Cara ke Pulau Luhur Uluwatu

,

Cara ke Pura Luhur Uluwatu, Pesonanya Sulit Dilupakan!

Bali dan kebudayaan adalah dua hal yang sulit dipisahkan. Inilah mengapa meskipun telah berkembang menjadi tempat wisata modern, Pulau Dewata tetap memiliki pesonanya sendiri.

Masyarakat yang masih memegang teguh tradisi dan kepercayaan merupakan alasan mengapa Bali tidak hanya dikenal sebagai surga wisata, tetapi juga pusat kebudayaan yang suci, sakral, dan sarat dengan nilai religius.

Mencari tempat wisata religius di Bali memang bukan hal yang sulit. Hampir di setiap sudut pulau cantik ini terdapat tempat beribadah umat Hindu yang dikenal dengan nama pura.

Salah satu yang cukup dikenal masyarakat dan memiliki pemandangan terbaik adalah Pura Luhur Uluwatu. Menurut kepercayaan setempat, pura ini merupakan Pura Sad Kahyangan Jagat atau penyangga 9 poros mata angin di Pulau Bali.

Disebut Uluwatu karena lokasi pura berada di atas tebing batu karang. Dalam Bahasa Sansekerta, “uluwatu” memiliki arti puncak batu karang. Letak pura yang dibangun di atas tebing setinggi 97 meter ini  memiliki daya tarik tersendiri.

Pura Luhur Uluwatu

Pura Luhur Uluwatu terdiri dari beberapa pura pesanakan, yaitu Pura Pererepan, Pura Dalam Pangleburan, Pura Dalem Selonding, Pura Kulat, dan Pura Bajurit. Setiap pura memiliki akses ke pura induk.

Sampai sekarang, pura ini masih aktif digunakan sebagai tempat beribadah. Jadi sesekali terlihat warga setempat dengan pakaian adat Bali berjalan masuk membawa sesaji untuk bersembahyang.

Meskipun lokasinya mirip dengan lokasi pura di Tanah Lot, tetapi di sini pengunjung bisa menikmati luasnya hamparan Samudera Hindia dengan ombak yang menghantam kaki tebing.

Karena berbatasan langsung dengan laut, pemandangan matahari terbit tentu menjadi pesona lain dari tempat wisata religius ini. Jadi jika berkunjung ke sini, pastikan untuk datang saat sore hari.

Di Bali, pengunjung yang memasuki area suci pura biasanya diminta untuk menggunakan pakaian tertentu. Begitu pula saat masuk ke Pura Luhur Uluwatu. Semua pengunjung diwajibkan memakai sarung dengan selendang.

Selendang tersebut diikatkan ke bagian pinggang. Apabila tidak membawa, jangan khawatir. Kamu tidak perlu membeli sarung dan selendang sebab pengelola menyediakan pakaian tersebut di konter pintu masuk.

1. Lokasi dan Akses Menuju Pulau Luhur Uluwatu

Lokasi Pulau Luhur Uluwatu berada di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Dari Bandara Ngurah Rai, membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai ke tempat ini.

Kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa untuk mencapai Pura Luhur Uluwatu. Sebab di Pulau Bali, masih belum ada sistem transportasi umum memadai yang dapat mengantarkan wisatawan ke mana saja.

Saat ini ada banyak sekali agen perjalanan yang menawarkan paket wisata lengkap, termasuk transportasi beserta sopirnya. Agar lebih praktis, kamu bisa memanfaatkan jasa semacam ini.

Jika menggunakan kendaraan pribadi, kamu bisa memanfaatkan teknologi GPS agar sampai ke Pura Luhur Uluwatu tanpa khawatir tersesat. Karena lokasi tempat peribadahan umat Hindu ini cukup jauh dari pusat kota.

2. Harga Tiket Masuk Pura Luhur Uluwatu

Pura Luhur Uluwatu memiliki jam berkunjung mulai dari jam 7 pagi sampai 7 malam. Tapi bagi yang ingin beribadah atau bersembahyang, tempat ini terbuka selama 24 jam.

Untuk mengakomodasi kebutuhan wisatawan, pengelola menyediakan toilet yang berlokasi di luar pura. Meskipun statusnya tempat beribadah, untuk masuk ke Pura Luhur Uluwatu wisatawan harus membayar tiket.

