,

Cerita Dramatis dalam Detik-Detik Menuju Indonesia Merdeka

Indonesia sudah merdeka sejak 17 Agustus 1945. Itu artinya, di tahun 2019 ini,  74 tahun sudah Indonesia menjadi negara yang bebas dari penjajahan. Tapi memerdekakan Indonesia bukanlah hal yang mudah lho, sobat tiket, karena perjuangannya sangat berat dan panjang.

Perjuangan rakyat Indonesia untuk membebaskan diri dari penjajahan berlangsung begitu lama. Ada banyak kejadian yang menegangkan, sedih, namun berakhir dengan bahagia karena Indonesia akhirnya berhasil menjadi negara yang merdeka.

Kejadian Dramatis Menuju Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Bahkan di momen-momen menuju dibacakannya naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia, masih ada cerita dramatis yang sangat seru untuk kita ketahui. Mau tahu ada kejadian apa saja kala itu? Kuy langsung simak ceritanya.

1. Runtuhnya Kekuatan Jepang

Pada bulan Agustus 1945, Indonesia masih menjadi negara jajahan Jepang. Di waktu itu juga masih berlangsung Perang Dunia Kedua. Tanggal 6 Agustus 1945, kota Hiroshima di Jepang diserang oleh Amerika Serikat dengan menggunakan bom atom, yang berdampak pada turunnya semangat semua tentara Jepang yang ada di seluruh dunia.

Keesokan harinya, Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) merubah namanya menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang diketuai oleh Ir. Soekarno untuk segera mempersiapkan segala yang dibutuhkan untuk Indonesia Merdeka.

Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dari Amerika Serikat dijatuhkan di Nagasaki, Jepang. Hasilnya, Jepang akhirnya menyerah pada Amerika dan Sekutu. Momen ini dimanfaatkan dengan baik untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

2. Berita Kekalahan Jepang

Sebagai pimpinan PPKI, Soekarno dan Hatta bersama dengan Radjiman Wedyodiningrat, mantan ketua BPUPKI terbang ke Dalat, Saigon, Vietnam di tanggal 12 Agustus 1945. Mereka bertemu dengan Jenderal Terauchi, Panglima Angkatan Perang Jepang untuk Asia Tenggara.

Dalam pertemuan itu, mereka membahas mengenai kekuatan Jepang yang semakin melemah dan Indonesia yang ingin merdeka. Namun konteksnya pada saat itu, Jepang memberikan Indonesia kemerdekaan sebagai sebuah hadiah.

Sementara itu, pada tanggal 14 Agustus 1945 di Indonesia, Sutan Syahrir melalui radio mendapatkan kabar bahwa Jepang telah menyerah pada Sekutu. Di saat itulah rakyat Indonesia bersiap untuk memproklamasikan kemerdekaan dan menolak bahwa kemerdekaan itu adalah hadiah dari Jepang.

3. Soekarno Sempat Diasingkan

Kabar menyerahnya Jepang pada sekutu juga tersebar luas ke berbagai penjuru daerah di Indonesia melalui siaran radio yang juga didengar oleh tokoh-tokoh muda. Kemudian para golongan muda ini mengadakan rapat di Pegangsaan Timur bersama Moh. Hatta.

Rapat dilakukan untuk merumuskan keputusan sekaligus menjadi dasar dari proklamasi kemerdekaan Indonesia. Tapi ada beberapa perbedaan pendapat yang mendorong golongan muda untuk mengasingkan Bung Karno dan Bung Hatta ke luar kota supaya terhindar dari pengaruh Jepang.

4. Peristiwa Rengasdengklok

Bung Karno dan Bung Hatta diasingkan di daerah Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat oleh para pemuda. Mereka diasingkan ke sana karena meminta golongan muda ini untuk bersabar dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Namun akhirnya datanglah Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok untuk berunding dengan para pemuda. Ia meminta Soekarno dan Hatta dilepaskan dengan jaminan nyawa bahwa proklamasi kemerdekaan akan diumumkan pada tanggal 17 Agustus 1945 selambat-lambatnya pukul 12.00 WIB.

