Kalau sobat tiket berencana untuk liburan ke Borobudur, Magelang, umumnya kegiatan yang pasti dilakukan adalah berkeliling kawasan candi. Memang, destinasi keren yang satu ini terkenal dengan kemegahan arsitektur yang dipenuhi relief cantik nan bersejarah.
Tapi nyatanya, kegiatan liburan di Borobudur nggak sampai di situ saja. Kamu juga bisa sepedaan keliling sekitar Borobudur juga! Daerah ini masih asri sehingga nyaman untuk mengunjungi berbagai destinasi desa wisata menggunakan sepeda.
Penasaran bagaimana keseruan gowes asyik di alam terbuka Borobudur? Simak daftar trek sepedaan seru keliling Borobudur di artikel ini!
Baca juga:
- Spot Terbaik Menikmati Pemandangan Sunrise & Sunset di Sekitar Candi Borobudur
- Ayo, Jelajahi Wisata Alam di Sekitar Candi Borobudur!
- Liburan ke Magelang? Intip Rekomendasi Kuliner dan Tempat Makan Enak di Magelang Ini!
Trek Sepedaan Keliling Borobudur
Dengan sepeda, kamu sebenarnya lebih fleksibel untuk menjelajah area di sekitar Borobudur. Apalagi, kalau ingin ke tempat-tempat yang jalanannya kecil. Ada berbagai trek sepedaan untuk keliling Borobudur yang bisa kamu coba di sini!
Sebelum berangkat, pastikan sobat tiket sudah mempersiapkan diri dengan perlengkapan komplit dan juga sarapan pagi. Jangan sampai kamu malah kehabisan energi di tengah asyiknya gowes!

Sobat tiket bisa mampir ke restoran atau warung terdekat untuk menyantap gudeg, hidangan tradisional Yogyakarta yang terbuat dari buah nangka muda yang dimasak dengan santan. Hidangan terjangkau ini lebih nikmat disantap dengan nasi hangat, ayam, telur, dan tempe.
1. Desa Wringin Putih

Berlokasi 2,3 km dari area Candi Borobudur, Desa Wringin Putih menawarkan pemandangan pedesaan yang indah dan menyegarkan dengan latar belakang Bukit Menoreh. Masih dipenuhi dengan persawahan, tidak heran pemandangan di desa ini masih asri.
Daya tarik utama dari desa ini adalah rumah-rumah bambu yang bisa ditemui sembari kamu menyusuri area Wringin Putih. Salah satu rumah tersebut digunakan sebagai restoran lokal yang menyediakan makanan tradisional.

Sembari mampir ke desa ini, kamu bisa cobain salah satu camilan khas Jawa Tengah, yaitu getuk. Camilan ini terbuat dari singkong yang dihaluskan lalu dicampur dengan gula, garam, dan kelapa parut.
2. Desa Wanurejo

Desa Wanurejo adalah desa lainnya yang bisa kamu kunjungi selama gowes di Borobudur. Terletak di kaki pegunungan Menoreh dan diapit Sungai Progo dan Sungai Sileng, desa ini tentunya memiliki pesona pemandangan alam yang menawan.

Di desa ini, kamu wajib mengunjungi Museum Wayang yang memiliki koleksi wayang-wayang terbaik nusantara. Coba deh, cari wayang dari daerah kamu di sini!

Terdapat setidaknya 694 buku tentang wayang dalam beragam bahasa dan juga 83 kaset yang memuat rekaman pertunjukkan wayang dari tahun 1971 hingga 1994.

Kalau lagi di Desa Wanurejo, jangan lewatkan kesempatan buat mampir ke kawasan Balkondes Wanurejo. Pemandangan di sini beneran cakep banget.
Untuk ke sini, salah satu tempat penyewaan sepeda yang dekat adalah di jalan Balaputradewa. Harga sewanya juga terjangkau, mulai dari Rp15.000 untuk sepeda biasa, dan Rp50.000 untuk sepeda gunung.*
Di Balkondes Wanurejo, kamu bisa duduk bersantai di beberapa pendopo yang ada sambil menikmati pemandangan desa. Hamparan sawah, pepohonan rindang, hingga rerumputan hijau bisa menyegarkan kembali jiwa dan raga.

Suasananya enak banget buat sepedaan. Terus lengkap juga ada restoran, kafe, toko suvenir, dan mushola. Pastinya, bakal betah di sini! Bisa buat rehat sejenak setelah puas berkeliling naik sepeda.
Oh iya, karena mataharinya bisa sangat terik di siang hari, usahakan untuk bersepeda di pagi atau sore hari ya, sobat tiket. Jangan lupa bawa kamera karena kamu bisa dengan mudah dapetin foto yang instagrammable di sini.
3. Desa Majaksingi
Desa wisata menarik lainnya yang bisa kamu kunjungi adalah Desa Majaksingi yang berlokasi 3 km dari Candi Borobudur. Berlatar belakang pegunungan Menoreh dan perbukitan hijau, pastinya kamu akan disambut dengan pemandangan luar biasa.

Kegiatan yang bisa kamu lakukan di sini adalah membuat pot dari tanah liat. Ini adalah kerajinan unggulan Desa Majaksingi yang wajib kamu coba. Diajarkan oleh pengrajin berpengalaman, kamu akan bisa mendapatkan pot tanah liat versi kamu sendiri.

Selain dipenuhi lahan pertanian ketela, padi, rempah-rempah, jati, dan mahoni, desa ini juga terkenal dengan kopi lokalnya. Kamu bisa menemukan banyak penjual biji kopi menjajakan biji-biji kopi lokal terbaik.
4. Desa Tanjungsari

Terletak 3 km dari Candi Borobudur, Desa Tanjungsari juga menawarkan panorama pegunungan Menoreh yang menyejukkan mata. Selain bermata pencaharian sebagai petani cabai dan tembakau, desa ini juga memiliki beberapa usaha pembuatan tahu rumahan.

Selain alamnya yang menawan, kamu juga bisa menyusuri sejarah di desa ini. Terdapat lima benda purbakala yang ditemukan di sini. Dua di antaranya adalah kepala arca Buddha yang diduga merupakan bagian dari Candi Borobudur pada masa pemugaran tahun 1907-1911.
5. Desa Candirejo

Desa yang memiliki Waroeng Rejo atau wisata air Sungai Progo ini terletak 4 km dari Candi Borobudur. Pemandangan indahnya bikin lelahnya gowes jadi nggak terasa!

Kamu tidak hanya bisa bersantai di pinggiran Sungai Progo yang menyegarkan, arus yang cukup deras membuat sungai ini juga cocok untuk olahraga rafting.

Berbeda dengan rafting pada umumnya yang menggunakan perahu karet, rafting di sini menggunakan getek tradisional. Serunya lagi, kamu bisa naik mobil off road menyusuri sungai ini, lho!
Sehabis Gowes Keliling, Istirahat Dulu Yuk!
Setelah lelah seharian keliling bersepeda, kamu tentunya butuh istirahat di tempat yang nyaman. Cek hotel terbaik dekat Borobudur dan langsung pesan kamar hotelnya di tiket.com! Oh ya, kamu juga bisa pesan paket sepedaan keliling desa wisata Borobudur di tiket.com.
Jangan lupa untuk tetap menaati protokol kesehatan ya, sobat tiket! Biar gowesnya jadi aman dan nyaman. Selamat liburan!
*harga saat artikel ini dibuat




