,

Siap-Siap Terpana! Begini Cantiknya Blue Fire di Kawah Ijen

Saat mayoritas orang sedang tidur dengan lelap di tengah malam, para pendaki Gunung Ijen justru berjuang untuk dapat melihat blue fire di sepertiga malam terakhir. Ya, blue fire merupakan alasan utama mengapa banyak pengunjung yang datang ke Kawah Ijen sekalipun mereka harus melalui medan yang menanjak selama 2-3 jam.

Apa sih yang Membuat Blue Fire Begitu Menarik?

Sumber: Shutterstock

Pertama, sobat tiket perlu tahu nih kalau blue fire merupakan fenomena langka dan nggak semua gunung di Indonesia punya blue fire. Jadi, kalau mau tahu gimana cantiknya blue fire, kamu harus terbang dulu ke Banyuwangi.

Siapa pun yang berhasil mendapatkan momen blue fire dijamin bakal dibuat takjub. Pemandangan nyala api berwarna biru di tengah gelapnya malam seolah mampu menciptakan kesan magis namun tetap memikat hati wisatawan yang melihatnya.

Apalagi, nggak semua orang yang mendaki ke puncak Kawah Ijen pasti bisa melihat blue fire secara langsung. Oleh karena itu, sebelum memutuskan pergi ke Kawah Ijen, sebaiknya lakukan riset dulu kapan waktu terbaik untuk melihat blue fire.  

Lalu, bagaimana blue fire bisa terjadi?

Meski namanya punya embel-embel fire yang berarti api, namun secara fisik, blue fire tidak berbentuk api yang bisa membuatmu terbakar, melainkan gas hasil pembakaran belerang.

Seperti yang kamu tahu, Kawah Ijen punya kandungan belerang yang luar biasa. Ketika gas belerang bertemu dengan suhu yang tinggi dan oksigen, maka akan terjadi proses pembakaran dan menghasilkan efek blue fire seperti yang kamu lihat. Unik, ya! 

Kapan Waktu Terbaik untuk Melihat Blue Fire di Kawah Ijen?

Sumber: Shutterstock

Bila ditanya kapan waktu terbaik untuk melihat blue fire, jawabannya bisa beragam. Opsi pertama, kamu bisa datang ketika musim kemarau. Saat itu, blue fire kemungkinan akan terlihat lebih besar. Datang di waktu kemarau juga membuat proses mendaki lebih mudah daripada saat berkunjung di musim hujan.

Opsi ke dua adalah memilih bulan Desember sampai Januari sebagai waktu kedatangan. Kabarnya, di bulan tersebut kabut yang menyelimuti Kawah Ijen nggak begitu tebal, jadi kamu bisa leluasa saat menyaksikan blue fire.

Terakhir, sobat tiket harus tiba di puncak sekitar pukul 02.00-04.00 WIB. Bila datang di atas jam tersebut sebenarnya kamu masih bisa menyaksikannya, tapi nyala blue fire bakal mengecil seiring pagi menjelang. 

Waktu ideal yang diperlukan untuk mendaki memang 2-3 jam. Tapi buat kamu yang baru pertama kali naik gunung dan nggak biasa dengan medan yang menanjak, pendakian bisa berlangsung sampai 5 jam. Jadi, usahakan mulai pendakian lebih sore, ya! Jangan menunggu dini hari baru berangkat. 

Indahnya Kawah Ijen Banyuwangi

Sumber: Shutterstock

Selain blue fire, panorama kaldera Kawah Ijen juga nggak kalah menawan. Saat matahari mulai terbit, perlahan-lahan kamu bakal menyaksikan pemandangan danau berwarna hijau toska lengkap dengan kepulan asap yang menambah kesan dramatis.

Begitu cantiknya seakan berkedip bisa melewatkan setiap detail keindahan yang terbentang di depan mata. Nggak cuma itu saja, coba tengok pemandangan di belakangmu. Searah dengan jalur pulang, deretan gunung-gunung di sekitar Ijen terlihat menakjubkan.

Belum lagi, hamparan awan putih yang membentang mampu membuatmu seolah-olah sedang berada di sebuah negeri di atas awan. Benar-benar indah!

5 Tips Mendaki Gunung Ijen

Jalur pendakian menuju Kawah Ijen begitu menantang. Buat pendaki pemula, rasanya kamu perlu persiapan ekstra supaya bisa melewati trek dengan nyaman hingga tiba puncak dan menyaksikan blue fire yang diidam-idamkan. Coba cek 5 tips mendaki Gunung Ijen berikut ini. Siapa tahu bakal membantu. 

