• Download tiket.com App
  • Ke tiket.com
  • Indonesia
blog tiket.com
  • Home
  • mau ke mana?
  • Info Buat Kamu
  • Promo
  • Press Release
  • Community
blog tiket.com
Link berhasil disalin.
Back To Editing

Ayo Jalan-Jalan Menyusuri Perkampungan Arab di Indonesia

Blog Go Tiket.com
Tiket.com
09 Apr 2021

Bagikan :

Share on FacebookShare on Twitter
Salin Tautan
Perkampungan Arab di Indonesia
Blog Go Tiket.com
Tiket.com
09 Apr 2021

Indonesia adalah negara yang kaya akan keanekaragaman budaya. Hal ini dipengaruhi oleh sejarah panjang dan juga faktor geografisnya. Nggak heran kalau ada ratusan suku yang mendiami setiap sudut Nusantara.

Mungkin ada sebagian dari sobat tiket yang belum tahu, di Indonesia selain ada kawasan pecinan yang penuh dengan kebudayaan kental Tionghoa hingga kuliner khas yang menggugah selera, ada juga perkampungan Arab dengan keistimewaannya sendiri.

Baca Juga:

  • Kuliner Indonesia yang Pasti Ada Saat Ramadan
  • Menu Buka Puasa di Dunia, Bisa Jadi Inspirasi Menu Berbuka!
  • Tips Menjalankan Puasa Tetap Lancar!

Serunya Menjelajah Perkampungan Arab di Indonesia

Sobat tiket bisa mampir ke salah satu perkampungan Arab yang ada di Indonesia untuk merasakan nuansa khas beserta dengan tradisi, kuliner, kebudayaan, dan lain sebagainya. Kuy, langsung simak aja daftar beserta ulasannya.

1. Kampung Arab Pekojan, Jakarta Barat

Pekojan termasuk salah satu daerah yang masih banyak terdapat cagar budaya peninggalan masa lampau. Bukan hanya budaya Arab, namun juga kebudayaan India dan Tionghoa kental di sini.

Nama “Pekojan” berasal dari kata “Khoja”, istilah yang masa itu digunakan untuk menyebut penduduk keturunan India yang beragama Islam.

Pada era Kolonial Belanda, Pekojan ditetapkan sebagai Kampung Arab, karena menjadi tempat untuk menampung imigran dari Hadramaut (Yaman Selatan).

Dari Pekojan inilah menyebar beberapa Kampung Arab di daerah Jakarta, seperti di Krukut dan Sawah Besar, Tanah Abang, dan Kwitang.

Kamu juga bisa berwisata cagar budaya religius di sini. Terdapat sebuah masjid kuno yang dibangun pada 1648 oleh para muslim India, yang disebut Masjid Al-Anshor. Ada juga Masjid Kampung Baru yang dibangun pada pertengahan abad ke-18.

Masjid ini masih menjadi tujuan salat Id pada Hari Raya Idul Fitri oleh warga keturunan India beragama muslim yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya.

masjid an-nawie

Sedangkan peninggalan muslim keturunan Arab ada Masjid Langgar Tinggi yang dibangun pada abad ke-18. Tak jauh dari situ terdapat Masjid An-Nawier, yang pernah diperluas pada 1920-an oleh Abdullah bin Husein Alaydrus, yang juga berperan memasok senjata untuk pejuang Aceh pada Perang Aceh (1873-1903).

Masih di daerah yang sama, terdapat Masjid Azzawiyah yang dibangun oleh Habib Ahmad bin Hamzah Alatas. Beberapa bangunan berarsitektur Moor, sebutan bagi muslim India dan Timur Tengah, masih bisa disaksikan di tempat ini.

Saat ini, mayoritas penduduk Pekojan adalah keturunan Tionghoa. Namun demikian, kerukunan antar etnis sungguh terjalin erat sejak lama. Pekojan pernah dijadikan tempat percontohan pembauran antar etnis pada 1986 oleh Wali Kota Jakarta saat itu.

Kuliner khas Timur Tengah juga bisa didapatkan di sini. Makanan seperti gulai kari kambing, roti jala, kue ka’ak, bisa ditemukan di sini, siap dinikmati untuk santapan berbuka puasa, diiringi iringan musik khas Timur Tengah!

Alamat: Pekojan, Tambora, Jakarta Barat (Cek di Google Maps)

2. Kawasan Sunan Ampel, Surabaya

Di daerah inilah Sunan Ampel menyebarkan agama Islam pada abad ke-15. Penduduk lokal Surabaya dan pedagang dari Timur Tengah ikut dalam pengajaran agama oleh Sunan Ampel.

Karena itu, daerah ini banyak didiami oleh warga keturunan Arab, tepatnya di sekitar makam Sunan Ampel yang ada di sini. Jadilah, kawasan ini dikenal dengan nama Kampung Arab sampai sekarang.

