Tempat Wisata Candi Sewu – Sobat tiket, coba sebutkan candi apa yang paling terkenal di Yogyakarta?
Pasti banyak di antara kalian yang langsung menyebut satu nama: Candi Prambanan!
Namun, tahukah kamu? Di kompleks Candi Prambanan dan taman wisatanya, terdapat candi-candi lain yang nggak kalah menariknya.
Baca juga:
- Menyusuri Ratu Boko, Keraton Legendaris di Atas Bukit
- Spot Terbaik untuk Menikmati Sunrise dan Sunset di Candi Borobudur
- Villa Murah di Jogja untuk Kumpul Keluarga
Candi Sewu adalah bangunan bersejarah yang berlokasi sekitar 800 meter dari Candi Prambanan dan masih berada dalam satu kompleks yang sama yaitu Taman Wisata Candi Prambanan.
Meskipun nama Candi Prambanan udah terkenal banget, kadang wisatawan yang datang ke tempat wisata ini nggak sempat mengunjungi Candi Sewu, padahal keduanya masih satu kompleks.
Maklum saja, letak Candi Sewu berada sedikit lebih ke belakang dibanding Candi Prambanan yang kemegahannya sangat mendominasi.
Namun, mengunjungi Candi Sewu tetap wajib kamu lakukan saat mengeksplorasi Candi Prambanan dan sekitarnya. Mau tahu seperti apa uniknya candi ini, sobat tiket? Kuy, kita jelajahi bersama!
Melihat Kemegahan Candi Sewu, Belajar Tentang Nilai Toleransi
Candi Sewu berdiri megah di sebelah utara Candi Prambanan. Uniknya, meskipun Candi Prambanan adalah candi bercorak Hindu, Candi Sewu merupakan candi beraliran Buddha Mahayana, sobat tiket.
Dalam bahasa Jawa, sewu berarti “seribu”. Jika dilihat secara keseluruhan, kompleks Candi Sewu memang terdiri dari banyak bangunan meskipun tidak benar-benar berjumlah 1.000.
Total bangunan Candi Sewu adalah 249 candi, dengan 1 candi utama dan 8 candi apit.
Candi ini dulunya dibangun oleh Dinasti Syailendra pada abad ke-8, tepatnya pada masa pemerintahan Sri Maharaja Rakai Panangkaran dari Kerajaan Mataram Kuno.
Yang sangat mencolok dari bangunan bersejarah ini salah satunya adalah sepasang arca Dwarapala di bagian gerbang masuk Candi Sewu. Arca Dwarapala dibentuk menyerupai buto atau raksasa yang menyeramkan.
Dwarapala juga membawa senjata gada yang menandakan jika perannya adalah sebagai penjaga dari tempat yang disakralkan.
Hal lainnya yang cukup mengundang perhatian di Candi Sewu adalah keberadaan arca tanpa kepala.
Kondisi arca Buddha yang seperti ini sebenarnya bukan karena kesengajaan, melainkan karena ada faktor lain yang membuat arca yang sebelumnya utuh jadi terpenggal kepalanya.
Diduga, penyebab arca bisa menjadi tanpa kepala adalah karena pencurian, efek perang di masa lalu, maupun karena faktor alam.
Meskipun bangunan ini pada beberapa bagiannya sudah tidak utuh lagi, Candi Sewu masih terhitung sangat megah untuk dijadikan lokasi wisata sejarah yang mengagumkan.
Apalagi melalui keberadaan Candi Sewu dan Candi Prambanan kita bisa belajar tentang nilai toleransi beragama dari masa lalu.
Keberadaan kedua candi dengan corak agama yang berbeda dalam satu kompleks menegaskan jika pada zaman dahulu, Dinasti Syailendra yang menganut ajaran Buddha hidup berdampingan dengan orang-orang dari Dinasti Sanjaya yang merupakan dinasti Hindu.
Dinasti Sanjaya merupakan dinasti yang membangun Candi Prambanan, sobat tiket.
Lokasi Candi Sewu, Harga Tiket Masuk, dan Jam Buka Tempat Wisata
Telah disebutkan di atas jika lokasi Candi Sewu masih berada satu kompleks dengan Taman Wisata Candi Prambanan, tepatnya di Jalan Raya Solo-Yogyakarta.
Untuk mengunjungi Candi Sewu, kamu cukup membeli tiket 1 (satu) kali, sekalian untuk mengunjungi Candi Prambanan. Untuk mempermudah pembelian tiket, gunakan aplikasi tiket.com untuk membeli tiket masuk ke tempat wisata ini.
Di kompleks candi ini, pemandangan hijau seperti ini menghampar tak habis-habis, sobat tiket. Di sini juga ada pohon bodhi, yaitu pohon yang dianggap suci dalam agama Buddha karena pohon ini merupakan tempat sang Buddha untuk bersemedi.
Perlu diingat, meskipun berada dalam satu kompleks, Taman Wisata Candi Prambanan dan area candi yang berada di sana sangat luas, sobat tiket.
Kalau kamu ingin jogging dari Candi Prambanan ke Candi Sewu, pemandangan hijau di sekitar kompleks ini akan memanjakan mata dan mengurangi lelahmu.
Namun, jika kamu ingin lebih cepat, kamu bisa menyewa kendaraan khusus yang bisa kamu temukan di dalam kompleks Taman Wisata Candi Prambanan.
Harga tiket masuk: Rp47.000*
Alamat: Jl. Raya Solo – Yogyakarta, Bugisan, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, D.I Yogyakarta (cek Google Maps).
Jam buka: Senin – Minggu (08.00 – 15.00 WIB – selama masa pandemi COVID-19).
Jam tutup gerbang parkir: 14.30 WIB (selama masa pandemi COVID-19).*
Info tambahan: Selama masa pandemi COVID-19, pengunjung tidak diperkenankan untuk masuk ke dalam candi dan hanya diperbolehkan berkunjung hingga ke pelataran candi.*
Pesan tiket masuk tempat wisata Candi Prambanan untuk Berkunjung ke Candi Sewu
Tips Berwisata ke Candi Sewu Selama Pandemi, Ikuti Aturannya Ya!
Masa pandemi COVID-19 telah menyebabkan banyak perubahan di kehidupan sehari-hari, termasuk kebiasaan saat berwisata.
Saat berkunjung ke Candi Sewu, kamu juga harus memerhatikan protokol kesehatan agar liburanmu tetap aman.
Pengelola Taman Wisata Candi Prambanan menerapkan standar kebersihan dan kesehatan yang ketat saat pandemi, seperti menyediakan tempat cuci tangan dan social distancing.
Untuk menghindari kerumunan, terdapat peraturan khusus selama pandemi, yaitu pengunjung dilarang naik atau masuk ke bangunan candi (hanya boleh ke pelataran candi).
Demi keamanan dan kesehatan bersama, jangan lupa untuk tetap mematuhi peraturan ini saat berkunjung ke kompleks Candi Sewu dan Candi Prambanan, ya.
Sebelum bepergian ke luar kota, pastikan juga kamu sudah melakukan Rapid Test Antigen atau test COVID-19 lainnya sesuai syarat perjalanan saat pandemi. Kamu bisa pesan tes COVID-19 dengan mudah melalui aplikasi tiket.com.
Tetap jaga kesehatan di mana pun berada ya, sobat tiket!
mau ke mana? semua ada tiketnya!
*Informasi saat artikel ini ditulis. Harga dan peraturan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan pengelola.
