Site icon tiket.com

Liburan Sambil Belajar ke 7 Tempat Bersejarah di Surabaya

Kota Surabaya menawarkan pengalaman liburan yang sangat beragam untuk kamu, sobat tiket! Salah satu agenda yang menarik adalah wisata budaya dan sejarah. 

Dijuluki sebagai kota pahlawan, Surabaya tentu memiliki banyak cerita di balik perkembangannya. Selain fakta sejarah, budaya yang berkembang juga menjadi salah satu hal yang menarik untuk dipelajari. Di mana saja ya tempat-tempatnya?

Baca juga:

Wisata Budaya di Surabaya, Liburan Sambil Belajar

Siapa bilang liburan hanya soal main-main dan makan-makan saja? Belajar tentang budaya dan sejarah juga bisa jadi agenda unik saat liburan. Kalau kamu berkunjung ke Surabaya, jangan lupa mampir ke berbagai destinasi yang kaya dengan nilai budaya dan sejarah.

Tak perlu takut bosan, karena destinasi wisata budaya dan sejarah di Surabaya menawarkan pengalaman belajar budaya yang menyenangkan. Penasaran? Ayo simak informasi lengkapnya.

1. Napak Tilas Perjuangan Arek Suroboyo di Tugu Pahlawan

Monumen Tugu Pahlawan adalah salah satu ikon penting yang ada di Surabaya. Selain memiliki pemandangan yang unik, tugu ini juga menyimpan sejarah perjuangan Arek-arek Suroboyo dalam melawan penjajah. 

Selain dapat melihat kemegahan Tugu Pahlawan yang berdiri kokoh, sobat tiket juga bisa berkunjung ke Museum 10 November, yang tidak jauh  dari monumen ini. Kamu bisa mengenal sejarah dan budaya yang ada di kota Surabaya dari zaman penjajahan hingga saat ini. 

Karena keindahan dan nilai sejarahnya yang tinggi, Tugu Pahlawan dijadikan salah satu Cagar Budaya yang dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Surabaya hingga saat ini. Kalau sobat tiket ingin tahu lebih lanjut, jangan lupa untuk berkunjung ke sini ya!

Harga tiket masuk: Gratis* untuk area Tugu Pahlawan, Rp5.000 per orang* untuk masuk ke museum

Cara menuju ke sini: Dari Stasiun Surabaya Pasar Turi, berkendara ke arah timur laut sejauh 750 m atau selama 4 menit perjalanan.

Jam buka: 08.00 – 16.00 WIB (weekdays); 07.00 – 15.00 WIB (weekend)

Alamat: Jl. Pahlawan, Alun-alun Contong, Kec. Bubutan, Kota Surabaya, Jawa Timur (buka di Google Maps)

2. Hotel Majapahit, Saksi Bisu Peristiwa Penyobekan Bendera Belanda

Salah satu peristiwa bersejarah yang terjadi di Surabaya adalah peristiwa penyobekan warna biru bendera Belanda oleh Bung Tomo di Hotel Yamato, yang saat ini telah berganti nama menjadi Hotel Majapahit, pada tanggal 19 September 1945.

Peristiwa tersebut dipicu oleh gagalnya perundingan Jenderal Soedirman dan Ploegman terkait dengan pengakuan kedaulatan Indonesia dan pengibaran bendera Belanda di tiang tingkat teratas Hotel Yamato tanpa persetujuan Pemerintah Indonesia Daerah Surabaya. Perseteruan mulai memanas ketika Ploegman mengeluarkan pistol dan terjadilah perkelahian.

Saat ini, hotel ini telah bertransformasi menjadi Hotel Majapahit. Hotel bintang bintang 5 ini masih memiliki desain yang klasik ala zaman dulu. Tentunya, fasilitas hotel ini lengkap mulai dari kolam renang hingga spa. Lokasinya pun strategis di tengah kota, jadi dekat pergi ke mana aja!

Harga: mulai dari Rp850.000/kamar/malam*

Cara menuju ke sini: Dari Stasiun Surabaya Pasar Turi, berkendara ke arah selatan sejauh 2,6 km atau selama 7 menit perjalanan.

Fasilitas: wi-fi, kolam renang, spa, restoran

Alamat: Jl. Tunjungan No.65, Genteng, Kec. Genteng, Kota Surabaya, Jawa Timur (buka di Google Maps)

Pesan kamar di Hotel Majapahit Surabaya

3. Melihat Keberagaman Seni Khas Jawa Timur di Taman Budaya Jawa Timur

Jika sobat tiket ingin mempelajari tentang seni dan budaya di Surabaya dan Jawa Timur, Taman Budaya adalah tujuan yang paling tepat. Taman yang juga sering disebut Taman Budaya Cak Durasim ini menyimpan banyak sejarah tentang perkembangan seni dan budaya khas Surabaya dan Jawa Timur. 

