Sumber: Shutterstock.com

,

Wisata Sejarah ke Gedung London Sumatera di Medan, Bisa Sambil Foto-foto Seru!

Gedung Lonsum Medan – Hai sobat tiket! Pernah berkunjung ke Gedung London Sumatera di Medan? Medan memang menyimpan sejuta pesona. Nama Kota Medan diadopsi dari Bahasa Melayu dan diambil dari Bahasa Tamil. Kata “Maidhan” atau “Maidhanam” mengandung arti “tanah lapang, tempat yang luas”.

Dan faktanya, Medan merupakan kota terbesar nomor tiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Sejak dulu, Medan juga menjadi kota pertama yang mengintegrasikan bandara dengan kereta api di Indonesia. Dengan modernisasi dan kemajuannya, ditambah keragaman multietnisnya yang beraneka macam, membuat Medan punya daya tarik sendiri di mata wisatawan.

Apalagi jika mengingat bahwa Kota Tua Medan yang sudah ada sejak 1590 ini memiliki sejumlah bangunan dengan arsitektur klasik dan unik di dalamnya. Gedung-gedung kuno yang masih kokoh berdiri ini kerap menjadi buruan wisatawan yang datang.

Salah satunya seperti gedung Kantor Pos Medan, Istana Maimun, Tjong A Fie Mansion, gedung Bank Indonesia Medan, Balai Kota Lama Medan, Vihara Gunung Timur, Menara Tirtanadi, Kuil Shri Mariamman hingga Gedung London Sumatera (Lonsum) yang sekarang lagi ngehits.

Segudang Kisah di Balik Gedung London Sumatera (Lonsum)

Gedung Lonsum yang indah ini telah menjadi salah satu cagar budaya Nasional. Telah berdiri sejak tahun 1906 Kota Medan, Gedung Lonsum tak hanya menjadi landmark dan ikonik. Gedung tua yang bersejarah ini telah menjadi saksi bisu kejayaan industri perkebunan sejak zaman kolonial Belanda.

Kini, Gedung Lonsum menjelma menjadi salah satu heritage kesukaan wisatawan. Megah dan Instagenic, arsitekturnya tampak menarik dengan gaya transisi. Gaya transisi ini tampak dari bentuk fasad depan/ gevel yang khas. Dan ini serupa dengan rumah-rumah di Eropa pada akhir abad 19.

Ketika pertama didirikan, Gedung Londsum memang menjadi kantor dari sebuah perusahaan dan perkebunan yang pusatnya berada di London, Inggris. Nama perusahaan itu ialah Harrisons & Crosfield Plc.

1. Peninggalan Belanda, Kini Jadi Cagar Budaya

Menariknya lagi, mereka punya nama kesayangan untuk gedung ini, yakni “Juliana”. Ya, gedung yang paling modern pada masanya ini lantas sempat dijual ke pihak Belanda. Konon nama Juliana diambil dari nama Ratu di Kerajaan Belanda. Nama itu dipilih lantaran selesainya pembangunan gedung bertepatan dengan lahirnya sang ratu dari Royal Dutch family.

Gedung Juliana tak hanya vintage dan cantik. Ia juga mengandung nilai-nilai sejarah dan budaya, serta menjadi saksi dari kemerdekaan. Medan yang bertempat di pinggiran jalur pelayaran Selat Malaka ini memang sangat strategis.

Ia menjadi gerbang perdagangan jasa dan barang, baik untuk domestik mau pun luar negeri. Dan ini mencakup hasil bumi dan perkebunannya, seperti teh, kopi, karet dan kelapa sawit yang menjadi bidang dari Lonsum.

Setelah Republik Indonesia merdeka, gedung ini lantas berganti kepemilikan dan berubah menjadi PT. PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP). Hingga kini, Gedung Juliana yang berlantai lima dan didominasi warna putih ini masih digunakan sebagai pusat dari Lonsum di Medan. Itulah sebabnya Badan Warisan Sumatra (BWS) mengkategorikan gedung ini sebagai cagar budaya.

2. Ada Lift Antik Berusia Satu Abad di Dalamnya

Rupanya Gedung Lonsum ini menjadi bangunan pertama di Medan yang dilengkapi dengan lift. Sampai sekarang, lift antic yang pengoperasiannya masih manual ini tetap digunakan. Karena belum otomatis, maka ada seorang operator yang bertugas untuk pengoperasian lift bujur sangkar dengan sentuhan dekorasi artistik ini.

