,

Menyusuri Desa Bersejarah di Jepang, Siapa Takut!

Liburan ke negeri sakura bersama keluarga, pasangan atau sahabat adalah suatu hal yang menyenangkan. Teknologi Jepang yang canggih berpadu dengan budaya yang masih dijaga hingga sekarang adalah suatu daya tarik dari negara ini. Salah satu daerah yang masih menjaga nilai budaya adalah Shirakawa-go di lembah sungai Shokawa tepatnya di Desa Shirakawa, Prefektur Gifu.

Rumah tradisional dengan konstruksi tangan berdoa menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Perjalanan menuju lokasi memang tidak mudah, namun akan terbayar lunas dengan pemandangan alam yang menakjubkan. Penasaran? Simak apa saja yang bisa sobat tiket lakukan di Shirakawa-go berikut ini.

Situs Warisan Dunia UNESCO Tipe Budaya 

Pada tahun 1995, UNESCO resmi mengukuhkan desa Shirakawa-go sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO tipe budaya. Sama seperti daerah Jepang lainnya, Shirakawa-go memiliki empat musim setiap tahun. Musim dingin (Desember-Februari), semi (Maret-Mei), panas (Juni-Agustus), dan gugur (September-November).

Shirakawa-go akan ditutupi salju putih tebal yang indah seperti negeri dongeng pada musim dingin. Musim yang menjadi favorit wisatawan. Berkunjung ke Shirakawa-go pada musim lainnya juga tidak kalah indah. Pemandangan hijau subur di musim panas, sakura mekar di musim semi atau tumpukan daun coklat yang cantik menawan di musim gugur. Kalau kamu mau ke Jepang, kamu bisa pesan tiket pesawat di tiket.com!

Berdoa di Kuil Ryozen-ji

Sebuah kuil yang dikelilingi kebun bunga mawar yang mampu menampung lebih dari 2 ribu bunga dari 200 jenis yang berbeda ini memiliki nama resmi Jika Wazan Ichizon. Kebun mawar dibuka mulai pukul 8 pagi hingga 5 sore. Lukisan yang dinyatakan sebagai aset budaya penting milik Yakushi Sanzon dan Juichimen Kannon berada di kuil ini.

Sumber: Shutterstock.com

Terletak di Naruto-shi, Prefektur Tokushima, kuil ini menjadi lokasi ziarah pertama ke 88 kuil di Shikoku. Kuil ini adalah tempat pertama orang berkumpul dan berdoa agar selamat selama perjalanan. Shaka Nyorai adalah dewa sesembahan utama di kuil ini. Sobat tiket juga harus mengetahui etika selama liburan di Jepang.

Kabarnya kuil ini dibangun pada awal abad ke 7 yang dibuka oleh pendeta tertinggi kuil Gyoki atas permintaan Kaisar Shomu. Kuil yang besar dengan banyak aula ini hancur terbakar pada abad ke 15 akibat peperangan. Kemudian kuil dibangun kembali, namun kembali hancur pada tahun 1891 karena kebakaran.

Mengunjungi Rumah Kuno yang Megah

Rumah Kanda adalah sebuah rumah mewah yang berdiri sejak ratusan tahun lalu yang sekarang dialih fungsikan sebagai museum. Beberapa bagian Rumah Kanda adalah bangunan utama, Dewa Air (dibangun patung sebagai bukti), Pondok Mortar (gubuk beras) dan Gudang Hazakura (tempat untuk mengeringkan padi dan kayu bakar).

Dengan biaya sekitar 300* yen, sobat tiket bisa mengamati bangunan yang menawan. Pada lantai pertama bangunan utama kamu akan disuguhi ruang tamu, ruang resepsi yang disebut Oe, kimono pengantin, hingga telepon dinding yang otentik. Teh hangat dari rumput liar direbus dalam ketel besi di perapian menemani kamu menikmati Rumah Kanda. 

Dahulu lantai 2 digunakan untuk kamar tidur laki-laki yang belum menikah dan karyawan. Sekarang lantai 2 dan 3 dimanfaatkan sebagai ruang pameran. Sejarah Rumah Kanda serta berbagai alat pembuatan bir bisa kamu temukan disini. Pemandangan yang memukau dari lantai tertinggi (lantai 4) Rumah Kanda juga jangan sampai dilewatkan.

*Harga berlaku saat tulisan ini dibuat dan bisa berubah sewaktu-waktu

Cicipi Makanan di Shirakawa-go

Kuliner setempat adalah pelengkap liburan yang wajib untuk dicoba selama berkunjung ke Shirakawa-go. Nasi ditumbuk kemudian dilapisi dengan pasta miso siap memanjakan lidahmu. Camilan gurih ini biasa disebut gohei dango atau gohei mochi. Mochi yang ini berbeda dengan mochi manis sebagai makanan penutup, ya!

