,

Menjelajahi Tana Toraja, Tanah yang Penuh Pesona dan Magis

Keindahan dari Sulawesi Selatan tidak hanya terletak pada kawasan Makassar yang kaya akan wisata pantai dan pulau. Tapi juga keunikan budaya yang terus bertahan sejak ratusan tahun yang lalu di Tana Toraja yang selalu menggoda semua orang untuk datang. Di Tana Toraja, Sobat Tiket akan mendapatkan banyak sekali kemagisan dari masa lalu yang terus dijaga agar tetap lestari.

Kalau sudah bosan berwisata di kawasan yang sudah mainstream, kenapa tidak menjelajahi Tana Toraja saja? Di sini kamu akan mendapatkan banyak keajaiban yang bakalan susah untuk dilupakan. Yuk, simak apa saja kemagisan dari Tana Toraja.

1. Desa Pallawa
Ingin menikmati desa Tana Toraja yang masih asli dan terus dijaga dengan sangat baik? Kamu harus datang di Desa Pallawa. Di tempat yang tidak terlalu ramai ini kamu akan menemukan banyak tongkonan atau rumah adat asli Tana Toraja yang berjajar dengan gagah. Rumah dengan desain atap melengkung dan terbuat dari bambu ini rata-rata berusia ratusan tahun dan diturunkan dari satu generasi ke generasi yang lain.

Desa Pallawa
Sumber

Bagian depan tongkonan terdapat lumbung padi yang dalam bahasa setempat disebut dengan alang. Selain memiliki wadah padi di depan rumah, setiap tongkonan memiliki hiasan berupa tanduk kerbau. Semakin banyak tanduk kerbau yang dipajang, semakin tinggi pula status sosialnya. Tanduk kerbau menandakan seberapa banyak keluarga melakukan upacara adat yang konon biayanya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

2. Lemo
Tana Toraja juga memiliki kawasan pemakaman yang kerap dijuluki sebagai rumah arwah. Di kawasan Makale, Kabupaten Tana Toraja terdapat tebing tinggi yang sengaja dilubangi untuk meletakkan tubuh orang yang sudah meninggal. Di sini kamu akan menemui setidaknya 75 lubang kuburan (Lemo) pada tebing yang setiap lubangnya digunakan untuk satu keluarga.

Tana Toraja, Lemo
Sumber

Untuk membuat lubang pada tebing batu biasanya dibutuhkan waktu sekitar 6-12 bulan. Keluarga yang akan menempatkan keluarganya di sini harus merogoh kocek hingga puluhan juta rupiah. Oh ya, pada waktu-waktu tertentu kawasan Lemo ini kerap mengadakan upacara Ma Nene di mana keluarga akan mengganti baju para mayat.

3. Kuburan Bayi Kambira
Kemagisan dari Tana Toraja ternyata masih belum habis. Setelah kamu mengenal desa dengan tongkonan yang unik serta makam di tebing batu. Kini Tana Toraja menyajikan lagi keunikan pemakaman yang diperuntukkan bagi bayi yang meninggal sebelum memiliki gigi. Bayi ini biasanya dimakamkan pada batang pohon Tara yang dilubangi. Pada upacara pemakaman yang sederhana, bayi ini dimasukkan tanpa kafan di dalam pohon yang memiliki banyak getah ini.

The wooden covers on this tree mark the graves of newborn infants. They were buried in this tree because they were still pure and innocent.
Sumber

 

Dipilihnya pohon Tara sebagai tempat bersemayamnya bayi bukan tanpa alasan. Pohon yang bergetah ini dianggap sebagai rahim dari ibu dan memiliki banyak air susu (getah). Mengembalikan bayi ke dalam pohon sama saja mengembalikannya kepada rahim sang pencipta. Untuk bisa melihat kuburan bayi dalam pohon, kamu bisa datang di kawasan Desa Kambira tidak jauh dari Makale, Tana Toraja.

4. Kete Kesu
Kete Kesu adalah desa wisata yang bisa dikunjungi kalau kamu ingin menikmati kehidupan sosial suku Tana Toraja yang lebih jelas. Di kawasan ini terdapat banyak sekali tongkonan mirip seperti di desa Pallawa. Bedanya, di sini ada beberapa peninggalan megalitikum berupa makam batu yang konon berisi banyak sekali kerangka dari abad ke-16.

Kete Kesu
Sumber

Keunikan dari Kete Kesu yang tidak ada habisnya membuat kawasan ini dijadikan cagar budaya yang sangat penting. Pusat kebudayaan Tana Toraja hampir semuanya dipusatkan di kawasan ini. Oh ya, setiap Juni-Desember, kawasan Kete Kesu kerap mengadakan banyak upacara adat yang siap memanjakan siapa saja yang datang untuk melihat.

5. Batutumonga
Ingin melihat negeri di atas awan? Datanglah ke kawasan Sesean yang memiliki ketinggian 1300 mdpl. Saat pagi hari, kamu bisa menyaksikan keindahan dari panorama dataran tinggi hingga kamu bisa melihat awan-awan seperti berada jauh di bawah. Sejauh mata memandang hanya ada keindahan yang sayang jika tidak diabadikan.

Batutumonga
Sumber

 

Saat siang mulai datang, hamparan hijau dari persawahan akan tampak seperti permadani hijau dari kejauhan. Kamu bisa melihat kegiatan penduduk lokal yang sedang berangka ke sawah untuk bekerja atau anak-anak yang jalan kaki saat pergi ke sawah. Melihat keindahan dari Batutumonga seperti mengintip surga.

Inilah kemagisan dari Tana Toraja yang layak untuk dijelajahi. Mau pergi liburan ke Tana Toraja? Percayain aja sama Tiket.com!