,

Mitos dan Fakta Masjid Tiban Malang, Pasti Bikin Penasaran!

Malang adalah kota dengan berbagai wisata menarik serta memiliki ragam tema. Kalau berkunjung ke sini untuk bersenang-senang, tidak hanya cukup satu hari. Sobat tiket perlu membuat jadwal main tersendiri agar tidak melewatkan pesona pariwisata dari Bumi Arema ini.

Salah satu opsi daftar kunjungan di Malang adalah Masjid Tiban. Bangunan tempat ibadah tersebut begitu megah, sehingga menawarkan daya tarik tersendiri. Apalagi, mitos dan fakta di sini menjadi perbincangan hangat sampai ke luar Pulau Jawa. Berikut ulasan lengkap untuk sobat tiket agar semakin mengenal destinasi unik ini.

Mengenal Masjid Tiban

Sumber: Shutterstock

Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Tiban berfungsi sebagai pondok pesantren bernama Bihaaru Bahri’Asali Fadlaailir Rahmah (Bi Ba’a Fadlrah). Memiliki bangunan megah, destinasi unik ini tampak kontras dengan permukiman di sekitar.

Di kompleks Masjid Tiban, dulu berdiri sebuah musala. Masyarakat setempat biasa salat ke sini. Sang pemilik, Romo KH Rahmat Bahru Mafdo lud din Sholeh dan sang istri, Hajjah Luluk Rifqoh Al-Mahbubah, berniat melakukan perombakan besar-besaran untuk pusat keagamaan dan pembelajaran mulai 1963.

Keputusan tersebut diambil dengan sangat matang melalui serangkaian pertimbangan. Dibangun oleh para santri tanpa bantuan arsitek, membuat masyarakat tidak menyadari sebuah pembangunan. Penamaan Tiban pun diambil dari Bahasa Jawa dengan artian tiba-tiba ada.

Kini pondok pesantren dengan arti lautan madu dan memiliki keutamaan kasih sayang menampung santri sebanyak 350 orang beserta keluarga. Mereka pun turut serta menjalankan operasional Masjid Tiban sehari-hari.

Lokasi Masjid Tiban

Masjid Tiban terletak di Jl. KH Wahid Hasyim Gang Anggur nomor 10, RT 07/ RW 06, Desa Sananrejo, Turen, Kabupaten Malang. Berada sekitar 40 km dari pusat kota, membuat sobat tiket cukup mudah untuk menjangkau lokasi ini.

Meski terletak jauh dari keramaian jalan, terdapat banyak papan petunjuk untuk mengarahkan pengunjung ke sini. Selain itu, berdekatan dengan pondok pesantren Bi Ba’a Fadlrah, sehingga semakin mudah ditemukan. Menara biru dari masjid pun akan terlihat dari kejauhan sebagai pertanda perjalanan sudah dekat.

Masjid Tiban sebagai Wisata Religi

Sumber: Shutterstock

Berkunjung ke Masjid Tiban tidak hanya bisa menikmati kemegahan bangunan di sini dan aneka kuliner lezat Malang, melainkan mampu mendapatkan pengalaman spiritual tersendiri. Begitu memasuki area wisata religi, kamu akan disambut menara gerbang setinggi 30 meter sebagai pusat informasi 1.

Kalau sobat tiket ke sini menggunakan kendaraan, kamu akan diarahkan ke gerbang 2 terlebih dahulu. Di sini kamu akan ditawari pemandu gratis untuk menemani ketua tim jika datang bersama rombongan. Sementara pengunjung perseorangan atau keluarga disarankan mengambil semacam brosur berisi peta.

Arsitektur Masjid Tiban dipengaruhi oleh empat kebudayaan; Eropa, India, Arab, dan Cina. Masing-masing unsur memberikan ciri khas tersendiri dan berpadu menjadi satu kesatuan indah.

Menara masjid ini sangat kental dengan nuansa Eropa. Sementara sisi lain bangunan mencirikan kebudayaan Cina melalui pemilihan warna emas. Hiasan kaligrafi di dalam dan luar pun begitu menunjukkan identitas Timur Tengah.

Masjid dengan total lantai sebanyak 10 ini memiliki jam dinding istimewa. Bukan hanya sebagai penunjuk waktu, melainkan untuk menampilkan sebuah filosofi bahwa kehidupan manusia suatu saat akan berakhir.

Di lantai dasar, sobat tiket akan menjumpai lorong-lorong dan akan mengarahkan pengunjung ke ruangan-ruangan berbeda. Elemen bangunan ini begitu mencerminkan kebudayaan India, terlebih dari ornamen lampu warna-warni.

