,

Fushimi Inari Taisha, Kuil Shinto di bawah Bukit dengan 10.000 Gerbang Merah

Kyoto, kota di Jepang yang banyak memiliki bangunan-bangunan bersejarah. Banyak kuil-kuil bertebaran di penjuru kota. Salah satunya adalah Fushimi Inari Taisha, sebuah kuil Shinto yang terletak di bawah bukit.

Kalau kamu suka dengan bangunan historis yang masih terkait dengan adat, budaya, dan agama setempat, kunjungilah Kyoto. Wisatawan akan merasakan suasana Jepang zaman dulu walau semuanya sudah serba modern!

Kuil-kuil pun masih banyak dikunjungi oleh orang-orang dari segala penjuru Jepang untuk berdoa dan memohon berkat. Fushimi Inari Taisha nggak pernah sepi pengunjung, apalagi saat tahun baru.

Tentang Fushimi Inari Taisha

Terletak di selatan Kyoto, Fushimi Inari Taisha merupakan kuil Shinto utama yang membawahi lebih dari 30,000 kuil Inari yang tersebar di seluruh Jepang. Kuil ini berpusat di bukit Inari yang tingginya sekitar 233 meter. Luas kuilnya sendiri mencapai 87.000 meter persegi!

Bagi warga Jepang sendiri, kuil ini begitu penting karena Inari dipercaya sebagai dewa padi, kemakmuran, pelindung bisnis, dan keselamatan di bidang transportasi. Oleh karena itu, torii atau gerbang kuil disini didapatkan dari sumbangan individu atau pebisnis di Jepang yang berharap bisa mendapatkan keberuntungan.

Selain itu, kuil tempat memuja Dewa Inari juga merupakan tempat untuk memohon bantuan terkait dengan kehidupan sehari-hari. Makanya, kuil Inari sangat penting keberadaannya bagi masyarakat Jepang. Pada saat tahun baru, kamu akan menemukan ribuan orang datang ke kuil untuk mencari berkah!

Ada sekitar 10.000 torii lho di Fushimi Inari Taisha dan semuanya berwarna merah. Kamu bisa menemukan nama pendonor tersebut terukir dengan tinta hitam di bagian belakang gerbang.

Sejarah Berdirinya Fushimi Inari Taisha

Sumber: Shutterstock.com

Kuil ini didirikan pada tahun 711 yang membuatnya menjadi salah satu bangunan tertua di Kyoto. Berlokasi di bukit Inariyama, kuil ini awalnya dibangun di bagian barat daya kota Kyoto namun dipindah ke bagian selatan pada tahun 816.

Asal usul kuil ini konon katanya bermula dari kue beras yang di lempar ke udara dan berubah menjadi angsa yang terbang dan mendarat di puncak sebuah gunung tempat dimana padi tumbuh. Hal tersebut merupakan pertanda baik bagi orang Jepang.

Oleh karena itu, kuil tersebut didirikan disana untuk menghormati dewa Inari. Dianggap sebagai tempat suci, kaisar Jepang pada periode 794-1185 melindungi tempat tersebut.

Akan tetapi, ada versi yang lebih dipercaya bahwa kuil ini dibangun atas perintah kaisar yang diharapkan bisa membuatnya menjadi penguasa Jepang yang handal.

Di pintu masuk kuil, kamu bisa melihat gerbang Romon atau menara tradisional yang dbangun pada tahun 1589 berkat sumbangan dari panglima perang samurai dan penguasa Jepang Toyotomi Hideyoshi.

Apa yang Bisa Kamu Lakukan Saat Mengunjungi Fushimi Inari Taisha?

1. Mengelilingi Kuil 

Saat kamu baru sampai di kuil dan sudah foto-foto di gerbangnya, kamu masuk ya ke dalam untuk melihat kuil utama yang disebut dengan Honden. Honden merupakan bangunan di dalam kuil yang diperuntukkan untuk menyembah Dewa.

Dibangun pada tahun 1499, honden ini ditetapkan sebagai aset budaya oleh Jepang. Bangunan ini memiliki 5 tempat suci yaitu kuil bawah, kuil tengah, kuil atas, dan 2 kuil pembantu. Kamu akan merasakan suasana damai karena tempat ini adalah tempat sembahyang.

Kamu juga akan menemukan prasasti-prasasti bersejarah dan patung komakitsune atau patung rubah penjaga. Ada puluhan patung rubah tersebar di halaman kuil. Beberapa patung rubah terlihat memiliki kunci di mulut mereka. Kunci tersebut merupakan kunci dari lumbung padi yang mereka lindungi.

