Jogja_Candi Ijo_blog
Sumber: Shutterstock.com

,

Berburu Senja di Candi Ijo, Indah dan Bikin Penasaran

Berkunjung ke Yogyakarta, tidak lengkap rasanya jika belum berwisata ke candi-candi. Bangunan-bangunan bersejarah yang terlihat megah itu dapat dijumpai di sejumlah titik. Salah satunya Candi Ijo, destinasi wisata yang terletak di wilayah Prambanan, Sleman.

Berada di ketinggian sekitar 425 m dari permukaan laut, Candi Ijo menyimpan eksotisme tersendiri. Tidak saja karena menyandang predikat sebagai candi tertinggi di Yogyakarta, tetapi juga karena menawarkan pemandangan senja yang amat indah.

Daya Tarik Wisata Candi Ijo

Jogja_Candi Ijo_blog_1
Sumber: Shutterstock.com

Meskipun terletak cukup jauh dari pusat kota Yogyakarta, Candi Ijo tidak pernah sepi dari pengunjung. Wisatawan lokal dan turis mancanegara datang silih berganti. Bagi kamu yang ingin mampir sejenak ke Candi Ijo saat liburan di Yogyakarta, kenali terlebih dulu daya tariknya.

1. Indahnya Panorama di Sekitar Lokasi Candi Ijo

Sobat tiket, sore hari adalah waktu yang tepat untuk berkunjung ke Candi Ijo. Di bawah cahaya matahari senja yang berwarna merah keemasan, kamu akan disuguhi panorama alam yang elok. Langit yang terhampar luas seakan tanpa batas dan terlihat sangat cantik.

Menjelang malam, kamu dapat menyaksikan keindahan Yogyakarta dari sudut yang berbeda. Pesona city light hadir memanjakan mata dan selalu bikin kagum. Di tengah keheningan suasana dan embusan udara dingin, eksotisme Candi Ijo terasa sangat kental.

Dari Candi Ijo, kamu pun bisa melihat secara jelas kompleks Bandar Udara Adisucipto. Landasan pacu sepanjang 2.250 m itu tampak seperti versi miniatur. Aksi pesawat terbang ketika take off maupun landing menjadi atraksi menarik yang tidak boleh dilewatkan.

2. Misteri Candi Ijo yang Bikin Penasaran

Candi-candi di Indonesia menyimpan banyak misteri yang menarik untuk diulik, tak terkecuali Candi Ijo. Menurut sejarah, Candi Ijo dibangun antara abad ke-10 hingga abad ke-11 Masehi. Lokasinya di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Sleman.

Candi Ijo terdiri atas 17 struktur bangunan. Bangunan-bangunan ini terletak di 11 teras berundak. Halaman paling atas pada kompleks Candi Ijo dianggap paling suci. Di sinilah candi induk berada. 

Candi induk menghadap ke barat, berhadapan dengan 3 candi yang berukuran lebih kecil. Ketiganya diduga dibangun untuk memuja Brahma, Syiwa, dan Wisnu. Kompleks candi seluas 0,8 hektare ini terdiri atas 3 kelompok, yaitu candi induk, candi perwara, dan candi pengapit.

Pada teras ke-9 di kompleks candi ini, kamu akan menjumpai dua prasasti yang masih merupakan misteri hingga saat ini. Salah satunya bertuliskan “Guywan” atau “Bluyutan” yang berarti pertapaan.

Sementara itu, prasasti kedua diduga berisi mantra-mantra yang berupa kutukan dan diulang sebanyak 16 kali. Penggalan yang masih bisa terbaca adalah “Om Sarwwawinasa, Sarwwawinasa”. Prasasti ini memiliki tinggi 14 cm dan tebal 9 cm.

Menurut para ahli, kedua prasasti di Candi Ijo tersebut erat berkaitan dengan suatu peristiwa yang konon pernah terjadi di tanah Jawa. Sayangnya, peristiwa yang dimaksud masih menjadi misteri hingga saat ini.

Jogja_Candi Ijo_blog_2
Sumber: Shutterstock.com

3. Arsitektur Candi Ijo yang Unik

Daya tarik lain bangunan bersejarah yang berlokasi tidak jauh dari Candi Boko ini adalah keunikan arsitekturnya. Meskipun tidak sebesar Candi Prambanan, Candi Ijo menyajikan keindahan yang berbeda.

