,

Pesona Gunung Panderman, Cantiknya Bikin Kamu Enggan Pulang!

Selain memanjakan wisatawan lewat pilihan taman bermain yang beragam, kawasan Batu juga punya tempat wisata alam yang nggak kalah memukau.

Sobat tiket yang hobi naik gunung wajib mampir ke Gunung Panderman. Sementara buat kamu yang nggak pernah hiking tapi ingin merasakannya, Gunung Panderman cocok banget untuk para pendaki pemula, lho.

Seperti apa sih pesona Gunung Panderman yang tersohor ini? Berikut rangkumannya untukmu:

Mengenal Gunung Panderman Lebih Dekat

Sumber: Shutterstock

Di kalangan para pendaki yang ada di Jawa Timur, nama Gunung Panderman cukup populer. Gunung Panderman merupakan salah satu bagian dari gugusan Gunung Putri Tidur yang berada di kawasan Kota Batu.

Buat sobat tiket yang datang dari arah Malang, butuh waktu kurang lebih 1,5 jam menuju titik awal pendakian Gunung Panderman. Nggak perlu khawatir buat kamu yang baru pertama mendaki, pasalnya ketinggian Gunung Panderman hanya 2045 mdpl.

Untuk mencapai area puncak, para pendaki biasanya membutuhkan waktu antara 3 sampai 4 jam. Oleh karena itu. Gunung ini cocok banget bagi kamu yang baru pertama kali mencoba hiking.  

Saat melakukan pendakian menuju Puncak Basundara, yaitu puncak tertinggi Gunung Panderman, nantinya kamu akan melewati banyak tanjakan dengan kontur tanah yang berpasir. Jadi, biar nggak kaget, usahakan untuk rutin berolahraga sebelum ke sini, ya!

Sementara kalau datang di musim hujan, kamu harus ekstra hati-hati karena tanjakan yang dilalui akan sangat licin dan menyulitkan trekking-mu. Satu tips lainnya nih, kalau begitu hindari mendaki di musim hujan untuk menjaga keselamatan.

Bicara soal penamaan, ada cerita unik di baliknya. Kabarnya, nama Gunung Panderman diambil dari nama orang Belanda, yaitu Van Der Man. Beliau merupakan pendaki pertama yang berhasil menaklukkan puncaknya. Sejak saat itulah gunung ini dikenal sebagai Gunung Panderman.

Cara Menuju Gunung Panderman

Sumber: Shutterstock

Bila datang dari arah Malang, silakan arahkan kendaraanmu menuju Alun-Alun Kota Batu. Dari sana kamu perlu berkendara ke arah Museum Angkut, kemudian ikuti jalurnya sampai tiba di Desa Pesanggrahan.

Di desa tersebut kamu akan menemukan petunjuk menuju wisata Panderman. Hati-hati saat berkendara, sobat tiket. Medan di sini sangat menanjak dan kamu perlu melewati beberapa belokan tajam.

Setelah menemukan masjid di pertigaan jalan, kamu tinggal belok ke kanan dan tibalah di check point Gunung Panderman atau basecamp perijinan untuk mendaki. 

Jalur Pendakian Gunung Panderman

Sumber: Shutterstock

Sudah siap melakukan pendakian? Pertama, kamu perlu tahu kalau Gunung Panderman punya dua jalur pendakian yaitu via Dukuh Toyomerto, Pesanggrahan dan via Curah Banteng. 

Di antara ke duanya jalur via Dukuh Toyomeroto lah yang paling populer. Kamu nggak disarankan naik via Curah Banteng karena jalur ini terkenal curam dan berbahaya. Terutama buat kamu yang baru pertama kali mendaki nih. 

Oleh sebab itu, cara teraman untuk tiba di puncak Gunung Panderman adalah via Dukuh Toyomerto. Setibanya di gerbang pintu masuk Gunung Panderman, kamu akan menemukan basecamp pendakian pertama. 

1. Basecamp Perijinan

Area ini menyediakan lahan parkir untuk mobil dan motor. Di sinilah kamu bisa meninggalkan kendaraanmu sebelum melakukan pendakian. Bila akhir pekan tiba, suasana parkirannya bisa penuh oleh motor para pendaki yang penasaran dengan panorama Gunung Panderman. 

Setelah memarkir kendaraan, kamu bisa mulai melakukan perijinan untuk pendakian Gunung Panderman di basecamp ini. Kamu juga akan dikenakan retribusi sebesar Rp10.000*. Bila perijinan sudah selesai, saatnya berpetualang! 

2. Latar Ombo

Dari basecamp, ambil arah ke kiri untuk menuju pos pertama yaitu Latar Ombo. Selama perjalanan kamu masih dimanjakan oleh jalur yang landai. Di jalur ini pula, nantinya kamu akan menemukan sumber air yang jernih. 

