,

Liburan ke Malang? Ayo Mampir ke Alun-Alun Tugu Malang!

Malang dikenal memiliki objek wisata yang komplet, mulai dari tempat wisata bertema alam, modern, sejarah, kuliner, sampai tempat wisata instagramable juga banyak. Salah satu landmark Kota Malang yang kerap disambangi oleh wisatawan adalah Alun-Alun Tugu Malang. 

Lokasinya strategis dan cukup cantik untuk mendapatkan hasil foto yang keren. Mau tau lebih detail tentang Alun-Alun Tugu Malang? Simak di bawah ini, ya!

Perjalanan Alun-Alun Tugu Malang dari Waktu ke Waktu

Sumber: Shutterstock

Di balik penampilannya yang asri, terselimut kisah masa lalu yang kelam. Sebelum dikenal dengan nama Alun-Alun Tugu Malang seperti sekarang, dulunya kawasan ini bernama Alun-Alun Bunder.

Penamaan Alun-Alun Bunder nggak lepas dari bentuknya yang melingkar bila dilihat dari ketinggian. Sementara itu, jauh sebelum Indonesia merdeka, kawasan berupa taman ini awalnya diberi nama JP Coen.

Kira-kira ada yang tahu nggak siapa JP Coen?

Benar, Jaan Pieterzoen Coen merupakan salah satu gubernur Jenderal Belanda di Indonesia yang juga dikenal sebagai pendiri Batavia atau sekarang disebut sebagai Jakarta.

Mulanya penampilan alun-alun ini begitu sederhana, saat itu nggak ada tugu dan air mancur di tengah-tengahnya. Sejak pertama kali berdiri di tahun 1922, di tahun-tahun selanjutnya, kawasan ini menjadi saksi bisu berkembangnya Kota Malang.

Hingga tahun 1946, muncul inisiatif untuk mendirikan tugu di tengah Taman JP Coen. Saat proses pembangunannya, tugu ini sempat dihancurkan oleh Belanda dalam Agresi Militer I.  

Kabarnya, tugu tersebut dihancurkan akibat Belanda merasa kesal dengan semangat arek-arek Malang dalam mempertahankan wilayahnya selama agresi berlangsung. Keren, ya!

Tujuh tahun kemudian, tepatnya tahun 1953, Monumen Tugu yang runtuh dibangun kembali dan diresmikan oleh Presiden Indonesia kala itu, Ir. Soekarno. Hingga saat ini kelestarian dan penampilan Alun-Alun Tugu Malang masih dijaga dengan baik dan menjadi salah satu ikon kebanggaan kota Malang.

Makna Monumen Tugu yang Berdiri Kokoh di Tengah Alun-Alun

Sumber: Shutterstock

Sebenarnya, tampilan Monumen Tugu yang ada di Malang ini nggak terlalu megah seperti Tugu Pahlawan di Surabaya atau Monumen Nasional di Jakarta. Ukuran monumennya terbilang kecil dan bentuknya juga sederhana.

Meski begitu, ternyata ada maka yang terkandung di balik setiap arsitekturnya. Coba sobat tiket perhatikan bagian atasnya. Ujung Monumen Tugu berbentuk bambu tajam sebagai simbol bambu runcing yang merupakan salah satu senjata legendaris Bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah.

Di bagian monumen juga terdapat aksen rantai yang melambangkan persatuan dan kesatuan Rakyat Indonesia. Menengok bagian bawah monumen yang berbentuk bintang terdiri dari 17 pondasi dan  memiliki 8 tingkat. 

Sementara bagian tangganya berbentuk 4 dan membentuk sudut 5. Bila semua angka tersebut dikombinasikan, maka akan membentuk tanggal kemerdekaan Indonesia yaitu 17 Agustus 1945. 

Di sekeliling monumen, sobat tiket akan menemukan kolam berisi bunga teratai berwarna merah dan putih yang melambangan keberanian serta kesucian layaknya bendera Indonesia. 

Wah, benar-benar sarat akan makna, ya!

Alun-Alun Tugu Malang Masa Kini

Sumber: Shutterstock

Penampilan Alun-Alun Tugu Malang saat ini begitu terawat. Selain Monumen Tugu dan air mancur sebagai daya tarik utamanya, terdapat beberapa replika bunga yang ditanam kanan kiri jalan menuju Monumen Tugu.

Suasananya juga asri dengan tambahan rerumputan hijau dan tanaman hias yang ditata sedemikian rupa untuk mempercantik wajah Alun-Alun Tugu Malang.

Saat malam hari, replika bunga yang ada di Alun-Alun Tugu Malang akan mengeluarkan cahaya lampu yang indah. Kamu pun bisa berfoto di sana. Sementara di area air mancur juga telah dihias instalasi lampu warna warni.

