,

Mengintip Keindahan Akulturasi Budaya Di Masjid Cheng Ho Surabaya

Bergelar sebagai kota metropolitan terbesar ke dua di Indonesia, Surabaya nggak hanya menonjolkan deretan pusat perbelanjaan, melainkan ada banyak tempat seru yang bisa kamu kunjungi di kota ini.

Bicara soal wisata budaya, Surabaya punya satu tempat unik di mana kamu bisa belajar mengenai budaya Islam dan Tionghoa yaitu Masjid Cheng Ho. Buat kamu yang belum pernah ke sini, ayo lihat suasananya di sini!

Bentuk Penghormatan kepada Laksamana Cheng Ho

Sumber: Shutterstock

Masjid Cheng Ho pertama kali dibangun sekitar tahun 2001, bertepatan dengan hari Isra Miraj. Berdiri di atas lahan seluas 3.070 m2, proses pengerjaannya memakan waktu hingga 1 tahun.

Kira-kira kamu tahu nggak kenapa masjid ini diberi nama sebagai Cheng Ho? Menurut sejarah, berdirinya Masjid Cheng Ho merupakan bentuk penghormatan kepada Laksamana Cheng Ho yang punya andil dalam menyebarkan agama Islam di Indonesia.

Beliau sendiri merupakan keturunan Tiongkok yang beragama Islam. Selain ahli dagang, dalam ekspedisi pelayarannya Laksamana Cheng Ho juga menyebarkan agama Islam di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Sekitar tahun 1405-1433, tercatat bahwa Cheng Ho pernah mendarat di sejumlah lokasi di Indonesia seperti Aceh, Palembang, dan Semarang. Berbeda dengan para penjajah yang kedatangannya bertujuan untuk menguasai wilayah Indonesia, Cheng Ho justru datang membawa kedamaian.

Inilah yang membuat beliau mendapat sambutan baik dari raja-raja di Nusantara dan penduduk pribumi. Pada beberapa tempat di Indonesia, kamu bisa menemukan sejumlah bangunan yang didirikan untuk mengenang kedatangan Cheng Ho. Sebut saja Klenteng Sam Poo Kong di Semarang dan Masjid Cheng Ho di Surabaya ini.

Mengusung Perpaduan Arsitektur Arab dan Tionghoa

Punya tampilan beda dengan masjid pada umumnya, arsitektur masjid ini dibuat lebih unik karena memadukan gaya Arab dan Tionghoa. Buat sobat tiket yang berkunjung ke sini pasti akan takjub dengan keindahannya.

Ada yang bilang bahwa sekilas bangunannya mirip klenteng. Nggak heran, mengingat masjid ini didominasi warna merah, kuning, dan hijau layaknya tempat peribadatan penganut kepercayaan tradisional Tionghoa.

Sesuai dengan budaya Tionghoa, warna merah yang mendominasi arsitektur masjid merupakan simbol dari kebahagiaan. Warna kuning diartikan sebagai lambang kedamaian, sementara warna hijau bermakna kemakmuran.

Pada beberapa bagian, kamu akan menemukan sejumlah ornamen dari masing-masing budaya. Misalnya bentuk atap yang menyerupai pagoda hingga tulisan Arab di bagian dinding.

Makna di Balik Arsitektur Masjid Cheng Ho

Sumber: Shutterstock

Saat memasuki masjid ini kamu akan menemukan tangga di samping kanan dan kiri dengan jumlah anak tangga yaitu 5 dan 6. Mengapa jumlahnya berbeda?

Ternyata ada makna di balik angka tersebut. Lima diartikan sebagai rukun Islam, sedangkan angka 6 menyimbolkan rukun iman. Ketika melewati pintu masjid pun kamu nggak akan menemukan daun pintu.

Hal tersebut melambangkan bahwa Masjid Cheng Ho terbuka untuk siapa saja tanpa melihat golongan. Di bagian dalam, kamu akan melihat ornamen atap masjid mirip sarang laba-laba dengan 8 sisi.

Terselip makna bahwa sarang laba-laba dipilih karena berperan dalam menyelamatkan Nabi Muhammad saat dikejar oleh pasukan Quraish. Dalam budaya Tionghoa, angka 8 dianggap sebagai angka keberuntungan.

