Perbedaan MRT dan LRT

,

Serupa Tapi tak Sama, Ini Dia Perbedaan MRT, LRT, dan KRL

Perbedaan MRT dan LRT – Warga Jakarta sedang berbahagia menyambut dibukanya satu moda transportasi baru, yakni MRT. Selain itu ada juga pilihan transportasi berupa LRT yang tak lama lagi sudah bisa digunakan juga oleh semua penduduk Kota Jakarta.

Apakah sobat tiket adalah salah satu warga Jakarta yang sangat terbantu dengan adanya MRT? Atau mungkin kamu sudah beralih dari yang sebelumnya sangat mengandalkan KRL untuk pulang pergi kerja, kini menjadi menggunakan MRT?

Apa Perbedaan MRT dan LRT? Bagaimana dengan KRL?

Tapi tunggu, sobat tiket tidak bingung kan dengan semakin banyaknya pilihan transportasi yang sudah disebutkan di atas? Kalau iya, jangan khawatir karena tiket.com di sini akan memaparkan perbedaan MRT dan LRT yang terbaru, dan juga KRL yang sudah ada selama ini.

Ketiga transportasi tersebut memang semuanya hadir dalam bentuk kereta. Namun pasti ada alasan kenapa namanya berbeda-beda. Nah, temukan penjelasan lengkap perbedaan dari MRT Jakarta dengan LRT dan juga KRL di sini.

1. MRT

Perbedaan MRT dan LRT

Mari kita mulai dari pertanyaan yang sedang banyak bermunculan belakangan ini, yakni perbedaan MRT dan LRT. Apa bedanya kedua moda transportasi terbaru yang dimiliki oleh Kota Jakarta ini?

Mass Rapid Transit atau yang lebih populer dikenal dengan sebutan MRT Jakarta ini adalah transportasi yang rangkaiannya terdiri dari 6 gerbong kereta, dengan kapasitas untuk mengangkut sebanyak 1.950 penumpang.

MRT Jakarta lebih dipusatkan sebagai pilihan transportasi di pusat kota. Oleh karena itu lintasan yang dilalui oleh kereta ini adalah layang dan bawah tanah. Kecepatan MRT rata-rata adalah sekitar 110 km/jam.

2. LRT

Sumber: https://www.lrtjakarta.co.id/

LRT Jakarta adalah singkatan dari Light Rail Transit. Kata ‘light’ di sini artinya kereta ini tidak dirancang untuk membawa penumpang dalam jumlah yang besar. Terbukti dari rangkaiannya yang hanya terdiri dari 2 hingga 4 gerbong kereta saja.

Akan tetapi, kelebihan kereta ini jalur operasionalnya yang luas sehingga cocok untuk jarak yang jauh. Meskipun tidak sebesar MRT Jakarta, tapi kereta ini tetap mampu mengangkut sebanyak 600 penumpang atau mencapai 360.000 penumpang per harinya.

Kecepatan rata-rata LRT adalah 90 km/jam dengan rel yang sebagian besar terletak pada lintasan layang. Kereta ini dirancang agar bisa menjangkau daerah terluar Kota Jakarta dengan lebih cepat.

3. KRL

Sumber: http://www.krl.co.id/

KRL adalah Kereta Rel Listrik yang sudah ada sangat lama di Kota Jakarta. KRL sudah menjadi salah satu pilihan transportasi andalan warga Jakarta dan juga kota di sekitarnya seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Untuk ukurannya, kereta ini biasanya tersedia dalam 8 hingga 10 gerbong per rangkaian kereta. Kapasitasnya juga sangat banyak, di mana mampu menampung hingga 2.000 penumpang. Per harinya, KRL bisa mengantar penumpang sebanyak 1,2 juta orang.

KRL melalui rel yang dibangun di atas lintasan layang dan di atas tanah. Hingga saat ini, sudah ada kurang lebih 80 stasiun KRL yang tak pernah sepi oleh penumpang.

Tabel Perbedaan MRT, LRT, dan KRL

MRT

LRT

KRL

Kecepatan

110 km/jam

90 km/jam

90 km/jam

Rangkaian

6 gerbong

2-4 gerbong

8-10 gerbong

Kapasitas

1.950 penumpang

600 penumpang

2.000 penumpang

Target Penumpang

173.400/hari

1.200.000/hari

360.000/hari

Lintasan

Layang dan bawah tanah

Layang

Layang dan atas tanah

Nah itu dia perbedaan MRT dan LRT, serta KRL yang selama ini mungkin sudah sangat sering kamu gunakan untuk bepergian di kota Jakarta. Kalau sudah mengerti perbedaannya, simak juga peta jalur MRT Jakarta agar kamu bisa lebih mudah untuk pergi menggunakan moda transportasi yang satu ini. Kalau mau ke luar kota, kamu bisa pesan tiket Kereta Api di tiket.com.