kuliner khas Jogja
Sumber: Shutterstock.com

,

10 Kuliner Khas Jogja yang Wajib Kamu Coba, Awas Ketagihan!

Hampir tiap waktu, Jogja selalu ramai oleh para turis dari berbagai penjuru. Wajar saja, kota ini menawarkan berlimpah daya tarik yang selalu sukses bikin kangen. Bukan hanya pada suasananya yang eksotis, tetapi juga menu kulinernya yang menggoyang lidah. 

Koleksi kuliner di Jogja lumayan lengkap, mulai dari menu tradisional hingga kekinian. Semuanya wajib dicoba demi mendapatkan pengalaman berwisata yang sempurna. Apalagi karena eksplorasi kuliner juga akan membuat kamu lebih mengenal daerah yang dituju, bukan sekadar menuntaskan rasa lapar.

Kuliner Khas Jogja yang Wajib Dicoba

Siapa yang tak mengenal gudeg, salah satu jenis makanan tradisional di Jogja. Karena gudeg dan Jogja sangat identik, Jogja bahkan dijuluki sebagai Kota Gudeg. Selain gudeg, banyak kuliner lain dari Jogja yang menarik untuk dicoba. Aneka makanan ini dijamin bakal bikin kamu ketagihan. Berikut daftarnya.

1. Oseng Mercon yang Super Pedas

Kuliner Khas Jogja
Sumber: Shutterstock.com

Para penggemar kuliner super pedas wajib menjajal oseng mercon khas Jogja. Seperti namanya, kamu bakal merasakan sensasi “meledak” seperti mercon di lidah ketika menyantap makanan ini. Berbahan utama daging sapi yang dibumbui dengan banyak cabai rawit, oseng mercon memiliki rasa yang khas.

Ada banyak warung makan di Jogja yang menjual menu oseng mercon. Namun, salah satu oseng mercon yang terkenal kelezatannya adalah racikan Bu Narti. Warung makan Bu Narti terletak di Jl. K.H. Ahmad Dahlan.

2. Sego Kucing, Menu Minimalis yang Banyak Disukai  

kuliner khas Jogja
Sumber: Shutterstock.com

Menu lain yang wajib kamu coba saat berkunjung ke Jogja adalah sego kucing. Menu ini sebenarnya biasa saja. Isinya nasi, lauk pauk sederhana, dan sambal. Uniknya, sego kucing memiliki ukuran yang minimalis atau kecil. Jadi, menyantap sego kucing biasanya tidak cukup satu porsi.

Bukan di restoran atau warung makan, sego kucing hanya bisa kamu temukan di angkringan. Ini adalah sebuah tempat berjualan yang berbentuk gerobak dorong. Meskipun demikian, gerobak ini biasanya tetap di sebuah tempat atau tidak didorong berkeliling untuk melayani pembeli.

Selain nasi kucing, kamu juga dapat menemukan berbagai menu lain di angkringan. Mulai dari aneka sate, gorengan, camilan, hingga minuman susu jahe. Sembari menyantap makanan, kamu dapat berinteraksi dengan penjual atau pembeli lain. 

3. Gudeg, Menu Favorit bagi Pecinta Rasa Manis

Kuliner Khas Jogja
Sumber: Shutterstock.com

Tak afdal rasanya berkunjung ke Jogja tanpa menyantap gudeg. Menu bercita rasa manis ini berbahan dasar nangka muda yang diolah dengan santan. Untuk melengkapi sajian menu gudeg, biasanya ada pula telur pindang, tempe dan tahu bacem, serta sambal goreng krecek.

Salah satu gudeg terkenal di Jogja adalah Gudeg Yu Djum. Kamu bisa menemukan Gudeg Yu Djum di beberapa tempat karena cabangnya cukup banyak. Selain itu, kamu juga bisa berkunjung ke daerah Wijilan, sentra gudeg paling populer di Jogja.

4. Bakpia, Oleh-Oleh Terkenal dari Jogja

Makanan lainnya yang terkenal dari Jogja adalah bakpia. Makanan kecil ini umumnya dibeli sebagai oleh-oleh. Bahan utama bakpia adalah tepung yang membungkus isiannya, baik berupa kacang hijau atau variasi lainnya. Bakpia dimasak dengan cara dipanggang. Rasanya lezat dan manis.

Ada banyak merek bakpia yang bisa kamu temukan di Jogja, mulai dari yang biasa hingga kekinian. Varian bakpia berdasarkan isinya pun bermacam-macam. Namun, jika ingin membeli bakpia legendaris, kamu bisa berkunjung ke daerah Pathuk, produsen bakpia paling awal di Jogja.

