,

Mengenang Perjuangan dari Monumen Bajra Sandhi, Bali.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.”

Kutipan terkenal  proklamator kita, Ir.Soekarno, tersebut menggambarkan betapa berartinya perjuangan para pahlawan kita dalam meraih kemerdekaan. Darah yang ditumpahkan, waktu yang terbuang, serta hal berharga lain yang mereka korbankan tentunya tidak bisa terbayarkan dengan apapun.

Seperti bangsa Indonesia lainnya, rakyat Bali juga memiliki kesadaran yang sama tentang bagaimana menghargai jasa para pahlawannya.

Nah, sebagai bentuk penghargaan tersebut, di Bali, ada sebuah monumen bernama Bajra Sandhi. Mungkin banyak yang masih belum pernah mendengarnya. Seperti apa bentuknya, dan ada apa saja di dalamnya?

Perjalanan Melintasi Waktu

Ya, monumen yang dibangun sejak  1987 dan diresmikan oleh presiden Megawati pada 2003 ini memang tidak hanya menyimpan kenangan perjuangan para pahlawan, tapi juga merupakan sebuah linimasa peradaban Bali dari 3000 sebelum Masehi hingga 1975.

Di sini, kamu bisa menyaksikan perjalanan perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa yang divisualisasikan secara nyata lewat karya tiga dimensi. Diorama-diorama yang dihadirkan di monumen ini cukup menjelaskan itu semua, dan kamu akan merasa seperti terjun langsung menjadi bagian dari sejarah itu sendiri.

Wujud Pertemuan Energi Positif dan Negatif

Bajra Sandhi adalah monumen kebanggan masyarakat Bali. Untuk itu, pastilah pembangunannya tidak asal-asalan. Konon, pembangunan monumen ini didasarkan pada filosofi Hindu; lingga-yoni.

Tahukah kamu, lingga-yoni merupakan filosofi keseimbangan dalam Hindu, yang menggambarkan pertemuan antara energi positif dan negatif. Hal tersebut bisa kamu lihat ketika kamu mengunjungi monumen ini.

Bentuk bangunan utamanya berbentuk lingga, yang dalam filsafat Hindu menggambarkan kegagahan laki-laki, atau para pejuang. Sedangkan anak tangga dan landasannya berbentuk yoni, yang melambangkan kelembutan serta kasih sayang wanita. Monumen ini memukau dari segi arsitektur, sehingga menjadi daya tarik bagi mereka yang ingin mengabadikannya, dan merupakan salah satu tempat favorit untuk pasangan yang melakukan pemotretan prewedding.

Struktur Bangunan Berlapis

Monumen ini mempunyai 17 anak tangga, yang mewakili tanggal kemerdekaan Indonesia. Monumen ini juga memiliki beberapa elemen atau lapisan dalam struktur bangunannya, sehingga memang menyerupai bangunan candi. Setidaknya ada tiga tingkatan struktur yang bisa kamu kunjungi :

  1. Utaming Utama Mandala, yang difungsikan untuk ketenangan dan jauh dari keramaian.
  2. Madyaning Utama Mandala, yang berisikan diorama-diorama tentang perjuangan  rakyat Bali.
  3. Nistaning Utama Mandala, yang berisikan ruang pameran, galeri, dan kepustakaan tentang perjuangan rakyat Bali.

Maka itu, kalau baru jalan-jalan ke Bali, tidak ada salahnya mengunjungi monumen Bajra Sandhi, sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan pembela bangsa ini. Dijamin kamu tidak akan kecewa, selain pemandangan taman di sekitarnya mempesona, tiket pesawat dan menginap di Bali juga sangat murah hanya di Tiket.com