,

5 Upacara Adat di Bali, Jangan Sampai Terlewat untuk Menyaksikannya!

Berbicara soal wisata pantai dan tempat hiburannya, Bali memang tidak ada duanya ya, sobat tiket. Banyak sekali tempat yang bisa kamu eksplor di pulau ini. Mulai dari tempat wisata keluarga, beach club, bar, pub, hingga pantai-pantai menawan yang bikin liburan kamu terasa begitu menyenangkan.

Bali memang dikenal sebagai tempat wisata pantai dan juga hiburan malamnya. Namun, Bali juga dikenal sebagai tempat yang memiliki banyak sekali upacara adat yang sangat unik dan sayang untuk dilewatkan.

Kamu sedang berada di Bali? Yuk, sempatkan untuk menikmati keunikan upacara-upacara adat yang ada di Bali seperti berikut ini.

5 Upacara Adat di Bali dengan Keunikannya

Bali memiliki banyak potensi wisata dan juga budaya. Tidak heran jika pulau yang dijuluki Pulau Dewata ini tidak pernah sepi dari para wisatawan. Kamu ingin melihat sisi lain dari Bali? Dapatkan momen seru dengan menyaksikan 5 upacara adat di Bali berikut ini.

1. Upacara Ngaben

Ngaben adalah upacara pembakaran jenazah di Bali yang dilakukan untuk menyempurnakan jenazah. Upacara adat ini terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu Ngaben Sawa Wedana, Ngaben Asti Wedana, dan Swasta.

Upacara Ngaben memang tidak akan selalu dilaksanakan dan dapat kamu jumpai di Bali ya, sobat tiket. Hal ini diakibatkan oleh beberapa faktor, dan salah satunya adalah ekonomi. Mengingat banyaknya biaya yang akan dikeluarkan untuk upacara Ngaben, maka tidak semua penduduk Bali bisa melaksanakan upacara ini untuk keluarga yang meninggal dunia.

Upacara Adat di Bali - Ngaben

Biasanya, Upacara Ngaben akan dilaksanakan dalam kurun waktu 3-7 hari. Bahkan, ada pula persiapannya yang berlangsung hingga sebulan lamanya, dan jenazah diawetkan hingga waktu pembakaran jenazah dilakukan. Jenis ini disebut juga dengan Ngaben Sawa Wedana. 

Ngaben jenis lain yang sering dilakukan di Bali adalah Ngaben Asti Wedana, di mana jenazah telah dikubur terlebih dahulu sehingga kelak yang dibakar hanyalah tulangnya saja. Pelaksanaan ngaben ini dilakukan menunggu waktu yang cukup lama karena keluarga mungkin terbentur masalah biaya atau aturan adat desa yang mengikat.

Sedangkan Upacara Swasta diperuntukkan bagi mereka yang meninggal di luar negeri, tempat yang jauh, atau jasadnya yang tidak dapat ditemukan. Upacara adat di Bali ini memang tidak bisa diprediksi ya, sobat tiket. Kamu akan merasa beruntung jika bisa menyaksikan upacara adat di Bali yang satu ini saat sedang berwisata di Bali.

2. Upacara Melasti

Melasti adalah upacara besar selanjutnya yang selalu rutin digelar setiap tahunnya. Biasanya, Upacara Melasti ini diadakan tiga hari menjelang perayaan Nyepi. Adanya Upacara Melasti ini dimaksudkan sebagai penyucian diri bagi penduduk Hindu di Bali. Mereka akan mendatangi beberapa sumber air sakral seperti danau, mata air, hingga laut yang dipercaya menyimpan mata air keabadian atau Amerta.

Upacara Adat di Bali - Melasti

Dalam acara ini, Pemangku Hindu akan memercikkan air suci ke kepala setiap orang yang datang. Tujuan pemercikan ini adalah untuk meluruhkan semua kotoran dan hal buruk di dalam tubuh agar jiwa dan raga kembali suci. 

Oh ya sobat tiket, kalau kamu ingin menyaksikan upacara adat ini, datanglah 3 atau 4 hari sebelum perayaan Nyepi dilaksanakan di Pulau Bali ini. Kamu bisa memilih menginap di hotel-hotel yang berdekatan dengan kuil Hindu yang cukup besar di berbagai wilayah seperti Kuta atau Uluwatu.

3. Upacara Saraswati

Upacara selanjutnya yang bisa kamu temui ketika di Bali adalah Upacara Saraswati. Berbeda dengan Ngaben yang merupakan upacara untuk kematian, Saraswati adalah upacara untuk merayakan ilmu pengetahuan. Upacara ini dilakukan untuk memuja atau mengagungkan Dewi Saraswati yang dipercaya membawa ilmu pengetahuan di bumi hingga membuat semua orang di dunia menjadi pintar dan terpelajar.

Pada upacara Saraswati, biasanya semua hal yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan seperti buku dan kitab akan didoakan. Acara ini juga berisi pentas seni seperti tarian, pembacaan cerita, hingga malam sastra selama semalam suntuk. Upacara Saraswati diadakan 210 hari sekali pada hari Sabtu Umanis Watugunung.

4. Upacara Omed-Omedan

Upacara Adat di Bali - Omed-Omedan

Kalau kamu ingin menyaksikan upacara yang benar-benar unik di Bali, datanglah sehabis Nyepi. Biasanya ada upacara Omed-Omedan yang berlangsung di kawasan Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar, Bali. Upacara ini dimulai dengan melakukan persembahyangan massal di pura. 

Selanjutnya, dua kelompok pemuda dan pemudi yang belum menikah dengan rentang usia 18-30 tahun akan mulai berhadapan. Biasanya akan ada satu pemuda dan pemudi yang maju lalu disiram dengan air. Mereka akan berusaha saling bertarung dan kadang diakhiri dengan saling berciuman. 

Tradisi Omed-Omedan konon sudah ada sejak puluhan tahun silam dan masih dipertahankan hingga sekarang oleh penduduk di Denpasar khususnya. Nah, kalau kamu ingin menyaksikan upacara yang unik ini, kamu bisa mencari penginapan di hotel-hotel sekitar Denpasar.

5. Mekare-Kare

Bagi penduduk pria di kawasan Tenganan, Karangasem, Bali, upacara Mekare-Kare adalah ajang untuk menunjukkan kehebatannya. Mereka akan bertarung dan melakukan segala cara untuk memenangkan perang yang senjatanya adalah daun pandan yang memiliki duri tajam. Peserta dalam upacara ini akan diberi satu helai daun pandan dan satu perisai sebagai pelindungnya.

Mekare-Kare dilakukan setiap tahunnya untuk menghormati Indra yang merupakan dewa perang dalam Hindu. Dengan melakukan upacara ini, semua pria di desa akan dianggap kuat dan mampu melakukan perang. Upacara ini biasanya akan diadakan pada awal Juni setiap tahunnya.

Liburan ke Bali dan Telusuri Berbagai Budayanya yang Unik

Itu dia upacara-upacara adat di Bali yang tidak boleh kamu lewatkan ketika bertandang ke Bali, sobat tiket. Ayo, rencanakan liburan seru kamu di Pulau Dewata, dan nikmati setiap keindahan pulau ini dengan berkeliling menggunakan sewa mobil di Bali via tiket.com.

Berikut ini ada 10 Rekomendasi Hotel di Bali yang bisa membuat liburan kamu semakin terasa sempurna! Selamat berlibur, sobat tiket!