Kampung Adat Sumba

,

Mengenal Sumba dan Kampung Adatnya yang Unik

Terik dan senyuman hangat menjadi sapaan saat pertama kali menjajakan kaki di Sumba, kota yang jarang dituruni hujan. Di tengah modernitas, Sumba masih memertahankan budayanya yang khas termasuk rumah adat di kampung Kodi dan Prai Ijing yang memesona. Di balik bentuknya yang unik, ternyata rumah adat di Sumba memiliki banyak makna yang tersimpan.

Melalui perjalanan team tiket.com, kami memiliki waktu yang berkualitas untuk berbincang banyak dengan tokoh setempat mengenai Sumba. Dan inilah cerita tentang #SumbaSeries yang eksotis!

Kampung Adat Kodi, Sumba Barat Daya

Kampung Adat Kodi

Kampung adat yang terletak di Desa Tebara, Kecamatan Waikabubak, Nusa Tenggara Timur ini ternyata menyimpan banyak cerita, apalagi rumah adatnya.

Rumah adat di kampung Kodi ini terbagi menjadi tiga bagian. Di bagian bawah adalah Lei Bangun yang digunakan untuk hewan ternak, bagian tengah adalah Rongu Uma yang digunakan masyarakat Sumba untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Bagian atas rumah adat merupakan menara, atau Uma Daluku yang digunakan untuk tempat menyimpan bahan makan dan alat pusaka.

Di depan rumah-rumah unik itu, nggak sedikit yang membuat makam keluarga, yang sudah digunakan oleh para leluhur, namun juga kadang dijadikan tempat bermain oleh anak-anak kecil di sana.

Kampung Adat Kodi

Di dalam rumah adat ini, ditopang oleh empat tiang yang diyakini oleh penduduk setempat bahwa Marapu menyaksikan dan bersemayam di dalamnya. Marapu adalah arwah-arwah leluhur yang memiliki arti ‘yang dipertuan’ atau ‘yang dimuliakan’. Itulah mengapa, menara yang ada di dalam rumah ini menjadi hal yang krusial dan mendapat perlakuan khusus.

Ada ruang di antara empat tiang ini. Ruang tersebut dijadikan tempat memasak, pusat aktivitas Inna (Ibu), dan terdapat perapian yang berfungsi untuk mengawetkan bahan makan yang disimpan di atasnya.

Kampung Adat Prai Ijing, Sumba Barat

Ada banyak hal menarik yang bisa kamu temukan di kampung adat Prai Ijing. Mulai dari rumah adat yang biasa mereka sebut dengan Uma Bokulu yang berarti rumah besar dan Uma Mbatangu berarti rumah menara. Seperti di kampung Kodi, bentuk dan fungsi rumah adat di kampung Prai Ijing ini sama dan serupa.

Kampung Adat Prai Ijing

Meskipun keduanya sudah sering didatangi oleh wisatawan, namun aktivitas masyarakat setempat masih berjalan seperti biasa. Dari bertani, berkebun, dan anak-anak yang masih bebas bermain sesuka hati, hingga perempuan yang menenun kain Sumba yang cantik.

Kain tenun khas Sumba yang sudah dibuat, akan dipakai sehari-hari untuk upacara adat, disewakan untuk wisatawan, dan dijual sebagai cinderamata dengan harga Rp300.000 – Rp6.000.000 tergantung dengan bahan, motif, dan tingkat kesulitannya.

Kampung Adat Prai Ijing

Kampung adat Prai Ijing ini berjarak 3km dari kota Waikabubak dan aksesnya mudah dijangkau. Kampung yang terkenal dengan kampung terpanjang di Kabupaten Sumba Barat memiliki 20 rumah adat dengan 6 rumah adat inti.

Dalam waktu tertentu, terdapat perayaan yang dilakukan oleh penduduk setempat seperti membawakan tari tradisional sebagai bentuk penyambutan wisatawan, dan perayaan kedukaan atau Kede yang bisa dilakukan kapan saja oleh penduduk dengan menyembelih hewan ternak.

Saatnya Jelajahi Kampung Adat Kodi dan Prai Ijing!

Sumba yang kaya akan kecantikan alamnya memang harus banget kamu kunjungi! Jadikan Sumba masuk ke bucket-list liburan kamu selanjutnya pasti akan bikin kamu terpesona dan nggak mau pulang.

Nggak perlu khawatir masalah bujet, karena banyak promo untuk tiket pesawat di tiket.com tiap penerbangan ke Sumba. Jadi, liburan kamu nggak cuma bermakna tapi juga makin hemat!

Selain eksplor #SumbaSeries kamu juga bisa eksplor Tempat Wisata Gratis di #BaliSeries dan temukan surga dunia yang ada di Indonesia.