5. Pembuatan Naskah Proklamasi

Rombongan dari Rengasdengklok akhirnya kembali ke Jakarta tengah malam. Setelah beristirahat sejenak, atas usulan Ahmad Soebardjo, Soekarno dan Hatta pergi ke rumah Laksamana Maeda untuk bertemu dengan Mayor Jenderal Nishimura menanyakan sikapnya terhadap proklamasi kemerdekaan.

Tapi sayangnya pertemuan itu tidak membuahkan kesepakatan karena Jepang sudah menyerah pada Sekutu dan tidak diperbolehkan untuk mengubah kondisi politik di Indonesia sampai kedatangan Sekutu. Meskipun begitu, Soekarno dan Hatta tetap melanjutkan untuk merumuskan naskah proklamasi.

Naskah proklamasi pun dibuat. Soekarno, Hatta, dan Ahmad Soebardjo menyumbangkan hasil pemikiran mereka dan diketik oleh Sayuti Melik. Pada pukul 4.30 WIB naskah itu telah selesai dan sudah ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia.

6. Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

Akhirnya semakin dekat juga dengan detik-detik menuju proklamasi kemerdekaan Indonesia. Naskah proklamasi akan dibacakan pada pukul 10.00 WIB di rumah Soekarno yang sudah dipenuhi oleh banyak orang untuk menyaksikan.

Sebelumnya, pembacaan naskah proklamasi ingin diadakan di lapangan Monas yang dulunya bernama Lapangan Ikada. Tapi Soekarno merasa tempat itu terlalu luas dan ramai sehingga bisa menimbulkan bentrokan antara rakyat Indonesia dan tentara Jepang.

Ketika Soekarno dan Hatta sudah hadir, akhirnya upacara pun dimulai. Bendera merah putih dikibarkan oleh S. Suhud yang dibantu oleh Shudanco Latief Hendraningrat. Bendera itu dijahit oleh Fatmawati, istri bung Karno. Ketika mulai dikibarkan, semua orang yang hadir di sana secara spontan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

7. Penyebaran Kabar Kemerdekaan RI

Kantor berita Domei menyebarluaskan berita baik ini ke seluruh penjuru negeri melalui siaran radio. Tanpa jasa orang-orang yang menyebarkan berita ini, maka proklamasi hanya akan diketahui oleh sejumlah orang yang ada di Jakarta saja.

Penyebaran berita ini juga tidak berjalan dengan mulus. Setelah didengar oleh pihak Jepang, akhirnya proses penyebarluasan berita itu dihentikan dan dilarang. Tanggal 20 Agustus 1945, alat pemancar di Domei diputus, dan kantor disegel sehingga tidak ada orang yang bisa masuk.

Tetapi perjuangan tidak berhenti. Para pemuda lalu membuat alat pemancar yang baru hasil dari mengambil alat-alat pemancar di kantor Domei. Alat pemancar yang baru dibawa ke Menteng dan penyebaran berita kemerdekaan pun dilanjutkan. Bukan hanya lewat radio saja, kabar ini juga dilayangkan melalui pers dan surat selebaran.

Ayo Jaga Kemerdekaan Negara Kita Tercinta

Selain kisah detik-detik menuju kemerdekaan Republik Indonesia di atas, masih ada banyak sekali cerita sejarah tentang perjuangan bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah yang terjadi sebelum itu. Nah, sobat tiket, mari kita menghormati dan menghargai jasa para pahlawan dengan menjaga keutuhan negara kita tercinta ini, seperti melakukan upacara kemerdekaan Indonesia di puncak gunung. Kalau sobat tiket juga mau ngerayain agustusan di luar kota, kamu bisa pesan tiket kereta api murah di tiket.com. Dirgahayu Indonesiaku!