,

Wisata Religi ke Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin yang Unik di Palembang

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin – Palembang tak hanya dikenal dengan keberadaan Jembatan Ampera yang menjadi ikonnya. Ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini mempunyai ikon lainnya yang megah, yakni Masjid Agung Palembang.

Masjid ini juga dikenal dengan nama Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin. Karena megah dan indah, tak heran jika tempat ibadah umat Islam ini menjadi destinasi wisata religi yang menarik.

Sebagai salah satu kota tertua di dunia, Palembang didirikan oleh Dapunta Hyang pada tanggal 16 Juni tahun 682M. Menurut catatan sejarah, Kota Palembang sudah ada sejak Kerajaan Sriwijaya didirikan.

Dan sebagaimana sobat tiket ketahui, Kerajaan Sriwijaya sudah tersohor sebagai kerajaan nasional pertama yang ada di Nusantara. Menyandang predikat kota tertua, tak heran jika Palembang memiliki segudang sejarah dan cerita. Tak terkecuali dengan Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin yang mempesona ini.

Keagungan Masjid Tertua di Palembang, Mengagumkan!

Masjid ini terletak persis di tengah Kota Palembang dan merupakan yang terbesar. Bangunan masjid kuno ini memang sudah mengalami beberapa kali direnovasi. Meski begitu, sejarah yang terkandung di dalamnya tak mungkin luntur begitu saja.

Sebagai masjid tua, bangunan ini dibangun pada tahun 1738, oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo. Sosok Masjid Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo ini diketahui berkaitan erat dengan Kesultanan Palembang Darussalam.

Diwariskan langsung oleh Sultan, masjid ini begitu luas yakni mencapai 1.080 meter persegi. Sementara untuk daya tampungnya sendiri bias cukup untuk 1.200 orang jamaah.

Kemudian, masjid ini juga sempat mengalami perbaikan oleh Pangeran Nataagama Karta Mangala Mustafa Ibnu Raden Kamaluddin. Proyek perbaikan ikut didukung oleh tokoh agama Islam bernama Sayid Achmad bin Syech Sahab dan Sayid Umar bin Muhammad Assegaf At-Toha.

Selain itu, lokasinya pun sangat strategis. Masjid ini berdekatan dengan berbagai tempat sejarah yang ada di sekitarnya. Jadi saat sobat tiket bertandang ke mari, bias langsung sekalian mampir ke tempat wisata lainnya dengan berjalan kaki.

1. Pesona Perpaduan 3 Budaya yang Unik

Sumber: Shutterstock.com

Tak hanya menjadi masjid terbesar dan tertua di Sumatera Selatan dan Palembang. Struktur arsitektur dari bangunan ini juga tampak unik mempesona.  Patut diacungi jempol, tampak jelas dari arsitekturnya bahwa masjid ini juga kaya akan budaya.

Pesona perpaduan tiga unsur Tionghoa, Eropa dan Indonesia menjadikannya berdiri megah teristimewa. Tak hanya itu, dulunya kawasan sekitar masjid merupakan salah satu kampung yang ditempati oleh orang Palembang asli dan Arab.

Gaya arsitektur Eropa terlihat dari pintu masuk utamanya yang tinggi besar. Unsur Tionghoa tampak dari atap bangunan utama serta menara lamanya yang serupa atap vihara.

Di samping itu, puncak bangunan utamanya yang berundak tiga dan berbentuk limas juga menjadi ciri khas. Pada undakan ketiganya, terdapat mustaka atau puncak masjid berhiaskan  ukiran bunga tropis yang cantik.

Di bagian ujung mustaka, tampak mustika dengan pola bunga yang merekah. Undakan masjid dengan bentuk ini rupanya dipengaruhi oleh bangunan dasar candi Hindu-Jawa. Gaya arsitektur yang khas Nusantara ini juga ikut diserap oleh Masjid Agung Demak.

Ujung menara berbentuk kerucut seperti tumpeng. Tumpeng atau bentuk gunungan dalam kebudayaan nusantara mempunyai makna yang berarti hubungan manusia dengan Tuhannya, manusia dengan alamnya, dan manusia dengan sesama manusia. 

2. Menelusuri Sejarah Perlawanan Bangsa Terhadap Belanda

Selain berwisata religi ke dengan Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin ini, kamu juga bisa menelusuri sejarah lho, sobat tiket. Bangunan kuno nan megah ini telah menjadi saksi bisu dari sejumlah peristiwa bersejarah.

Dulu, saat bangsa kita sedang melawan penjajahan Belanda, terjadi peperangan besar selama 5 hari 5 malam di Palembang. Pecahnya perang tersebut berimbas buruk terhadap bangunan masjid. Sehingga memasuki tahun 1819 dan 1821, dilakukanlah pemugaran besar pada bangunan masjid.