Buat kamu yang belum tahu, Masjid Cheng Ho Surabaya ini punya luas bangunan sekitar 11 x 9 meter. Ternyata, angka tersebut juga mengandung makna tersendiri, lho.

Angka 11 merupakan simbol ukuran bangunan Ka’bah, sedangkan 9 bermakna Wali Songo yang memiliki kontribusi besar dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa.

Beralih ke bagian utara masjid, di sana kamu bisa melihat relief wajah Laksamada Cheng Ho beserta replika kapal yang digunakan saat ekspedisi pelayaran. Keberadaan relief ini menyiratkan bahwa dalam menjalani kehidupan sehari-hari, umat Islam diharapkan untuk tetap rendah hati. Wah, arsitekturnya benar-benar sarat akan makna, ya!

Mampu Menampung Hingga 200 Jamaah

Kabarnya, masjid berarsitektur unik ini mampu menampung jamaah hingga 200 orang. Saat perayaan hari besar umat Islam seperti idul fitri dan idul adha, jamaah yang datang bahkan bisa keluar hingga ke halaman masjid.

Selain bangunan masjid itu sendiri, di sekitar Masjid Cheng Ho juga ada fasilitas lain seperti Taman Kanak-Kanak. lapangan olahraga, gedung serba guna Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), sampai tempat kursus Mandarin. Kawasan ini juga aktif menyelenggarakan kegiatan sosial seperti donor darah, distribusi sembako, dan bagi-bagi takjil serta nasi kotak saat bulan Ramadan tiba.

Lokasi Masjid Cheng Ho Surabaya

Masjid Cheng Ho berlokasi di Jl. Gading No.2, Ketabang, Surabaya, tepatnya di belakang Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa. Dari Balai Kota Surabaya, kamu hanya perlu melakukan perjalanan sekitar 4 menit untuk tiba di lokasi.

Cara Menuju Masjid Cheng Ho Surabaya

Penasaran untuk menengok secara langsung keindahan Masjid Cheng Ho di Surabaya? Coba ikuti petunjuk menuju Masjid Cheng Ho berikut ini

· Dari Stasiun Gubeng

Bila kamu datang dari Stasiun Gubeng, kamu nggak butuh waktu lama untuk tiba di lokasi, cukup melakukan perjalanan sekitar 10 menit. Kamu bisa menggunakan transportasi online atau naik angkutan kota kode F.

· Dari Terminal Purabaya

Lokasi Terminal Purabaya berada di bagian selatan Surabaya dan kamu butuh waktu sekitar 39 menit perjalanan. Kalau nggak bawa mobil pribadi, di sekitar terminal banyak transportasi online yang bisa kamu pesan.

Cara ini bisa jadi alternatif paling praktis dibanding naik transportasi umum. Tapi, buat kamu yang lebih memilih angkutan umum, dari Terminal Purabaya kamu bisa naik bus kota jurusan Purabaya – Joyoboyo atau angkot jurusan Porong-Joyoboyo yang berwarna kuning dan hijau, dilanjutkan angkot kode V atau F, turun di Jl. Kusumabangsa.

· Dari Bandara Juanda

Buat sobat tiket yang datang ke Surabaya menggunakan pesawat, jarak Bandara Juanda ke Masjid Cheng Ho Surabaya yaitu sekitar 42 menit berkendara. Nah, kamu bisa menggunakannya atau naik transportasi umum seperti Bus Damri menuju Terminal Purabaya kemudian melanjutkan perjalanan sesuai arahan di poin ke dua.

Ayo Main ke Surabaya!

Bicara mengenai tempat wisata di Surabaya emang nggak ada matinya. Selain belajar budaya melalui Masjid Cheng Ho, kamu juga bisa nongkrong seru di Surabaya North Quay sambil menyaksikan kemegahan kapal mewah yang tengah bersandar.

Supaya nggak ribet kalau mau pindah dari satu tempat ke tempat lainnya, kamu bisa sewa mobil di tiket.com mulai dari sekarang. Tunggu apa lagi? Ayo rencanakan perjalananmu ke Surabaya!