Gimana perasaan hati sejauh ini, sobat tiket? Semoga masih berbunga-bunga ya meskipun Valentine’s Day udah lewat! Memang cuaca masih sering gloomy, tapi kalau keseharian dikelilingi orang-orang tersayang, tentunya tetep bakalan happy. Betul?
Ngomong-ngomong soal cinta, udah pernah dengar tentang 5 bahasa cinta? Konsep yang diperkenalkan oleh seorang pastor bernama Gary Chapman sejak tahun 1992 ini masih menjadi hot topic sampai sekarang lho!
Menurut Chapman, ada 5 cara seseorang mengutarakan atau menerima rasa cinta, yaitu dengan sentuhan fisik (physical touch), kata-kata penegasan (words of affirmation), waktu yang berkualitas (quality time), menerima hadiah (receiving gifts), dan memberi pelayanan (act of service).
Gini, bayangin kalau di hari ulang tahun kamu, teman-teman kamu pada lupa dan nggak ngucapin Happy Birthday. Eh, tiba-tiba pasangan kamu nyamperin dan kasih kado yang kamu mau sedari dulu. Dia tau kalau love language kamu itu receiving gifts!
Atau saat kamu lagi pulang kerja, eh tiba-tiba hujan. Gebetan kamu nge-WhatsApp, “Tunggu di sana aja, nanti aku jemput.” Artinya bahasa cinta dia, act of service.
Nah, ada orang yang percaya banget dengan bahasa cinta. Menurut mereka, dengan mengetahui bahasa cinta orang yang mereka sayang dan mempraktekkannya, hubungan bisa menjadi makin erat. Hal ini berlaku nggak cuma sama pasangan, tetapi juga dengan teman atau keluarga.
Tetapi, ada juga orang yang nggak peduli dengan 5 bahasa cinta ini. Ini bukan berarti mereka acuh tak acuh sama cinta ya. Mereka memilih untuk fokus membuat diri sendiri bahagia dulu, lalu baru membagikan cinta yang mereka punya kepada orang yang mereka sayang, tanpa mengharapkan apa-apa.
Hanya karena seseorang tidak mencintaimu seperti yang kamu inginkan, bukan berarti mereka tidak mencintaimu dengan semua yang mereka miliki.
Sampai saat ini, konsep 5 bahasa cinta masih menjadi perdebatan di publik. Nggak heran sih, bukannya cinta memang kompleks? Menurut kamu gimana nih, sobat tiket?
Apakah kamu percaya dengan love languages, atau menurut kamu konsep ini tidak terlalu penting untuk dijalankan?
