,

Mengenal Sejarah Makassar dan Kerajaan Gowa Lebih Dekat Lewat Benteng Somba Opu

Makassar memiliki banyak tempat wisata sejarah yang seru untuk dieksplorasi. Dari wisata tersebut, banyak nilai sejarah yang bisa diambil pula. Salah satu yang nggak boleh dilewatkan buat dikunjungi saat kamu ke Makassar adalah Benteng Somba Opu. Meski berbentuk sisa-sisa benteng, namun kamu bisa mengetahui dan mengenal sejarah Makassar di masa lalu yang rupanya sangat panjang lho, sobat tiket.

Berwisata ke Benteng Somba Opu

Nggak hanya benteng Fort Rotterdam yang wajib masuk list wajib dikunjungi. Namun, Benteng Somba Opu juga wajib masuk daftar itinerary kamu ya, sobat tiket. Ada banyak hal yang bisa kamu dapatkan di sini, terutama yang berkaitan dengan sejarah. Ada apa aja sih di sana? Simak pembahasannya dari tiket.com berikut ini!

1. Saksi Sejarah Penting di Makassar

Di kota Makassar, terdapat dua benteng yang menjadi simbol perlawanan terhadap penjajahan Belanda. Kedua benteng tersebut adalah Benteng Fort Rotterdam dan Benteng Somba Opu. Jika Benteng Fort Rotterdam berada di pesisir pantai utara Makassar, maka Benteng Somba Opu terletak di pesisir selatan Makassar.

Perbedaannya, Benteng Fort Rotterdam masih dirawat hingga kini, sedangkan benteng Somba Opu terkesan terbengkalai. Meski begitu, ada banyak hal menarik yang bisa dijelajahi dari benteng ini. Banyak nilai sejarah masa lalu Makassar yang akan pengunjung dapatkan, lho.

Menariknya, benteng ini ternyata dibuat pada awal abad ke-16, itu berarti usianya sekarang sudah lebih dari 400 tahun, sobat tiket. Benteng ini bukan merupakan buatan Belanda, namun karya besar dari kerajaan Gowa.

Meski beberapa bagian terlihat seperti tak terurus, namun tenang saja sobat tiket, kamu bisa mendapatkan informasi dari papan yang tersedia kok. Ada pula informasi edukatif tentang benteng ini. Jadi gimana sejarah panjangnya? Yuk kita simak di bawah ini!

2. Kemegahan Sejarah Makassar dan Kerajaan Gowa

Benteng Somba Opu jadi saksi sejarah Makassar serta Kerajaan Gowa berjuang melawan penjajahan di masa lampau. Benteng ini sendiri didirikan pada tahun 1525 oleh Raja Gowa ke-9 bernama Karaeng Tumaparisi’ Kallonna. Kemudian dilanjutkan pembangunannya oleh Karaeng Tunipalangga Ulaweng.

Di tahun 1545, Karaeng Tunipalangga Ulaweng yang merupakan Raja Gowa ke 10 memperkuat struktur dinding benteng dengan batu padas. Pembangunan benteng ini pun bertahap, hingga pada masa pemerintahan Raja Gowa ke 12 Tunijallo, benteng ini mulai dilengkapi oleh meriam-meriam berkaliber berat sebagai persenjataan. Meriam ini menghiasi setiap sudut bastion.

Namun, sayangnya meriam-meriam berat tersebut hanya tinggal puing bagian sejarah. Salah satu meriam yang masih ada di benteng ini adalah sebuah meriam sekitar 9 meter. Di masa lalu benteng ini menjadi pusat pertahanan Kerajaan Gowa. Selain itu, benteng ini juga menjadi pusat perdagangan rempah-rempah dan pelabuhan.

Saat itu, ada banyak pedagang dari daerah lain seperti Bugis-Makassar, Melayu, Asia dan bahkan Eropa berdagang di sini. Komoditas yang diperdagangkan dan jadi primadona di sini adalah rempah-rempah. Transaksi yang terjadi di sini adalah antara pedagang dari Asia, sekitar Indonesia, dan Eropa.

Sayang seribu sayang, benteng ini harus jatuh ke tangan Belanda yang berhasil mengalahkan Kerajaan Gowa pada 15 Juni 1669. setelah berhasil menguasai benteng, Belanda pun menghancurkan benteng hingga akhirnya terendam oleh ombak pasang. Selama ratusan tahun, reruntuhan benteng ini terkubur dalam tanah karena naiknya sedimentasi dari laut.

Nah, reruntuhan benteng ini pun ditemukan kembali sejumlah para ilmuan pada tahun 1980-an. Reruntuhan ini pada akhirnya direkonstruksi pada tahun 1990, dengan mempertahankan sisa-sisa puing yang masih tegak berdiri.

Meski secara arkeologis bentuk keseluruhan benteng ini belum diketahui, hal ini disebabkan karena dindingnya belum sepenuhnya teridentifikasi. Namun, meski bentuknya belum diketahui secara pasti, sebuah informasi penting terungkap oleh hasil studi Francois Valentijn. Studi itu pun disempurnakan oleh Bleu dalam sebuah peta berangka tahun 1638. Dari peta tersebut, terungkap bentuk benteng ini ternyata segi empat panjang.

