Naik Kapal di Sungai Musi, Ayo Mampir ke 3 Tempat Wisata Ini

,

Naik Kapal di Sungai Musi, Ayo Mampir ke 3 Tempat Wisata Ini!

Sobat tiket pernah pergi ke Palembang?

Pasti kamu tahu dong Jembatan Ampera, jembatan yang melintas tepat di atas Sungai Musi? Sungai Musi sejak lama memainkan peranan penting dalam kehidupan masyarakat Palembang, terutama untuk sarana transportasi.

Sungai Musi juga memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, lho. Naik kapal di Sungai Musi adalah salah satu aktivitas seru yang bisa sobat tiket lakukan di Palembang. Kira-kira, apa saja ya objek wisata yang bisa kamu temui di sepanjang Sungai Musi ini? 

Serunya Naik Kapal di Sungai Musi

Sungai Musi menyandang gelar sebagai sungai terpanjang di Pulau Sumatera dengan panjang aliran mencapai 750 km. Sumber mata air sungai ini ada di daerah Kepahiang, Bengkulu. Sungai ini juga berfungsi sebagai muara sembilan anak sungai besar, sehingga dijuluki “Batanghari Sembilan.”

Kamu akan mudah menemukan kapal beraneka bentuk hilir mudik di sepanjang sungai ini. Bahkan, pada momen penting seperti Perayaan Ulang Tahun Kota Palembang dan Hari Kemerdekaan Indonesia, berbagai lomba kerap digelar di Sungai Musi ini, lho.

Misalnya, lomba perahu motor hias, lomba perahu Bidar, hingga lomba berenang menyeberangi sungai. Nggak heran kalau Sungai Musi menjadi andalan utama pariwisata kota Palembang.  

Nah, menyusuri sungai ini bisa jadi salah satu kegiatan seru untuk kamu yang ingin jalan-jalan di Palembang. Kamu bisa naik kapal di Sungai Musi untuk menuju ke beberapa tempat menarik di sekitarnya.   

Kalau sobat tiket ingin menikmati wisata yang berbeda di Palembang, maka naik kapal adalah cara berbeda dan seru yang bisa kamu pilih. Kamu bisa melihat bagaimana kehidupan warga setempat yang tinggal di sepanjang sungai, rumah rakit, hingga lalu lintas perahu yang memadati sungai. Gimana, seru kan, sobat tiket?

Naik Kapal di Sungai Musi, Mampir ke 3 Tempat Wisata Ini
Sumber: Shutterstock.com

Dari sekian banyak moda transportasi air yang melintasi Sungai Musi, perahu motor atau ketek bisa jadi andalan sobat tiket. Tarif naik kapal ini cukup terjangkau kok. Untuk menyeberang ke Pulau Kemaro, pengemudi ketek biasanya membuka tarif sewa  Rp200.000-Rp300.000 (PP).

Namun, kamu bisa menawarnya hingga Rp150.000-Rp200.000 (PP). Apalagi, kalau kamu datang bersama rombongan sekitar 10 orang. Tarif per orang jadi lebih murah kan tentunya? Sementara, kalau datang sendiri atau berdua, tarif per orang dikenakan Rp50.000 di rute yang sama.

Deretan perahu motor bisa kamu temui dengan mudah di Dermaga Benteng Kuto Besak, depan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, atau di bawah Jembatan Ampera. Selain ketek, kamu juga dapat memilih speed boat atau perahu tongkang besar.

Tempat Wisata Andalan di Sekitar Sungai Musi

Di sekitar Sungai Musi, sobat tiket bisa menjumpai berbagai tempat wisata menarik dengan sekali jalan. Ada 3 tempat wisata andalan yang sering dipadati wisatawan ketika musim liburan atau akhir pekan tiba. 

1. Pulau Kemaro

Pulau Kemaro berbentuk delta kecil seluas 5 hektar yang dikelilingi kawasan industri Palembang, yakni Pabrik Pupuk Sriwijaya, Sungai Gerong, dan Pertamina Plaju. Nama Kemaro berarti kemarau. Dinamakan demikian karena pulau yang berada di tengah Sungai Musi ini nggak pernah terendam air, sekalipun air sungai sedang pasang.

Bangunan Klenteng Hok Tjing Rio atau Klenteng Kuan Im berdiri di pulau ini tahun 1962, mengingat di Pulau Kemaro banyak bermukim etnis Tionghoa. Legenda Pulau Kemaro yang mengisahkan cinta Tan Bun Ann, seorang saudagar kaya raya, dan Siti Fatimah, seorang putri raja, pun kian populer. Sementara, pagoda 9 lantai baru dibangun tahun 2006.

