vihara gunung timur

,

Wisata ke Vihara Gunung Timur Medan, Ayo Belajar Toleransi dari Kota Ini

Kota Medan hadir dengan keberagaman budaya, agama, serta sejarah yang berbeda dari kota lainnya. Jika berlibur di sana, sobat tiket akan mengalami pengalaman berwisata yang unik, lho. Ada banyak kegiatan liburan yang wajib dicoba di Medan, dan wajib masuk daftar itinerary kamu ya!

Nggak hanya mengunjungi destinasi wisata kekinian atau wisata budaya populer. Kamu juga bisa mencoba mengunjungi bangunan-bangunan bersejarah di kota ini lho, sobat tiket. Seperti tempat ibadah yang memang dibuka untuk umum, dan membuatmu bisa mendapatkan pengalaman wisata religi yang menarik!

Merasakan Wisata Religi Menarik di Vihara Gunung Timur

Pernah mencoba wisata religi yang unik belum, sobat tiket? Kalau belum, maka Vihara Gunung Timur ini jadi destinasi yang wajib dikunjungi saat kamu ke Medan. Lalu, seperti apa sih keindahan serta pengalaman berwisata di sini? Yuk, langsung aja simak pembahasannya berikut ini. Siapa tahu bikin kamu tertarik untuk datang!

1. Dibangun Sejak Tahun 1930-an

Sebagai kota yang menarik buat jadi destinasi liburan, Medan memiliki banyak bangunan sejarah. Salah satu dari bangunan bersejarah yang menarik dikunjungi adalah Vihara Gunung Timur, lho. Vihara ini jadi rekomendasi destinasi wajib dikunjungi oleh para pelancong.

Nggak hanya wisatawan lokal, wisatawan dari luar negeri seperti Jerman, Belanda, dan lainnya juga ramai mengunjungi vihara ini. Vihara Gunung Timur ini dibangun pada tahun 1930-an, dan kini sudah berusia lebih dari setengah abad!

Vihara dengan nama Mandarin Tong Yuk Kuang ini hadir dengan bentuk bangunan khas dan memesona. Bangunannya yang luas dapat menampung banyak pengunjung yang memang tertarik untuk mengetahui kisah dan sejarah dari tempat ibadah ini. Di bagian atas vihara, terdapat patung naga yang saling berhadapan, dan menjadi corak tradisional Cina yang autentik.

Vihara ini merupakan kelenteng Tionghoa dan ajaran Taoisme terbesar di Kota Medan lho, sobat tiket. Bahkan, tidak menutup kemungkinan Vihara ini menjadi yang terbesar di seantero pulau Sumatera! Ciri khasnya yang menarik, menjadikan tempat ini sebagai ikon kota Medan bersama Masjid Raya Medan dan Graha Maria Annai Velangkanni.

2. Arsitektur Tradisional Cina yang Memukau

Sesuai namanya, selain jadi tempat ibadah umat Buddha, vihara ini juga jadi destinasi wisata religi di Medan. Bangunan dengan luas lebih dari setengah hektar atau 5.000 meter ini didirikan secara gotong royong oleh umat Buddha di Medan, keren ya, sobat tiket?

Terdapat beragam arca yang melambangkan agama Buddha di vihara ini. Seperti altar Buddha, Buddha Maitreya, dan Dewi Kwan Im. Sedangkan di sisi kanan Vihara, terdapat altar Toa Pek Kong (Da Bo Gong) dan Thay Suei. Ada pula arca Thien Kou (Anjing Langit) dan Pek Ho Kong (Harimau Putih) yang mengawal Tho Te Kong (Dewa Tanah).

Fakta menariknya, vihara ini dibangun menghadap ke Sungai Babura. Hal ini karena menurut fengshui, arah ini bisa membawa kemakmuran, sobat  tiket. Jika berkunjung ke sini, sobat tiket bisa melihat umat Buddha bersembahyang secara langsung, lho. Namun, kamu tetap harus menghargai dengan cara tidak membuat kegaduhan.

Selain dipakai sebagai tempat ibadah yang sakral, vihara ini juga sering digunakan untuk acara ritual lain dalam agama Buddha. Misalnya memperingati hari ulang tahun Sidharta Gautama, perayaan Imlek, dan perayaan Angry Ghost yang sering diadakan di sini.

3. Mengenal Harmonisasi Dua Ajaran Berbeda dalam Satu Atap

Membawa corak tradisional Cina yang semarak, vihara ini jadi destinasi yang menarik banget buat dikunjungi. Asiknya, masyarakat umum bisa dengan leluasa menikmati keindahan bangunan ini. Jadi, pengunjung diperbolehkan untuk melihat, memotret, merekam, bahkan memvideokan segala aktivitas ibadah yang ada.

Di sana, kamu bisa menyaksikan tata cara ibadah umat Konghucu dan umat Buddha. Yap, satu hal menarik lainnya dari vihara ini, terdapat dua ajaran berbeda yang bernaung dalam atap yang sama, yaitu Konghucu dan Buddha.

