,

Tebing Keraton Bandung, Keindahan Alam Berselimut Misteri

Mencari rekomendasi wisata alam di Bandung? Sobat tiket pasti tidak langsung membuat memutuskan, karena banyak sekali opsi menarik di sana. Kamu perlu jawaban final agar segera dapat menentukan jadwal keberangkatan.

Sebagai rekomendasi, Tebing Keraton bisa dijadikan destinasi liburan kamu. Wisata alam ini merupakan favorit pengunjung, baik dari dalam dan luar negeri. Selain keindahan panorama, misteri di sini pun memberikan daya tarik tersendiri. Baca lebih lanjut ya untuk ulasan lengkap!

Mengenal Tebing Keraton

Sumber: Shutterstock

Tebing Keraton merupakan tempat wisata alam yang sudah dikenal sejak lama. Destinasi ini berada di dalam Taman Hutan Rakyat Djuanda atau Tahura Djuanda dan berlokasi di Kampung Ciharegem Puncak atau RW 10 Desa Ciburial.

Objek wisata ini sebenarnya bernama Tebing Karaton, bukan Tebing Keraton. Namun, nama itulah yang populer hingga sekarang. Ada pula sebutan lain dari pengunjung yaitu Tebing Jontor.

Sejarah Kepopuleran Tebing Keraton

Meski sudah dikenal sejak lama, Tebing Keraton dikenal luas sampai ke mancanegara mulai Mei 2014. Hal tersebut bermula ketika seorang pengunjung membagikan hasil fotonya di sini ke media sosial. Bahkan, saat itu warga Desa Ciburial menjadi saksi, lho!

Selepas itu, banyak blogger mengunjungi Tebing Keraton untuk mengisi konten mereka. Alhasil, pengunjung wisata alam ini cenderung didominasi oleh kaum muda, karena mengetahui keindahan panoramanya dari internet.

Asal Usul Penamaan Tebing Keraton

Sumber: Shutterstock

Ada beberapa versi tentang asal-usul penamaan Tebing Keraton. Namun, ada satu yang populer yaitu pemilihan keraton untuk menggambarkan betapa mewah dan megah pemandangan alam di sini. Tidak jarang juga lho banyak yang mengira kalau objek wisata ini berupa keraton di atas tebing.

Daya Tarik Tebing Keraton

Sumber: Shutterstock

Selain keindahan alam yang luar biasa, Tebing Keraton menyajikan kecantikan gemerlap lampu saat malam hari. Kesan eksotis sekaligus romantis terpancar dari objek ini. Pemandangan saat senja pun tidak kalah cantik. Semburat langit berpadu dengan hamparan hijau yang asri, benar-benar perpaduan yang ciamik! Belum lagi kabut tipis yang diterobos sinar kekuningan. Entah kata apa lagi yang bisa mendeskripsikan karya semesta tersebut.

Tebing Keraton berada di ketinggian 1.200 meter dari permukaan laut, sehingga membuat udara di sini begitu segar. Sobat tiket sekalian bisa melakukan relaksasi di sini. Tidak heran kalau pengunjung semakin betah berlama-lama.

Saat senja, kamu bisa melihat Gunung Tangkuban Perahu dengan lebih jelas dari sini. Hal inilah yang membuat banyak fotografer berburu foto di sini. Momen matahari akan terbit pun menjadi favorit mereka untuk membidik objek dengan kamera mereka. Jadi, dapat disimpulkan waktu kunjungan terbaik ke Tebing Keraton adalah sepanjang hari, karena sama-sama menawarkan keindahan panorama.

Misteri di Tebing Keraton

Selain keindahan alam yang luar biasa, misteri yang ada di sini menjadi daya tarik tersendiri, karena belum terpecahkan sampai saat ini. Apa sajakah misteri tersebut?

Di sekitar wisata ini, terdapat jejak kaki raksasa. Banyak spekulasi bermunculan, tetapi belum bisa disimpulkan sampai sekarang. Alhasil, masyarakat pun digiring ke hal-hal berbau mistis.

Misteri lain yang ada di sini adalah apakah adanya bebatuan merupakan hasil outcrop dari aliran lava basalt Gunung Sunda yang dipatahkan oleh sesar lembang yang bergerak dinamis.

Misteri terakhir di Tebing Keraton adalah terdapat sumber air Sekegede yang keluar dari lava sekitar tebing. Meski terkesan tidak masuk akal, debit airnya cukup besar dan tidak pernah surut sepanjang masa.

