Desa Wisata Tenganan – Bali merupakan destinasi wisata kelas dunia. Destinasi ini punya semuanya; pantai cantik, kuliner enak, villa private pool kece, pemandangan sawah mempesona, hingga desa wisata yang sarat budaya. Salah satunya yang bisa kamu kunjungi adalah Desa Tenganan.
Desa Tenganan adalah desa wisata yang terletak di Karangasem, Bali Timur. Di sini, kamu dapat melihat tradisi unik dan kebudayaan yang masih melekat pada warganya sehari-hari.
Baca juga:
Aktivitas Menarik di Desa Tenganan
Desa Tenganan merupakan salah satu Desa Bali Aga. Artinya, desa tersebut masih kental dengan pemberlakuan tradisi dan budaya turun-temurun. Ingin berkenalan lebih lanjut dengan budaya dan tradisi Desa Tenganan? Kamu bisa melakukan aktivitas di bawah ini, sobat tiket!
Harga tiket masuk: Donasi Rp10.000/ orang*
Jadwal buka: 24 jam
Alamat: Tenganan, Kec. Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali (buka di Google Maps)
1. Menonton Tradisi Mekare-kare atau Perang Pandan

Tradisi Mekare-kare atau Perang Pandan merupakan tradisi tahunan yang dilakukan untuk menghormati Dewa Indra atau Dewa Perang. Pesertanya merupakan pemuda setempat, saling bertarung dengan pandan berduri yang diikat menyerupai gada.
Peserta perang juga menggunakan sebuah tameng yang terbuat dari anyaman rotan. Dengan iringan musik gamelan selonding, alat musik suci khas Tenganan, para peserta kemudian akan mulai bertarung dan saling menyibakkan pandan ke tubuh lawan.
Namun tenang aja sobat tiket, karena setelah pertarungan berakhir para peserta akan diobati dan berdamai kembali.
Perang Pandan ini dilaksanakan setiap bulan (sasih) kelima dalam penanggalan Desa Tenganan. Waktu terbaik untuk mengunjungi Tenganan adalah ketika ada upacara adat yang biasanya diadakan bulan Januari, Februari, Juni, dan Desember.
Namun, pastikan untuk mengecek kembali jadwal pertunjukan tradisi ini ya, terutama saat masa pandemi.
2. Menyaksikan Pertunjukan Tari Tradisional
Pada beberapa momen tertentu, kamu juga bisa menyaksikan tari tradisional Bali, dengan penari perempuan Bali dari Desa Tenganan.

Salah satu tari tradisional yang bisa kamu saksikan adalah Mabuang Mulan Daha. Biasanya, para gadis daha membawakan tari ini sebagai tanda kehormatan terhadap Ida Sang Hyang Wisi Wasa.
3. Berfoto di Rumah Adat Desa Tenganan yang Unik
Keunikan lain dari Desa Tenganan adalah rumah adatnya. Pembangunan rumah di Tenganan nggak boleh asal-asalan dan harus mengikuti awig-awig atau aturan desa, karena tanah yang ditempati juga merupakan milik desa.
Makanya, kamu akan menjumpai rumah adat yang berderet dengan bentuk dan ukuran yang relatif sama.

Selain itu, rumahnya pun masih sangat tradisional, terbuat dari batu bata merah, batu kali, dan tanah. Atapnya juga terdiri dari tumpukan daun rumbia. Tentunya, sayang banget kalau sudah mampir ke sini tapi nggak berfoto di rumah adat khasnya, sobat tiket.
4. Melihat Kehidupan Sehari-hari Warga yang Unik & Tradisional

Masyarakat di Desa Tenganan mayoritas berkebun dan bercocok tanam. Kalau datang saat siang hari, kebanyakan penduduk desa biasanya masih bekerja di ladang mereka. Kamu bisa datang menjelang sore agar dapat berinteraksi dengan masyarakat desa yang sudah pulang.

Oh iya, budaya gotong royong di Desa Tenganan pun masih sangat kental lho, sobat tiket. Hal ini terlihat dari upacara adat yang dipersiapkan bersama, hingga penggunaan hasil panen bumi untuk keperluan bersama.
5. Membeli Oleh-Oleh Kerajinan Tenun Kain Gringsing
Sudah puas berkeliling? Kamu bisa menghadiahi kerabat atau keluarga dengan tenun Kain Gringsing, oleh-oleh khas Tenganan.
Kain tenun ini unik banget, karena menggunakan teknik ikat ganda atau dobel ikat. Karena teknik pengerjaannya yang cukup tinggi, waktu pembuatannya bisa memakan 2 hingga 5 tahun. Fakta menarik lainnya, di Indonesia teknik ini hanya digunakan oleh Desa Tenganan lho!

Nggak heran, karena pengerjaannya yang sulit dan lama, kain ini bisa dibanderol hingga jutaan rupiah! Selain itu, Kain Gringsing juga dianggap punya daya magis yang mampu menolak penyakit. Makanya, sobat tiket dapat melihat penggunaan kain ini pada upacara adat.
Tertarik untuk mengoleksi Kain Gringsing? Kamu bisa mendapatkannya di art shop yang ada di pintu masuk Desa Tenganan ya!
Penginapan di Sekitar Desa Tenganan
Ingin tinggal lebih lama di Desa Tenganan? Kamu bisa bermalam di penginapan sekitar desa. Sayangnya, wisatawan belum bisa menginap di dalam Desa Tenganan. Agar bisa menginap, kamu harus mendapatkan izin dari pemangku desa, dan prosesnya pun tergolong sulit.
Tapi tenang aja sobat tiket, karena kamu masih bisa bermalam di rekomendasi penginapan berikut ini. Harganya bersahabat, suasananya tenang, dan fasilitasnya kece.
Rekomendasi hotel: Villa Melanting

Harga: mulai dari Rp250.000-an/kamar/malam*.
Alamat: Jl. I Gusti Ngurah Tenganan, Gg. Kamboja No. 5, Desa Pesedahan, Manggis, Bali (buka di Google Maps).
Fasilitas: private pool, dispenser, air panas.
Berwisata Budaya di Desa Tenganan, Let’s Go!
Itu dia serangkaian aktivitas yang bisa sobat tiket lakukan saat berkunjung ke Desa Tenganan. Menarik ya? Kalau bosan dengan kehidupan modern Bali, sesekali boleh menepi ke desa wisata Tenganan yang masih asri dan tradisional.
Tertarik untuk berkunjung ke Desa Tenganan dalam waktu dekat? Kamu bisa segera merencanakan perjalanan dengan pesan tiket pesawat ke Bali. Agar perjalanan lebih mudah dan nyaman, kamu juga bisa sewa mobil di Bali.
Selama berlibur, jangan lupa untuk tetap terapkan protokol kesehatan ya, sobat tiket. Tetap jaga jarak, pakai masker, dan rajin mencuci tangan ya!
mau ke mana? semua ada tiketnya!
*harga saat artikel ditulis