Kalau mau, kamu juga bisa menulis di Ema atau papan kayu kecil yang dibuat khusus untuk menuliskan permohonan yang dipercaya oleh penganut agama Shinto sebagai salah satu cara supaya permohonan mereka tersampaikan ke para Dewa. Setelah ditulis, Ema akan digantung di tempat khusus di kuil tersebut. Bentuk Emanya lucu lho ada yang seperti wajah rubah dan ada yang seperti gerbang kuil.

Di bagian belakang kuil, kamu akan melihat ribuan torii yang merupakan pintu masuk ke gerbang torii yang juga jalur untuk mendaki bukit.

2.  Mendaki Bukit Inari

Bukitnya terletak pas di belakang kuil. Ada jalur yang di kiri kanannya hanya ada torii berwarna merah. Gradasi warna merah torii yang sudah lama dan pudar dengan yang baru menambah keindahan pemandangan di jalur ini. It’s magical, sobat tiket!

Coba juga menelusuri jalur ini pas senja. Gradasi yang diciptakan dari warna torii dan matahari terbenam itu luar biasa indah. Sulit nih diekspresikan pakai kata-kata. Cuma kamu cepet balik ya habis foto-foto karena setelah senja, area itu bakalan gelap. Jadi agak serem.

Jalur sepanjang hampir 4 kilometer ini juga penghubung kuil-kuil kecil yang ada disana. Kalau kamu mau mendaki bukit, dibutuhkan waktu 2 sampai 3 jam sampai ke puncak. Misalnya udah nggak kuat, kamu bisa putar balik kok untuk turun.

Banyak wisatawan asing yang memang datang mau mendaki bukit ini. Kalau kamu kuat, sebaiknya coba naik sampai puncak ya. Dari sana, kamu bisa melihat pemandangan kota Kyoto dari atas. Oh ya, kamu bisa beristirahat kok saat mendaki di warung-warung kecil yang menjual sushi inari dan kitsune udon. Enak banget!

3.  Nonton Festival

Kalau kamu ke Kyoto pada bulan Februari, kamu bisa melihat Festival Hatsu-uma-no-hi atau Festival Hari Kuda Pertama. Para pengunjung akan diberi ranting pohon cemara sebagai bukti kedatangan. Ranting itu juga dipercaya sebagai jimat yang akan memberi keselamatan dan kemakmuran dalam usaha.

Kalau kesini bulan April, ada Festival Kanko-sai dan Festival inari yang diadakan pada hari Minggu yang paling dekat dengan tanggal 20 April sampai tanggal 3 Mei. Tradisi ini sudah dilakukan sejak berabad-abad lalu lho. Kamu akan melihat para jemaat kuil membawa 5 buah kuil kecil dari kuil ke distrik tempat mereka tinggal.

Cara ke Fushimi Inari Taisha

Kamu bisa ke kuil pagi sampai sore. Pembagian jimat dilakukan dari jam 7 pagi sampai jam 6 sore sedangkan berdoa bisa dilakukan mulai jam 8 pagi sampai jam setengah 5 sore. Setelah matahari terbenam, kuil udah sepi dan gelap.

Alamat lengkap kuil ini 68 Yabunouchi-cho, Fukakusa, Fushimi-ku, Kyoto. Untuk mencapainya, kamu bisa naik kereta dengan tujuan Stasiun Inari dari Stasiun Kyoto. Pilih kereta JR jurusan Nara. Lalu, keluar lewat pintu timur dan jalan kaki menuju kuil.

Jika naik kereta di Keihan, kamu turun di Stasiun Fushimi Inari terus jalan kaki sekitar 5 menitan untuk mencapai kuil. Mau naik bus kota juga bisa. Turunnya di Inari-Taisha-mae ya lalu jalan kaki sekitar 7 menit.

Oh ya, nggak perlu bayar untuk masuk ke kuil ini. Gratis tis! Mantap jiwa!

Luar biasa kan Fushimi Inari Taisha ini, sobat tiket? Pokoknya kalau ke Kyoto harus mampir ke sini ya. Segera booking tiket mu untuk ke Kyoto di tiket.com sekalian hotelnya juga ya. Kalau tertarik, kamu juga bisa berwisata budaya di Jepang. Mengesankan dan memorable pastinya!