,

Festival Pesona Bau Nyale, Tradisi Meriah yang Digelar Setahun Sekali di Lombok

Festival Tradisional di Lombok – Eksotisme Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB) kini kian mendunia dengan berbagai pilihan wisatanya. Tak hanya pesona wisata alamnya saja yang membuat para turis jatuh cinta. Keindahan tradisi dan budaya masyarakatnya pun menarik untuk dikupas.

Angka wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Lombok terus mengalami peningkatan. Lombok memang menyuguhkan eksotisme magis dari pantai, gunung, bahkan kuliner hingga budayanya.

Ada banyak hal unik yang terkandung dalam adat istiadat, tradisi dan kebudayaan warga lokal Lombok. Jika Pulau Bali disebut sebagai “Pulau Seribu Pura”, maka Lombok mendapat julukan “Pulau Seribu Masjid”.

Ini dikarenakan masyarakatnya yang mayoritas beragama Islam dikenal selalu rajin ibadah. Mereka juga meyakini bahwa pembangunan masjid ialah tiket menuju surga. Sehingga di sini, jangan heran jika terdapat banyak sekali masjid, dengan jarak yang sangat berdekatan.

Bagaimana dengan kamu, sobat tiket? Sudah pernah mencoba berwisata budaya ke sejumlah desa tradisional di Lombok?

Mengenal Tradisi dan Budaya di Lombok

Berwisata budaya bisa menjadi pilihan buat sobat tiket yang tertarik untuk mengenal lebih jauh mengenai kearifan lokal dari suatu daerah tertentu. Bumi Pertiwi ini sangat kaya, ia dipenuhi dengan keragaman budaya dan suku-suku yang multietnis. Tentu sayang sekali jika tak dijaga agar tetap lestari.

Tak terkecuali dengan Lombok, kamu bisa mempersiapkan keberangkatanmu untuk berkunjung ke desa wisatanya. Kamu juga bisa mengenal Lombok lebih jauh lagi dengan menghadiri festival tradisional yang kerap diselenggarakan oleh penduduk setempat.

Salah satunya seperti tradisi menculik mempelai wanita, misalnya. Dalam tradisi pernikahan masyarakat Lombok, pengantin pria akan dengan sengaja menculik pengantin wanitanya. Penculikan dilakukan sebelum prosesi pernikahan dilangsungkan.

Calon mempelai wanita akan diculik selama kurang lebih seminggu. Ia akan menginap di rumah calon mempelai pria. Tapi tenang, sobat tiket. Tindakan ini tak melanggar hukum dan norma yang berlaku kok.

Kemudian ada juga yang disebut dengan Festival Bau Nyale. Pernah mendengarnya?

1. Asal Usul Festival Bau Nyale

Sumber: Shutterstock.com

Salah satu festival tradisional yang tersohor di sektor pariwisata Lombok ialah Festival Bau Nyale. Istilah Bau Nyale ini berasal dari bahasa Sasak yang artinya menangkap cacing. “Bau” berarti “menangkap” sedangkan “Nyale” artinya “cacing laut yang berwarna-warni”.

Pelaksanaan festival tradisional ini berkaitan erat dengan cerita rakyat setempat mengenai Putri Mandalika. Warga setempat akan menangkap cacing laut yang diyakini merupakan sebagai jelmaan sang putri di Pantai Kuta Lombok.

Tak hanya menangkap cacing saja, sejumlah rangkaian acara yang menyertai festival ini juga sangat menarik untuk disimak. Tak heran jika jadi banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang ingin ikut menghadirinya.

Pasalnya, acara menangkap cacing yang meriah ini dilakukan di bibir pantai yang berhamparkan pasir putih pantai, dengan panorama air laut yang biru dan jernih. Tentunya kegiatan kebudayaan ini sudah bertahun-tahun diwariskan turun temurun dari dan oleh warga Pulau Sasak.

2. Sekilas Legenda Putri Mandalika

Festival yang sarat akan nilai-nilai kearifan lokal ini tak bisa dilakukan sembarangan karena sudah mempunyai kalender event sendiri. Biasanya, acara akan digelar tiap tanggal 20-an di bulan Februari-Maret. Tepatnya di Pantai Seger, Pantai Kuta dan Pantai Belanak, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Meski begitu, berdasarkan perhitungan kalender budayanya, nyale sendiri hanya bisa ditangkap di tanggal 20 bulan 10. Tahun ini Pesona Bau Nyale dimulai tanggal 20 Februari di Pantai Kuta, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Festival ini juga sudah masuk ke dalam daftar Top 10 Event Nasional Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Sehingga dalam penyelenggaraannya, Festival Bau Nyale kerap dirangkaikan dengan beragam kegiatan seru lainnya oleh Kementerian Pariwisata RI dan Pemerintah Daerah bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ada legenda berharga di balik Festival Bau Nyale yang menarik perhatian banyak orang ini. Menurut penuturan warga lokal Lombok, Putri Mandalika mempunyai paras yang luar biasa cantik dan rupawan.