Lezatnya daging sapi Hida yang diolah menjadi steak, onigiri, atau bakso tidak boleh dilewatkan begitu saja saat mengunjungi Shirakawa-go. Produk unggulan Jepang yang satu ini memang patut dicoba, temukan potongan wagyu terbaik di desa tradisional ini. Kuliner ini bisa dengan mudah ditemui di kedai yang tersebar di Shirakawa-go.

Selanjutnya adalah tochi mochi. Horse chestnut yang tumbuh di Shirakawa-go diolah berhari-hari dengan banyak tahapan untuk menghilangkan rasa tidak enak. Mochi ini cocok sebagai kudapan untuk menemani minum teh hangat. Mencicipi kuliner khas Jepang langsung dari daerah asalnya adalah pengalaman yang nggak terlupakan.

Menyaksikan Prosesi Sakral Penduduk Desa

Doburoku  (sake yang tidak dimurnikan) Matsuri (festival/perayaan) adalah sebuah festival yang dilakukan sebagai pesta mengambil alih desa kuno Shirakawa-go. Pada awal hingga pertengahan Oktober kamu bisa menikmati Doburoku Matsuri di Shirakawa-go. Penduduk desa berkumpul untuk berdoa kepada Dewa Gunung.

Sumber: Shutterstock.com

Tarian singa, nyanyian rakyat, hingga prosesi sakral di kuil bisa sobat tiket saksikan langsung pada festival ini. Festival yang dilakukan sebagai bentuk rasa terima kasih dan perlindungan kepada Dewa Gunung ini ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun internasional. Siapkan kamera untuk mengabadikan setiap momen istimewa!

Mengunjungi Shirakawa-go di musim dingin kamu bisa menikmati acara Winter Illumination yang hanya diselenggarakan beberapa kali selama musim dingin. Kelap-kelip lampu berwarna kuning hangat di antara lautan salju yang menyelimuti Shirakawa-go bisa kamu nikmati. Harap pesan tur sejak jauh-jauh hari karena kunjungan dibatasi.

Menginap di Ogimachi Village

Rumah tradisional yang dikenal dengan model gassho-zukuri ini cirinya adalah bentuk atap rumah yang melambangkan tangan orang sedang berdoa. Desain rumah dengan atap unik ini kokoh menghadapi segala musim, termasuk menahan tumpukan salju tebal. Pengalaman berbeda akan sobat tiket rasakan saat menginap di rumah ini.

Lantai tikar tatami dan meja rendah akan kamu jumpai di rumah ini. Ketika langit mulai gelap, futon (perangkat tidur khas Jepang) digelar dan kamu dapat menggunakannya untuk tidur. Nuansa tradisional Jepang masih terasa di Shirakawa-go, namun kamu masih bisa menemukan fasilitas modern di sekitar penginapan.

Tingginya minat untuk menginap di rumah-rumah Ogimachi Village jadi kamu bisa memesannya jauh-jauh hari. Jika tidak sempat memesan, kamu bisa menginap di daerah Gokayama, Takayama, Kanazawa atau Nagoya. Berkunjung seharian penuh juga bisa jadi pilihan yang tepat untuk menjelajah Shirakawa-go.

Tips Liburan di Shirakawa-go

Transportasi. Sobat tiket bisa menggunakan bus atau kereta. Waktu tempuh menggunakan bus sekitar 7 hingga 8 jam. Sedangkan menggunakan kereta sekitar 2 hingga 3 jam. Pilih moda transportasi yang sesuai dengan waktu dan budget liburan agar tetap nyaman dan efisien. Ada pula beberapa penyedia jasa tur ke Shirakawa-go.

Pakaian. Seperti disebutkan di awal tulisan, Shirakawa-go memiliki empat musim. Gunakan pakaian yang nyaman dan sesuai dengan musim yang sedang berlangsung. Jangan sampai menggunakan jaket tebal di musim panas, ya!

Waktu. Luangkan waktu yang cukup untuk menjelajah Shirakawa-go. Perhatikan lokasi tujuan, perkiraan lama kunjungan, dan kegiatan apa yang akan sobat tiket lakukan selama di Shirakawa-go. Manfaatkan waktu sebaik mungkin.

Last but not least, siapkan kamera dan smartphone dengan paket data yang maksimal agar liburan tetap menyenangkan. Pesan tiket pessawat rute internasional di tiket.com jauh sebelum jadwal keberangkatan juga bisa kamu lakukan, lho. Ciptakan liburan yang menyenangkan dan selalu memanfaatkan berbagai peluang.