kota atau negara, tentu akan ada beberapa hal menarik yang wajib untuk ditelusuri lebih jauh. Bisa berupa kuliner khas, tempat wisata populer, hingga tradisi dan adat istiadat kota atau negara tersebut.

Sama halnya dengan Pulau Lombok. Pulau yang dijuluki Pulau Seribu Masjid ini juga menyimpan banyak adat istiadat yang menarik untuk dicari tahu lebih lanjut. Sobat tiket tipe wisatawan yang menyukai wisata budaya?

Lombok menjadi salah satu tempat yang bisa kamu kunjungi untuk bisa menjelajah wisata budayanya, lho. Yuk, baca selengkapnya mengenai Desa Sasak Sade di Pulau Lombok yang masih menjalankan kehidupan tradisionalnya yang menarik ini.

Desa Sasak Sade, Kehidupan Tradisional yang Berdampingan dengan Kemodernan

Begitu memasuki kawasan ini, kamu pasti akan bertanya-tanya sisi tradisional apa yang ada di Desa Sasak Sade. Karena berbeda dengan yang ada di pikiran kamu, mengenai desa yang sesungguhnya, Desa Sasak Sade justru berada di lingkup yang bisa dikatakan sudah modern. Namun, begitu melihat gapura bertuliskan Desa Sasak Sade, kamu akan melihat keunikannya.

Mulai dari pintu masuk gapura ini, para tamu akan ditemani oleh satu orang pemandu yang akan menjelaskan setiap detail Desa Sasak Sade. Namun, jangan lupa untuk memberikan uang tip ke pemandu sebesar Rp20.000 di akhir sesi ya, sobat tiket.

Pertama, kamu akan dibawa ke sebuah pondokan kecil, yaitu tempat untuk menulis daftar tamu dan juga uang masuk seikhlasnya. Tidak ada patokan harga kok untuk bisa memasuki kawasan desa ini, sobat tiket.

Selanjutnya, kamu akan dibawa berkeliling Desa Sasak Sade. Melihat kehidupan di desa ini, sejarah dan perkembangannya, hingga hasil kerajinan tangan yang menjadi sumber penghasilan masyarakat Sade.

1. Bale Lumbung (Lumbung Padi)

Saat mulai menelusuri setiap sudut di desa ini, kamu pasti akan menemukan Bale Lumbung, atau lumbung padi yang dimiliki oleh Desa Sasak Sade ini. Uniknya, yang boleh mengambil padi di lumbung ini hanyalah kaum wanita. Karena masyarakat Sasak Sade percaya, jika kaum pria yang mengambil padi di lumbung ini akan mengalami kemandulan.

Lumbung padi ini menjadi tempat penyimpanan hasil panen masyarakat di Desa Sasak Sade, yang mana setiap lumbungnya bisa dipakai oleh 5-6 kepala keluarga. Keunikan lainnya yang bisa kamu temui dari Bale Lumbung ini adalah bangunannya yang dibuat tinggi. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari banjir dan juga hama tikus. Sehingga hasil tani tetap terjaga.

2. Bale Tani (Tempat Tinggal)

Bale Tani merupakan rumah adat suku Sasak yang ada di Desa Sasak Sade. Kamu tau nggak sih, sobat tiket, kalau rumah adat ini terbuat dari bahan-bahan alami? Berupa atap alang-alang, dinding dari kayu dan bambu anyam, serta lantai dari tanah liat bercampur jerami dan kotoran kerbau. Terbentuknya rumah adat suku Sasak ini tak luput dari filosofi yang dipercaya masyarakat setempat.

Tempat tinggal suku Sasak Sade ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu Bale dalam dan Bale luar. Bale dalam diperuntukkan sebagai tempat tidur anggota keluarga wanita, tempat melahirkan, dan juga untuk dapur. Sedangkan Bale luar diperuntukkan bagi anggota keluarga lainnya dan sebagai ruang tamu atau ruang kumpul keluarga.

Jika sobat tiket datang ke desa ini, maka kamu akan menemui pintu-pintu rumah yang dibuat rendah yang memiliki arti penghormatan kepada pemilik rumah. Ada pula anak tangga dengan 3 tundukan yang memiliki filosofi dilahirkan, berkembang, dan juga meninggal.