Taman Budaya ini dibangun sebagai bentuk penghargaan pada Cak Durasim, yakni seorang pecinta dan pekerja seni ludruk yang sangat terkenal di Surabaya. Beliau terkenal juga sering menggunakan ludruk sebagai media propaganda untuk menentang pemerintahan Jepang yang sempat menduduki wilayah Jawa Timur.

Sejak diresmikan pada tahun 1978, Taman Budaya Jawa Timur menjadi pusat kegiatan yang berkaitan dengan budaya dan seni di Surabaya. Ada banyak hal yang bisa kamu temukan saat berkunjung ke Taman Budaya ini. Pokoknya seru dan lengkap banget buat kamu yang ingin berwisata budaya.

Taman Budaya Jawa Timur ini memiliki fasilitas lengkap untuk menunjang kegiatan seni dan budaya. Fasilitas pertamanya ada Pendopo Jayengrono, dengan kapasitas 40 orang yang bisa digunakan sebagai ruang rapat. 

Terdapat juga Aula Sawunggaling yang biasa digunakan sebagai tempat penyelenggaraan pameran kesenian dengan luas 6,5 x 17,5 cm. Pertunjukkan seni dalam ruangan biasanya menggunakan Gedung Cak Durasim, yang memiliki kapasitas lebih dari 600 orang. 

Untuk pertunjukkan seni dengan gaya outdoor, Taman Budaya ini juga memiliki area panggung terbuka seluas 30 x 30 m. Selain untuk menggelar pertunjukkan, area ini juga seringkali dijadikan tempat bermain dan berlatih oleh para seniman.  

Hingga saat ini, Taman Budaya Jawa Timur masih sering digunakan untuk menyelenggarakan pagelaran seni tradisional seperti seni tari dan seni ludruk. Masih banyak juga penonton yang rela datang dari luar Surabaya demi dapat menyaksikan pagelaran seni tradisional yang sangat khas dan sarat akan budaya. 

Harga tiket masuk: Gratis*

Cara menuju ke sini: Dari Stasiun Surabaya Pasar Turi, berkendara ke arah selatan sejauh 2,3 km atau selama 6 menit perjalanan.

Jam buka: 07.00 – 15.30 WIB (Senin – Jumat); Sabtu dan Minggu tutup

Alamat: Jl. Genteng Kali No.85, Genteng, Kec. Genteng, Kota Surabaya, Jawa Timur (buka di Google Maps)

4. Mengenal Seluk Beluk Surabaya di Gedung Siola

Jika kamu menghabiskan waktu di Jalan Tunjungan pasti akan melihat megahnya Gedung Siola yang menjadi salah satu ikon kota ini. Di balik kokoh dan kemegahannya, tempat ini menyimpan banyak cerita tentang budaya dan sejarah kota Surabaya. 

Karena potensi sejarah dan budayanya yang sangat tinggi, lantai pertama Gedung Siola kini diubah menjadi Museum Surabaya. Di sini tersimpan berbagai macam peninggalan sejarah dan budaya dari masa kepemimpinan walikota pertama hingga walikota yang saat ini menjabat, yakni Dr. Ir. Tri Rismaharini, M.T.

Museum Surabaya memiliki lebih dari 1.000 koleksi barang peninggalan pemerintah Belanda dan Jepang yang pernah menduduki Surabaya. 

Masing-masing koleksi yang dimiliki merupakan simbol dan peninggalan sejarah dan budaya dari kota yang dijuluki sebagai kota pahlawan ini. Keindahan dan nilai unik dari gedung ini semakin bertambah dengan arsitektur khas kolonial belanda yang masih dijaga hingga saat ini.

Sementara itu, bagian atas dari Gedung Siola saat ini dijadikan Mall Pelayanan Publik untuk masyarakat Surabaya. Di sini, kamu bisa mengurus berbagai macam perizinan yang menyangkut pemerintahan kota Surabaya. Tersedia juga berbagai kios UMKM yang menjual kerajinan dan makanan khas Surabaya yang bisa kamu bawa pulang sebagai oleh-oleh, tentunya! 

Cara menuju ke sini: Dari Stasiun Surabaya Pasar Turi, berkendara ke arah selatan sejauh 2,5 km atau selama 7 menit perjalanan.

Jam buka: 09.00 – 21.00 (Selasa – Minggu); hari Senin tutup

Alamat: Jl. Tunjungan No.1, Genteng, Kec. Genteng, Kota Surabaya, Jawa Timur  (buka di Google Maps)

5. Merasakan Jadi Pelaut di Monumen Kapal Selam

Ketika berkunjung ke Surabaya jangan kaget kalau sobat tiket melihat kapal selam berukuran besar berada di tengah kota. Kapal selam ini adalah salah satu ikon yang menjadi daya tarik kota Surabaya. 

