,

Ingat! Jangan Lakukan 7 Hal Ini saat Liburan di Jepang, Ya!

Sobat tiket mau liburan ke Jepang? Sebaiknya perhatikan aturan dan tata krama yang ada disana. Bisa jadi hal yang biasa dilakukan di Indonesia malah menjadi hal yang fatal di negara lain, khususnya di Jepang. Apa saja yang perlu diperhatikan di negeri sakura? Baca ulasan dari tiket.com berikut ini ya!

Etika yang Harus Kamu Jaga selama di Jepang

Membuang sampah sembarangan memang tidak boleh di negara manapun. Tetapi jika kamu berkunjung ke Jepang, sangat berhati-hatilah dengan sampah yang kamu hasilkan. Jepang terkenal dengan negara yang bersih, tentu membuang sampah sembarangan bisa menjadi musibah buatmu.

Meskipun ada toleransi khusus bagi wisatawan, akan lebih baik jika kamu taat pada norma yang berlaku. Patuhi peraturan dan pesan tiket pesawat di tiket.com agar liburanmu menyenangkan! Selain menjaga kebersihan, berikut ini 7 hal lain yang tidak boleh kamu lakukan selama di Jepang. 

1. Membayar Lebih dari Apa Yang Tertera di Nota

Saat ke Jepang, kamu akan mencicipi aneka kuliner khas negeri sakura dari tempat asalnya. Kelezatan mie ramen yang mendunia memang membuat mie khas Jepang ini ramai diserbu wisatawan. Tapi, tahukah kamu kalau di Jepang tidak boleh memberi uang tip di restoran?

Ya! Memberi uang tip di restoran sebagai tanda terima kasih ternyata dianggap penghinaan di Jepang. Pelayanan restoran yang terbaik adalah sebuah kewajiban karyawan untuk membuat pelanggan nyaman dan datang kembali. Sebaiknya simpan uangmu untuk mencicipi aneka kuliner yang lain, sobat tiket!

2. Berisik

Transportasi umum di Jepang merupakan transportasi yang banyak digunakan oleh masyarakat dan wisatawan. Beberapa etika saat menggunakan transportasi umum adalah dilarang merokok, mendengarkan musik dengan suara kencang, dan berbicara keras meskipun sedang melakukan panggilan menggunakan ponsel.

Sumber: Shutterstock.com

Jika kamu bukan manula, ibu hamil, orang tua yang membawa anak, atau sedang sakit jangan sekali-kali menggunakan kursi prioritas. Kursi prioritas biasanya berada di kereta dengan posisi dekat dengan pintu keluar/masuk. Jadi, jangan sekali-kali menggunakan kursi prioritas meski kursi itu sedang kosong.

Sistem transportasi umum di Jepang termasuk dalam kategori profesional. Sobat tiket bisa mendengarkan musik melalui headset atau membaca buku selama perjalanan untuk memanfaatkan waktu. Selain di transportasi umum, saat berada di lift juga sebaiknya mengecilkan suaramu saat mengobrol. 

3. Acuh Tak Acuh saat Berendam di Onsen

Onsen adalah pemandian air panas alam. Tradisi berendam di onsen bisa kamu coba saat liburan di Jepang. Rasa hangat air berpadu dengan suasana alam yang menenangkan bisa melepaskan lelah usai menjelajah negeri sakura. Memesan akomodasi di tiket.com untuk liburan di Jepang, juga bisa memilih tempat yang menenangkan, lho!

Kebanyakan onsen di jepang dibuka untuk umum. Sehingga, kamu akan bertemu dengan pengunjung lain dalam satu kolam air panas. Sebelum masuk ke kolam, kamu diwajibkan untuk melepas semua pakaian dan membersihkan diri dengan sabun. Kebersihan adalah hal utama, jadi berhati-hatilah agar tidak melanggar etika di Jepang.

4. Jangan Menancapkan Sumpit di Nasi

Liburan di Jepang tidak menutup kemungkinan kamu makan bersama masyarakat Jepang atau mencicipi street food yang lezat. Sumpit adalah alat makan terbaik di Jepang. Jangan sampai kamu menancapkan sumpit di atas nasi. Hal ini dianggap mirip dengan dupa yang dibakar saat upacara pemakaman.

