Desa Wisata Nglanggeran – Mau cari nuansa pedesaan dengan sentuhan keindahan alam di Jogja? Cobain mampir deh ke Desa Wisata Nglanggeran yang ada di Gunungkidul!
Desa Nglanggeran adalah desa wisata berkelanjutan di Gunungkidul yang menggunakan konsep pelestarian dalam pariwisatanya. Nggak hanya itu, infrastrukturnya sudah memadai dan sudah tersertifikasi melakukan penerapan protokol kesehatan CHSE oleh Kemenparekraf!
Kalau kamu bukan pecinta wisata budaya garis keras, berkunjung ke Desa Nglanggeran bisa jadi pilihan buatmu. Soalnya, tempat wisata di Desa Nglanggeran justru didominasi wisata alam, mulai dari gunung api purba yang menawan hingga air terjun yang majestic.
Penasaran nggak, sama pesona keindahan alam Jogja di Desa Nglanggeran?
Baca juga:
Tempat Wisata di Sekitar Desa Nglanggeran
Jalan-jalan ke Desa Nglanggeran bisa dibilang paket komplit. Walaupun didominasi wisata alam, tapi desa ini tetap punya tempat yang bakal bikin kamu terkagum-kagum dengan kebudayaannya, lho! Baca lebih lanjut di bawah ya!
Jadwal buka Desa Nglanggeran: Selasa – Minggu, pukul 08.00 – 18.00 WIB (Senin libur).
Alamat: Patuk, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (buka di Google Maps).
Info tambahan: Sebelum datang wajib reservasi secara online melalui aplikasi Visiting Jogja, pembayaran tiket non-tunai, pengunjung dengan rombongan wajib bawa hasil rapid test, kapasitas maksimal 500 pengunjung/hari.
1. Spot Wisata Wajib No. 1: Gunung Api Purba Nglanggeran
Destinasi wajib pertama saat ke Desa Nglanggeran adalah Gunung Api Purba Nglanggeran, gunung api yang sudah tidak aktif lagi dan tersusun atas materi vulkanik tua. Berada di ketinggian 700 mdpl, puncaknya menjadi spot favorit bagi para pemburu sunrise.

Kalau datang bersama rombongan, kamu akan diberi briefing sebelum melakukan trekking. Kemudian, kamu bisa melakukan trekking sekitar 45 menit hingga 1 jam mencapai puncak, disuguhi pemandangan hutan dan dinding berbatu di sekitar lokasi.

Ada dua puncak, yaitu puncak barat (Gunung Gede) dan puncak timur (di Kampung Pitu). Dari puncak, kamu dapat melihat pemandangan menakjubkan Embung Nglanggeran dan Gunung Merapi.
Harga tiket masuk: Rp15.000/wisatawan lokal untuk siang hari, Rp20.000/wisatawan lokal untuk malam hari | Rp30.000/wisatawan mancanegara untuk siang atau malam*.
Jadwal buka: Selasa – Minggu, pukul 08.00 – 18.00 WIB (Senin libur).
Lokasi: Nglanggeran Kulon, Nglanggeran, Kec. Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (buka di Google Maps).
Info tambahan: Pembayaran tiket non-tunai.
2. Embung Nglanggeran, Telaga Cantik Khas Nglanggeran

Sudah puas melihat pemandangan dari puncak Gunung Api Nglanggeran? Kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Embung Nglanggeran, telaga buatan yang dibangun untuk menampung air hujan dan mengairi perkebunan sekitar, mulai dari kelengkeng hingga durian.
Embung Nglanggeran hanya berjarak 1,5 km dari Gunung Api Nglanggeran. Untuk menuju ke telaga tersebut, kamu bisa menaiki mobil pick-up “Pajero” alias panas njobo njero, yang artinya panas luar dalam. Hal ini karena saat siang hari kamu akan merasakan sengatan dari teriknya sinar matahari yang sangat panas.

Setelah sampai lokasi, kamu perlu melakukan trekking kurang lebih 7-10 menit. Jika sudah sampai di embung, kamu dapat bermain layang-layang atau mengunjungi kebun buah yang ada di dekat telaga.

Harga tiket masuk: Rp10.000/wisatawan lokal untuk siang, Rp15.000/wisatawan lokal untuk malam | Rp30.000/wisatawan mancanegara untuk siang atau malam*.
Jadwal buka: Selasa – Minggu, pukul 08.00 – 18.00 WIB (Senin libur).
Lokasi: Nglanggeran Wetan, Nglanggeran, Kec. Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (buka di Google Maps).
Info tambahan: Pembayaran tiket non-tunai.
3. Air Terjun Kedung Kandang, Pesona Air Terjun Terasering
Ini bukan air terjun biasa, sobat tiket. Kedung Kandang adalah air terjun bertingkat yang memiliki bentuk seperti terasering! Nggak heran bentuknya demikian, karena memang area sekelilingnya pun sawah.