Keunikan dari Bale Tani tidak hanya sampai disitu saja lho, sobat tiket. Namun juga mengenai cara membersihkan lantai di Bale Tani yang menggunakan kotoran kerbau yang baru saja dikeluarkan. Hal ini dipercaya dapat mengendapkan debu yang menempel serta dapat mengusir nyamuk. Meskipun begitu, pengepelan dengan menggunakan kotoran kerbau tidak menimbulkan bau yang tidak sedap kok, sobat tiket.

3. Tradisi Peresean dan Gendang Beleq

Hingga saat ini, suku Sasak masih melestarikan tradisinya lho, sobat tiket. Salah satunya adalah tradisi Gendang Beleq dan Peresean. Beruntungnya, tim tiket.com bisa menyaksikan keseruan tradisi ini saat datang berkunjung ke Desa Sasak Sade. Gendang Beleq merupakan alat musik tradisional suku Sasak yang berupa sebuah gendang besar.

Alunan dari gendang ini lah yang menjadikan tari Gendang Beleq semakin hidup. Namun, fungsi dari gendang ini tak hanya sebatas itu saja. Gendang beleq juga menjadi alat pengiring menuju peperangan, dan juga acara-acara adat di Lombok seperti pernikahan.

Selain itu, tim tiket.com juga menyaksikan atraksi Peresan lho, sobat tiket. Meskipun atraksi ini tidak langsung dimainkan oleh para ahlinya, melainkan hanya keseruan yang dilakukan oleh pengunjung. Namun rasanya tetap seru bisa menyaksikan atraksi yang memiliki arti pertahanan dalam peperangan ini.

Masing-masing petarung memegang satu perisai dan juga satu rotan yang berfungsi untuk pertahanan dan melukai lawan. Tradisi ini juga masih sering dilakukan oleh masyarakat Sasak sebagai ritual untuk meminta hujan saat kemarau panjang, sobat tiket.

4. Hasil Kerajinan Tangan

 

Bagi masyarakat asli Lombok, yaitu suku Sasak, menenun dan bertani adalah pekerjaan utama mereka. Bahkan, untuk wanita suku Sasak, menenun merupakan sebuah kewajiban yang juga menjadi penentu dari sudah bisa menikah atau belumnya mereka. Termasuk masyarakat yang tinggal di Desa Sasak Sade ini.

Kamu akan banyak menemui pondokan yang menjajakan kain-kain hasil tenunan dari wanita di desa ini. Nantinya, hasil dari penjualan ini akan dibagi rata oleh koperasi yang mengelolanya. Tidak hanya kain tenun, kamu juga bisa menemukan tas, gelang, kalung, dan lain sebagainya,

Sedangkan untuk harga yang dijual dimulai dari Rp50.000 hingga ratusan ribu. Oh iya, sobat tiket, kamu juga akan menemukan beberapa masyarakat di desa ini yang menjual hasil kerajinan tangannya. Seperti kipas tangan dari anyaman, hingga topi anyaman yang dijual mulai dari Rp10.000. Kamu bisa menjadikannya sebagai oleh-oleh juga, lho!

5. Cara Menuju Desa Sasak Sade

Untuk menuju Desa Sasak Sade tidak sulit kok, sobat tiket. Kamu bisa menggunakan kendaraan berupa mobil atau motor dengan jarak tempuh kurang lebih 15 menit dari Bandara Internasional Lombok.

Lokasi Desa Sasak Sade berada di Rembitan, Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Tidak sulit kok mencari lokasi desa ini. Karena letaknya yang berada di pinggir jalan besar. Kamu akan melihat sebuah gapura berbentuk bangunan khas Sasak dengan tulisan “Selamat Datang di Desa Sasak Sade.”

Mobilisasi di Lombok Lebih Mudah dengan Sewa Mobil di tiket.com

Ke mana pun tujuan kamu saat di Lombok sangat mudah untuk dijangkau dengan sewa mobil di Lombok via tiket.com. Rencanakan liburan seru kamu untuk eksplor Pulau Lombok bersama tiket.com!

Butuh referensi itinerary selama di Lombok? Tenang, sobat tiket! Karena tiket.com punya Contoh Itinerary Lombok 4D3N yang pastinya bikin liburan kamu makin seru dan berkesan!