3. Peta Benteng di Masa Lalu

Dari peta karya Francois Valentijn ini, di dalamnya terdapat istana raja, rumah para bangsawan, pembesar, serta para pegawai kerajaan Gowa. Lingkungan kediaman istana ini dikelilingi oleh tembok, kemudian terbagi dua oleh sumbu jalan utama yang melintang utara-selatan.

Terdapat sebuah masjid yang terletak di ujung selatan jalan utama tersebut, sedangkan tempat bermukim raha ada di bagian barat-selatan dekat dinding benteng sebelah barat. Tiap bangunan pun memiliki halaman masing-masing yang dikelilingi pagar kecil. Lalu di luar benteng tersebut tinggal para prajurit dan keluarganya, tukang-tukang, saudagar, dan pendatang dari beragam suku bangsa.

Kemudian, kamu juga bisa mengunjungi bangunan perwakilan dagang bangsa Portugis yang terdapat di bagian utara benteng. Bangunan ini diambil alih sebagai kantor dagang Belanda tahun 1607. Ada pula kampung Mangalekanna yang dihuni orang-orang melayu yang terdapat di sebelah timur benteng.

4. Meriam Anak Makassar, Meriam Indonesia Paling Dahsyat

Benteng Somba Opu memiliki luas 113.590 meter. Lokasinya diapit diantara dua sungai, yaitu sungai Balang Baru dan Sungai Jene’berang. Memanjang sekitar 2 kilometer dari barat ke timur. Benteng ini sendiri memiliki ketinggian dinding setinggi 2 meter. Namun, dahulu ketinggiannya bisa mencapai 7 hingga 8 meter, lho, sobat tiket.

Ketebalan dindingnya pun bisa mencapai 3,6 meter. Ada tiga bastion tersisa yang masih bisa dilihat dalam benteng ini. Oh iya, bastion sendiri adalah sudut dari benteng yang terdiri dari dua sisi dan dua sayap, dirancang untuk memperkuat pertahanan.

Tiga bastion tersebut ada di sebelah barat daya, bastion tengah, dan bastion barat laut. Pada bastion terakhir bernama Buluwara Agung, pernah ditempatkan sebuah meriam paling dahsyat dalam sejarah Indonesia. Meriam tersebut bernama Meriam Anak Makassar, dengan bobot mencapai 9500 kg, panjang 6 meter, dan diameter 4,14 cm. Kebayang nggak sih, sobat tiket, sebesar apa meriam tersebut?

5. Rumah Adat Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat

Selain meriam dan bastion, di dalam kawasan Benteng Somba Opu juga terdapat banyak cagar budaya yaitu berupa rumah adat. Rumah-rumah adat ini berasal dari berbagai suku di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Di sana terdapat rumah adat Toraja, Gowa, rumah labirina Ujung Pandang, rumah adat Kabupaten Bulukumba, rumah panggung terbuka, Barga Somba Opu, dan masih banyak lainnya. Bisa dikatakan, dengan terdapatnya berbagai macam jenis rumah adat ini, Benteng Somba Opu menjelma menjadi “diorama” provinsi Sulawesi Selatan. Sayangnya, beberapa rumah adat mulai rusak dimakan usia karena kurang mendapatkan perhatian.

Rumah adat ini seringkali digunakan para mahasiswa yang melakukan berbagai kegiatan kemahasiswaan. Beberapa bahkan sampai menginap di sana. Selain rumah adat, terdapat juga beberapa museum yang menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah. Salah satunya meriam besar Anak Makassar yang baru saja dibahas.        

Lokasi dan Cara ke Benteng Somba Opu Makassar

Benteng Somba Opu beralamat di Jalan Daeng Tata, Kec. Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Saat hendak mencapai benteng ini, kamu harus melewati jembatan besi yang panjang. Melintang di atas Sungai Jene’berang. Jembatan ini bisa dilewati oleh dua arus kendaraan.

Setelah melewatinya, kamu bisa mendapatkan petunjuk arah yang jelas menuju Somba Opu deh, sobat tiket. Di tengah perjalanan, kamu akan dikenakan biaya retribusi sebesar kurang lebih Rp3.000 bagi wisatawan.

Kamu akan menjumpai sebuah tempat pemandian dan kebun binatang Gowa Discovery Park sebagai petunjuk kamu sudah dekat. Kamu bisa menggunakan kendaraan umum seperti angkot atau taksi dari pusat Kota Makassar.

Dari lapangan Karebosi, kamu bisa menaiki pete-pete jurusan Cendrawasih. Dari Cendrawasih, kamu harus berganti angkutan umum menuju Benteng Somba Opu. Setibanya di kawasan benteng ini, kamu akan diturunkan di area yang terdapat banyak becak motor. Nah, becak motor ini juga bisa menjadi alternatif untuk menuju Benteng Somba Opu, sobat tiket.

Wisata Sejarah di Makassar Nggak Pernah Semenarik Ini!

Nggak hanya wisata alam seperti pantai yang bisa membuat liburan kamu di Makassar makin menyenangkan. Mengunjungi wisata sejarah seperti Benteng Somba Opu juga seru, lho, sobat tiket. Bikin liburan kamu semakin sempurna dengan mengunjungi tempat wisata instagramable ini. Biar nggak ketinggalan keseruannya, buruan pesan tiket pesawat ke Makassar lewat tiket.com!