Begitu malam tiba, lampu di sekitar kolam akan dihidupkan. Suasana gemerlap pun mewarnai penampilan Monumen Tugu yang berdiri kokoh.  Salah satu momen terbaik untuk mendapatkan hasil foto yang keren.

Buat sobat tiket yang punya drone bisa mencoba mengambil pemandangan Alun-Alun Tugu Malang dari atas. Potret yang dihasilkan nggak kalah menawan.  

Cara Menuju Alun-Alun Tugu Malang

Berada di tengah Kota Malang membuat Alun-Alun Tugu Malang lebih mudah diakses. Kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi online untuk menjangkau lokasi secara praktis.

Sementara bagi kamu yang berniat untuk memanfaatkan transportasi umum, berikut panduannya.

Dari Stasiun Malang Kota Baru

Jarak antara Stasiun Malang Kota Baru dengan Alun-Alun Tugu Malang terbilang dekat yaitu sekitar 2 menit berkendara atau 3 menit jalan kaki. Kalau nggak terlalu capek, jalan kaki bisa jadi solusi untuk menghemat bujet perjalanan. 

Dari Bandara Abdul Rachman Saleh

Mengingat lokasi Bandara Abdul Rachman Saleh berada di komplek militer TNI AU, maka tidak ada angkot yang masuk ke kawasan ini. Sebagai pilihan lainnya, kamu bisa naik taksi bandara menuju Alun-Alun Tugu Malang yang berjarak sekitar 30 menit perjalanan.

Dari Terminal Arjosari

Buat sobat tiket yang datang dari arah Terminal Arjosari, lokasi Alun-Alun Tugu Malang berada sekitar 19 menit perjalanan. Kamu bisa menggunakan angkot jurusan Arjosari-Landungsari (AL) kemudian turun di Jl. Tugu. 

3 Kampung Unik Dekat Alun-Alun Tugu Malang

Memilih Alun-Alun Tugu Malang sebagai destinasi wisata dijamin nggak bakal bikin kamu liburanmu monoton. Apalagi, lokasinya dekat dengan 3 kampung unik yang ada di Malang. Apa saja? 

1. Kampung Tridi

Kampung Tridi merupakan kampung unik di Malang yang lokasinya paling dekat dengan Alun-Alun Tugu Malang yaitu sekitar 3 menit berkendara. Di lokasi ini kamu akan menemukan mural-mural cantik yang dilukis di dinding-dinding rumah warga sekitar. 

Sekilas tampilannya mirip kawasan Haji Lane yang ada di Singapura. Selfie menjadi agenda utama yang biasa dilakukan oleh wisatawan yang ke sini. Kamu juga nggak boleh melewatkannya, ya! Hitung-hitung, hasilnya bisa mempercantik feeds Instagrammu nanti. 

2. Kampung Warna-Warni Jodipan

Dari Kampung Tridi, kamu bisa sekalian mampir ke Kampung Warna-Warni Jodipan yang ada di sebelahnya. Nggak perlu memutar lewat pintu masuk, kamu tingga melewati jembatan kaca yang menghubungkan ke dua area ini.

Di tengah perjalanan menyeberangi jembatan, kamu bisa berhenti untuk berfoto. Lokasi ini sering menjadi incaran wisatawan untuk menghasilkan jepretan yang keren. Jadi, wajib banget dicoba.

Nggak kalah unik dari Kampung Tridi, warna-warni rumah yang ada di Kampung Jodipan juga cocok sebagai latar belakang berfoto. Kamu tinggal siapkan pose terbaikmu biar hasil jepretannya lebih kece. 

3. Kampung Biru Arema

Satu lagi kampung unik dekat Alun-Alun Tugu Malang yang bisa kamu kunjungi, yaitu Kampung Biru Arema. Lokasinya berada sekitar 3 menit berkendara. Bila dua kampung sebelumnya menggunakan cat berbagai warna, Kampung Biru Arema tampil beda dengan menonjolkan satu warna saja, yaitu biru sesuai namanya.

Di sini kamu bisa berfoto dengan latar belakang mural singa yang merupakan lambang tim sepak bola Arema. Selain itu, ada juga lambang persatuan dan perdamaian antar tim sepak bola di Indonesia. Sebuah pesan tersirat bagi para supporter, nih!

Pilih Lokasi Liburan Favoritmu!

Begitu banyak tempat wisata di Malang, rasanya nggak akan cukup untuk menjelajahinya dalam satu hari. Kalau berencana menghabiskan beberapa hari di Malang, kamu bisa pesan hotel di Malang lewat tiket.com.

Mulai dari hotel dengan harga murah dan fasilitas standart sampai hotel berbintang dengan fasilitas mewah, semuanya ada. Tinggal pilih mana yang sesuai dengan bujetmu.

Untuk melengkapi momen berliburmu, pastikan kamu berburu oleh-oleh khas Malang buat teman/kerabat di rumah, ya!