,

Mengintip Istana Raja Thailand, Mewah dan Mengagumkan!

Thailand adalah satu-satunya negara di ASEAN yang tidak pernah dijajah. Negara yang menganut sistem kerajaan ini ramai dikunjungi wisatawan. Di sini, kamu bisa menikmati keindahan alam dan berbelanja sampai puas! Sobat tiket juga bisa mengunjungi istana raja di Thailand yang dibuka untuk umum. 

Mewah dan mengagumkan memang kata yang pas menggambarkan keindahan istana raja atau biasa disebut Grand Palace Thailand. Harap berhati-hati karena ada beberapa peraturan yang harus ditaati sebelum masuk ke Grand Palace Thailand. Apa saja? baca sampai habis ya!

Jantung Spiritual Kerajaan Thailand

Bangunan megah dengan nuansa emas ini menjadi tempat yang wajib untuk dikunjungi sobat tiket saat ke Bangkok, Thailand. Tak heran jika Grand Palace dinobatkan sebagai landmark Thailand karena gaya arsitektur yang spektakuler. Bangunan yang dibangun pada 1782 ini memiliki beragam keunikan dan keindahan yang menakjubkan.

Grand Palace Thailand dari Waktu ke Waktu

Sebuah istana megah yang berfungsi sebagai kediaman raja sekaligus pusat pemerintahan dibangun pada masa Raja Buddha Yodfa Chulaloke (Rama I). Pada awalnya, istana dibangun di dalam benteng berukuran sekitar 1.500 meter. Lahan seluas lebih dari 218 ribu meter persegi ini menjadi saksi bisu perjalanannya.

Kuil pribadi raja sekaligus kuil kerajaan dibangun atas perintah raja. Kuil Buddha Zamrud (Wat Phra Kaew) melengkapi bangunan istana yang kemudian diadakan upacara penobatan pada tahun 1785. Secara turun temurun Grand Palace Thailand menjadi kediaman resmi raja.

Raja Ananda Mahidol (Rama VII) menjadi raja terakhir yang menghuni istana ini. Setelah kematian misteriusnya di salah satu bangunan Grand Palace Thailand, adik sekaligus penerusnya (Raja Bhumibol Adulyadej-Rama IX) memutuskan untuk pindah ke Istana Chitralada.

Sampai saat ini Grand Palace Thailand masih digunakan untuk upacara dan ritual kerajaan. Meskipun raja sudah tidak menghuni komplek ini, kantor pemerintahan seperti kantor sekretaris pribadi raja berada di Grand Palace Thailand. Masyarakat sering mengunjungi istana ini untuk beribadah sekaligus berwisata.

Kemegahan yang Tidak Tergerus Zaman

Dusit Maha Prasat Hall yang berdiri atas perintah Raja Rama I ini berfungsi sebagai tempat peristirahatan terakhir raja, ratu dan anggota keluarga kerajaan. Sebelumnya tempat ini terbuat dari kayu namun terbakar pada tahun 1789. Sekarang aula ini juga difungsikan untuk upacara memperingati hari konsiliasi tahunan.

Sumber: Shutterstock.com

Dusit Phirom Hall juga merupakan tempat yang sudah ada sejak Raja Rama I. Ruang kayu dengan pilar terbuka digunakan untuk raja berganti pakaian sebelum naik tandu atau gajah. Pada masa Raja Rama III, ruangan ini dikelilingi oleh tembok berbatu. Nuansa alami berpadu dengan warna emas menjadi kenangan yang mengesankan.

Amarindra Winitchai Hall adalah satu dari 7 bangunan penghubung Phra Maha Montian. Aula yang dibangun pada tahun 1782 oleh Raja Rama I ini berfungsi sebagai ruang audiensi formal. Pertemuan duta besar dengan raja terjadi di aula ini. Sekarang aula yang masih berdiri kokoh ini digunakan untuk acara kenegaraan seperti upacara penobatan.

Bangunan istana berbentuk persegi panjang membentang dengan sisi barat menghadap ke sungai menambah pesona Grand Palace Thailand. Semua bangunan di kawasan ini menghadap ke utara. Rancang bangunan istana yang unik dan megah ini selalu ramai dikunjungi wisatawan saat weekend.

Wat Phra Kaew, Buddha Zamrud yang Sangat Dihormati

Dinding mosaik kaca berwarna emas menjadi dekorasi Wat Phra Kaew atau Phra Ubosot. Gaya arsitektur periode Ayudhaya yang menawan menemani penobatan biksu yang dibatasi ganda oleh batu suci. Vihara yang dibangun pada periode Raja Rama I ini menjadi bagian terpenting di Thailand.

