Fakta Monas Jakarta

,

Fakta-Fakta dan 5 Hal Yang Bisa Kamu Lakukan Di Monas

Sekarang kita menelusuri monumen nasional Indonesia, yang lebih dikenal dengan nama Monas. Terletak di bilangan Jakarta Pusat, monumen yang memiliki tinggi 132 meter ini berada di tengah-tengah taman kota dekat Istana Negara. Taman ini luasnya 80 hektar dan Tugu Monas ini ada di tengah-tengahnya. Berikut ini foto taman Monas sebelum didirikan, tahun 1935.

Sumber : http://indocropcircles.wordpress.com/2011/10/11/misteri-relief-wanita-di-obor-api-tugu-monas/

Monas ini didirikan tanggal 17 Agustus 1961 untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Pembangunan tugu monas ini terdiri dari tiga tahap. Yang pertama pada tahun 1961 – 1964 yang dimulai dengan penempatan 360 pasak bumi untuk fondasi museum sejarah nasional dan 284 pasak beton untuk fondasi bangunan. Pembangunan tahap kedua berlangsung tahun 1966 sampai 1968 dan terhenti karena peristiwa G30S/PKI. Tahap ketiga berlangsung tahun 1969 sampai dengan selesainya tahun 1976 dengan menambahkan diorama pada museum sejarah, dan perbaikan saluran air yang bocor dan sempat menggenangi museum. Pada tanggal 12 Juli 1975, monumen ini diresmikan dan dibuka untuk umum oleh Ir. Soekarno.

Arsitektur Monas ini dirancang supaya dapat dimasukkan unsur kemerdekaan yaitu 17,8,dan 45 oleh R.M. Soedarsono. Landasan / Pelataran bawah memiliki tinggi 17 meter, lebar permukaan atas cawan adalah 45 meter, lebar dasar pelataran bawah adalah 80 meter.

Bentuknya sendiri merupakan kemauan dari Ir. Soekarno agar menyerupai lingga (alu-alu) dan yoni (mortir beras lesung) yang merupakan alat tradisional Indonesia. Lingga dan yoni juga memiliki arti kehidupan kekal, siang dan malam, maskulin dan feminine.

Struktur tugu ini terdiri dari tiga bagian. Pelataran bawah dengan museum berukuran 80×80 meter dan tinggi museum 8 meter. Lalu ada cawan tepat di atas museum dengan lebar atasnya 45 meter dan memiliki tinggi 17 meter dari dasar cawan. Obelisk yang memiliki tinggi 117,7 meter yang dilapisi marmer Italia. Pelataran puncak dengan lebar 11 meter. Di atas pelataran puncak ada lidah api setinggi 17 meter yang dibuat dari perunggu dan dilapisi emas seberat 45 kg.

Sumber : http://alatpenterjemahjakarta.wordpress.com/2013/07/19/monumen-nasional/

Di bagian utara taman, terdapat sebuah kolam berukuran 25×25 meter yang dirancang sebagai bagian dari sistem pendingin udara dan juga mempercantik taman monas tersebut. Di dekatnya terdapat kolam air mancur dan patung perunggu Pangeran Diponegoro yang menunggang kuda seberat 8 ton. Patung tersebut dibuat oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato sebagai sumbangan dari Konsulat Jendral Honores, Dr. Mario Bross di Indonesia.

Apa sih yang hal menarik yang bisa kamu lakukan di Monas?

1. Menyewa Sepeda Memutari Taman Monas

Di pagi hari banyak yang berolah raga di taman monas ini, selain tidak ada kendaraan, taman monas adalah salah satu jantung kota yang masih banyak pepohonan. Tak jarang juga ada yang bersepeda, dan kebetulan di taman monas banyak yang menyewakan sepeda.

Sumber : http://infopublik.kominfo.go.id/album/78/foto-dalam-negeri-bulan-desember-2011/

Sumber : http://www.antarafoto.com/peristiwa/v1300443301/sewa-sepeda

Biasanya pada sore hari, apalagi hari sabtu dan minggu, terdapat banyak penjual oleh-oleh berbentuk monas. Ada yang gantungan kunci, ada yang miniatur, dan banyak pedagang lainnya.