Hal itulah yang membuat banyak pangeran di kerajaan-kerjaan Lombok jadi berlomba untuk mendapatkan cintanya. Tak tanggung-tanggung, mereka memilih untuk saling berperang demi memperebutkan hati Putri Mandalika.

Sang putri tak hanya sekadar berwajah jelita. Hatinya pun lembut dan mulia. Ia tak mau jika pertumpahan darah itu sampai terjadi. Apalagi jika penyebabnya hanya dikarenakan demi memperebutkan dirinya sendiri.

Ia pun lantas rela menjadi martir. Putri Mandalika yang cantik lalu berkorban demi kebaikan dengan menceburkan dirinya ke laut Pantai Selatan.

3. Pesan Kebaikan dari Sang Putri

Pangeran-pangeran dan penduduk lantas kebingungan mencari sang Putri. Tak ada tanda-tanda darinya kecuali kemunculan cacing-cacing laut berwarna-warni (nyale) yang jumlahnya sangat banyak. Semuanya lantas percaya bahwa hewan kecil itu merupakan jelmaan dari Putri Mandalika.

Sejak saat itu, rakyat Lombok kerap mengambil nyale sebagai bentuk rasa cinta kepada Putri Mandalika yang berkorban. Konon, sebelum menceburkan diri ke laut dan menghilang ke dalamnya, Putri Mandalika sempat mengamanahkan sebuah pesan.

“Wahai ayahanda dan ibunda serta semua pangeran dan rakyat negeri Tonjang Beru yang aku cintai. Hari ini aku telah menetapkan bahwa diriku untuk kamu semua. Aku tidak dapat memilih satu di antara pangeran. Karena ini takdir yang menghendaki agar aku menjadi Nyale yang dapat kalian nikmati bersama pada bulan dan tanggal saat munculnya Nyale di permukaan laut.”

4. Berbagai Kegiatan yang Memeriahkan Festival Pesona Bau Nyale

Sumber: Shutterstock.com

Seiring berjalannya waktu, Festival Pesona Bau Nyale kini dikemas dengan lebih berkualitas dan makin meriah. Sejumlah kegiatan lainnya juga ikut disertakan dalam Festival Pesona Bau Nyale. Di antaranya seperti Surfing Contest, pemilihan Putri Mandalika, Peresean Pepadu (gulat khas Suku Sasak) sepulau Lombok dan Mandalika Berzikir dan Berdoa.

Di samping itu, Mandalika Photo Contest, Kampung Kuliner, Dialog Budaya, Pagelaran Seni Budaya dan Belancaran dan Parade Budaya Putri Mandalika juga ikut dihadirkan sehingga suasana semakin seru dan ramai.

Hal ini terutamanya dilakukan dalam rangka mendorong promosi Pariwisata di Lombok Tengah khususnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort. Pertunjukan tradisional seperti sendratari yang menggambarkan kisah Putri Mandalika tentunya tak hanya memanjakan warga sekitar tapi juga para wisatawan yang bertandang.

Ayo Saksikan Serunya Festival Tradisional di Lombok

Tak kenal maka tak sayang. Dengan mempelajari dan terlibat langsung dengan berbagai kearifan lokal Lombok, kamu bisa membantu melestarikan adat istiadat, tradisi dan budayanya. Dan pastinya, kamu juga bakal tambah cinta sama Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Apalagi dengan hadirnya acara Festival Pesona Bau Nyale yang lengkap dengan Cilokak, Pentas Seni, Drama Kolosal Putri Mandalika dan hiburan rakyat lainnya. Lombok yang terpilih sebagai lokasi ajang balap motor MotoGP 2021 ini pun jadi tambah menarik untuk dikunjungi.

Jadi sobat tiket, sudah siap dong berpetualang ke sini? Ayo persiapkan liburanmu dari sekarang. Kamu bisa pesan tiket pesawat ke Lombok dari tiket.com. Kenali keberagaman bangsamu beserta kekayaan budaya yang indahnya bagaikan mutiara. Sebagai rekomendasi seru lainnya, kamu juga bisa jelajahi Lombok dengan mengunjungi 10 tempat wisata alam yang cantik ini.