Untuk menuju ke sini, kamu dapat menggunakan mobil atau motor biasa. Setelah sampai di parkiran, sobat tiket dapat melakukan trekking sekitar 15-20 menit. Begitu tiba di air terjun, kamu bisa bermain air, foto-foto, atau makan beralaskan daun pisang saat ada tradisi wiwitan.

Perlu diingat, Kedung Kandang merupakan air terjun musiman. Saat kemarau, kemungkinan besar nggak ada aliran air sama sekali. Kalau mau melihat pesona Air Terjun Kedung Kandang, lebih baik datang saat musim hujan ya!
Harga tiket masuk: Rp7.000/wisatawan lokal | Rp30.000/wisatawan mancanegara*.
Jadwal buka: Setiap hari, pukul 07.00 – 17.00 WIB.
Lokasi: Gn. Butak, Nglanggeran, Kec. Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (buka di Google Maps).
4. Tradisi 7 Keluarga di Kampung Pitu
Biasanya, sebuah desa atau kampung akan selalu bertambah jumlah penduduknya seiring waktu, tapi tidak dengan kampung yang satu ini. Jumlah penduduk Kampung Pitu hanya 7 keluarga, nggak kurang dan nggak lebih.
Konon, kalau tradisi ini dilanggar, salah satu keluarga akan mendapatkan musibah, mulai dari sakit-sakitan hingga meninggal dunia. Hiii~ serem ya? Namun, terlepas dari tradisi yang berlaku, kamu tetap bisa menikmati keindahan alam di Kampung Pitu.
Untuk menuju ke sini, kamu bisa kembali menggunakan mobil pick-up “Pajero” karena kondisi jalannya yang cukup ekstrim. Letaknya berada di puncak timur Gunung Api Nglanggeran, jadi kamu bisa menikmati momen sunrise di sini.
Harga tiket masuk: Rp15.000/wisatawan lokal | Rp30.000/wisatawan mancanegara*.
Alamat: Desa Nglanggeran timur, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul.
5. Berburu Cokelat Khas Nglanggeran di Griya Cokelat
Sebelum balik, jangan lupa untuk menghadiahi diri sendiri atau orang tersayang dengan cokelat khas Nglanggeran. Desa Nglanggeran punya kebun kakao sendiri yang menjadi bahan baku untuk berbagai produk olahan cokelat di Griya Cokelat.
Salah satu produk unggulannya adalah minuman cokelat murni. Selain itu, sobat tiket juga bisa membeli produk lain seperti Pisang Salut Cokelat dan bubuk cokelat. Penggemar cokelat wajib banget nih mencoba produk cokelat lokal dari Nglanggeran!
Kamu bisa mendapatkan berbagai produk ini mulai dari Rp15.000 hingga Rp55.000* saja, lho!
Jadwal buka: Setiap hari, pukul 09.00 – 16.00 WIB.
Alamat: Nglanggeran Wetan, Nglanggeran, Kec. Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (buka di Google Maps).
6. Desa Bobung, Penghasil Topeng Kayu Batik

Kalau masih pengin jalan-jalan, kamu bisa melipir ke Desa Bobung, penghasil kerajinan topeng kayu bermotif batik. Desa ini merupakan desa wisata tertua di Gunungkidul, lho!
Di sini, sobat tiket dapat melihat langsung cara pembuatan topeng kayu, patung, mainan anak, peralatan rumah tangga, hingga asbak. Kamu tinggal berkunjung ke tempat produksinya yang berada di rumah warga sekitar.

Berbagai kerajinan tangan ini bisa kamu beli mulai dari Rp30.000 hingga Rp300.000*. Jangan lupa membeli oleh-oleh topeng kayu batiknya, ya!
Kuy, Jelajahi Pesona Alam Desa Wisata Nglanggeran!
Keren ya, daya tarik Desa Nglanggeran? Lain kali saat ke Jogja, sudah nggak bingung kan mau ke mana?
Kuy, rencanakan perjalanan ke Jogja. Kamu bisa pesan tiket kereta ke Jogja. Biar jalan-jalan makin mudah dan asyik, kamu juga bisa sewa mobil di Jogja lho!
mau ke mana? semua ada tiketnya!
*harga dan informasi saat artikel ditulis




