,

Hutan Djawatan Banyuwangi, Pesonanya Bukan Main!

Banyuwangi, kawasan di ujung timur Pulau Jawa ini sekarang menjelma jadi kota wisata dengan pesona luar biasa. Mulai dari Baluran, Pantai G-Land, dan Kawah Ijen, semuanya menjadi objek wisata andalan Banyuwangi.

Tapi, tahukah sobat tiket kalau Banyuwangi juga punya hutan wisata bernama Hutan Djawatan yang cantiknya bukan main? Bila penasaran seperti apa pesona Hutan Djawatan, simak rangkumannya berikut ini, ya!

Hutan Djawatan Dulu dan Sekarang

Sumber: Shutterstock

Sebelum ramai dikunjungi wisatawan seperti sekarang, Hutan Djawatan ternyata menyimpan sejarah yang nggak banyak orang tahu, lho. Hutan lindung ini awalnya dibangun oleh pemerintah Indonesia di zaman penjajahan.

Pada saat itu Hutan Djawatan difungsikan sebagai daerah resapan air dan lokasi untuk menimbun kayu jati berkualitas nomor satu. Sayangnya, sekitar tahun 1970-an, Djawatan menjadi lokasi penjarahan kayu jati secara besar-besaran.

Setelah kejadian tersebut, kawasan ini kemudian dikucilkan oleh masyarakat sekitar. Bahkan, kabarnya masyarakat setempat sampai nggak yang berani melintasi area Djawatan.

Alhasil, tempat tersebut kemudian dibiarkan terbengkalai. Pohon-pohon di dalamnya pun tumbuh tanpa ada yang berani untuk merusak atau menebangnya.

Kini, Hutan Djawatan menjadi salah satu objek wisata kebanggaan Banyuwangi. Sejumlah renovasi pun dilakukan untuk mengubah tempat ini menjadi objek wisata yang unik sekaligus indah.

Mau tahu nggak apa yang membuat Hutan Djawatan begitu diburu oleh para fotografer? Lanjutin bacanya, ya!

Disebut Mirip Hutan Fangorn di Film The Lord of The Rings

Sumber: Shutterstock

Ini lho, alasan kenapa nama Hutan Djawatan begitu populer di kalangan fotografer dan penikmat selfie. Hutan Djawatan disebut-sebut mirip dengan hutan Fangorn yang ada di film The Lord of The Rings.

Dalam sebuah adegan di film tersebut, Merry dan Pippin  bertemu Treebeard di hutan Fangorn. Digambarkan bahwa hutan Fangorn begitu rimbun karena penuh dengan pohon-pohon yang meliuk dan akar yang menjalar hingga menghasilkan kesan misterius.

Kalau kamu pencinta film The Lord of The Rings, beruntung kini nggak perlu repot-repot bikin paspor dan terbang ke Selandia Baru untuk mendapatkan panorama serupa. Datang saja ke Hutan Djawatan!

Sesampainya di sana, kamu bakal disambut deretan pohon trembesi berukuran besar yang menjulang tinggi dan rimbun. Penampilannya pun tampak cantik dengan tanaman paku-pakuan yang tumbuh bergelantungan di batang pohon.  

Memasuki area Hutan Djawatan bakal membuatmu seolah berada di negeri dongeng. Unik sekaligus menawan! Nggak heran deh kalau lokasi ini jadi tempat berlibur favorit para pengguna media sosial.

Tertarik untuk berkunjung?

3 Aktivitas Asyik di Hutan Djawatan

Sumber: Shutterstock

Lalu, apa aja sih yang bisa dilakukan di Hutan Djawatan untuk menciptakan momen liburan tak terlupakan? Intip jawabannya di sini

1. Berkeliling Djawatan Sambil Menikmati Udara Segar

Pohon trembesi menjadi primadona utama di kawasan ini. Tapi, tau nggak kalau pohon jenis ini ternyata punya manfaat yang luar biasa?

Kalau belum tahu, pohon trembesi memiliki kemampuan daya serap CO2 yang sangat tinggi. Nggak salah kalau pohon ini ternyata menjadi salah satu upaya untuk mengurangi efek negatif dari pemanasan global.

Selain itu, pohon trembesi punya tajuk yang lebar sehingga mampu membuat suasana sekitarnya begitu rindang dan sejuk. Tak terkecuali di Hutan Djawatan. Kamu bisa melepas penat dengan berkeliling Hutan Djawatan sembari menikmati udara segar pepohonan.

Selain jalan kaki, naik delman, kuda, atau ATV bisa menjadi pilihan kalau mau memutari area Hutan Djawatan. Cobain, kuy!

2. Berburu Spot Foto Keren

Melihat pemandangan Hutan Djawatan yang menawan tentu akan membangkitkan naluri siapa saja untuk berfoto. Kamu pasti nggak mau ketinggalan, kan?

