,

5 Hal yang Wajib Dilakukan Di Sanghai

“Tirai Bambu” Negri Cina tampaknya kian terbuka, Melalui rentang sejarah yang panjang, Shanghai kini membuka pintunya untuk dunia.

Attitude in Altitude

Kunjungi Oriental Pearl TV Tower. Dengan tinggi 468 meter, menara yang awalnya berfungsi sebagai pemancar siaran televise ini kini berubah menjadi mascot pariwisata kota Shanghai. Bentuknya mirip roket luar angkasa dengan bangunan berbentuk bola di setiap lantainya. Seperti kebanyakan bangunan menara terkenal lainnya di dunia, Oriental Pearl TV Tower juga dilengkapi dengan observation deck yang berfungsi untuk mengamati pemandangan kota Shanghai dari ketinggian puncak menara. Tapi yang menjadi atraksi utama di sini sebetulnya adalah lantai kaca di atas ruangan observasi yaitu transparent observatory.

Bergaya di atas kaca yang seolah melayang di ketinggian ratusan meter memang tampaknya hal sederhana, tapi bagi yang belum biasa, rasa pusing bias langsung menyergap tiba-tiba. Bagi yang menederita takut ketinggian, jangan khawatir. Karena kaca ini cukup kuat untuk menahan beban bera. Jadi, jangan melihat ke bawah, yang penting bergaya dan… berfoto! Berani?

 

The House of Wax

Bagi penggemar film seram, sebaiknya singkirkan jauh-jauh imaji film House of The Wax. Museum Madame Tussaud adalah museum yang memajang karya-karya patung lilin dari para seniman dunia. Ingin berfoto dengan Tom Cruise, David Beckham atau Madonna? Nah, di museum inilah kamu bias sepuas-puasnya berfoto dengan replica tokoh-tokoh terkenal.

Museum ini terbagi dalam beberapa bagian. Ada bagian khusus untuk artis-artis Hollywood, bagian khusus untuk para tokoh legendaris seperti Steve Jobs, Neil Amstrong da nada bagian khusus tentang politisi. Di sini, Anda harus mengantri cukup lama untuk sekedar berfoto dengan replica Barrack Obama. Bagi Anda penggemar K-Pop, jangan khawatir, karena ada bagian khusus yang memajang artis-artis mandarin dan K-Pop.

Meski kini museum yang sudah membuka cabang di beberapa Negara ini adalah salah satu objek penyerap turis yang potensial, tapi biografi Madame Tussaud sendiri sebetulnya tidaklah seindah koleksi museumnya kini. Di museum ini Anda akan berjumpa dengan replika sosok Madame Tussaud lengkap dengan biografi singkatnya yang tidak secerah popularitas museumnya kini.

 

Little Venice in Fengjing Town

Nama Fengjing memang tak setenar Beijing atau Shanghai. Tapi kota kecil berjarak satu jam berkendara dari Shanghai ini adalah salah satu lokasi yang wajib dikunjungi turis saat berada di Shanghai. Menurut catatan sejarah, Fengjing Town dulunya bernama Bainiu. Kota ini didirikan pada masa Dinasti Yuan dan pada masa kekuasaan Dinasti Ming, Bainiu berubah nama menjadi Fengjing dan ditetapkan sebagai pusat kebudayaan.

Keunikan Fengjing Town langsung terasa saat saya memasuki areal kota kecil ini. Bangunan setempat masih menganut desain Cina tradisional. Banyak terdapat gang-gang yang kanan-kirinya dipenuhi toko souvenir dan kedai makan. Selain berbelanja, turis juga bias melihat langsung detak kehidupan warga lokal. Dan atraksi utama di Fengjing adalah wisata sungai dengan perahu kayu menyusuri kanal-kanal di Venesia, namun di sini lebih bernuansa oriental. Perlu berhati-hati di sini untuk berwisata kuliner, karena cukup sulit menemukan hidangan yang halal.

 

Enjoy Tianzifang!

Menghabiskan waktu sambil bersantai menikmati secangkir Chinese Tea di sebuah café bernuansa Eropa tentunya akan menjadi momen yang paling romantis di tengah hiruk pikuk kota Shanghai. Saat mengunjungi Tianzifang, sebuah gang sempit dan agak gelap yang pinggirnya dipenuhi skuter listrik menyambut saya. Agak masuk ke dalam, sebuah bar bergaya Eropa klasik menjadi awal dari pertualangan saya menyusuri gang-gang sempit bergaya colonial Eropa yang dipenuhi toko souvenir dan café.

Kolonial Perancis memang pernah menorehkan kekuasaannya di Shanghai. Tianzifang adalah contohnya. Semua bangunan yang membentuk lorong-lorong labirin ini adalah hasil pembangunan di masa kekuasaan Perancis di tanah Tiongkok. Meski lorong-lorong ini berukuran cukup sempit , tapi kondisinya sangat rapih dan bersih. Selain itu, banyak juga turis asing yang menghabiskan waktu di sini sambil menikmati sebotol bir atau secangkir kopi.

 

A Romantic Night Cruise

Satu lagi yang wajib dilakukan saat berkunjung ke Shanghai adalah berlayar di sepanjang Sungai Huangpu sambil menyaksikan pemandangan ikonik kawaan bisnis dan kawasan kota tua di sisi yang berlawanan. Tur ini bermula dari The Bund, sebuah kawasan popular untuk menikmati pemandangan pusat kota Shanghai. Di sinilah biasanya setiap hari, baik siang maupun malam dipadati oleh turis lokal dan mancanegara yang ingin berfoto-foto sambil menikmati kemegahan Shanghai modern dan suasana klasik kota ini.

Dengan membayar tiket 100 Yuan kurang lebih Rp 160.000an per orang, tur pesiar ini memakan waktu sekitar 40 menit mengitari beberapa kawasan sepanjang Sungai Huangpu. Anda juga bias melihat kapal-kapal pesiar mewah yang sedang berlabuh di pelabuhan. Jika ingin suasana yang romantis, cobalah tur malam hari. Lampu-lampu kota Shanghai dijamin akan membuat suasana menjadi semakin mesra.

getaway! magazine. Smart Travelling for Young Adults.