,

Kemeriahan Idul Fitri di Berbagai Belahan Dunia

Memasuki minggu terakhir Ramadhan dan menuju Lebaran yang selalu menyenangkan. Selain karena bisa rehat sejenak dari rutinitas kerjaan yang penat, kita juga bisa berkumpul bersama dengan sanak keluarga. Saling memaafkan menjadi salah satu tradisi mulia Lebaran di dunia.

Di beberapa negara, Lebaran juga dijadikan momen yang indah untuk saling memaafkan, mempertebal toleransi, dan saling berbagi kebahagiaan. Berikut beberapa suasana Ramadhan di beberapa negara. Yuk kita intip!

Australia

Kaum muslim di Australia merayakan Lebaran dengan cukup meriah. Hal ini juga didukung pemerintah Australia yang memberikan kebebasan kepada masyarakatnya untuk mempraktikkan ajaran agama masing-masing.

Seperti yang terjadi di Indonesia, umat muslim di Australia juga merayakannya dengan salat Ied, kemudian saling berkumpul untuk silaturahmi dan bermaaf-maafan. Perusahaan memberikan toleransi libur untuk karyawan yang merayakan Idul Fitri. Jalanan di kawasan berpenduduk mayoritas muslim juga boleh digunakan untuk salat Ied.

Idul Fitri juga dimeriahkan dengan festival multikultur yang diselenggarakan di Sydney. Warga muslim maupun non-muslim tumpah ruah memeriahkan festival ini. Bahkan beberpa pejabat negara dan tamu penting juga kerap hadir sebagai tamu undangan.

Arab Saudi

Sebagai tempat pertama kali Islam diturunkan, Arab Saudi mempunyai perayaan Idul Fitri yang meriah. Sejumlah pagelaran kesenian seperti teater, parade, dan musik digelar di mana-mana. Rumah-rumah dihias sehingga terlihat meriah dan menarik.

Makanan khas Lebaran di Arab Saudi seperti daging domba dicampur nasi dan sayuran tradisional dihidangkan di hampir setiap rumah, seperti ketupat dan opor ayam di Indonesia.

Kedermawanan terlihat jelas pada saat Idul Fitri. Kadang orang asing memberikan hadiah kepada anak-anak yang tidak mereka kenal. Ada juga tradisi di mana pria Arab membeli kebutuhan pokok dalam jumlah besar, lalu menaruhnya di depan pintu orang dhuafa secara acak.

China

Meskipun tergolong minoritas, umat muslim di China merayakan Idul Fitri dengan meriah. Wilayah dengan mayoritas penduduk muslim adalah Xinjiang. Masjid yang paling dipadati umat untuk salat Ied adalah Masjid Id Kah di Kashgar, Xinjiang. Masjid ini adalah yang terbesar di China dan sudah berusia sekitar 500 tahun.

Lebaran ditetapkan sebagai hari libur di China. Mayoritas umat muslim mengenakan baju yang senada saat hari raya ini; lelaki memakai jas khas dan kopiah putih, sementara wanita memakai baju hangat dan kerudung. Seusai salat Ied, umat muslim makan-makan dan bersilaturahmi.

Umat muslim di Kota Aksu merayakan Lebaran dengan lebih seru. Selain menyajikan masakan khas Idul Fitri berupa daging domba, mereka berkumpul dan merayakan Idul Fitri dengan menyanyi dan melakukan tari-tarian.

Ada juga tradisi mengunjungi makam leluhur pada saat Idul Fitri di China. Makam tersebut dibersihkan, kemudian keluarga besar memanjatkan doa di sana. Tradisi ini juga dilakukan untuk menghormati umat muslim yang tewas selama Dinasti Qing dan selama Revolusi Kebudayaan.

Turki

Turki mempunyai sebutan khusus untuk Hari Raya Idul Fitri, yaitu Festival Gula, atau dalam bahasa setempat disebut Seker Bayram. Seperti halnya di Indonesia, di Turki ada tradisi sungkem ke kerabat. Yang muda akan datang kepada kerabat yang lebih tua untuk silaturahmi.

Nah, mirip di Indonesia, di meja tamu biasanya sudah dihidangkan banyak sekali penganan manis seperti permen, kue, manisan, dan makanan lain. Tradisi yang sudah ada sejak abad ke-18 ini justru diramaikan oleh anak-anak.

Anak-anak akan datang bergerombol, mengetuk setiap pintu di desa mereka untuk bersilaturahim. Sang pemilik rumah akan membukakan pintu dengan sambutan ucapan “Iyi Bayramlar!” atau Selamat Hari Raya!”, kemudian memberikan banyak permen berbagai jenis kepada anak-anak itu.

Suriname

Mayoritas penduduk di Suriname merupakan keturunan Suku Jawa, sehingga Suriname mempunyai kedekatan khusus dengan Indonesia. Banyak tradisi yang dibawa dari Indonesia, termasuk perayaan Idul Fitri.

Namun, sedikit berbeda dengan tradisi di Indonesia saat ini, untuk menetapkan jatuhnya Idul Fitri, warga muslim di Suriname menggunakan perhitungan berdasarkan prajangka ata perhitungan ala primbon Jawa. Tradisi penentuan Idel Fiter –demikian masyarakat Suriname menyebut “Idul Fitri”—ini sudah ada sejak 116 tahun silam, ketika orang Jawa pertama datang ke negara itu.

Kebudayaan Jawa yang kental juga mempengaruhi cara beribadat. Jadi, meskipun Suriname berada di sebelah barat Ka’abah, para keturunan Jawa itu masih ada yang berkiblat ke arah barat. Hal itu karena ketika di Jawa, mereka selalu salat mengiblat ke barat. Jadilah mereka mengikuti apa yang dilakukan leluhurnya.