Konon, sore hari menjadi waktu terbaik untuk mendapatkan hasil foto yang ciamik. Saat sore, sinar matahari akan menerobos melalui celah dedaunan hingga membentuk berkas cahaya yang indah.

Inilah momen yang tepat untuk mengambil gambar. Kamu tinggal siapkan pose terbaik untuk mendapatkan hasil sesuai keinginan.

Meskipun deretan pohon trembesi sudah sangat sempurna untuk dijadikan latar belakang berfoto, namun di beberapa area Hutan Djawatan telah dihias dengan pernak-pernik ala spot foto kekinian.

Di satu area, kamu akan menemukan hiasan payung warna-warni yang melayang di udara dan ayunan. Selain itu, ada juga beberapa rumah pohon yang bisa disinggahi untuk mengambil foto dari ketinggian.

Benar-benar lokasi sempurna untuk memuaskan hasrat penikmat spot instagramable! 

3. Bermain Body Rafting 

Aktivitas terakhir yang bisa kamu lakukan ketika berkunjung ke Hutan Djawatan adalah bermain air. Nggak jauh dari Hutan Djawatan ada sebuah sungai dengan arus lumayan deras.

Di lokasi tersebut kamu bisa menikmati sensasi ekstrem arung jeram dan body rafting menyusuri sungai. Tentunya dengan membayar biaya tambahan. Selama menyusuri sungai, kamu akan dibekali alat-alat pengaman seperti helm, pelampung, dan ban untuk sobat tiket yang memilih body rafting.

Lokasi dan Tiket Masuk

Alamat: Purwosari, Benculuk, Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68482

Tiket Masuk: Rp5.000*/orang

Cara Menuju Hutan Djawatan

Untuk menjangkau Hutan Djawatan terbilang mudah, mengingat lokasinya berada di pinggir jalan. Dari pusat Kota Banyuwangi, kamu membutuhkan waktu kurang lebih 52 menit perjalanan ke arah Jember.

Buat sobat tiket yang datang menggunakan transportasi kereta api, kamu bisa turun di Stasiun Rogojampi. Setibanya di stasiun kamu bisa naik becak ke jalan raya dan naik bus ke arah Jember.

Wisata Kuliner Dekat Hutan Djawatan

Nggak jauh dari lokasi Hutan Djawatan, kamu bisa menemukan sejumlah tempat makan enak yang namanya cukup populer di kalangan penikmat kuliner. Apa saja?  

1. Rujak Soto Mbok Bret

Rujak soto merupakan salah satu kuliner khas Banyuwangi. Sajian ini terbilang unik karena hidangan ini terbuat dari campuran bahan rujak yang disiram dengan kuah soto bersama daging dan telur puyuh. Seledri dan bawang goreng nggak lupa ditambahkan sebagai pelengkap. Sedap!

Penasaran bagaimana cita rasanya? Kamu bisa datang ke Warung Rujak Soto Mbok Bret. Dari Hutan Djawatan lokasinya cukup dekat, yaitu sekitar 4 menit. Warung ini termasuk tempat makan rujak soto legendaris di Banyuwangi.

Jadi, kalau ke Hutan Djawatan wajib banget ke sini. Seporsi Rujak Soto Mbok Bret dibanderol seharga Rp20.000*.

Lokasi: Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Buka: 08.00-16.00 WIB

2. Sego Cawuk Bu Mantih

Satu lagi makanan khas Banyuwangi yang nggak boleh dilewatkan adalah sego cawuk. Kuliner ini terdiri dari nasi putih yang disajikan bersama kuah pindang dan trancam, yaitu campuran parutan kelapa, jagung muda yang dibakar, timun, cabai, dan asam.

Sego Cawuk Bu Mantih merupakan salah satu tempat makan sego cawuk paling maknyus di Banyuwangi. Dari Hutan Djawatan diperlukan waktu sekitar 31 menit menuju lokasi.

Dengan membayar Rp20.000*, kamu sudah bisa menikmati sego cawuk bersama pilihan lauk yang beragam, mulai dari dendeng sapi, telur, krecek, sampai aneka pepes. Seporsi sego cawuk paling nikmat disantap bersama kerupuk rambak. Gurih dan nikmat! 

Alamat: Jl. KH. Wahid Hasyim (Dekat Stasiun Rogojampi)

Buka: 06.00 – 11.00 WIB

Ciptakan Momen Liburan Seru di Banyuwangi

Liburan sebentar lagi tiba. Ayo, agendakan perjalananmu ke Banyuwangi! Salah satu kota wisata di Jawa Timur ini punya banyak tempat wisata menarik dan unik.

Bila datang menggunakan transportasi umum, kamu bisa sewa mobil di Banyuwangi lewat tiket.com. Dengan begitu, menjelajah dari satu tempat ke tempat lain jadi lebih praktis dan aman. 

*harga saat artikel dibuat