Untuk naik ke lantai atas, pengunjung bisa secara manual atau memanfaatkan lift. Ada hal menarik kalau kamu menggunakan tangga. Kamu akan melihat tanaman-tanaman hasil pengembangbiakan santri tertata secara rapi di sepanjang lorong.

Ingin melihat kecantikan pemandangan sekitar? Naiklah ke lantai 9. Sejauh mata memandang, kamu akan mendapati suasana pegunungan berpadu dengan kemegahan. Ketika malam hari, kerlip lampu semakin membuatmu terkesan.

Mitos dan Fakta di Masjid Tiban

Sumber: Shutterstock

Kemegahan Masjid Tiban bukanlah daya tarik tunggal, melainkan mitos seputar pembangunan. Hal ini lantas memunculkan julukan lain: Masjid Jin. Namun, benarkah demikian?

Cerita mistis perihal masjid dibangun oleh jin menyebar luas. Karena, masyarakat sekitar tidak pernah melihat aktivitas pembangunan, lalu tiba-tiba jadilah sebuah bangunan megah. Padahal, ratusan santri mengerjakan selama bertahun-tahun, bukan hanya semalam.

Pembangunan Masjid Tiban dimulai pada 1978. Saat itu memang tidak memperbolehkan orang lain masuk. Setelah setengah jadi, barulah sang pemiliki memberi izin untuk melihat-lihat proses pembangunan. Namun, cerita mistis sudah telanjur menyebar sampai sekarang.

Mitos lain dari Masjid Tiban adalah setiap kamar atau ruangan di sini memiliki khasiat tersendiri. Hal ini hanyalah analogi, dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa keikhlasan seseorang akan memberikan manfaat untuk orang lain.

Pembangunan kamar atau ruangan dibiayai oleh jamaah dan dibangun secara gotong royong oleh ratusan santri. Mereka mengerahkan segala hal, entah materi atau sebatas tenaga. Semua dilakukan semata-mata untuk kebaikan. Bahkan, setiap Sabtu dan Minggu, para Riadoh (jamaah atau santri yang mengabdikan diri) dengan sukarela membersihkan atau merawat masjid.

Fasilitas Masjid Tiban

Masjid setinggi 10 lantai ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, melainkan saran hiburan. Di sini sobat tiket bisa berwisata kuliner atau belanja. Baik di dalam dan luar terdapat banyak penjual menjajakan dagangan mereka.

Mengajak anak-anak ke Masjid Tiban juga tidak kalah menyenangkan. Karena, di sini terdapat kebun binatang mini dan akuarium dengan berbagai spesies ikan di lantai dasar. Perhatian mereka akan teralihkan, sehingga tidak cepat merasa bosan.

Tiket Masuk dan Jam Operasional

Kalau sobat tiket berkunjung ke Masjid Tiban, tidak dipungut biaya. Namun, tersedia kotak-kotak amal sebagai bentuk sumbangan untuk perawatan atau kebutuhan sosial lain.

Tips Berkunjung ke Masjid Tiban

Sumber: Shutterstock

Meski dibuka 24 jam, ada saat-saat tertentu paling seru untuk mengunjungi Masjid Tiban. Datanglah menjelang siang, karena para penjual sudah membuka lapak mereka. Opsi lain adalah pada sore hari agar mendapatkan pemandangan terbaik.

Untuk memasuki tempat ibadah, kamu tentu harus melepas alas kaki. Oleh karena itu, jangan lupa untuk membawa tempat khusus agar tidak mengotori tas. Tenang saja kalau kamu lupa. Terkadang di depan masjid ada penjual menjajakan kantong kresek. Bawaan tambahan lain adalah tisu sebagai lap.

Paling penting saat mengunjungi Masjid Tiban adalah selalu menjaga sikap dan ucapan. Berpakaian sopan pun harus kamu perhatikan juga.

Berkunjung ke Malang, Menginap di Mana?

Melepas lelah setelah seharian jalan-jalan paling seru dilakukan di penginapan terbaik. Kamar dan fasilitas berkualitas akan semakin memanjakanmu. Kalau berkunjung ke Malang, ada rekomendasi hotel murah yang sesuai untuk para backpacker.

Sudah menentukan jadwal kunjungan ke Malang? Sempurnakan perjalananmu dengan tiket.com! Karena, di sini kamu bisa memesan berbagai bentuk akomodasi mulai dari hotel sampai tiket hiburan dengan promo menarik. Nyalakan notifikasi untuk mendapatkan informasi terbaru, ya! Selamat bersenang-senang, sobat tiket!