5. Tiwul, Makanan Pengganti Nasi di Gunungkidul

Tiwul terbuat dari tepung gaplek. Tepung ini berasal dari olahan singkong yang dikeringkan dan ditumbuk. Tiwul merupakan makanan khas masyarakat Gunungkidul. Bentuknya seperti nasi, tetapi berwarna coklat. Makanan ini biasa disajikan dengan urap, ikan asin, dan lauk lainnya.

Rasa tiwul ada yang gurih, ada pula yang manis. Sebagai makanan pengganti nasi, tiwul memang mengenyangkan. Meskipun hanya dapat bertahan 3-4 hari, tiwul juga bisa dijadikan sebagai oleh-oleh khas dari Jogja. 

6. Gatot, Kuliner Unik dan Lezat

Gatot adalah makanan khas dari Gunungkidul yang merupakan olahan dari singkong. Sebenarnya, gatot berasal dari sisa bahan tiwul yang tidak lagi digunakan. Saat disajikan, gatot biasanya dilengkapi dengan parutan kelapa dan gula pasir. Rasanya cenderung manis.

Jika ingin mencicipi kuliner khas Jogja yang satu ini, kamu bisa membelinya di Yu Tum, sentra oleh-oleh terkenal di Wonosari, Gunungkidul. Namun, kamu juga dapat menemukan makanan ini di pasar-pasar tradisional Jogja.

7. Walang Goreng, Kuliner Ekstrem yang Menggoyang Lidah

Salah satu kuliner khas sekaligus ekstrem dari Jogja adalah walang goreng. Makanan ini banyak dijumpai di daerah Gunungkidul. Walang artinya belalang. Jenis belalang yang dapat diolah adalah belalang kayu yang hidup di dahan pohon jati. 

Biasanya, kuliner walang goreng dijual dalam kemasan toples. Ada 3 varian yang tersedia, yaitu rasa pedas, gurih, dan manis. Walang goreng dapat bertahan cukup lama setelah diproduksi sehingga cocok juga sebagai oleh-oleh.

8. Jadah Tempe, Enak Disantap di Hawa Dingin

Kamu juga bisa menikmati jadah tempe, kuliner khas dari Kaliurang, Jogja. Makanan ini sebenarnya terdiri atas dua jenis, yaitu jadah dan tempe bacem. Jadah terbuat dari ketan yang dicampur dengan parutan kelapa. 

Uniknya, kedua jenis makanan ini disantap secara bersamaan. Kombinasi rasa gurih jadah dan tempe bacem yang manis sangat pas di lidah. Ditambah rasa pedas dari cabai rawit, makanan ini cocok dinikmati pada suasana dingin.

9. Brongkos, Makanan Berkuah Hitam yang Enak

Brongkos adalah menu yang cukup terkenal dari Jogja dan Jawa Tengah. Bahan paling penting pada sayur brongkos adalah kluwak. Selain itu, ada pula kacang tolo, melinjo, dan tahu yang dibumbui dengan aneka rempah. Warna kuahnya hitam pekat, rasanya gurih dan sedikit manis. 

Brongkos paling nikmat disantap dengan nasi putih selagi hangat. Kamu bisa memilih brongkos dengan isi daging sapi, telur, iga sapi, atau ceker ayam. 

10. Mie Lethek, Enak Meskipun “Lethek” 

Menu lainnya yang bisa kamu cicipi saat berlibur ke Jogja adalah mie lethek. Mie asli Bantul ini terbuat dari tepung tapioka dan gaplek. Tampilan mie lethek sebenarnya kurang mengundang selera. Sesuai namanya, “lethek” yang berarti kotor, mie lethek memang terlihat kusam dan tidak bersih.

Namun, jangan tanya soal rasa! Mie lethek yang dimasak dengan tungku anglo dan arang batok kelapa ini mampu menggoyang lidah. Salah satu mie lethek terkenal di Jogja adalah Mie Lethek Mbah Mendes. Kamu bisa memilih mie lethek versi goreng atau rebus yang sama lezatnya.

Waktunya Berwisata Kuliner!

Menikmati makanan khas Jogja langsung dari daerah asalnya pasti lebih memuaskan. Karena itu, kamu sebaiknya segera menyusun rencana untuk berkunjung ke kota ini. Sembari bertandang ke tempat-tempat wisatanya yang memukau, kamu juga dapat mengeksplorasi kulinernya yang beragam.

Supaya rencana perjalanan lebih mudah, gunakanlah tiket.com untuk membeli tiket pesawat ke Jogja. Selain praktis, kamu juga bisa menikmati banyak promo menarik dari berbagai maskapai. Nah, selamat berwisata kuliner di Jogja!