Gili Lawa Terbakar - Bukti Keindahan Gili Lawa

, ,

Gili Lawa Terbakar, Inilah Foto Keindahan Gili Lawa yang Sesungguhnya

Dunia pariwisata Indonesia berduka. Gili Lawa terbakar. Api besar menghanguskan Gili Lawa Darat, sebuah pulau seindah surga yang masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur.

Gili Lawa terbakar ketika banyak traveler bermimpi untuk datang ke sana. Mereka ingin melihat betapa eloknya perbukitan dan padang rumput yang menjadi habitat alami dari populasi rusa timor. Tentu saja, peristiwa kebakaran hebat yang diduga “tak sengaja” ini menghancurkan hati banyak orang.

Sobat Tiket, mungkin saja kamu adalah pecinta traveling yang turut “patah hati” karena Gili Lawa terbakar. Saat artikel ini ditulis, sebab kebakaran Gili Lawa belum diketahui. Namun, penyebab Gili Lawa terbakar diduga kuat karena kelalaian manusia.

Gili Lawa Terbakar Diduga Akibat Kelalaian Manusia

Menurut Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Budhy Kurniawan, 10 hektar padang rumput dan perbukitan di Gili Lawa ludes dilalap api. Kebakaran hebat ini merenggut Gili Lawa sejak pukul 7 malam hingga pukul 3 dini hari, tanggal 1 Agustus 2018.

Belum lagi, angin kencang turut memicu kobaran api. Penyebab kebakaran diduga akibat adanya aktivitas yang melibatkan api dari pengunjung sebelum naik ke kapal untuk meninggalkan Gili Lawa, dapat berupa puntung rokok atau api unggun. Sangat memprihatinkan.

Jika kamu melihat beberapa foto Gili Lawa sebelum terbakar di bawah ini, pasti kamu akan setuju mengapa kita harus siap menjaga alam sekitar kita.

Setelah Gili Lawa Terbakar, Masihkah Kita Menemukan Pemandangan Eksotis Ini?

Di bawah ini adalah salah satu keindahan foto Gili Lawa sebelum terbakar. Terlihat dari kejauhan pemandangan bukit dengan padang rumput dengan semak perdu yang bertebaran. Tentu kamu tak rela jika pemandangan alam spektakuler ini harus terenggut akibat kebakaran, kan?

Gili Lawa Terbakar - Keindahan Gili Lawa Saat Senja
Mahakarya ciptaan Tuhan ini bernama Gili Lawa.

Melihat pesona Gili Lawa dari ketinggian sambil mengejar matahari tenggelam barangkali akan selalu jadi kenangan manis setelah kamu pulang dari Taman Nasional Komodo.

Tak hanya menawan saat diabadikan dalam foto, pemandangan bukit berkelok yang memeluk birunya laut ini akan membuatmu tersihir ketika menyaksikannya secara langsung.

Belum lagi, ketika musim penghujan tiba, Gili Lawa tersulap menjadi hamparan padang rumput hijau dengan rusa-rusa yang berkeliaran.

Gili Lawa Terbakar - Bukti Keindahan Gili Lawa (2)
Giri Lawa menghijau saat musim pengujan.

Inspirasi kamu pasti akan mengalir deras ketika melihat hamparan bukit hijau dengan kapal-kapal yang merapat sesekali. Dari Gili Lawa yang mengagumkan ini, kamu bisa melihat gumpalan awan di langit seakan terpantul pada permukaan laut yang sangat jernih.

Ketika musim kemarau dapat giliran menyapa Gili Lawa, pemandangan hijau Gili Lawa serentak menjadi kuning keemasan.

Gili Lawa Terbakar - Bukti Keindahan Gili Lawa Musim Kemarau
Seperti ditaburi emas, ini pemandangan Giri Lawa saat musim kemarau tiba.

Ternyata warna jingga dan keemasan dari padang rumput di Gili Lawa juga serasi saat bersanding dengan hamparan laut. Benar, kan?

Tidak ada yang bisa memungkiri betapa eloknya panorama alam sebelum Gili Lawa terbakar. Gili Lawa Darat adalah salah satu mutiara berharga di Kawasan Taman Nasional Komodo, di samping berbagai spot spektakuler lainnya yang bisa kamu singgahi, seperti Pulau Komodo, Pulau Rinca, Gili Lawa Laut, dan masih banyak lagi.

Di Taman Nasional Komodo ada banyak hal menarik yang bisa kamu lakukan, termasuk bertemu hewan komodo, melakukan olahraga diving, berlayar, maupun menjelajah padang rumput dan perbukitan.