Saat menginjakan kaki pertama kali di gerbang, kamu bakal disambut oleh relief ukiran naga yang cantik. Dilengkapi kehadiran patung singa hitam dan putih, burung Enggang, dan sebuah pagoda. Dominasi warna merah yang jadi perlambang ‘kemakmuran’ dalam Cina semakin megah dilengkapi patung dewa-dewa berjubah.

Aroma dupa hio, pencahayaan yang diatur tidak terlalu terang, memberikan pengalaman yang berbeda ketika kamu memasuki tempat ibadah ini.

Ruangan pertama yang bisa kamu eksplor adalah ruang ibadah umat Konghucu. Kesan yang hadir mungkin terasa mencekam, karena terdapat banyak patung hewan menghiasi ruang ini. Seperti patung anjing, ayam, dan beberapa lainnya. Namun, kamu akan merasakan pengalaman religius yang berbeda saat mulai menginjakkan kaki di sini.

Setelah ruang ibadah Konghucu, kamu juga bisa memasuki ruang ibadah ajaran Buddha nih, sobat tiket. Di sini tentunya kamu akan ditawarkan pengalaman yang berbeda. Untuk bisa memasuki ruangan ini, pengunjung dianjurkan untuk membuka alas kaki.

Para pengunjung juga tidak diperkenankan untuk membawa dupa meski hanya sebatang. Energi yang terasa di sini lebih teduh, meskipun keduanya sama-sama sunyi, sobat tiket.

4. Sebuah Pengalaman Berwisata yang Bermakna

Secara keseluruhan, dinding vihara disepuh oleh warna perak, emas, kuning, putih, hingga biru langit yang cantik. Saat mengelilingi ruang-ruang vihara, kamu bisa melihat beragam wajah dewa dan altar persembahan. Kamu juga dapat mengenal secara dekat ritual sembahyang kedua ajaran ini. Benar-benar sebuah pengalaman yang menarik kan, sobat tiket?

Keunikan tempat ibadah ini tak hanya berhenti di sana saja sobat tiket. Di bagian luar vihara, tepatnya di salah satu halaman dengan nomor 19, kamu bisa mendengar sebuah alunan musik. Alunan musik tersebut akan memutarkan irama chants Buddha.

Menurut beberapa catatan pengunjung, jika beruntung, kamu bisa bertemu seorang seniman tua di depan pintu masuk vihara ini. Di sana ia akan menyanyikan sebuah lagu Mandarin yang terdengar melankolis.

Setelah menjelajahi hampir setiap sudut bangunan vihara, ada banyak pelajaran hidup menarik yang bisa diambil dari sini, sobat tiket. Pertama, meski berbeda agama dan kepercayaan, sejatinya kita harus tetap hidup dalam sebuah keharmonisan dan kedamaian.

Selain itu, Buddha juga mengajarkan untuk tidak sembarang membunuh makhluk hidup lainnya seperti hewan, dan senantiasa berbuat kebaikan. Memang menjadi sebuah pelajaran hidup yang bermakna banget, nih, sobat tiket.

Cara Menuju Vihara Gunung Timur Medan

Jika kamu ingin merasakan bertualang pada destinasi yang berbeda di Medan, Vihara Gunung Timur adalah jawabannya. Penasaran dan mau langsung menuju tempat ini? Ayo langsung meluncur ke alamat ini, sobat tiket!

Vihara Gunung Timur terletak di Jalan Hang Tuah No. 16. Tempat ini dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya, kok. Kalau tertarik untuk ke sini, sebaiknya kamu datang ke vihara ini pada pagi atau siang hari.

Untuk menemukan lokasi vihara ini nggak susah, kok, sobat tiket. Patokan paling mudahnya, vihara ini berada 500 meter dari Kuil Sri Mariamman, serta berada dekat dengan Sungai Babura. Vihara ini juga nggak jauh dari Kantor Gubernur Sumatera Utara, hanya berjarak 100 meter dari sana.

Setelah itu, kamu harus sedikit masuk ke jalan kecil dari jalan utama Hang Tuah, ya, sobat tiket, untuk menemukan letak vihara ini. Selain itu, kamu bisa lanjut mengunjungi kuil Hindu tertua di Medan, Kuil Sri Mariamman yang hanya berjarak 1 km.

Pengalaman Wisata Religi di Medan yang Berbeda

Bukan cuman kuliner dan tempat wisata alam yang menarik buat dikunjungi di Medan. Sebagai kota yang hadir dengan keharmonisan umat antar agama, wisata religi di kota ini menjadi pengalaman wisata yang bisa kamu coba.

Liburan bareng keluarga? kamu juga bisa mengunjungi tempat wisata keluarga di Medan ini, lho. Gimana, seru kan berlibur ke ibu kota Sumatera Utara ini? Kuy pesan tiket pesawat ke Medan di tiket.com sekarang juga, karena ada banyak promo seru menanti kamu!