Pada bangunan candi induk, kamu akan menjumpai pintu masuk di pertengahan dinding sisi bagian barat. Di kiri dan kanannya terdapat dua jendela palsu. Seperti pada candi-candi lain, ada dua hiasan kepala Kala di ambang pintu. Keduanya tanpa rahang bawah.

Menariknya, ada ukiran berupa sepasang naga yang menjulurkan kepala ke bawah tepat di ambang pintu. Mulut naga menganga lebar. Di dalamnya, ada burung kakaktua kecil. Tubuh naga ini seperti membingkai ambang pintu.

Bukan hanya di pintu, hiasan naga dan kepala Kala juga terdapat di tiap jendela palsu yang berada di kiri dan kanan pintu masuk. Pada sisi utara, selatan, dan timur, ada 3 jendela palsu di tiap sisi candi.

Jarak pintu dengan permukaan tanah sekitar 120 cm. Ada tangga yang dilengkapi dengan sepasang makara. Kepala makara ini menjulur dan mulutnya juga menganga. Di dalam mulut makara, ada burung kakaktua. Di paruhnya, terdapat bentuk seperti bulir padi.

Tips Berkunjung ke Candi Ijo

Untuk menuju ke lokasi candi dari pusat kota, kamu dapat memanfaatkan sarana transportasi Transjogja hingga ke Prambanan. Lalu, kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan menumpang ojek. Namun, jika ingin lebih praktis, gunakanlah kendaraan pribadi.

Dari Pasar Prambanan, jarak ke Candi Ijo sekitar 6,7 km. Dalam kondisi lalu lintas normal, kamu dapat menempuhnya sekitar 10-15 menit saja. Nah, karena candi ini terletak di ketinggian, pastikan kendaraan yang kamu gunakan dalam kondisi fit, ya!

Hal lain yang perlu kamu perhatikan saat berkunjung ke Candi Ijo adalah kondisi cuaca. Pada saat mendung, candi ini kemungkinan besar akan tertutup kabut tebal. Selain udara sangat dingin, kamu tentu tidak bisa maksimal untuk menikmati suasana di candi dan sekitarnya.

Selain berkunjung ke Candi Ijo, kamu juga bisa mengunjungi dua destinasi wisata terkenal lain yang terletak tidak jauh, yaitu Candi Boko dan Tebing Breksi.

Aktivitas di Candi Ijo

Sebagian orang mungkin tidak terlalu berminat untuk mengunjungi candi karena terkesan kuno dan ketinggalan zaman. Padahal, ada banyak hal menarik yang bisa dinikmati dari aktivitas itu. Beberapa ide seru berikut bisa menjadi inspirasi bagi kamu yang akan mengunjungi Candi Ijo.

1. Belajar kisah sejarah masa lampau

Ajaklah seseorang yang memahami sejarah Candi Ijo untuk menemani acara jalan-jalanmu. Penduduk lokal biasanya sangat paham. Mempelajari sejarah masa lampau dari pahatan-pahatan eksotis yang tertera di dinding candi dapat menjadi sumber pelajaran moral.

2. Berburu foto eksotis saat senja

Yogyakarta memiliki segudang spot foto yang sangat indah saat senja. Salah satunya adalah Candi Ijo. Jadi, kamu sebaiknya tidak melewatkan kesempatan ini. Kuncinya adalah memilih waktu yang tepat, yaitu pada sore hari yang cerah.

3. Menikmati keheningan

Bersantai sejenak di kawasan Candi Ijo yang tenang dan hening adalah suatu kemewahan. Apalagi jika tiap hari kamu selalu bergulat dengan hiruk-pikuk kemacetan lalu lintas. Di Candi Ijo, hanya suara-suara alam yang indah dan merdu yang akan menemanimu.

Dapatkan Pengalaman Terbaik!

Candi Ijo merupakan destinasi wisata yang menarik di Yogyakarta. Karena itu, jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan keindahannya secara langsung. Selain dapat belajar sejarah, kamu juga akan puas berburu foto-foto pemandangan yang indah.

Nah, kamu bisa memanfaatkan layanan di tiket.com untuk memudahkan rencana liburanmu, baik ke Yogyakarta atau berbagai kota lain di Indonesia. Jadi, tunggu apa lagi! Segera susun itinerary wisata ke daerah istimewa Yogyakarta sekarang juga.