Gili Lawa Terbakar - Keindahan Bawah Laut Gili Lawa
Pesona biota laut di Taman Nasional Komodo sungguh memikat.

Jadi, bagaimana pendapat kamu tentang kebakaran di Gili Lawa ini? Apakah kamu adalah salah satu pihak yang berpendapat bahwa peristiwa Gili Lawa terbakar adalah kejahatan luar biasa terhadap lingkungan dan pelakunya layak diganjar hukuman berat?

Lingkungan Butuh Dijaga, Semua Pihak Harus Mematuhi Norma

Sengaja atau tidak sengaja, terkadang lingkungan memang memberikan reaksi yang tidak terduga ketika ada manusia yang melakukan “sesuatu” tidak pada tempatnya.

Barangkali Gili Lawa terbakar memang bukan karena kesengajaan. Namun, sengaja atau tidak, lingkungan telah menjadi korban dari tindakan semena-mena yang pada mulanya hanya dianggap sepele.

Kecerobohan manusia seperti membuang puntung rokok sembarangan, lupa mematikan api unggun, bermain kembang api di alam bebas, sampai melakukan pesta barbeque memang bisa memicu kebakaran hutan dan lahan.

Jika memang benar Gili Lawa terbakar karena kelalaian manusia, artinya telah terjadi cedera moral yang serius terkait kelalaian oknum untuk menjaga lingkungan. Manusia yang seharusnya datang untuk mengagumi keindahan alam, nyatanya justru diduga menjadi dalang utama dari tragedi kebakaran. Ini tentu bukan sekadar masalah seberapa marah netizen yang mengamuk di media sosial. Ini adalah masalah yang memicu pertanyaan besar tentang seberapa pedulikah manusia terhadap norma lingkungan.

Gili Lawa Terbakar - Pemandangan Gili Lawa Sebelum Terbakar
Mari bersama-sama mengembalikan senyuman Giri Lawa.

Jika benar disebabkan karena kelalaian pengunjung, peristiwa Gili Lawa terbakar adalah sebuah kejahatan lingkungan berat. Netizen berhak marah. Kamu pun berhak untuk menyuarakan pendapat tentang peristiwa Gili Lawa terbakar.

Di mana pun kita berada, merupakan sebuah keharusan yang mutlak untuk memerhatikan norma lingkungan. Sekecil apa pun kesalahan yang dilakukan oleh manusia, kita tak pernah bisa menebak seperti apa reaksi keras yang akan diberikan oleh alam sekitar, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Jadi, Sobat Tiket, tetaplah menjadi traveler yang selalu menjaga kebersihan dan kelestarian alam di mana pun kaki berpijak. Populasi hewan, pepohonan, bahkan rumput sekalipun adalah makhluk hidup yang harus kita jaga. Jangan sampai ada korban selanjutnya setelah Gili Lawa.

The broken hearted #gililawa #savekomodonationalpark

A post shared by @ gogor.ira.devi on

Sobat Tiket, setelah peristiwa Gili Lawa terbakar, jangan berhenti untuk bangga terhadap Taman Nasional Komodo dan Gili Lawa di Nusa Tenggara Timur. Melalui kepedulian kita, luka yang tertoreh dalam akibat peristiwa memilukan yang membuat dunia pariwisata Indonesia berduka ini pasti dapat disembuhkan seiring berjalannya waktu. Mari bersama-sama mengembalikan senyuman di Giri Lawa.

Baca juga artikel Menikmati Eksotisme Flores, Kecantikan Indonesia yang Tersembunyi untuk mengenal lebih jauh tentang keindahan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Untuk kamu yang pernah memiliki angan-angan untuk berwisata ke Taman Nasional Komodo, barangkali saat ini menjadi waktu untuk merealisasikan angan-anganmu.

Pesan tiket pesawat online untuk mengantarmu ke sana, lalu buktikan pada dunia di luar sana bahwa Indonesia punya banyak surga wisata yang luar biasa.

Terakhir, jangan lupa untuk selalu menjaga lingkungan sebaik menjaga diri kita sendiri, Sobat Tiket.

Ingat, arti mendalam dari traveling sesungguhnya bukan sekadar untuk bersenang-senang semata, melainkan juga untuk memperkaya pengetahuan, memperluas kebijaksanaan, mendulang inspirasi, serta membuka mata terhadap dunia dan seisinya.

 

*Artikel ini sebagian mengandung opini penulis.