Bulan Ramadan

,

Beragam Tradisi Menyambut Bulan Puasa ini, Cuma Ada di Tanah Sumatera

Sejak berabad-abad, budaya Islam memang sudah melekat erat di setiap darah orang Melayu, khususnya di Pulau Sumatera. Maka dari itu, tidak heran jika Bulan Ramadan selalu menjadi momen yang penting setiap tahun. Lebih dari sekadar tips Ramadan untuk melancarkan puasa, orang Melayu punya banyak budaya yang lebih dari itu, terutama soal menyambut Bulan Ramadan yang suci dan penuh berkah ini.

 

via GIPHY

 

Bicara soal orang Melayu, pasti pikiran kita langsung tertuju pada Pulau Sumatera. Benar banget, pulau ini memang sumbernya ras Melayu. Dan jika kita bicara soal tradisi menyambut Bulan Ramadan, orang Melayu di Pulau Sumatera punya banyak tradisi khas yang hanya bisa kamu temukan di sana. Apa saja yah itu?

1. Petang Magang, Pekanbaru
Sesuai dengan namanya, tradisi ini berasal dari dua kata “Petang” yang berarti sore hari, dan “Magang” yang berarti memegang atau memulai sesuatu. Jadi, secara harafiah, tradisi ini berarti sebuah tradisi untuk memulai sesuatu (Ramadan), yang dilakukan pada sore hari.

Sumber

Tradisi ini biasanya dilakukan di Sungai Siak. Kawasan Siak memang dipercaya sebagai asal-usul leluhur Melayu di Pekanbaru. Tradisi ini biasanya dilakukan dengan berziarah ke makam para tokoh penting Melayu Pekanbaru, salah satunya adalah makam Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah, yang juga dikenal dengan nama Marhum Pekan. Beliau merupakan sultan kelima Kerajaan Siak Sri Indrapura (1780-1782 M) dan juga pendiri kota Pekanbaru.

2. Mandi Balimau Kasai, Kampar
Mandi Balimau Kasai adalah sebuah upacara tradisional Melayu yang ada di Kampar, Riau. Upacara yang dimaknai sebagai pembersihan diri sebelum memulai Ramadan ini, biasanya dilakukan satu hari sebelum Bulan Ramadan.

Sumber

Balimau sendiri punya arti “bermandikan air yang dicampur dengan jeruk”. Sedangkan Kasai adalah wangi-wangian yang biasanya digunakan untuk keramas. Jadi, upacara Mandi Balimau Kasai ini adalah upacara mandi air jeruk dan keramas dengan wangi-wangian. Pesan dibalik tradisi ini cukup kuat, yaitu mensucikan diri sebelum bertemu bulan yang suci.

3. Jalur Pacu, Kuantan Singingi
Jika Sobat Tiket main ke daerah Kuantan Singingi, Riau, kamu akan menemukan sebuah tradisi menyambut Ramadan yang cukup unik bernama Jalur Pacu.

Sumber

Tradisi ini biasa diadakan di banyak sungai di Riau. Dalam tradisi ini, kamu akan menemukan banyak perahu yang saling berpacu. Jalur Pacu ini, biasanya ditutup dengan tradisi atau upacara Balimau Kasai, atau mandi untuk menyucikan diri sebelum Ramadan.

4. Meugang, Aceh
Beralih ke daerah ujung di Pulau Sumatera, Daerah Istimewa Aceh punya tradisi khas untuk menyambut Bulan Ramadan. Tradisi ini disebut Meugang atau Makmeugang. Sebuah tradisi yang sudah dilakukan secara turun temurun sejak tahun 1400 Masehi.

Sumber

Tradisi Meugang adalah sebuah tradisi dimana masyarakat setempat beramai-ramai menyembelih kerbau atau kambing, untuk disantap beramai-ramai. Uniknya, jika ada warga yang tidak mampu membeli kerbau atau kambing, maka warga lainnya akan gotong royong untuk membantu. Sungguh sebuah kekeluargaan yang amat kental.

5. Malamang, Sumatera Barat
Tradisi unik menyambut Bulan Ramadan juga bisa kamu temukan di Provinsi Sumatera Barat. Di Provinsi ini, ada sebuah tradisi bernama Malamang.

Sumber

Dalam tradisi Malamang, warga akan berkumpul untuk membuat nasi lemang pada ruas-ruas bambu yang sudah disiapkan. Tradisi ini biasanya dilakukan pada dua hari sebelum Ramadan. Setelah dibuat, nasi lemang ini kemudian dihantarkan kepada sang mertua, atau sanak saudara lainnya, sebagai bentuk permohonan maaf sebelum menjalankan ibadah puasa.

Nah, Sobat Tiket, kalau kamu, tradisi apa yang kamu lakukan menjelang Bulan Ramadan kali ini?