1. Siapkan Fisik yang Kuat

Tips pertama dan wajib banget buat dipersiapkan adalah fisik yang kuat. Pasalnya, selama mendaki kamu nggak bakal menemukan jalur yang landai sebelum mendekati bibir kawah. Kalau nggak dipersiapkan dengan matang, bisa-bisa tenagamu habis duluan sebelum tiba di puncak. 

Nah, untuk mendapatkan fisik yang prima, kamu harus membiasakan diri berolahraga mulai dari sekarang. Kekuatan kaki dan paha merupakan kunci utama agar bisa menaklukkan trek menanjak saat naik gunung. 

Beberapa jenis olahraga yang bisa kamu coba adalah jogging, naik turun tangga, dan squat satu kaki. 

2. Jangan Lupa Pakai Jaket yang Tebal

Kamu punya alergi dingin? Kalau begitu kamu perlu menyiapkan jaket yang tebal untuk menghalau udara dingin. Semakin mendekati puncak, angin yang berembus akan semakin kencang. 

Bila datang di musim kemarau, suhu udara di kawasan pegunungan bisa lebih rendah daripada musim hujan. Selain jaket, sobat tiket juga bisa membekali diri dengan perlengkapan lain seperti topi, sarung tangan, dan syal. 

3. Sebelum Mendaki, Ada Baiknya Kamu ke Toilet Dulu

Tips ke tiga yang nggak kalah penting adalah buang semua yang mengganjal di perutmu. Sebab, kalau sudah mendaki kamu bakal kesulitan menemukan toilet. 

Sebenarnya ada sih toilet, hanya saja nggak ada air di dalamnya. Untuk menemukan toilet lengkap dengan airnya, kamu harus tiba terlebih dahulu di pos pendakian terakhir. 

Karena menjadi satu-satunya toilet yang berfungsi, maka jangan kaget kalau antreannya begitu mengular. Penting untuk diketahui, toilet ini juga nggak bisa digunakan sewaktu-waktu, lho. Kalau aliran airnya sudah habis, maka toilet tersebut akan dikunci oleh penjaganya agar tetap bersih. Biaya toilet sebesar Rp5.000*.

4. Kalau Nggak Kuat, Kamu Bisa Pakai Jasa Ojek Troli

Tenaga habis di tengah jalan tapi sayang kalau nggak diteruskan? Tenang, kamu bisa menggunakan jasa ojek troli untuk mencapai puncak Gunung Ijen.

Troli yang digunakan berbentuk kereta dorong roda dua di mana nantinya kamu tinggal duduk di atasnya dan akan ada 3-4 orang untuk menarik troli tersebut. 

Berapa tarif per orangnya? Kamu harus membayar sekitar Rp800.000*, sementara untuk turis asing tarif yang ditawarkan sekitar Rp1.200.000*. Harga tersebut bisa berubah tergantung berat badanmu dan medan yang dilalui. 

Gimana? Mau naik troli aja atau terus jalan kaki?  

5. Siapkan Uang untuk Sewa Masker karena Bau Belerangnya Begitu Menyengat

Hingga saat ini Gunung Ijen masih aktif mengeluarkan gas belerang. Baunya pun begitu menyengat. Biar nggak terlalu banyak menghirup gas belerang yang kadang bikin dada sesak, kamu bisa sewa masker yang ditawarkan oleh penjual di sekitar kawah. Harga sewa maskernya sebesar Rp25.000*. Jangan lupa siapkan uangnya sebelum mulai mendaki, ya!

Kawah Ijen Memang Nggak Ada Duanya!

Sebagai salah satu ikon wisata Banyuwangi yang punya pemandangan memesona, sayang banget kalau kamu melewatkan objek wisata yang satu ini.

Apalagi, sekarang Banyuwangi punya bandara sendiri sehingga aksesnya jadi lebih mudah. Untuk mendapatkan tiket penerbangan ke Banyuwangi dengan harga terbaik, kamu bisa memesannya lewat tiket.com.

Sepulangnya dari Kawah Ijen, perut pasti terasa lapar, kan? Kamu bisa cobain kelezatan makanan khas Banyuwangi sebagai solusinya. Dari nasi tempong bercita rasa pedas sampai kue bikang yang manis dan empuk, semuanya bakal memuaskan perutmu yang lapar.