, , ,

Mengintip Berbagai Tradisi Berbuka di Asia Tenggara

Sobat Tiket, nggak terasa bulan puasa sebentar lagi akan berakhir. Bagaimana puasa Sobat Tiket sejauh ini? Semoga lancar-lancar saja yah. Bicara soal puasa di Bulan Ramadhan, pasti erat banget kaitannya dengan tradisi berbuka puasa. Tahukah kamu, tidak hanya di Indonesia, berbagai negara di Asia Tenggara ternyata juga memiliki beragam tradisi berbuka yang cukup seru, lho.
Apa saja sih tradisi berbuka puasa yang ada di berbagai negara di Asia Tenggara? Berikut ini adalah beberapa tradisi berbuka yang ada di Asia Tenggara.

Kg-Gelam-Bazaar-Muscat-St-Sultan-Msq-2012-June-29th-DSCF20951-1024x682
Bazaar Masjid Sultan. Via http://singapurastories.com/2014/07/more-than-just-culture-ramadan-bazaars-in-bussorah-street-and-geylang-serai/

1. Bazaar Masjid Sultan, Singapura.
Apa yang kamu tahu tentang Singapura? Selain dikenal sebagai surga belanja, “negara kota” yang satu ini juga punya tradisi berbuka puasa yang seru. Di Singapura, para umat muslim yang menjalankan ibadah puasa, biasanya berkumpul di suatu tempat untuk berbuka puasa. Ya, tempat itu adalah Masjid Sultan, salah satu masjid tertua dan terbesar yang ada di Singapura. Di sini, pengurus masjid setempat biasanya mengadakan bazaar ramadhan terbsesar di Singapura. Tidak hanya berkumpul bersama masyarakat yang lain, Sobat Tiket juga bisa menemukan berbagai menu kuliner yang hanya ada pada saat bulan Ramadhan. Tradisi bazar ini, konon kabarnya sudah dilakukan sejak tahun 1960-an, lho.

 

Bubur-Lambuk
Bubur Lambuk. Via http://dewieajaa.blogspot.co.id/2016/06/bubur-lambuk-tradisi-wajib-bulan.html

2. Makan Bubur Lambuk, Malaysia
Menyeberang sedikit ke Malaysia. Di Kuala Lumpur, tradisi datangnya bulan puasa ditandai oleh sebuah makanan. Adalah bubur lambuk yang membuat suasana berbuka puasa di Malaysia menjadi lebih berwarna. Bagi masyarakat Malaysia sendiri, ramadhan terasa belum lengkap rasanya jika belum makan bubur lambuk untuk berbuka. Makanan yang hanya ada saat bulan ramadhan ini, memiliki cita rasa yang cukup menggugah. Coba bayangkan lezatnya bubur yang berisi daging sapi cincang dengan taburan berbagai bumbu dan rempah yang khas. Pasti bikin Sobat Tiket semangat puasa nih.

Pasar Kaget Myanmar
Pasar Kaget Myanmar. Via http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/07/150701_myanmar_ramadan

3. Pasar Dadakan, Myanmar
Myanmar memang bukan negara mayoritas muslim seperti Indonesia atau Malaysia. Bahkan penganut Islam di negara ini, kabarnya hanya sekitar 10%. Hal itu pula yang membuat suasana ramadhan di Myanmar tidak berbeda dengan hari-hari biasa. Namun, ada hal yang cukup berbeda di kawasan Mingalar Taung Nyunt Township, sebuah kawasan setingkat kecamatan di Kota Yangon. Di sini, nuansa ramadhan begitu kental. Hal itu memang karena di kawasan ini, didominasi oleh penduduk beragama Islam. Di kawasan ini pula, Sobat Tiket akan menemui banyak pasar dadakan yang menyediakan berbagai menu untuk berbuka, mulai dari samosa, hingga makanan berat seperti ayam bakar. Yang membuatnya unik adalah sup kacang lentil. Menu yang satu ini cukup digemari dan hanya ada saat bulan ramadhan datang.

174713_megibung
Megibung Bali. Via http://travel.detik.com/read/2012/07/31/174551/1979701/1383/wah-ada-tradisi-ramadhan-di-pelosok-bali

4. Tradisi Megibung, Indonesia
Jauh berkeliling, saatnya kembali ke tanah air, tepatnya di pulau dewata, Bali. Meskipun mayoritas penduduk Bali menganut agama Hindu, ternyata pulau indah nan eksotis ini juga memiliki tradisi berbuka puasa yang seru. Orang setempat menyebutnya dengan Megibung. Megibung adalah sebuah tradisi dimana sekumpulan orang secara bersama-sama melakukan makan besar pada saat berbuka puasa. Megibung biasa dilakukan dengan meletakkan nasi beserta lauk pauknya di atas sebuah daun pisang yang besar, untuk dimakan secara beramai-ramai. Megibung sendiri merupakan tradisi hasil akulturasi antara budaya Hindu dan Islam. Wah, nggak cuma kenyang, tapi juga bisa menambah keakraban yah.
Sobat Tiket, kalau kamu sendiri punya tradisi apa di bulan puasa ini? Yuk bagi ceritamu di kolom komentar.