,

Melipir ke 7 Kawasan Chinatown Jakarta, Berasa di Negeri Tiongkok Beneran!

Jakarta selalu menarik untuk diulik karena perpaduan unik warganya yang berasal dari beragam suku bangsa. Kedatangan banyak orang dari berbagai daerah dan latar belakang etnis inilah yang membuat ibukota menjadi kawasan multietnis dan multikultural. Beraneka kelompok etnis yang tersisa masih dapat ditelusuri jejaknya sampai sekarang.

Ini terbukti dari banyaknya kampung etnis seperti Kampungmelayu, Kampungjawa, Kampungbali, Kampungbandan, Kampungbugis, Pekojan, Manggarai, Matraman (berasal dari tentara Mataram), dan tak ketinggalan sejumlah titik Pecinan.

Jalan-jalan ke Chinatown di Tanah Betawi

Geliat perkembangan Jakarta yang kini berusia 492 tahun ini tak lepas kaitannya dengan etnis Tionghoa. Bahkan, unsur dari etnis Tionghoa juga sedikit banyaknya ikut membentuk kebudayaan orang Betawi. Hal ini terlihat dari orkes gambang kromong serta berbagai kesenian lainnya. Termasuk juga sebutan encim dan engkong dalam bahasanya, misalnya.

Berwisata ke wilayah Pecinan ibukota juga bisa menjadi hal mengasyikkan lho selama liburan. Berikut tiket.com berikan rekomendasi 5 kawasan Chinatown di Jakarta yang bakal bikin kamu berasa lagi di Negeri Tiongkok beneran.

1. Pasar Petak Sembilan

Sumber: Shutterstock.com

Menjadi kawasan Pecinan terbesar ibukota, kawasan ini merupakan bagian dari kota lama Jakarta. Di pasar tradisional yang selalu ramai pengunjung ini, ada beraneka makanan, minuman dan dagangan khas yang nggak bakal kamu jumpai di tempat lain.

Ada juga pernak-pernik dagangan yang berhubungan dengan Imlek serta peribadatan umat Buddha dan Konghucu. Serba-serbi aksesori, baju cheongsam, kue keranjang, herbal, jamu, rempah-rempah, dodol, permen, angpao dan komik bekas. Pasar Petak Sembilan juga asyik buat kulineran. Mulai dari mie, bakso, gado-gado, kopi hingga es campur dan sayur asam yang segar, semua tersedia.

Alamat: Jl. Kemenangan Raya No. 40 RT 05/ RW 01, Glodok, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11120.

Waktu Operasional: Setiap hari, pukul 05.00 – 16.00, kecuali Sabtu pukul 08.00 – 19.30.

2. Gereja De Fatima (Toasebio) 

Gereja Katolik St. Maria de Fatima ini merupakan bangunan sarat sejarah dan sudah sejak tahun 1850 menjadi saksi bisu kehidupan orang Tionghoa di Jakarta. Di sini, kerap berlangsung misa kebaktian yang diselenggarakan dalam Bahasa Indonesia dan Mandarin.

Bangunan bergaya khas Tiongkok Selatan/ Fukien ini telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya di tahun 1972. Dengan begitu, Gereja De Fatima mesti dilindungi keberadaannya. Gereja De Fatima terletak di belakang Pasar Petak Sembilan dan bersebelahan dengan sekolah yang terafiliasi dengannya.

Alamat: Jalan Kemenangan III No.47, Tamansari, Glodok, RT.3/RW.2, Glodok, Kec. Taman Sari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11120, Indonesia.

Waktu operasional: Buka setiap hari.

3. Pantjoran Tea House

Nikmati sensasi minum teh di toko 2 lantai Pantjoran Tea House bergaya arsitektur khas Tiongkok. Berdiri sejak 380 tahun lalu, kini kamu bisa cicipi kuliner seafood dan Chinese Food yang halal di sini.

Perpaduan interiornya yang bergaya retro dan minimalis bikin makin betah dan nyaman untukmu bersantai di sini. Jangan lupa coba juga seruput Chinese Tea, English Tea, Indonesia Tea dan Japanese Tea yang menyegarkan di sini sambil hangout bersama teman dan keluarga ya!

Alamat: Jl. Pancoran No.4-6 Glodok Tamansari 9, RT 9 RW 5, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11120, Indonesia.

Waktu Operasional: Setiap hari, buka pukul 11.00 – 08.00.

4. Kelenteng Tanda Bhakti (Tan Seng Ong Temple)

Sumber: Shutterstock.com

Kelenteng Tanda Bhakti ini juga terletak tak jauh dari pasar tradisional Petak Sembilan. Wihara ini didirikan untuk menghormati Dewa Tan Seng Ong. Pada tahun 2014, wihara berumur 257 tahun ini mendapat pengakuan khusus dari Pemerintah RI melalui Pemprov DKI Jakarta. Kelenteng ini lantas dijadikan sebagai salah satu warisan sejarah yang bernilai untuk Tanah Air.