Sumber : http://indonesiarayanews.com/read/2013/06/15/69971/rss.xml

 

2. Melihat Perjalanan Sejarah di Museum Sejarah Nasional

Di bawah cawan monas, terdapat sebuah museum yang terdiri dari 51 diorama. Diorama-diorama tersebut menampilkan sejarah mulai dari manusia pra-sejarah sampai dengan masa orde baru, mutarnya searah jarum jam mulai dari timur laut. Setelah dari sini, para pengunjung dapat melanjutkan ke Ruang Kemerdekaan sambil menunggu antrian untuk ke puncak monas.

 3. Mendengar Suara Bung Karno di Ruang Kemerdekaan

Ruangan ini berada di dalam cawan tugu monas. Disini kita dapat melihat teks proklamasi yang asli, dan mendengar suara Ir. Soekarno sewaktu membacakan teks proklamasi tersebut.

diorama

Sumber : http://alatpenterjemahjakarta.wordpress.com/2013/07/19/monumen-nasional/

Dinding di tengah yang dilapisi marmer hitam ini memiliki 4 ornamen, yaitu:

  • Burung garuda dari perunggu seberat 3,5 ton dan dilapisi emas ada di sisi selatan.
  • Peta kepulauan Indonesia berlapis emas berada di sisi utara.
  • Di sisi timur terdapat naskah proklamasi berhuruf perunggu, seharusnya disini diletakkan Bendera Merah Putih asli, namun sekarang bendera tersebut sudah terlalu rapuh kondisinya.
  • Di sisi barat ada sebuah pintu mekanis seberat 4 ton, berlapis emas dan berhias ukuran bunga Wijaya Kusuma dan Teratai yang melambangkan keabadian dan kesucian. Di dalam pintu inilah diletakkan teks proklamasi yang asli tersebut. Pintu ini dikenal dengan nama Gerbang Kemerdekaan.

Sumber : http://travel.detik.com/read/2012/08/16/160919/1993468/1383/mendengar-suara-bung-karno-di-monas

Sumber : http://alatpenterjemahjakarta.wordpress.com/2013/07/19/monumen-nasional/

 

4. Melihat Pemandangan kota Jakarta dari Puncak Tugu Monas

Pemandangan ini diambil dari puncak tugu monas, tepat di bawah lidah api emas. Disini ada ruangan yang berukuran 11×11 meter dan dari sini bisa melihat sekeliling monas. Obelsik monas yang berdiri tegak ini memiliki tinggi 117.7 meter dan dilapisi dengan marmer Italia.

Sumber : http://baguspewe.wordpress.com/2008/02/26/foto-panorama-kota-jakarta-dari-puncak-monas/

 

5. Mengagumi Relief Sejarah Indonesia yang Dipahat Dengan Hati-Hati

Setelah keluar dari tugu monas ini, bisa dilihat ada relief-relief timbul yang menggambarkan cerita sejarah Indonesia mulai dari kerajaan Majapahit (timur laut) hingga pasca kemerdekaan Indonesia. Relief ini dibuat dari semen berbentuk patung-patung tokoh-tokoh dalam sejarah Indonesia.

Sumber : http://alatpenterjemahjakarta.wordpress.com/2013/07/19/monumen-nasional/

Sumber : http://hyperionzoomlover.blogspot.com/2011/10/jakarta-indonesia-monas-batavia-cafe.html

 

6. Melihat Pertunjukan Air Mancur Monas

Setiap Sabtu dan Minggu ada pertunjukan air mancur goyang. Ya, air mancur ini membentuk sebuah irama mengikuti lagu yang diputar saat itu. Dengan lampu yang berwarna warni, malam di taman monas ini semakin meriah. Air mancur ini dipertunjukkan pada pukul 19.00 dan 20.00 untuk 30 menit.

Sumber : http://nissaysomething.blogspot.com/2010/03/2010-dan-mereka-yang-ku-cinta.html

Sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2012/07/09/wisatawan-monas-murah-meriah-476431.html