Sumber: Shutterstock.com

Awasebashi. Kegiatan memindahkan makanan dari satu pasang sumpit ke sumpit lain. Pada tradisi kremasi, sisa tulang dari abu kremasi dioper kepada anggota keluarga dengan cara memindahkan dari sumpit ke sumpit. Kemiripan ini dianggap tabu dan membawa kesialan jika yang dipindahkan adalah makanan.

Saat makan bersama, jangan sekali-kali menggosok sumpit kayu untuk menghilangkan serpihannya. Hal ini bisa berarti “sumpit ini murah” dan akan membuat penjamu makan tersinggung. Etika makan bersama lain adalah menuangkan minum untuk orang lain sebelum menuang di gelas sendiri.

Kesopanan dan kebersihan adalah etika yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Jepang. Makan sambil berjalan? Big no! Kemungkinan tumpahan makanan di jalan membuat kotor dan dianggap tidak etis oleh masyarakat Jepang. Orang Jepang biasa menghabiskan makanan dengan berdiri di dekat penjual agar lingkungan tetap bersih.

5. Tidak Menghormati Lawan Bicara

Berinteraksi langsung dengan masyarakat Jepang adalah pengalaman yang mengagumkan ketika liburan disana. Sebelum mengajak berbicara, senyum dan bungkukkanlah badan sedikit menghadap lawan bicara. Orang Jepang biasa menyebutnya ojigi. Membungkuk bisa mengartikan sikap segan dan menghormati.

Sebaliknya, kamu bisa dianggap sombong ketika tidak membungkuk apalagi lawan bicaramu sudah membungkuk terlebih dahulu. Kontak fisik seperti jabat tangan dan berpelukan sangat jarang dilakukan masyarakat Jepang. Mereka hanya akan berjabat tangan atau berpelukan dengan orang yang benar-benar akrab.

6. Memakai Sepatu di Rumah

Di Indonesia, sebelum masuk rumah sering dari kita untuk melepas sepatu atau alas kaki lain. Di Jepang, tidak hanya masuk rumah yang mengharuskan melepas alas kaki yang digunakan di luar rumah. Beberapa gedung juga menyediakan sandal rumah untuk pengunjung. Jadi, tidak perlu membawa sendiri sandal rumah di dalam tas.

Sumber: Shutterstock.com

Secara tidak langsung adanya fasilitas sandal rumah seakan berkata “ganti sepatumu dengan sandal ini”. Masyarakat Jepang juga tidak segan untuk menegur tamu yang menggunakan sepatu di dalam rumah. Jadi, jangan lupa melepas sepatu sebelum masuk rumah atau gedung, ya!

7. Memetik Bunga Cantik

Pada musim semi, bunga sakura di Jepang bermekaran indah. Wisatawan internasional sering secara khusus datang ke Jepang pada musim semi.Keindahan pohon bunga sakura tidak jarang menjadi latar belakang foto selfie, wefie, sampai foto candid yang menarik. Tapi kamu dilarang memetik bunga sakura.

Petugas atau masyarakat akan segera menegur jika kamu memetik bunga andalan Jepang ini. Musim semi adalah musim yang paling dinanti oleh negara dengan 4 musim. Jepang salah satunya. Karena, hanya pada musim ini bisa melihat bunga warna warni mekar di taman. Kalau kamu petik, jadi hilang keindahannya.

Hanami adalah sebuah kegiatan untuk menikmati keindahan bunga sakura di taman. Masyarakat Jepang biasanya melakukan hanami bersama anggota keluarga sambil menggelar tikar dan memakan bekal yang sudah disiapkan. Selain bunga sakura, ternyata bunga edelweis juga tidak boleh dipetik, lho!

Ternyata banyak juga tata krama dan etika yang berbeda dengan di tanah air. Jika kamu sudah tahu, jangan coba-coba untuk melanggar agar liburan di Jepang semakin nyaman. Masih banyak etika lain yang ada di Jepang, tapi kamu tidak perlu khawatir karena sebagai wisatawan akan dimaklumi oleh warga setempat.

Meski beberapa etika bisa dimaklumi, alangkah baiknya kamu taat pada tata krama dan aturan di Jepang. Hormati orang lain, maka kamu akan dihormati oleh orang lain. Selamat berlibur di Jepang dan jangan lupa pesan tiket pesawatnya di tiket.com dan dapatkan harga terbaik untuk penerbangan ke Jepang.