Rute Menuju Tebing Keraton

Meski sudah menjadi destinasi populer, tetapi petunjuk jalan menuju Tebing Keraton masih minim. Kamu perlu mengandalkan peta di ponselmu serta bertanya pada masyarakat sekitar. Berikut panduan untuk sobat tiket agar mempermudah perjalanan.

Kalau berangkat dari pusat Kota Bandung, lajukan kendaraan menuju tempat wisata Dago Pakar. Setelah itu, lanjutkan rute ke Taman Hutan Rakyat Djuanda atau Tahura Djuanda.

Dari Tahura Djuanda, sobat tiket akan melewati sebuah gerbang. Setelah itu, kamu akan melalui akses jalan berbatu dan menemui rumah penduduk setempat. Kalau kamu sudah menemukan warung bandrek bernama Warban, maka perjalanan sudah tidak lama lagi.

Setelah mencapai warung tersebut, tidak jarang pengunjung memarkir kendaraan di sekitarnya, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau menyewa jasa ojek pangkalan.

Akses menuju Tebing Keraton cukup terjal, sehingga bagi sobat tiket yang memutuskan untuk berjalan kaki harus memiliki keadaan tubuh yang prima saat berkunjung.

Ketika musim penghujan, jalanan berbatu tersebut cukup licin, sehingga kamu harus berhati-hati. Apalagi, lebarnya tidak terlalu luas dan hanya bisa dilewati satu kendaraan. Untuk meningkatkan keamanan, kamu bisa meminta panduan dari masyarakat sekitar. Meski lumayan ekstrem, menuju Tebing Keraton dengan berjalan kaki tetap menjadi favorit pengunjung.

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional Tebing Keraton

Sumber: Shutterstock

Awalnya, tidak ada tiket masuk ke objek wisata ini, tetapi setelah pengelolaan berganti pihak, ditetapkanlah tarif. Namun, tetap terjangkau, kok. Pengunjung hanya perlu membayar sebesar 15.000* dan 5.000* untuk biaya parkir. Kamu bisa berkunjung ke sini setiap hari mulai pukul 05.00-18.00 WIB.

Tips Berkunjung ke Tebing Keraton

Sebelum berkunjung ke suatu tempat wisata, kamu perlu mengetahui tips atau hal-hal penting agar mendapatkan momen terbaik. Berikut beberapa tips ketika di Tebing Keraton:

  1.  Kalau ingin melihat pemandangan matahari terbit sebagai tujuan utama, berangkatlah awal dan jangan lupa membawa perlengkapan penerangan yang memadai. Karena, akses menuju Tebing Keraton tidak dialiri listrik.
  2. Persiapkan batrei kamera agar bisa mengabadikan banyak titik cantik di sini.
  3. Disarankan mengendarai sepeda motor untuk menuju Tebing Keraton, karena medan jalannya berbatu.
  4. Kalau keadaan tubuh tidak terlalu prima, disarankan untuk menyewa jasa ojek pangkalan dari tempat parkir menuju tempat Tebing Keraton.
  5. Senantiasa berhati-hati dalam segala kegiatan, karena medan di Tebing Keraton cukup curam, sehingga berpotensi akan tergelincir.
  6. Tidak disarankan berkunjung bersama anak kecil, karena fasilitas pengaman di sini seperti pagar pembatas belum tersedia pada semua area.
  7. Senantiasa menjaga keadaan lingkungan, karena area di Tebing Keraton menjadi tempat migrasi elang-elang dari Australia ke Jawa. Pada masa tersebut, objek wisata ini akan ditutup untuk umum.

Wisata Ramah Anak di Bandung

Selain memiliki wisata alam yang menakjubkan seperti Tebing Keraton, Bandung juga memiliki wisata ramah anak. Jadi, sobat tiket tidak perlu khawatir kalau si kecil akan bosan menghabiskan masa liburan. Tinggal sesuaikan saja dengan minat mereka.

Berencana ke Bandung dalam waktu dekat? Persiapkan segala akomodasi seperti tiket kereta atau pewasat, ya! Mencari hotel terbaik pun perlu kamu perhatikan juga. Tenang saja, semua urusan tersebut dapat terselesaikan hanya dengan satu aplikasi yaitu tiket.com. Buat kamu yang belum instal, instal aplikasinya sekarang!

 

*harga saat artikel ini ditulis