Buddha zamrud yang berada di dalam ruangan ini sangat terkenal dan dihormati oleh penganut kepercayaan Buddha di seluruh dunia. Balok batu permata diukir membentuk Buddha dengan sikap meditasi. Dengan ukuran tinggi 66 cm dan lebar 48,3 cm termasuk alas, kemungkinan dibuat pada abad ke-15 di Thailand bagian utara.

Sumber: Shutterstock.com

Patung Buddha zamrud menggunakan pakaian dengan kostum musim panas, hujan dan dingin. Kostum musim panas dan hujan dibuat saat pemerintahan Raja Rama I. Sedangkan musim dingin dibuat pada masa pemerintahan Raja Rama III. Ketiga kostum ini dibuat dari emas dan perhiasan. Mewah dan elegan.

Perhatikan Hal Ini Sebelum Mengunjungi Grand Palace Thailand

Grand Palace Thailand bukanlah tempat wisata biasa, karena tempat ini juga berfungsi sebagai tempat ibadah maka kamu harus menaati peraturan yang berlaku. Agar kunjunganmu berjalan aman dan nyaman, berikut beberapa tips dari tiket.com yang wajib kamu tahu. 

Waktu berkunjung. Waktu terbaik mengunjungi Grand Palace Thailand adalah pagi hari. Pada waktu high season dan weekend kamu harus siap mengantri dengan wisatawan lain. Sebaiknya datang sebelum loket buka untuk menghindari antrian yang panjang. Datang di pagi hari juga meminimalisir terpapar sinar matahari yang menyengat.

Pakaian. Gunakanlah baju berlengan ditambah celana atau rok panjang serta sepatu atau sandal dengan kaos kaki. Jika terlanjur menggunakan pakaian yang tidak sesuai, kamu nggak diizinkan masuk oleh penjaga. Sebagai solusi, di pintu masuk telah disediakan kain penutup yang tentunya menambah biaya untuk menggunakannya. 

Sumber: Shutterstock.com

Sediakan payung. Sinar matahari terik akan menemani setiap langkahmu saat menjelajah Grand Palace Thailand. Gunakan kacamata hitam, topi atau payung untuk melindungi tubuhmu. Kamu juga bisa mengunjungi tempat romantis di Thailand ini sambil bersenda gurau di bawah payung.

Lama berkunjung. Sediakan waktu mulai 3 jam untuk menjelajah Grand Palace karena lokasinya yang luas. Jika kamu pecinta dunia fotografi dan mengamati hal mendetail, sebaiknya berikan waktu yang lebih untuk Grand Palace Thailand. Setiap sudut kawasan ini sangat sayang jika dilewatkan karena terbentur waktu kunjungan yang singkat.

Cara Menuju Grand Palace Thailand

Letaknya yang strategis, bisa kamu tempuh dengan menggunakan taksi atau tuk-tuk. Jangan lupa untuk membuat kesepakatan harga dengan sopir sebelum naik.. Kamu juga bisa menggunakan BTS menuju Siam, dilanjutkan lagi ke stasiun Saphan Taksin. Sampai di stasiun Saphan Taksin kamu bisa jalan menuju dermaga pusat.

Terdapat 2 tipe perahu dengan harga 15* baht dan 40* baht. Perahu dengan tarif lebih mahal diperuntukkan wisatawan. Di perahu ini ada pemandu wisata yang menjelaskan bangunan sepanjang perjalanan menggunakan bahasa inggris. Tidak ada larangan jika wisatawan menggunakan perahu yang mana saja.

Lokasi: Na Phra Lan Road, Old City (Rattanakosin)

Jam buka: 8.00am-3.30pm

Harga tiket: Gratis untuk masyarakat Thailand dengan menunjukkan tanda pengenal. Wisatawan dikenakan biaya 500* baht/orang

*Harga saat tulisan ini dibuat dan bisa berubah sewaktu-waktu

Mengabadikan momen indah di Grand Palace Thailand menjadi lengkap karena tersedia souvenir seperti kaos dan buku yang bisa kamu bawa pulang. Liburanmu semakin lengkap saat kamu memesan akomodasi melalui tiket.com dan mendapatkan fasilitas yang nyaman. Ayo download aplikasinya sekarang!