Air tersebut aman untuk diminum, sehingga kamu bisa mengambilnya sebagai persediaan air selama mendaki. Kehadiran pohon pinus dan semak belukar yang lebat membuat suasana terasa segar. Sesekali kamu pun bisa mengabadikan momen perjalananmu lewat jepretan kamera. 

Sesampainya di Latar Ombo yang berada di ketinggian 1600 mdpl, kamu bisa beristirahat sejenak untuk melepas lelah. Area ini memiliki lahan yang luas dan landai sehingga cocok untuk bersantai atau mendirikan tenda.

3. Watu Gede

Ketika badan kembali prima, sobat tiket bisa melanjutkan pendakian menuju Watu Gede yang terletak di ketinggian 1730 mdpl. Saat mendaki, kamu akan melalui jalur berbatu dan berpasir. Di sinilah tanjakan mulai terasa berat, apalagi ada peralatan kemah yang harus dibawa.  

Bila beruntung, di tengah perjalanan kamu bisa menemukan tumbuhan rasberry yang sedang berbuah. Kamu pun bisa memetiknya untuk dimakan. Setibanya di Watu Gede, kamu akan menemukan area landai yang nggak begitu luas, bisa menjadi lokasi terbaik untuk istirahat. 

4. Puncak Basundara

Menuju Puncak Basundara, jalan yang dilalui perlahan-lahan mulai terjal. Begitu menguras tenaga karena kontur treknya sangat cuman dan berpasir. Di sinilah tantangan yang sesungguhnya.

Dari Watu Gede menuju Puncak Basundara dibutuhkan waktu kurang lebih 1 jam pendakian. Tapi bisa juga lebih dari 1 jam apabila kamu kelelahan karena medan yang menanjak dan berpasir. Lagi-lagi, kondisi fisik yang prima sangat diperlukan untuk bisa menaklukan segala rintangan yang menghadang. Semangat, sobat tiket!

Mendekati area puncak, kamu akan menemukan jalan sempit yang bersebelahan dengan jurang di sisi utara gunung. Inilah lokasi favorit para pendaki untuk berfoto dengan latar belakang barisan pegunungan serta pemandangan Kota Batu dan Malang dari ketinggian. Benar-benar panorama yang memanjakan mata.

Setibanya di Puncak Basundara, semua rasa lelah terbayar dengan pemandangan terbuka yang luar biasa. Apalagi kalau kamu datang menjelang pagi. Panorama saat matahari terbit sungguh memukau.

Oh iya, informasi penting untuk kamu yang akan berkemah di Gunung Panderman. Jaga barang-barangmu dengan baik karena di lokasi ini banyak monyet jahil yang suka mencuri makanan. 

Menikmati Keindahan Sunrise Gunung Panderman yang Legendaris

Sumber: Shutterstock

Suguhan alam memang nggak pernah mengecewakan. Alam selalu punya cara sendiri untuk memberikan keindahan yang menakjubkan. Salah satunya saat matahari terbit. Siapa saja yang melihatnya pasti terpesona.

Nah, buat kamu yang berencana untuk pergi mendaki ke Gunung Panderman, pemandangan matahari terbit dari Puncak Basundara sayang banget kalau dilewatkan. Oleh karena itu, kamu bisa mulai mendaki sejak sore atau malam hari.

Setibanya di puncak, sembari menunggu matahari terbit, kamu bisa menikmati gemerlapnya lampu-lampu kota Batu dan Malang layaknya bintang-bintang yang ada di langit. Indah!

Menjelang pagi, bersiaplah untuk menyambut datangnya sang mentari. Dari arah timur kamu akan melihat gradasi warna biru, ungu, jingga, dan kuning keemasan membaur secara alami. Siluet gunung dan pepohonan membuat pemandangan yang ada di depan mata tampak sempurna. Sungguh menakjubkan!

Sambil menikmati suasana sunrise yang syahdu, kamu bisa sekalian mengabadikan momen tersebut dengan kamera. Hasilnya pun cukup keren untuk dipajang di media sosial. 

Liburan Seru Mendaki Gunung Panderman

Mendaki bisa menjadi salah satu cara seru untuk menghabiskan waktu liburan. Apalagi kalau perginya ramai-ramai bareng sahabat. Kalau kamu datang dari luar kota atau provinsi, kamu bisa pesan tiket kereta api lewat tiket.com supaya tidak banyak tenaga yang terbuang saat perjalanan.

Kalau nggak suka naik gunung, kamu bisa pergi ke sejumlah tempat wisata hits yang ada di Kota Batu. Atraksi yang disuguhkan nggak kalah menarik dari Gunung Panderman. Ayo menjelajah, sobat tiket!

*harga saat artikel dibuat