Afrika Selatan

Daerah Green Point, Cape Town, akan ramai didatangi umat muslim yang berkumpul untuk mengamati bulan pada hari-hari terakhir bulan Ramadhan, sebagai penentuan hilal tahun baru Islam 1 Syawal.

Setelah berhasil dihitung, kemudian diumumkan jatuhnya Hari Raya Idul Fitri tersebut. Tradisi berkumpul bersama di Green Point ini sekaligus ajang silaturahmi dengan kerabat dan sesama umat muslim di Afrika Selatan, sekaligus berbuka puasa.

Serupa dengan tradisi di Indonesia, seusai salat Ied, warga muslim saling berkunjung ke rumah tetangga dan saudara untuk silaturahmi dan bermaaf-maafan. Para orangtua biasanya memberikan hadiah atau uang untuk anak-anak yang datang. Tradisi pakai pakaian terbaru juga ada di Afrika Selatan. Begitu juga tradisi suguhan berbagai jenis penganan di ruang tamu, seperti biskuit, kue dan samosa, dan kacang. Para muslim Afrika Selatan juga menggelar makan siang bersama keluarga besar di satu tempat.

India

Bisa dibilang, pusat perayaan Idul Fitri di India ada di Masjid Jama, New Delhi. Dari malam takbiran hingga perayaan Lebaran, masjid ini ramai dengan aktivitas.

Masjid yang dibangun pada 1650 selama enam tahun ini menjadi masjid yang paling terkenal dan terbesar di seluruh India. Masjid ini selalu ramai umat muslim, terutama pada saat malam takbiran. Masyarakat muslim berbuka puasa bersama di masjid ini, untuk kemudian ikut malam takbiran sebelum Idul Fitri pada keesokan harinya.

Setelah buka puasa terakhir, sekeliling masjid yang mampu memuat sekitar 25.000 jemaah ini akan dipenuhi dengan stan-stan dagangan. Barang yang dijual kebanyakan adalah barang-barang kebutuhan Lebaran, mulai dari makanan, bumbu dapur, pakaian, dan lainnya.

Area bazar rakyat ini akan ramai sampai tengah malam. Kemeriahan ini bukan hanya dirasakan oleh umat muslim saja. Banyak juga warga non-muslim yang ikut terlibat dalam kemeriahan Idul Fitri. Mereka semua lebur menjadi satu, dan saling mengucapkan selamat Idul Fitri dan bermaaf-maafan.

Saat Lebaran, mayoritas wanita muslim memakai pakaian berwarna putih dan mematut dirinya dengan banyak perhiasan. Rumah-rumah juga dihias, sehingga tampil meriah. Setiap keluarga sudah siap menyambut kerabat yang akan datang bersilaturahmi. Mereka juga akan bergantian mengunjungi rumah tetangga dan kerabat lainnya, sama seperti tradisi di Indonesia.

Ada satu hidangan khas Lebaran di India, yaitu Siwaiyaan. Makanan ini merupakan campuran bihun dengan rasa manis dengan buah kering dan susu. Makanan manis berwarna-warni ini tersaji di tiap rumah pada saat Lebaran.

Fiji

Umat muslim di Pulau Fiji ini sekitar tujuh persen dari total penduduknya. Negara kepulauan di Asia Pasifik ini juga tidak ketinggalan memeriahkan Hari Raya Idul Fitri. Pemeluk agama Islam di Pulau Fiji mayoritas merupakan keturunan India. Kebanyakan adalah penganut Islam Sunni yang mengikuti mazhab Hanafi.

Tak ubahnya seperti di Indonesia, para muslim di Fiji juga ingin tampil terbaik pada saat hari raya terbesar agama Islam ini. Mereka akan mengenakan baju terbaik mereka. Para pria akan mengikuti salat Ied di masjid, sedangkan para wanita mempersiapkan makanan yang akan dihidangkan untuk kerabat yang akan datang bersilaturahmi dan bermaaf-maafan. Termasuk, membersihkan dan menghias rumah mereka. Setelah salat Ied selesai, anak-anak akan beramai-ramai menghampiri orang yang lebih tua untuk mengucapkan selamat Idul Fitri dan kemudian mendapatkan hadiah berupa uang atau makanan dari orang tersebut.

Makanan khas Idul Fitri di Fiji adalah samai, berupa bihun manis dicampur dengan susu hangat khas India. Biasanya menu ini disertai dengan samosa, kari ayam, dan masakan daging sapi. Tak ketinggalan, makanan ringan khas India aneka jenis terhidang di meja untuk menjamu tamu yang akan bergiliran datang untuk saling mengucapkan selamat hari raya dan bermaaf-maafan.

Amerika Serikat

Muslim di Amerika Serikat termasuk minoritas, dan kebanyakan dipeluk oleh warga imigran. Menurut badan sensus keagaamaan Amerika, pada 2010 terdapat 2,6 juta pemeluk agama Islam di Amerika. Para pemeluk agama Islam di Negara Paman Sam ini juga akan bangun pagi pada hari Raya Idul Fitri Untuk salat Ied bersama jemaah muslim yang lain.

Semua orang berpakaian terbaik pada hari itu, dan tiap rumah warga muslim akan menyiapkan makanan kecil untuk tamu yang berkunjung dan mengucapkan selamat hari raya. Karena mayoritas pemeluk Islam di Amerika Serikat adalah dari warga imigran, maka pakaian yang dipakai pada hari raya Idul Fitri ini sangat beragam; mereka menggunakan pakaian tradisionalnya masing-masing.

Bagaimana tradisi lebaran di rumah AnAyo jelajahi setiap sudut indahnya belahan dunia bersama Tiket.com