Batik Nusantara yang Harus Ada di Lemari Anda
Batik Nusantara yang Harus Ada di Lemari Anda

, ,

Batik Nusantara yang Harus Ada di Lemari Anda

Indonesia kaya akan beragam seni budaya yang dapat dibanggakan, salah satunya adalah batik. Ada banyak hal yang bisa digali dari sehelai kain batik, mulai dari proses pembuatan, pola yang tersirat, hingga makna yang terkandung dari motif yang ditampilkan. Jelang Hari Batik Nasional pada 2 Oktober nanti, setidaknya ada lima jenis batik yang bisa ditambahakan dalam koleksi Anda, berikut ini daftarnya.

  1. Batik Yogyakarta

Batik Yogyakarta merupakan bagian dari budaya Jawa. Setiap motif batik tulis Yogyakarta yang ada di tiap daerah, memiliki bentuk dan artinya sendiri. Batik tradisional di lingkungan keraton Yogyakarta mempunyai ciri khas dalam tampilan warna dasar putih yang mencolok bersih. Pola geometri keraton Yogyakarta sangat khas, besar-besar, dan sebagian di antaranya diperkaya dengan parang dan nitik. Jelajahi Pasar Tradisional Bringhardjo yang ada di ujung jalan Malioboro untuk menemukan berbagai pilihan batik untuk kebutuhan Anda.

batik parang
motif batik Parang dari Yogyakarta

 

  1. Batik Pekalongan

Pekalongan merupakan salah satu daerah sentra penghasil kerajinan batik yang sudah terkenal hingga mancanegara. Sebagian besar batik yang diproduksi dalam motif warna-warni dipengaruhi oleh, Cina Arab dan Belanda. Ada lebih dari 100 desain Batik yang sudah dikembangkan sejak 1802, dan beberapa yang populer Batik Pekalongan pola Jlamprang, Hokokai, dan Pagi-Sore. Anda dapat menemukan pilihan. Pasar Batik besar yang terkenal di Pekalongan adalah Pasar Grosir Setono, jangan lupa untuk menunjunginya saat berada di Pekalongan.

gambar-batik-jlamprang
motif Jlamprang dari Pekalongan

 

  1. Batik Surakarta

Salah satu pusat produksi Batik yang penting di samping Yogyakarta dan Pekalongan ini telah lama menjadikan batik sebagai bagian dari ekonomi tradisional dari penduduk di daerah tersebut. Motif batik Surakarta memiliki ciri khas dengan motif geometris yang mewarnai batiknya. Sebut saja Sidomukti, Sidoluruh, dan Sidoasih. Selain motif geometris, ciri khas batik Surakarta adalah ukuran motifnya yang kecil, atau istilahnya Truntum. Anda dapat mencari batik khas Surakarta dengan menjelajahi Pasar Klewer atau langsung ke sentra pengrajin batik dengan menelusuri Kampoeng Batik Laweyan.

truntum
motif Truntum dari Surakarta

 

  1. Batik Cirebon

Motif batik Cirebon yang paling terkenal dan menjadi ikon Cirebon adalah motif Megamendung. Motif ini melambangkan awan pembawa hujan sebagai lambang kesuburan dan pemberi kehidupan. Selain itu, batik Cirebon juga dipengaruhi dengan motif Kesultanan Kasepuhan, yang dipengaruhi oleh ajaran Islam dan melarang menggambar desain hewan di Batik. Sedangkan motif Kesultanan Kanoman memungkinkan seniman untuk menggambar dan memiliki desain hewan di Batik. Anda dapat menjelajahi Desa Trusmi untuk mencari batik Cirebon sesuai dengan keinginan Anda.

batik-cirebon-wadezig
motif Mega Mendung dari Cirebon

 

  1. Batik Madura

Di Pulau Madura sendiri sudah sejak lama dikenal sejumlah sentra kerajinan batik. Salah satunya adalah di Kabupaten Pamekasan. Dalam banyak referensi dikatakan bahwa motif batik leres merupakan motif batik dengan menonjolkan garis melintang simetris. Motif batik madura cenderung menyajikan warna yang berani seperti warna biru, kuning, merah dan hijau daun. Ragam motif batik madura diambil dari motif binatang, tumbuhan, juga motif kombinasi yang merupakan kreasi para pembatiknya. Batik Madura memiliki 2 jenis motif batik, yaitu motif batik pesisiran yang mempunyai motif dan warna yang cenderung berani, di sisi lain batik pedalaman cenderung bergaya klasik dengan ornamen utama warna gelap.

DSC08136
batik Madura pedalaman memiliki ornamen utama warna gelap

Itulah beberapa jenis batik nusantara yang bisa Anda jadikan pilihan saat merayakan Hari Batik Nasional. Selamat Hari Batik!