Alat utama yang menggerakkan lift berusia 107 tahun ini adalah tuas yang terdapat di dalamnya. Memasuki tahun 2000, gedung bersejarah dan lift tua ini mendapatkan Anugerah Pelestarian dari Badan Warisan Sumatera karena kelangsungannya tetap terjaga dengan baik.

Dalam pengoperasiannya, lift berpintu jeruji besi warna hitam ini hanya sanggup mengangkut 6 orang saja. Sampai sekarang, para staff perusahaan London Sumatera yang bekerja di gedung ini masih menggunakan elevator generasi pertama tersebut.

Lift tertua di Indonesia tersebut sudah beroperasi sejak pukul 07.30-18.00, dari lantai dasar sampai lantai 4 setiap harinya.

3. Arsitekturnya Dijiplak oleh Kantor Pusat

Sumber: Shutterstock.com

Ada satu fakta yang unik dan istimewa dari penelusuran history Gedung London Sumatera (Lonsum). Ternyata, arsitektur kantor pusat Harrisons & Crosfield, Plc di London, Inggris justru malah menjiplak persis arsitektur Gedung Lonsum yang pernah menjadi cabang perusahaannya ini.

Perusahaan ini awalnya dibangun di Liverpool tahun 1844 oleh Smith Harrison, Daniel Harrison dan Joseph Crosfield dan dikhususkan untuk berdagang kopi serta teh. Pada tahun 1860-an, perusahaan ini tercatat sebagai salah satu penjual teh paling besar di Inggris.

Kini perusahaan yang sangat dikenal dengan produk English Tea tersebut telah mengalami sejumlah akuisisi dan berganti nama.

4. Menjadi Spot Foto yang Unik dan Menarik

Letak Gedung Lonsum yang berada di kawasan pusat kota memudahkan akses bagi wisatawan yang sedang tur ke berbagai wisata di Medan. Mempunyai elevator tertua menjadikan daya tarik tersendiri bagi para komunitas pecinta sejarah di Indonesia.

Banyak yang sengaja datang untuk melihat dan berfoto di lift berumur lebih dari seabad tersebut. Sehari-hari, keunikan gedung yang letaknya berada di lokasi strategis ini pun menarik perhatian warga Medan.

Buktinya banyak dari kalangan masyarakat yang menggunakan gedung sebagai latar foto. Hal ini terutamanya kerap dilakukan oleh anak muda setempat. Di malam hari, kecantikan sekitar kawasan gedung akan tampak semakin indah karena cahaya lampu-lampu.

Tak tanggung-tanggung, penggarapan syuting video klip hingga foto prewedding pun kerap dilakukan di depun gedung yang klasik dan cantik ini. Gedung Lomsum yang bernuansa tempo dulu ini terbukti telah memenuhi hasrat fotografi para turis.

Akses Menuju Gedung London Sumatera

Berada tepat di depan Merdeka Walk, kawasan ini selalu ramai oleh hiruk-pikuk kesibukan kota yang padat. Namun hal itu membuat Gedung Lonsum jadi lebih mudah ditemukan. Bagi sobat tiket yang hendak menuju ke sini, ada banyak opsi alternatif untuk alat transportasinya.

Mulai dari taksi, mini bus, becak motor, becak dayung hingga transportasi online yang dikenal praktis dan mudah. Selain itu, gedung ini juga berdekatan dengan sejumlah penginapan sekaligus beberapa titik wisata kuliner yang menarik.

Alamat: Jl. Ahmad Yani No. 2, Kesawan, Kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia.

Waktu Operasional: Setiap hari, pukul 08.00 – 17.00.

Harga Tiket Masuk: Gratis.

Keindahan Heritage di Medan yang Menawan

Karena terletak di bibir pantai, cuaca di Medan memang cukup panas. Oleh sebab itu, pastikan sobat tiket membawa tabir surya, payung hingga kacamata hitam agar terlindung dari sengatan sinar matahari.

Siapkan juga camilan serta minuman ringan agar tidak dehidrasi. Dan terpenting, siapkan kamera untuk mengabadikan berbagai momen seru di sepanjang liburanmu.

Tertarik untuk jalan-jalan ke sini? Ayo pesan tiket pesawat ke Medan dari tiket.com sekarang. Buat kamu yang kepingin lanjut kulineran dan Menggoyang Lidah, Ini Dia 10 Kuliner Top Medan Wajib Coba!