Perayaan Cap Go Meh adalah waktu terbaik bagi sobat tiket untuk datang ke sini. Suasana Pulau Kemaro jauh lebih meriah dan banyak ritual keagamaan yang digelar. Mulai dari barongsai, drama tradisional, wayang potehi, sampai pertunjukan alat musik tradisional Tionghoa. Belum lagi, kamu bisa menjumpai ribuan lampion terpasang di setiap penjuru pulau.

Itulah kenapa, sobat tiket, Pulau Kemaro selalu jadi incaran wisatawan asing saat Cap Go Meh tiba. Jadi, kalau sobat tiket ingin datang ke Palembang tepat saat Cap Go Meh berlangsung, lebih baik segera pesan tiket pesawat ke Palembang di tiket.com.

2. Kampung Kapitan 7 Ulu

Kampung Kapitan 7 Ulu berada tidak jauh dari Kampung Arab Al Munawar 13 Ulu. Sobat tiket bakal menjumpai rumah bergaya Palembang tetapi dengan sentuhan ornamen Tionghoa. Bener banget, Kampung Kapitan 7 Ulu adalah sebuah perkampungan Tionghoa. 

Tjoa, seorang perwira asli Tiongkok dari Dinasti Ming pernah berdiam di kampung ini. Saat penjajah Belanda datang, Tjoa ditugaskan membantu Belanda mengatur kawasan Palembang. Berstatus pengawas, Tjoa pun menyandang sebutan Kapitan. Wajar kalau kediaman Sang Kapitan berdiri megah dibandingkan rumah-rumah lainnya. 

Bangunan rumah kapitan bisa sobat tiket temukan dengan mudah karena keberadaannya lumayan mencolok. Sobat tiket boleh lho datang dan melihat-lihat bagian dalam rumah bersejarah ini. Kamu bisa melihat foto generasi ke-10 sang kapitan, yaitu Tjoa Ham Hin.

Deretan foto kuno memenuhi dinding kayu. Meja dan kursi tua juga bisa sobat tiket lihat di sini. Lalu, ada bangunan yang berfungsi sebagai kantor sang kapitan. Selain dipakai untuk bertemu dengan pihak Belanda, bangunan ini juga kerap menjadi tempat pesta.

Asyik juga ya, menelusuri kembali masa lalu Palembang di Kampung Kapitan 7 Ulu ini. Jangan lupa siapkan kamera, sobat tiket. Ada banyak tempat menarik untuk berfoto. Sayang kan kalau dilewatkan begitu saja.

3. Benteng Kuto Besak

Selain Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak juga jadi landmark kota Palembang lho, sobat tiket. Benteng peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam ini termasuk cagar budaya yang menjadi kebanggaan wong kito galo. 

Benteng Kuto Besak dibangun sekitar 1780 dan selesai tahun 1797. Konon, material berupa batu bata dan batu kapur dari pedalaman Sungai Ogan direkatkan dengan campuran putih telur. Wah, hebat juga ya benteng ini masih berdiri tegak hingga sekarang!

Kamu harus tahu, Benteng Kuto Besak sempat berfungsi sebagai pusat pemerintahan kesultanan. Namun, ketika kesultanan jatuh, Pemerintah Hindia Belanda mengambil alih benteng ini. Lalu, benteng beralih fungsi menjadi instalasi militer. Komisaris, pejabat pemerintahan, dan para perwira militer Belanda juga pernah tinggal di sini, sobat tiket.

Saat ini, Komando Daerah Militer II (KODAM) Sriwijaya menempati sebagian besar bangunan benteng. Otomatis, sobat tiket hanya bisa mengagumi keindahan arsitektur benteng dari pelatarannya. Maka, kamu bisa datang langsung ke Plaza Benteng Kuto Besak. 

Waktu Tepat Datang ke Sungai Musi

Sore menjelang malam hari adalah waktu paling tepat untuk datang ke Sungai Musi. Sobat tiket bisa menikmati suasana kota Palembang lengkap dengan kelap-kelip lampu di Jembatan Ampera, dan pantulan siluet kota di Sungai Musi.

Lalu, sobat tiket bisa melanjutkan perjalanan dengan berwisata kuliner mencicipi aneka hidangan khas Palembang yang menggoda selera. Sudah siap berpetualang seru di Palembang sekarang?