Tujuan utama orang datang ke kawasan ini adalah berziarah ke makam Sunan Ampel. Di sepanjang jalan, banyak dijajakan kebutuhan peziarah dan wisatawan. Ada minyak wangi, busana muslim, dan perlengkapan ziarah lainnya.

Jualan kurma
Ilustrasi

Karena termasuk kampung kuno selain Kampung Bubutan dan Kampung Pecinan, di kawasan Ampel ini banyak terdapat bangunan tua. Beberapa di antaranya dibangun sekitar tahun 1810-an.

Wilayah ini tepat disebut Kampung Arab, karena sekitar 60% warganya adalah keturunan Arab. Sisanya adalah warga keturunan campuran, seperti Jawa, Madura, dan Tionghoa.

Selain bisa menikmati keindahan cagar budaya, di kampung ini para pengunjung bisa menikmati kelezatan makanan khas Timur Tengah dan keragaman budaya dan tradisi yang masih dilestarikan hingga kini.

Makanan khas seperti nasi kebuli, roti maryam, sambosa, bubur gandum, dan bubur harizah, bisa dinikmati di sini.

Saat bulan Ramadan, suasana di Kampung Arab menjadi semakin meriah. Kamu bisa berburu berbagai macam menu buka puasa di pasarnya. Jangan lupa berbelanja busana muslim dengan motif dan corak ala Timur Tengah.

Alamat: Jl. Nyamplungan, Ampel, Kec. Semampir, Kota SBY, Jawa Timur 60151 (Cek di Google Maps)

3. Kampung Arab Al-Munawar, Palembang

Sebagai salah satu kota tertua di Indonesia, kampung Arab yang ada di Palembang ini juga usianya sudah mencapai 300 tahun. Perkiraan ini berasal dari usia salah satu rumah yang berlokasi di sini sekaligus menjadi ikonnya.

Kamu nggak akan kesulitan untuk menemukan desain arsitektur yang unik dan menyita perhatian. Rumah-rumah yang ada di sini terbuat dari material khusus dengan lantai marmer yang didatangkan langsung dari Eropa.

Bahkan kamu bisa perhatikan di setiap rumah memiliki lantai dengan pola yang berbeda-beda. Hal ini menambah nilai elegan dari setiap rumah sekaligus menjadi daya tarik tersendiri.

Meskipun secara sekilas setiap bangunan tampak sudah sangat tua, namun semuanya masih terawat dengan baik oleh warga setempat. Bahkan delapan rumah yang ada di kampung ini didedikasikan sebagai warisan budaya.

Kamu bisa langsung merasakan nuansa khas Timur Tengah di kampung ini ketika mengunjunginya, terutama di dermaga yang menghadap ke sungai Musi, di mana terdapat bangunan bergaya Turki dengan kubah khasnya.

Sebagai destinasi wisata, warga dari kampung Al-Munawar ini sangat ramah dengan para pengunjung. Penduduk perempuan di kampung ini juga mengenakan pakaian khas Arab, yakni abaya dan burqa.

Hal unik lain yang akan kamu temukan di sini adalah rutinitas dari warga setempat. Hari libur sekolah di kampung ini bukanlah hari Minggu, melainkan hari Jumat. Hal ini dikarenakan penanggalan yang digunakan adalah kalender Islam, di mana Jumat adalah hari yang istimewa.

Alamat: Munawar, Lrg. Al Haddad No.13, 13 Ulu, Seberang Ulu II, Palembang, Sumatra Selatan 30115 (Cek di Google Maps)

Ayo Mampir ke Perkampungan Arab di Indonesia

Gimana menurut sobat tiket? Keren banget kan keberagaman budaya di negara kita? Selain bisa menjadi tempat rekreasi, perkampungan Arab di atas juga bisa menjadi tempat kita untuk belajar budaya, tradisi, sejarah, agama, dan banyak lainnya.

Mau merencanakan liburan ke salah satu tempat di atas? Langsung aja pesan tiket pesawat ke destinasi pilihanmu dan hotel nyaman untuk melengkapi perjalananmu hanya di tiket.com!

Bagikan Artikel Ini ke Orang Terdekatmu

Share6TweetSendShare

Artikel Lain Buatmu

Bacaan seru cuma buat kamu.
Persiapkan Mudik, Tiket Bus & Travel Lebaran 2026 Bisa Kamu Pesan Sekarang!
30 Oktober 25
Panduan Liburan ke Universal Studios Japan Tahun 2025!
Panduan Liburan ke Universal Studios Japan Tahun 2025!
28 Juli 25
Seharian di Changi Airport Bisa Ngapain Aja? Cek 8 Fasilitas Seru Ini, deh!
Seharian di Changi Airport Bisa Ngapain Aja? Cek 8 Fasilitas Seru Ini, deh!
28 Januari 25

© 2011-2023 PT. Global Tiket Network. All Rights Reserved

  • Home
  • mau ke mana?
  • Info Buat Kamu
  • Promo
  • Press Release
  • Community
    • Indonesia
  • Download tiket.com App
  • Ke tiket.com
Follow Us