Saat itu, pemerintahan Hindia Belanda merenovasi bagian atap genteng menaranya. Atap genteng kemudian diganti dengan atap sirap yang terbuat dari lembaran kayu. Tinggi menara pun ikut ditambahkan dengan beranda yang melingkar.

Di awal kemerdekaan, Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin ini juga pernah menyandang status masjid terbesar se-Indonesia selama beberapa tahun.

Setelah kemerdekaan, masjid ini kembali mengalami sejumlah renovasi. Tahun 1966-1969, lantai dua masjid kemudian dibangun dengan bantuan dari Yayasan Masjid Agung. Luas lahan pun ditambahkan menjadi 5.520 meter persegi. Dengan demikian, masjid besar ini sanggup menampung sekitar 7.750 orang jamaah.

Berlanjut pada tahun 1970-an, sumbangan datang dari badan usaha milik negara (BUMN) Pertamina—khususnya untuk bagian menara masjid.

Adapun proyek perbaikan terbaru dilangsungkan pada tahun 2000- 2003. Selanjutnya, masjid kembali diresmikan di era pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.

3. Mengikuti Sejumlah Kegiatan Ibadah di Masjid Nasional

Sumber: Shutterstock.com

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin yang dulunya bernama Masjid Sulton ini telah menjadi salah satu masjid nasional RI lho, sobat tiket. Ini dikarenakan masjid ini merupakan peninggalan sultan.

Sehingga pada tahun 2003, Menteri Agama Republik Indonesia mencetuskannya sebagai salah satu masjid nasional. Ketetapan ini dikeluarkan melalui Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia MA/233/2003 tertanggal 23 Juli 2003.

Lalu pada tahun 2009, Masjid Agung Palembang ini juga ditetapkan menjadi cagar budaya. Berdasarkan UU No 5 tahun 1992 tentang bangunan cagar budaya dan Surat Peraturan Menteri No PM19/UM.101/MKP/2009, kini bangunan masjid ini menjadi salah satu cagar budaya yang mendapat perlindungan dari pemerintah.

Berkunjung ke sini, kamu akan melihat sejumlah kegiatan ibadah yang kerap diselenggarakan di masjid. Di setiap harinya, berbagai kegiatan rutin telah diagendakan. Bahkan jadwal kegiatan ibadah bulanan dan tahunan pun sudah ditetapkan.

Setiap harinya, dakwah masjid dan shalat rawatib lima waktu menjadi kegiatan rutin yang dilakukan. Semua ini semata-mata dilakukan karena sejalan dengan tujuan utama dari pembangunan masjid agung ini. Yakni untuk mengingat Allah serta memperkenalkan agama Islam.

Adapun kegiatan rutin yang dijadwalkan setiap minggunya yaitu pengajian kitab Kuning. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh sejumlah ulama Kota Palembang.

Yang lebih menarik lagi, ini sering menghelat pembacaan Alquran satu juzz satu malam setiap Ramadan tiba. Pembacaan Alquran tersebut dilaksanakan seusai salat tarawih selama sebulan penuh. 

Akses Mudah ke Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin berlokasi di sebelah utara Istana Kesultanan Palembang. Tepatnya di belakang Benteng Kuto Besak dan berdekatan dengan aliran sungai Musi.

Namun secara administratif, masjid ini berada di pusat kota Palembang, di pertemuan Jalan Merdeka dan Jalan Sudirman.

Alamat: Jl. Jend. Sudirman, 19 Ilir, Kec. Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30111.

Liburan Sambil Wisata Religi, Bikin Hati Tambah Tentram

Sobat tiket, bukan cuma liburan dan olahraga aja lho, yang ampuh untuk meredakan stress. Beribadah juga punya andil besar untuk bikin hati tambah tentram.

Selain membuat pikiran lebih tenang, mengikuti kegiatan ibadah juga bisa menyingkirkan berbagai masalah kesehatan—baik psikis maupun fisik. Menurut studi dan para ahli kesehatan, beribadah bisa membantumu untuk mengatasi dan mencegah stress.

Mendekatkan diri pada hal-hal religi juga dapat membuatmu lebih bahagia, panjang umur dan sistem kekebalan tubuh jadi meningkat!

Jadi, banyak manfaatnya banget kan, kalau kamu wisata religi ke Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin saat liburan ke Palembang? Buat kamu yang mau terbang ke sini, ayo pesan tiket pesawat ke Palembang di tiket.com untuk perjalanan yang anti ribet dan menyenangkan.

Agar lebih asyik lagi, setelah wisata religi kamu bisa berkunjung ke 5 Tempat Wisata Budaya di Palembang, Seru Banget untuk Dieksplorasi!