Keunikan wihara ini tampak dari kolam ikan yang cantik dan asri di tengah bangunan. Meski kelenteng ini merupakan tempat beribadah, namun Tan Seng Ong Temple ini juga terbuka bagi umum. Pengunjung diperbolehkan melihat-lihat dan berfoto selama tetap tenang dan mengenakan pakaian sopan. Kelenteng yang berlokasi cukup sepi dan berada di dalam gang ini bertempat di sisi kiri jalan.

Alamat: Jl. Kemenangan III, Gang 6 No. 97, RT 12/ RW 3, Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11120.

Waktu Operasional: Buka setiap hari.

5. Rumah Mayor Candra Naya

Banyak yang mengira rumah ini angker karena letaknya persis diapit oleh gedung hotel dan apartemen. Padahal, sebenarnya rumah mayor ini sarat nilai sejarah. Dulu, pada zaman Hindia Belanda, seseorang akan diangkat menjadi mayor untuk mewakili etnisnya. Maka terpilihlah Mayor Khouw Kim An yang kaya raya dan kariernya cemerlang di Pemerintahan Belanda.

Di dalam gedung Candra Naya ini, terdapat sebuah taman air yang menyejukkan suasana dan menambah keindahan bangunan. Saat ini Candra Naya berada di bawah pengawasan Dinas Pawriwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta. Meski begitu, ia termasuk dalam komplek hunian superblok PT Modernland Reality Tbk.

Alamat: Jl. Gajah Mada No. 188, Jakarta Barat.

Waktu operasional: Buka setiap hari, gratis.

6. Gang Gloria Glodok

Sumber: Shutterstock.com

Untuk menuju ke sini, kamu bisa berjalan  10 menit dari Kelenteng Tanda Bhakti. Dan sampailah kamu pada satu lagi gang Pecinan berharga yang wajib dikunjungi. Jika gang Petak Sembilan memungkinkanmu untuk leluasa berbelanja, maka lain lagi ceritanya dengan gang satu ini.

Gang Gloria yang legendaris ini akan memanjakan perutmu dengan berbagai menu kulineran lezat nan menggiurkan! Di kawasan yang kerap menjadi area walking tour ini, kamu bisa menjajal berbagai makanan (halal dan non halal). Asyik, kan?

Untuk rekomendasi makanan halal, sobat tiket bisa melipir langsung ke kedai pujasera di bagian ujung. Kedai-kedai itu adalah Kari Ayam Kari Lam, Mie Kangkung Si Jangkung, Es Kopi Tak Gie (sejak 1927), hingga Cakwe Medan Gang Gloria yang semuanya dibanderol dengan harga sangat bersahabat, mulai dari Rp15 ribuan*.

Alamat: Jl. Pancoran, Glodok, Jakarta Barat, DKI Jakarta.

Waktu Operasional: Setiap hari, jam tutup bervariasi.

7. Toko Merah

Dengan membayar HTM Rp10.000*, kamu sudah bisa berkunjung melihat bangunan artistik khas Negeri Panda ini. Tak hanya sarat nilai sejarah, interiornya pun Instagenic dengan gaya vintage dan khas Tionghoa.

Megah dan antik, bangunan ini tak pernah sepi pengunjung. Banyak yang datang untuk berfoto dan melihat-lihat gedung Toko Merah ini. Yang menjadi rahasia umum, Toko Merah menyimpan kisah horor yang dituturkan dari mulut ke mulut. Berdasarkan sejarah, nama Toko Merah itu diambil dari peristiwa Geger Pecinan yang memakan ribuan korban.

Alamat: Jl. Kali Besar Barat No. 11, Pinang Siang, Tambora, RT.7/RW.3, Roa Malaka, Kec. Tambora, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11230, Indonesia

Waktu operasional: Setiap hari, buka pukul 08.00 – 22.00.

Asyiknya Pelesiran di Kawasan Pecinan Ibukota

Sobat tiket yang udah nggak sabar kepingin main ke kawasan Pecinan ini, ayo buruan pesan tiket pesawat ke Jakarta dari tiket.com aja sekarang. Kamu juga bisa instal aplikasi tiket.com langsung dari ponselmu agar  agenda jalan-jalan jadi lebih mudah. Untuk kamu yang mau berkeliling ibukota, baca juga Tips Transportasi Umum di Jakarta untuk pengalaman liburan yang praktis dan menyenangkan. Yuk, sobat tiket, kita jalan-jalan!

*Harga saat artikel dibuat