Museum Kapal Selam atau Monkasel adalah salah satu cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi. Monumen ini adalah simbol dari kejayaan maritim di Surabaya yang menjadi pangkalan TNI Angkatan Laut terbesar sejak zaman kemerdekaan.

Selain melihat kemegahan kapal selam asli, ada banyak hal yang bisa kamu pelajari saat berkunjung ke monumen ini, Fasilitas lengkapnya juga bakal memudahkan kamu yang datang berkunjung. 

Berada di tepi Sungai Kalimas, Monumen Kapal Selam memiliki banyak wahana yang berkaitan dengan aktivitas air. Selain itu, tersedia juga panggung berukuran besar yang bisa digunakan untuk melakukan pagelaran kesenian dan budaya atau live music yang bisa dinikmati di area wisata ini. 

Harga tiket masuk: Rp10.000 per orang*

Cara menuju ke sini: Dari Stasiun Surabaya Pasar Turi, berkendara ke arah selatan sejauh 4,7 km atau selama 11 menit perjalanan.

Jam buka: 08.00 – 21.00 WIB (setiap hari)

Alamat: Jl. Pemuda No.39, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Kota Surabaya, Jawa Timur  (buka di Google Maps)

6. Gedung Internatio, Saksi Pertempuran Sekutu dengan Rakyat Surabaya

Gedung yang memiliki nama lengkap Internationale Crediten Handelvereeniging ini dulunya merupakan markas sekutu saat mendarat di Surabaya pada 25 Oktober 1945. Dikelilingi modernisasi, gedung ini tetap kokoh berdiri dengan bentuk bangunan aslinya.

Dahulu, gedung ini termasuk gedung termegah di Surabaya. Selain menjadi markas, gedung ini dibangun dengan tujuan untuk menarik investor agar berinvestasi di Jawa. Saat ini, Gedung Internatio dikelola oleh sebuah perusahaan swasta. 

Gedung ini juga merupakan saksi dari pertempuran 10 November 1945, yang sekarang diperingati sebagai Hari Pahlawan. Saat itu, rakyat Surabaya mengepung Gedung Internatio dengan senjata seadanya sedangkan sekutu sudah siap dengan senjata canggih untuk melawan.

Di dekat gedung ini pula, peristiwa tewasnya Brigjen AWS Mallaby terjadi. Beliau merupakan seorang perwira operasional andalan Inggris. Akibat adanya ledakan granat dalam mobilnya, beliau tewas dan tidak ada yang tahu siapa pelaku pelemparan granat ini. Peristiwa ini pun yang memicu Pertempuran 10 November 1945.

Harga tiket masuk: Gratis*

Cara menuju ke sini: Dari Stasiun Surabaya Pasar Turi, berkendara ke arah utara sejauh 2,8  km atau selama 5 menit perjalanan.

Jam buka: 24 jam

Alamat: Krembangan Sel., Kec. Krembangan, Kota Surabaya, Jawa Timur  (buka di Google Maps)

7. Cerita di Balik Kemegahan Jembatan Merah

Selain di kawasan Kota Tua, Jembatan Merah juga dapat kamu temui di kota Surabaya. Jembatan yang sudah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda ini menjadi saksi dari perkembangan sejarah kota pahlawan ini.

Kawasan Jembatan Merah dahulu menjadi kawasan yang tak pernah sepi. Selain menjadi lokasi pusat pemerintahan kawasan ini juga menjadi pusat perdagangan yang mempertemukan berbagai berbagai pedagang yang berlabuh dari berbagai negara di dunia seperti China, Arab, dan India.

Hingga kini, Kawasan Jembatan Merah masih ramai dikunjungi oleh wisatawan yang ingin melihat kemegahan jembatan ini. Dibangun pada abad ke-18, sobat tiket bisa melihat berbagai gedung bersejarah yang memiliki arsitektur khas jaman dulu. Cocok banget nih buat latar belakang selfie kamu! 

Harga tiket masuk: Gratis*

Cara menuju ke sini: Dari Stasiun Surabaya Pasar Turi, berkendara ke arah utara sejauh 1,7 km atau selama 5 menit perjalanan.

Jam buka: 24 jam

Alamat: Jl. Kembang Jepun No.192, Nyamplungan, Kec. Pabean Cantian, Kota Surabaya, Jawa Timur (buka di Google Maps)

Mau Berkunjung ke Sana? 

Keren bukan tempat-tempat wisata budaya dan sejarah di atas? Buat kamu yang belum puas, kamu bisa cari tahu dan berjalan-jalan merasakan Keunikan Taman Bungkul yang jadi ikon kota Surabaya. 

Ingin liburan tapi belum dapat tiket? Pesan tiket pesawat di tiket.com aja! Ada banyak pilihan maskapai yang siap mengantarmu menuju keindahan dan keunikan kota Surabaya. Ayo jelajahi kota Surabaya sekarang, sobat tiket! Jangan lupa untuk tetap menaati protokol kesehatan, ya!

*harga saat artikel ini dibuat