Harga tiketnya pun dibedakan antara wisatawan domestik dan wisatawan asing. Berikut daftar harga tiket masuk ke Pura Luhur Uluwatu, Bali:

  • Tiket masuk wisatawan domestik:
    Untuk dewasa : Rp30.000 / orang*
    Anak-anak: Rp20.000 / orang*
  • Tiket masuk wisatawan asing:
    Untuk dewasa : Rp50.000 / orang*
    Anak-anak : Rp30.000 / orang*

Harga tiket di atas tentu belum termasuk biaya pertunjukan tari kecak, dan parkir. Untuk parkir mobil, kamu harus membayar biaya parkir sebesar Rp5.000* sedangkan sepeda motor Rp1.000*.

3. Kera di Area Hutan Sekitar Pulau Luhur Uluwatu

Bangunan pura memiliki dua pintu masuk utama, yaitu gerbang dari area utara dan akses dari aula yang berada di bagian selatan pura. Begitu menginjakkan kaki di kawasan suci ini, kita akan langsung disambut oleh hutan yang rimbun.

Untuk sampai ke pintu masuk utama, kamu masih harus berjalan beberapa meter lagi melewati jalan setapak. Saat berada di kawasan hutan, berhati-hatilah dengan kera abu-abu ekor panjang.

Fauna khas Bali ini memang bertempat tinggal di hutan yang ada di sekitar Pura. Jadi sebaiknya, amankan barang bawaan saat melakukan perjalanan menuju pintu utama Pura Luhur Uluwatu.

Jika kebetulan kamu sedang kurang beruntung sehingga ada barang yang diambil oleh monyet tersebut, cobalah untuk menukarnya dengan pisang atau makanan lain. Biasanya cara ini akan berhasil dan barang bawaan bisa kembali dalam keadaan utuh.

Pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu

Matahari terbenam, bukit karang, hamparan laut luas, dan eksotisme bangunan pura bukan satu-satunya hal yang bisa Anda nikmati. Wisatawan yang berkunjung ke Pura Luhur Uluwatu juga bisa melihat pertunjukan tari tradisional, tari kecak.

Pagelaran tari kecak di Uluwatu diikuti oleh kaum pria. Jumlah penari yang terlibat sekitar 50 sampai 100 orang. Penari kecak biasanya akan duduk membuat lingkaran dengan memakai sarung berwarna hitam putih.

Waktu pertunjukan tari kecak biasanya saat sore hari sekitar jam 18.10 – 19.00 WITA bebarengan dengan saat sunset. Biasanya, para penari menampilkan kisah Ramayana. Lokasi untuk melihat pertunjukan sendiri masih berada dalam area pura.

Melihat para penari berlenggok dengan iringan suara “cak cak cak” dari penari lain sekaligus latar belakang sunset tentu dapat memberikan pengalaman berlibur tersendiri. Jangan lupa untuk mengabadikan momen cantik tersebut.

Untuk bisa menyaksikan pertunjukan tari kecak, pengunjung  masih harus membeli tiket tambahan selain tiket masuk ke Pura Luhur Uluwatu. Tiket tari kecak Uluwatu dibanderol sekitar Rp100.000* per orang.

Agar bisa mendapatkan tempat menonton terbaik, sebaiknya datanglah lebih awal sekitar jam 17.30. Karena pada tiket masuk tidak ada keterangan nomor tempat duduk sehingga pengunjung bebas menonton pagelaran tari dari sisi mana saja.

Tempat Wisata di Sekitar Pura Luhur Uluwatu

Meskipun letak pura termasuk yang jauh dari keramaian, tetapi Pura Luhur Uluwatu termasuk memiliki letak yang strategis. Tempat peribadahan umat Hindu ini dekat dengan berbagai tempat wisata menarik.

Seperti Pantai Uluwatu, Pantai Pandawa, Garuda Wisnu Kencana, Nusa Dua, dan Tanjung Benoa. Jadi bila ingin mampir ke tempat wisata lainnya, Anda bisa memanfaatkan momen selama berada di Uluwatu.

Selain Uluwatu, Bali juga memiliki banyak pura dengan panorama cantik lainnya, loh. Jadi, sudah siap untuk menikmati eksotisme Bali yang kaya akan budaya dan tradisi? Jangan lupa pesan tiket pesawat sekarang juga melalui tiket.com.

Selamat menjelajah Bali, sobat tiket!

 

*harga saat artikel ini ditulis